
Setelah berpisah dengan Jali, Jani membawa ayu ke hotel terdekat untuk membiarkan ayu beristirahat sebentar dan sementara itu, Jani kembali ke kantor tersebut. Tapi saat Jani ingin pergi, tangan di genggam oleh ayu dengan erat.
Jani bertanya “kenapa, yu.”
“jan, bisa gak lu kasih gua waktu buat ngomong bentar?”
“bisa, memang lu mau ngomong apaan?” jawab Jani sambil duduk di kasur.
“sebelumnya, gua mengungkapkan ini bukan karena rasa terima kasih gua sama lu yang telah selamatkan gua tadi, tapi ini adalah perasaan yang selama ini gua simpan terhadap lu dan sekarang gua mau mengatakannya sama lu.”
Jani hanya diam dan terus mendengarkan dengan serius, Ayu melanjutkan “jani gua sudah lama cinta sama lu. walaupun lu pernah ngomong sama gua bahwa lu gak peduli siapa jodoh lu nanti, tapi kenapa lu gak coba beri kesempatan kepada wanita yang ada di depan mata lu ini untuk menjadi jodoh lu.”
Ayu menatap mata Jani sambil menunggu jawabannya tentang perasaannya. Di sisi lain, Jani yang melihat ayu menunggu dia menjawab, menutup matanya sambil menarik napas untuk membuatnya tenang dan kembali membuka matanya sambil berkata “ maaf, gua gak bisa menerima cinta lu.”
“apa alasannya lu menolaknya?”
“gua merasa kagak pantas bersama dengan lu, karena lu cantik, pintar dalam mengurus rumah dan tipe idaman hampir semua cowok sementara gua Cuma seorang pembunuh keji.”
Mendengar alasan Jani, ayu langsung memeluknya dan berkata pelan di telinga Jani “kalu Cuma itu alasan lu, gua tetap akan mencintai lu walaupun lu membunuh lebih dari seribu orang. Karena gua tahu lu pasti punya alasan tersendiri untuk melakukan itu dan karena itu gua akan selalu mendukung apa pun yang lu lakukan.”
Ayu melonggarkan pelukannya dan kembali bertatap muka dengan Jani sambil tersenyum dan melanjutkan “begitulah rasa cinta gua sama lu. Jadi, biar gua tanya sekali lagi maukah lu menerima cinta gua?”
Jani terpesona dengan senyuman Ayu dan berkata dalam hatinya 'kayaknya gua kagak bisa terus membohongi perasaan ini lagi'.
Setelah mengatakan itu di dalam hatinya, Jani langsung mencium bibir Ayu dan berkata “ya, gua menerima semua cinta lu dan mulai sekarang sampai maut memisahkan kita, hanya lu yang akan gua cintai”
“benarkah, lu menerima cinta gua?” tanya Ayu sekali lagi dengan wajah yang hampir menangis
Jani menjawab sambil mengusap air mata yang ada di sudut mata Ayu “benar, mulai sekarang kita adalah sepasang kekasih.”
Ayu menghentikan usapan Jani dan berkata “tapi mulai sekarang aku mau kita menggunakan ‘aku kamu' biar kita semakin romantis.”
“baiklah itu terserah kamu, sayang.”
“hmm, makasih sayang.”
“sama-sama, sayang.”
Saat Jani hendak melanjutkan ciuman mereka, tiba-tiba Hp Jani berbunyi tanda ada yang meneleponnya. Jani menerima panggilan tersebut yang tidak lain dari sahabatnya Jali.
“halo Jal, kenapa? Ada masalah?”
“ada, masalahnya DI MANA LU JAN?!!! LAMA BANGET CUMA NGANTERIN AYU DOANG!!!!.”
__ADS_1
“iya gua langsung meluncur nih ke TKP sekarang.”
“BURUAN JANCOK!!”
“iya-iya.”
Jani mematikan teleponnya dan berkata kepada Ayu yang sekarang berada di pelukannya “kayaknya aku harus pergi sekarang.”
Ayu berkata dengan memasang ekspresi cemberut“padahal kita baru aja resmi berpacaran, tapi sekarang kamu langsung ninggalin aku di sini sendirian.”
“maafin aku yaa. Aku janji setelah ini selesai aku akan segera kembali ke sini, jadi jangan ke mana-mana ya?”
