
Di saat yang bersamaan, di depan gerbang perumahan ada satu truk militer yang memarkirkan kendaraannya di sana. Penjaga gerbang mendekati truk itu dan bertanya "hei! Apa kalian adalah bawahannya jendral Jarwo Wonosobo!?"
"benar! Kami adalah tim elite yang dikirim untuk menyelamatkan anak sang Jendral!" jawab prajurit yang bertugas mengendarai truk tersebut.
"kalau begitu, masuklah Lalu parkir di depan rumah nomor dua! Di sana anak Jendral kalian di tahan."
"hah! Kenapa kau memberitahukan kami begitu saja!?"
"Mr.Gold sudah memberitahu kami sebelumnya tentang kedatangan kalian. Jadi, tolong pindahkan truk kalian ke dalam agar tidak menghalangi pintu masuk."
Setelah di izinkan masuk, truk militer masuk dan berhenti di depan rumah yang disebutkan oleh penjaga. Saat truk berhenti, satu tim elite turun dari belakang truk di pimpin oleh seorang pria berbadan kekar bernama Martinus.
Saat Martinus melihat mobil yang di parkir di depan rumah, dia mencoba memeriksanya melalui jendela lalu melihat dua orang terkapar di dalamnya. Melihat hal itu, Martinus segera menyuruh anak buahnya untuk menyelamatkan dua orang tersebut.
Saat mereka berdua berhasil di keluarkan dari dalam mobil, salah satu anak buahnya berkata "Kapten! Mereka adalah anggota kita yang bertugas menjadi pengawal tuan muda Bayu!"
"Segera bangunkan mereka!" jawab dari Martinus.
Saat mereka berdua bangun, mereka menjelaskan semuanya kepada Martinus lalu di saat terakhir salah satu dari mereka membisikkan sesuatu di telinga Martinus "Kapten! Jika kau berhasil melakukan penggerebekan, tolong ambil kamera perekam dari tangan mereka karena di dalamnya ada sebuah video tuan muda Bayu memperkosa seorang wanita di dalamnya!"
Mendengar hal itu, Martinus terkejut lalu pergi menuju halaman tanpa berkata sedikit pun.
....
Sementara itu di dalam rumah, Jani yang sudah puas menghukum Bayu ikut bergabung dengan Inspektur Wisman dan pejabat senior dalam diskusi mereka dan memulai bertanya "jadi, bagaimana? Apa keinginanmu sudah terpenuhi, Inspektur Wisman?"
Inspektur Wisman menggelengkan kepalanya lalu berkata "tidak semudah yang kubayangkan."
"Pak tua, apa sesulit itu mewujudkan keinginannya ?"
"tentu saja sulit! Untuk menjatuhkan tua Bangka itu dari posisinya sebagai jendral polisi, kita memerlukan sebuah bukti yang cukup kuat untuk membuat nama baiknya jelek di mata masyarakat dan di pecat oleh presiden." Jawab pejabat itu dengan secara gamblang.
"hmm, bukti yaa? " kata Jani yang mulai berpikir lalu seolah teringat sesuatu dia kembali berkata
"sebentar aku akan menelepon dulu."
Jani berjalan menuju sudut ruangan lalu menelepon Jaka "halo Jak, lu masih nyimpen video tentang jendral polisi gak?"
"masih ada, mau gua kirimin semuanya sama yang terbaru?"
"boleh, sekalian tolong cek di gerbang perumahan para tentara sudah sampai?"
"Oke langsung gua kirim ke HP lu. Dan kayaknya ada satu truk militer di depan gerbang perumahan deh."
"baiklah, besok ingat lu! Kita akan mengikuti ujian!"
"iya, gua pasti ingat." Jawab Jaka dengan singkat lalu mematikan teleponnya.
Di dalam gudang tua, Jaka yang baru saja mematikan teleponnya terdiam di depan komputernya lalu mengambil sebuah bingkai foto lalu berkata dalam hatinya 'ibu doakan aku agar aku bisa melewati ujian kali ini.' Kemudian Jaka mematikan komputernya lalu berjalan ke tempat tidurnya dan tidak butuh waktu lama dia tertidur.
...
Kembali ke tempat Jani, di mana setelah Jani menerima video dari Jaka dia kembali lalu menunjukkan salah satu videonya kepada pejabat sambil berkata "apa ini cukup untuk membuatnya di pecat dari jabatannya sekarang?"
