
Setelah Jani mencapai lantai 3 dengan menggunakan tangga darurat, dia tidak langsung masuk ke lantai 3 tapi mengintip sedikit dan melihat 50 orang sedang mengarahkan senjata mereka ke arah lift.
Jani tersenyum dan melihat ke arah timnya dan berkata “kayaknya mereka masuk perangkap yang kubuat tadi.”
Beberapa saat yang lalu sebelum menuju ke lantai 3.
Jani menekan tombol lift dan mempersiapkan beberapa bom asap dan bom kejut lalu mengikat kunci pengamannya menjadi satu. Jali yang melihat Jani menekan tombol lift bertanya “kita turun pakai lift?”
“ya enggaklah! Gua mau pasang nih benda di pintu lift bagian dalam, nanti pas pintu terbuka di lantai 3 semua bomnya akan terpicu dan kita akan menyergap mereka dari tangga darurat.”
Kembali ke masa sekarang
Saat Jani akan menyergap mereka dia di tahan oleh Jali yang sambil mengatakan “yang ini biar gua aja yang urus.”
“ingat loh! jangan membunuh mereka.”
“tenang aja gua pakai peluru bius dosis gajah.”
Jali yang memasuki ruangan tersebut, mengendap ke sudut ruangan dan bersiap menembak mereka saat pintu lift terbuka. Di sisi lain Jani juga masuk secara perlahan bersama dengan seorang kameramen untuk meliput aksi jali.
Jani berkata di samping kamera yang akan meliput “lu semua yang nonton ini pasti gak percaya kan kalau Black masker(julukan Jali) bisa nembak semua 50 orang itu kan?”
Di saat bersamaan, pintu lift terbuka dan bom yang dipasang di pintu lift pun meledak lalu menutupi setengah bagian ruangan tersebut.
Jali mulai menembaki mereka tepat mengenai pembuluh darah yang ada di leher untuk mempercepat efek obat biusnya.
TATATA...
Dalam hitungan lima detik, jali sudah mengisi kembali pelurunya dan terus menembaki mereka.
Setelah asap dari bom tersebut menghilang Jani dan timnya melihat 50 orang tersebut telah jatuh pingsan akibat tembakan jali yang tepat mengenai leher mereka.
Jani berkata kepada timnya “oke semuanya, kalian urus 50 orang ini terlebih dahulu. Kami berdua akan langsung menuju ke lantai dua dan menyuruh tim ke dua ikut menyergap bersama kami.”
Jani dan Jali berserta orang yang memegang kamera turun ke lantai 2 dan bertemu dengan tim yang berjaga di lantai dasar. Jani bertanya pada orang yang memimpin tim “apakah ada orang yang ingin melarikan diri.”
“Sejauh ini tidak ada. Kami menduga bahwa mereka terlalu sibuk membongkar paket narkoba sehingga tidak tahu kalau mereka sedang di sergap oleh kita.”
“kalau begitu kita harus cepat. Firasat ku mengatakan bahwa polisi sudah mengetahui aksi kita.”
Setelah mengatakan itu Jani menendang pintu dan masuk ke dalam sambil berteriak “SUPRISE FROM THE RED DEVIL , B*ST*RD!! (kejutan dari si iblis merah, b*jing*n)
Sisa dari 50 orang anak buah dari Leonardo sedang membuka paket sabu yang mereka sembunyikan di berbagai benda yang mereka bawa dari kota asal mereka di Mexico. Tapi, setelah Jani masuk dan berteriak kepada mereka, tidak ada seorang pun yang terkejut dengan kedatangan Jani. Mereka hanya melihat sebentar dan melanjutkan pekerjaan mereka.
Di tengah keheningan, tiba-tiba ada orang tertawa dan berkata “hahaha, bukankah itu si iblis merah yang legendaris itu? Kenapa, apa kau terkejut karena mereka semua tidak terkejut dengan kedatanganmu?”
__ADS_1
“yah, aku sedikit terkejut.” Jawab Jani kepada seorang yang tertawa sambil berjalan ke arah Jani. Orang tersebut tidak lain adalah bos dari perusahaan ini.
“tentu saja kau harus terkejut, karena bos Martino telah serius untuk menghadapimu dan mengirim adik ke tiga nya untuk berurusan denganmu.”
“iya, gua dah tahu siapa itu. tapi kenapa aku harus takut dengan itu?”