“yaudah deh, aku akan tunggu di sini sambil nonton Live Streming kamu. hati-hati yaa, sayang.”
“oke, lihat aksi keren ku yaa?”
Jani dengan berat hati meninggalkan ayu di hotel dan segera kembali menuju perusahaan tersebut.
Sesampainya di sana, Jani langsung menghampiri Jali dan berdiskusi tentang penyergapan yang akan mereka lakukan dan setelah beberapa saat, diskusi selesai dengan menghasilkan rencana yaitu membagi pasukan mereka menjadi dua tim dan menyerangnya dari lantai atas dan bawah.
Setelah rencananya sudah siap, Jali menyuruh bawahannya untuk berkumpul dan berbaris. Satu tim bawahan jali juga sudah siap dengan kamera untuk menayangkan kejadian ini dan menyiarkannya di internet.
Di internet, salah satu media sosial.
Pada saat ini, dunia internet masih dalam keadaan tenang karena tidak adanya berita yang sedang viral. Tapi satu akun yang sudah lama tidak ada pembaruan status tiba-tiba memperbarui statusnya dengan tulisan 'JANGAN LEWATKAN!!! MALAM INI AKAN DI ADAKAN SIARAN LANGSUNG TENTANG PENGGEREBEKAN BANDAR NARKOBA YANG DIDUGA ADALAH ADIK KETIGA DARI KARTEL NARKOBA ASAL MEXICO YANG BERNAMA LEONARNDO EL FUERTE'.
Penggunaan 1: “wihh, sudah lama nih si iblis tidak beraksi lagi. Kirain ane dia sudah berhenti.”
Pengguna 2: “bagus bang! Jangan beri ampun pada mereka yang ingin merusak generasi milenial Indonesia.”
Beberapa ada juga yang menolak siaran ini.
Pengguna 3: “saya menolak siaran ini karena terlalu kejam dan tidak berpendidikan sama sekali.
Pengguna 4: “ benar saya juga menolak. Kenapa gak kita serahkan aja sama polisi dan tidak perlu menyiarkannya seperti ini.”
Pengguna 5: “@pengguna 3. Jelaslah harus kejam karena mereka juga sudah terlalu kejam sama kita dan kayaknya @pengguna 3 dan @pengguna 4 juga pengedar atau pengguna juga deh..”
Pengguna 6: “benar tuh..!! yang menolak siaran ini pasti salah satu pengedar yang takut kehilangan barang dagangan mereka atau para pengguna narkoba yang kesal karena tidak dapat membeli narkoba yang mereka inginkan.”
Akun yang menayangkan siaran langsung tersebut bernama 'Iblis merah' yang sudah berulang kali diblokir oleh polisi cyber tapi tetap saja aktif di saat akan menayangkan siaran langsung terbaru.
Di kantor kepolisian cyber
__ADS_1
Semua polisi cyber yang seharusnya telah pulang ke rumah harus kembali lagi untuk menangani kasus ini. Di monitor utama yang seharusnya mengawasi seluruh CCTY di jakarta, terdapat tulisan besar yang bertulis 'MAAF!! SISTEM KALIAN TIDAK BISA DI GUNAKAN UNTUK SAAT INI. TERTANDA GREEN ELF'.
Kepala polisi cyber masuk ke ruangan dan melihat kekacauan ini, bertepuk tangannya untuk mendapat perhatian para bawahannya dan berkata “dengarkan semuanya!! Jangan terlalu panik dengan semua ini. Bagi dua kelompok untuk menghadapi penjahat ini, satu tim pancing dia untuk mengalihkan perhatiannya dan satu tim lainnya melacak lokasi penjahat ini. PAHAM !!??”
“SIAP!! KOMAMNDAN!!” jawab semua orang yang ada di ruangan tersebut.
Sang komandan terus melanjutkan “hey, tolong sambungkan salah satu Hp kalian ke monitor dan nyalakan siaran langsung si iblis merah.”
“baik, komandan.”
Saat sang komandan bersiap menonton dia berkata dalam hatinya 'apa kita harus selalu seperti ini, di saat si iblis merah melakukan penggerebekan yang seharusnya dilakukan oleh polisi, kita di sini malah tidak bisa berbuat apa-apa?’
Di rumah tua kosong.