__ADS_1
Melihat video itu, pejabat senior itu terkejut bukan main karena video itu berisi tentang korupsi yang di lakukan oleh jendral polisi belum lama ini dan kenapa dia bisa mengetahuinya karena dia juga terlibat dalam korupsi tersebut.
Sang pejabat bertanya kepada Jani sambil menyembunyikan ekspresi terkejutnya "Mr.Gold! dari mana kau mendapatkan video ini!?"
"kau tidak perlu mengetahuinya! Yang ingin aku tahu adalah apa bukti ini cukup?"
"cukup! Ini sangat cukup!" jawabnya dengan panik lalu dia berkata di dalam hatinya ' aku harus segera mengembalikan uang suap tersebut sebelum aku juga ikut terjebak di dalamnya!'
Saat Jani mendengar jawaban dari pejabat senior tersebut, dia mendeteksi bahwa pasukan tentara yang di kirim oleh jendral Jarwo sudah sampai di halaman depan rumah ini.
Setelah itu, Jani berdiri lalu berkata "baiklah! Karena buktinya sudah ada kita hanya perlu mencari wartawan yang bisa membuat berita ini viral dalam satu malam."
Inspektur Wisman segera menjawab "Mr.Gold! biarkan aku yang mengurus sisanya."
"apa kau memiliki kenalan wartawan yang bisa di percaya?"
"
aku tidak punya, tapi istriku pasti memilikinya."
"ahh! Aku baru ingat, istrimu adalah seorang ratu film Indonesia!. Baiklah kuserahkan semuanya kepadamu dan jika kau memerlukan beberapa barang bukti lagi kau bisa menghubungiku. Tentu saja dengan biaya yang bisa di negosiasikan!"
"haha! Aku akan mengingatnya!" jawab inspektur Wisman yang sedikit tertawa sambil bersiap untuk kembali ke rumahnya untuk menyiapkan rencana berikutnya, tapi sebelum dia pergi Jani menghentikannya dengan berkata "Inspektur Wisman! Kau tidak bisa pergi sekarang! Jika kau pergi keluar, kau akan di anggap sebagai penculik"
"kenapa, bisa begitu?" tanya Inspektur Wisman kepada Jani.
"karena di luar sana ada sekelompok pasukan elite yang telah di kirim oleh jendral Jarwo untuk menyelamatkan anaknya."
"kau tidak perlu khawatir, aku yang akan mengurus masalah ini." Jawab Jani lalu dia berjalan menuju pintu masuk utama.
Tepat beberapa langkah jani berhenti lalu berkata kepada pejabat senior "ngomong-ngomong tuan pejabat. Aku lupa memberi tahumu bahwa mulai sekarang kau harus meninggalkan simpananmu itu!"
"kenapa aku harus meninggalkannya !?" tanya sang pejabat dengan nada protes kepada Jani.
"karena jika kau tidak meninggalkannya, aku akan memberitahu kepada seluruh netizen Indonesia bahwa seorang pejabat senior yang sudah menjadi menteri selama dua periode ternyata seorang pria yang tidak bisa memiliki anak akibat dari penyimpangan seksual yang sering dia lakukan!"
"kau tidak perlu menyebarkannya! Aku akan segera memberikan wanita itu kepadamu secepatnya!" jawabnya dengan panik kepada jani.
"bagus kalau kau mengerti! Mungkin di masa depan kita bisa menjadi teman dan aku akan menyembuhkan penyakit mandulmu itu!" jawab Jani sambil berjalan keluar tanpa menunggu tanggapan dari pejabat senior itu.
...
Di halaman depan.
Saat Jani keluar, dia melihat sekelompok prajurit yang mengarahkan senjata mereka ke arahnya dan bersiap untuk menembak. Melihat hal ini, jani berkata untuk menghentikan mereka.
"jika aku jadi kalian, aku akan menolak untuk menembak karena itu adalah tindakan yang tidak berguna. Pelindung ini adalah sihir unsur air yang aku keluarkan dan tidak mungkin bagi kalian orang biasa untuk melewatinya."
Setelah mendengar perkataan Jani, banyak dari mereka yang terkejut bahwa ada seseorang yang bisa melakukan sihir seperti film fantasi yang pernah mereka tonton. Walaupun begitu ada juga yang menganggap bahwa ini hanyalah tipuan belaka dan orang itu adalah pemimpin dari tim elite ini yaitu, Martinus.