“karena Jika kau berhasil melumpuhkan kami, kau harus berhadapan dengan pasukan penembak yang berada di lantai tiga dan setelah itu kau juga harus berhadapan dengan pasukan ahli bela diri yang langsung di ajarkan oleh Leonardo sendiri lalu kau juga akan berhadapan dengan bos Leonardo sendiri yang kekuatannya setara dengan pasukan khusus yang di miliki oleh Amerika.”
Jani melihat jam tangannya dan berkata kepada seluruh timnya “oke semuanya, karena kita sudah mencapai apa yang kita inginkan. Kita akhiri dengan membius 50 orang ini dan setelah itu penggerebekan malam ini, aku nyatakan sukses besar dengan keberhasilan kita mencegah 1,5 ton narkoba di edarkan!.”
Seluruh tim bersorak gembira dan langsung menembaki sisa 50 orang anak buah Leonardo dengan peluru obat bius. Si bos perusahaan ini terkejut dengan pernyataan Jani dan berkata dengan panik “HEY!!!, APA KALIAN TIDAK MENDENGARKAN PERKATAANKU?!! DI ATAS SANA ADA 100 ORANG YANG AKAN MEMBUNUHMU JIKA KAU MENGACAUKAN PERKERJAAN MEREKA!!”
Saat si bos itu berteriak dan mengancam, jali yang tidak tahan suaranya menembak dan membuat dia pingsan sambil berkata “akhirnya diam juga.”
Sementara itu Jani berkata di depan kamera untuk mengakhiri siaran langsung ini “baiklah. inilah akhir dari penggerebekan kali ini dan ternyata dugaan kami memang benar, bahwa adanya penyelundupan narkoba di perusahaan ini dan kami berhasil menghentikannya sebelum barang ini di edarkan.”
Jani terus melanjutkan “untuk sisanya kami serahkan semuanya pada pihak polisi dan satu hal lagi yang gua harus sampaikan kepada Martino yang sekarang mungkin sedang menonton siaran ini 'MARTINO!! ADIKMU TELAH MATI DI TANGANKU. JIKA KAU MASIH TERUS MENGEDARKAN NARKOBA DI NEGRI INI, SANG IBLIS MERAH AKAN DATANG LANGSUNG KEPADAMU UNTUK MEMENGGAL KEPALAMU! CAMKAN ITU BAIK-BAIK!!”
Setelah Jani mengatakan itu, siaran langsung pun berakhir dan Jani pun berkata kepada seluruh orang yang ada di ruangan ini “oke semuanya, waktunya kita pergi dari sini.”
“SIAP, BOS IBLIS MERAH!!”
Di Mexico, vila milik Martino.
Seperti dugaan Jani, Martino sedang menonton siaran langsung miliknya dan setelah siaran itu berakhir dia melempar gelas anggurnya dan berkata kepada anak buahnya “hubungi telepon Leonardo sekarang.”
Jani yang saat ini berada di atap sedang bersiap untuk pergi sambil membawa mayat dari Leonardo mendengar bunyi nada dering dari saku celana Leonardo. Dia pun mengambil HP tersebut dan menerima panggilan tersebut lalu berkata “ halo, si iblis merah di sini.”
“iblis merah, kuucapkan selamat karena memenangkan pertempuran kali ini. Sekarang kapan kau bisa mengirim mayat adikku kembali?”
“kapan pun aku akan mengirimkannya tapi dengan satu syarat.”
"Apa itu?”
“jangan pernah kau mengirim narkoba ke sini lagi, Itu saja untuk saat ini.”
“baiklah akan kupenuhi keinginanmu. Jadi, tolong kirimkan mayat adikku kembali dengan segera.”
“oke, kuharap ini untuk yang terakhir kalinya, Martino.” Jawab Jani lalu langsung menutup teleponnya dan membuang hp itu keluar jendela.
Setelah Jani, jali berserta anak buahnya sampai di kendaraan mereka masing-masing, mereka pergi dari tempat itu dan berpencar agar tidak di ikuti oleh polisi. Tidak lupa Jali menyuruh anak buahnya untuk membawa senjata api milik musuh sebagai hadiah penggerebekan.
Di sisi lain, jaka yang memantau bahwa kedua sahabatnya tidak di ikuti oleh siapa pun, bertanya kepada Jani “jan, apa sudah Boleh gua melepas kontrol sistem mereka sekarang?”