Orang yang mengatas namakan Green Elf tidak lain adalah Jaka yang masih dalam rumah tua mengawasi kedua sahabatnya agar tidak ada yang mengganggu mereka. Jaka yang melihat situasi kantor polisi cyber yang dalam kondisi biasa saat mereka melakukan aksinya. Berkata kepada Jani yang ada di lokasi tempat tersebut
“jan, polisi cyber sudah kutangani. Sisanya kuserahkan kepadamu.”
Kembali ke kantor tersebut
Setelah mendapat kabar dari jaka, Jani berdiri menghadap semua orang yang sedang berbaris lalu berkata “selamat malam semuanya, terima kasih telah berkumpul malam ini untuk ikut dalam penggerebekan kali ini. Kami mendapatkan info dari teman kami yang bekerja di sini, dia tidak sengaja mendengar percakapan bosnya dengan seorang bule asal Mexico. Percakapan tersebut mengatakan bahwa bos tersebut bersedia bekerja sama dengan bule tersebut untuk mengedarkan narkoba di kota ini.”
Jani terus melanjutkan “setelah kami selidiki siapa bule tersebut, kami mengetahui identitasnya adalah Leonardo El Fuerte adik ketiga dari Martino El Diablo kartel narkoba asal Mexico. Untuk penggerebekan kali ini kita akan di bagi menjadi dua tim, yaitu satu tim akan menyerang dari atas sementara sisanya akan menyerang dari lantai bawah, apa semuanya paham?”
Semua orang menjawab dengan serentak “PAHAM!!.”
“kalau begitu, AYO KITA MULAI PENGGEREBEKAN KALI INI!!”
Mereka semua langsung bergerak menjadi dua tim yaitu 10 orang yang di tunjuk oleh Jani dan Jali, mengikutinya menyerang dari lantai atas sementara sisanya langsung bergerak ke lantai bawah dan mengepung lobi perusahaan agar tidak ada yang kabur.
Saat Jani masuk kembali ke kantor tersebut, dia langsung mengajak salah satu anak buah Jali yang bertugas merekam aksi ini untuk ke kantor CEO tempat di mana dia membunuh Leonardo.
Sebelum dia memasuki ruangan itu, Jani berkata “oke pemirsa, sebelum kita memasuki ruangan ini aku memberitahu kalian sesuatu. Sebelumnya aku sudah menyelinap ke sini untuk menyelamatkan teman kita yang memberikan informasi tentang kedatangan Leonardo dan bertarung dengannya, yang mengakibatkan terbunuhnya Leonardo olehku.”
Setelah penjelasan Jani mereka memasuki ruangan dan kamera menyoroti ruangan tersebut yang sudah berlumuran darah di lantainya dan tubuh Leonardo yang sudah terpisah dengan kepalanya. Jani mengeluarkan kantong plastik bening dan membungkus kepala Leonardo.
Jali yang saat Ini mengenakan masker hitam untuk menutupi wajahnya bertanya kepada Jani “ hei iblis merah, untuk apa kau membungkus kepalanya ?”
“lihat saja nanti.”
Karena tidak ada orang lagi di lantai 5, Mereka langsung pergi ke lantai 4 dan saat mereka ingin memasuki lantai ini, Jani yang membawa kepala Leonardo langsung mendobrak pintu sambil berteriak dalam bahasa Inggris “ RAISE YOUR HANDS, B*ST*RD. YOUR BOSS HAS BEEN KILLED BY ME!!!” (angkat tangan kalian, B*jing*n. Bos kalian sudah terbunuh olehku.)
Saat Jani menunjukkan kepala Leonardo kepada anak buahnya, mereka semua mengerti bahwa kehilangan bos mereka sama saja dengan mereka sudah kalah. Mereka pun langsung membuang senjata dan mengangkat tangan mereka tanda mereka menyerah.
__ADS_1
Jani puas dengan sikap mereka yang mengerti situasi saat ini dan menyuruh tim lainnya untuk mengikat tangan mereka dan memukul bagian belakang kepala mereka agar membuat mereka semua pingsan.
Jani berkata kepada kamera yang sedang menyoroti kejadian ini “walaupun kami tidak menemukan barang bukti berupa narkoba di lantai 4 ini, tapi kami mendapatkan 50 orang bule yang membawa senjata api di lantai ini. Dengan hasil tangkapan ini saja sudah membuat kami semakin curiga dengan perusahaan ini. Sekarang kami akan langsung menuju lantai 3.”