Martinus berjalan ke depan lalu berkata dengan sombong "sihir? HAH! Kau pikir aku bisa tertipu dengan tipuan murahan ini?"
"kau bisa mencobanya, apakah ini hanya tipuan atau sihir yang sesungguhnya. Tapi aku akan memperingatkan mu dulu bahwa jika kau mencoba menerobosnya secara paksa maka kau akan merasakan seperti dihantam oleh ratusan air terjun secara bersamaan." Jawab Jani sambil memperingatkan Martinus tentang bahaya dari sihir ini.
__ADS_1
"teruslah membual sambil menunggu aku menerobos tipuan ini dan menangkapmu dengan tuduhan penculikan."
"baik aku akan menunggu." Jawab Jani sambil duduk di teras rumah dan menonton Martinus.
Setelah itu, Martinus mencoba masuk ke dalam dinding tersebut lalu saat dia baru selangkah dia merasakan tekanan yang begitu kuat sehingga dia terlempar kembali sejauh 5 meter ke belakang.
Saat para bawahannya mencoba mendekatinya, Martinus langsung kembali berdiri dengan ekspresi terkejut di wajahnya. Dia pun mencoba lagi dan kali ini dia langsung berlari ke arah pelindung tersebut, tapi hasilnya adalah sama yaitu dia terlempar lagi ke belakang.
Martinus masih mencobanya beberapa kali, tapi dia tetap tidak bisa menembusnya dan malah terus terlempar ke belakang. Melihat hal itu, Jani berkata pada dirinya sendiri "sungguh keras kepala!"
Karena terlalu bosan melihat Martinus terus melakukan hal yang sama, Jani berdiri dan mendekati dinding lalu saat Martinus mencobanya sekali lagi, Jani membuka sihir pelindung terbuka kemudian dia segera meninju Martinus yang tidak mengetahui bahwa sihir pelindung telah menghilang sehingga dia masih terus berlari dan menerima pukulan Jani tanpa bisa mengelaknya.
*BUAAKKK*
Suara Martinus yang terjatuh ke belakang, tapi bukan karena terlempar oleh sihir pelindung melainkan karena di pukul oleh Jani sehingga dia jatuh pingsan dengan hidungnya yang mengeluarkan darah.
Setelah melakukan hal itu, Jani kembali mengaktifkan sihir pelindung lalu berkata "segera panggil jendral kalian kemari. Aku ingin bernegosiasi dengannya."
Tim elite yang tersisa memutuskan untuk memanggil jendral Jarwo untuk datang kemari.
Setelah menunggu beberapa saat, jendral Jarwo datang lalu berkata kepada Jani "di mana anakku !?"
"Dia di dalam rumah! Masuklah terlebih dahulu, kita akan bernegosiasi di dalam." Jawab Jani lalu membuka sihir pelindungnya sekali lagi untuk membiarkan sang Jendral masuk ke dalam.
...
Di dalam rumah
Jani yang kembali ke dalam sambil membawa jendral berkata "anakmu ada di sana, kita tidak perlu terburu-buru karena kita harus bernegosiasi dahulu." Dan menyuruh sang Jendral duduk di ruang tamu.
Setelah sang Jendral duduk, dia langsung bertanya kepada Jani "apa yang kau inginkan sampai menculik anakku?"
"hei! Biar aku yang meluruskan sesuatu, anakmu lah yang datang kepadaku dengan niat jahatnya dan saat dia tertangkap kau malah menuduhku melakukan penculikan." Jawab Jani yang memprotes perkataan jendral Jarwo.
"baiklah! aku meminta maaf atas kelakuan anakku yang tidak tahu sopan santun. Apa itu cukup?"
"tentu saja tidak!"
"lalu apa maumu?"
"aku ingin kau membantuku dalam satu hal."
"Melakukan apa?"
Jani berbisik kepadanya lalu setelah itu sang jendral terkejut dan kemudian dia bertanya kepada Jani "apa kau serius mau melakukannya?"
"tentu saja, tapi itu akan sangat membutuhkan biaya yang sangat banyak."
" soal biaya kau tidak perlu khawatir karena aku akan menanggung semuanya."
"baiklah aku akan mengandalkan mu kali ini, Jendral Jarwo Wonosobo."
Setelah itu, jendral membawa anaknya keluar rumah dan kembali ke rumahnya bersama tim elite miliknya.
__ADS_1