“tumben sekali kau langsung mundur seperti itu? Ini tidak seperti lu yang biasanya.”
__ADS_1
“yah, kurasa aku terlalu meremehkan polisi cyber negara kita. Karena mereka telah melacak markas kita ini.”
“
oh kebetulan sekali! bersamaan kita akan melakukan perpindahan markas. Jak, lu langsung jalani rencana 'kembang api perpisahan' lalu pergi ke rumah gua yang di Golden residen dulu, nanti gua nyusul setelah jemput ayu.”
“oke, gua tunggu.” Jawab Jaka sambil mengeklik program yang ada di komputernya dan bergegas merapikan barang yang penting lalu pergi melalui pintu belakang.
Di kantor polisi cyber
Salah satu anak buahnya berteriak histeris dan berkata kepada komandan tersebut “komandan!! Akhirnya kita berhasil melacak keberadaan 'GREEN ELF' !!”
“bagus sekali!! Kamu langsung kirimkan alamatnya ke HP ku segera, aku akan langsung memimpin tim ke sana.”
“SIAP,PAK!!”
Komandan tersebut langsung bergegas dengan timnya ke lokasi markas dari Green Elf dan si iblis merah. Setelah mereka sampai di sana, komandan tersebut langsung mencari keberadaan dari mereka, tapi dia tidak menemukan mereka dan hanya mendapatkan beberapa komputer yang masih menyala.
Si komandan berkata dengan kesal “sial, kita terlambat!!”
tiba-tiba sebuah video di putar secara otomatis, video tersebut memunculkan sosok iblis merah yang sedang mengasah goloknya dan mulai berkata “jika video ini telah di putar, berarti polisi telah menemukan markasku. Untuk saat ini, aku ucapkan selamat untuk kalian semua dan sebagai hadiahnya aku memutuskan akan berhenti berburu para pengedar narkoba untuk sementara waktu. sampai batas waktu yah........ terserahku.”
Setelah video itu di putar, program yang tadinya di jalankan oleh Jaka sebelumnya memunculkan pemberitahuan yang berbunyi 'PESAN INI AKAN MELEDAK DALAM HITUNGAN 10..9..8..”
Komandan tersebut dengan panik berteriak untuk pergi dari tempat ini secepat mungkin. Setelah mereka pergi ke halaman rumah ini terdengar suara dentuman yang cukup keras dan sebuah petasan meledak di langit malam hari dengan bertuliskan 'SELAMAT TINGGAL SEMUANYA!!’
Di hotel tempat Jani meninggalkan ayu, dia bergegas menuju kamar yang dia pesan dan memasukinya. Setelah masuk dan menyalakan lampu, dia tidak melihat ayu di mana pun tapi tiba-tiba lampu sekali lagi mati dan Jani segera di peluk oleh ayu yang langsung mencium bibirnya.
Jani berusaha melepaskan ciuman ayu tapi dia malah memperkuat pelukannya, pada akhirnya Jani ikut mencium ayu dan saling beradu lidah dengannya. Setelah beberapa menit, ayu melonggarkan pelukannya dan Jani langsung meraih tombol lampu untuk menerangi kamar kembali.
Saat kamar kembali terang, Jani melihat pakaian yang di kenakan ayu hanya mengenakan kemeja putih lalu tanpa mengenakan celana dan langsung membuat bagian tubuh di bawah mulai mengeras.
Jani berkata dengan agak tergagap sedikit “ke...Napa kau mengenakan pakaian seperti itu?”
“hmm, ini karena untuk hadiah selamat datang buat kekasih baruku, apa kau menyukainya?”
“tentu saja aku menyukainya, sayang.” Jawab Jani sambil menahan nafsunya dan membuat badannya bergetar.
Melihat reaksinya, Ayu tersenyum dan mendorong tubuh Jani ke arah kasur yang membuat Jani duduk di pinggir kasur. Setelah itu Ayu duduk di pangkuan Jani dan bertanya kepadanya “sayang, mau gak kamu jadi yang pertama buat ku?”
“apa kau yakin ?”
“hmm, lakukanlah.”
“jangan menyesal yaa. Karena ini juga pertama kalinya untukku jadi, aku akan sedikit liar.”
__ADS_1
“liarlah sesuka hatimu.”
Mereka pun mulai melakukan hubungan **** pertama mereka sampai lupa, bahwa ada dua orang yang menunggu mereka di rumah Jani.