KAISAR DUA DUNIA

KAISAR DUA DUNIA
Persiapan peluncuran produk pertama


__ADS_3

Saat di perjalanan menuju kantor, Jani mendapat panggilan dari kepala keuangan yang baru, Annisa Lestari dan menerima panggilannya.


“halo Annisa, ada apa kau memanggilku?” jawab Jani dengan suara robot melalui topengnya.


“halo bos Gold, ada beberapa petugas dari biro pajak datang ke sini untuk memeriksa perusahaan kita.”


“jadi mereka langsung datang kemari ya. Annisa coba kamu telepon beberapa wartawan untuk datang ke kantor.”


“bos untuk wartawan mereka sudah datang bersamaan dengan biro pajak dan menunggu di luar kantor, bos”


“baiklah, kau suruh para biro pajak menunggu di lobi perusahaan dulu. Sebentar lagi aku akan sampai ke kantor.”


“Siap, bos”


Jani menutup teleponnya dan menyuruh pak Karyo untuk bergegas ke kantor.


Sesampainya dia di kantor, mobil Jani sudah di kepung oleh wartawan. Arman dan anak buahnya sudah siap melindungi bos mereka dengan membuka jalan bagi Jani masuk ke dalam kantor.


Jani yang mengerti bagaimana kerasnya perjuangan seorang wartawan mencari berita mengangkat tangannya untuk membuat para wartawan tenang.


Setelah mereka tenang, Jani langsung berkata “jika kalian masih memiliki banyak pertanyaan, maka tunggulah beberapa jam lagi karena aku akan mengadakan konferensi pers di sini.”


Setelah berkata seperti itu, Jani langsung memasuki kantor bersama dengan Arman. Saat memasuki kantor, Jani berbisik kepada Arman “Arman, kamu pergi ke departemen keuangan dan minta uang untuk membeli makanan dan air untuk para wartawan di luar sana, mengerti?”


“saya mengerti, bos. Kalau begitu saya pergi dulu.” Jawab Arman sambil tersenyum.


“hmm.” Jani hanya mengangguk dan melirik kembali pada wartawan yang berada di luar lalu langsung naik ke lantai 10 menggunakan lift.


Di dalam lift Jani mengingat kembali sahabatnya yang telah meninggal dunia bernama Andre karena overdosis obat-obatan terlarang dan berkata di dalam hatinya “ Dre, jika lu liat apa yang gua lakuin tadi, lu pasti muji gua kan?”


Andre adalah sahabat Jani dari kecil yang hobi mengambil gambar dengan kamera dan memiliki impian untuk menjadi fotografer ternama di seluruh dunia. Dia memiliki empati yang besar untuk wartawan. Jadi, jika ada berita tentang penganiayaan wartawan, dialah yang pertama akan marah.


Alasan dia sampai terjerumus dalam obat-obatan terlarang karena situasi kacau yang di alami oleh keluarganya yang kedua orang tuanya selalu bertengkar dan ayahnya yang ringan tangan kepada ibu dan dia. Bahkan saat Jani tahu bahwa sahabatnya meninggal, Jani yang datang ke rumah Andre langsung mengamuk dan menghajar ayah Andre sampai babak belur.


Kembali ke masa sekarang.


Jani yang sampai ke lantai 10, langsung pergi menuju kantor ayu untuk melihat kekasihnya. saat Jani ingin memasuki ruangan CEO, Dia melihat ayu sedang sibuk memeriksa dokumen.


Jani mengetuk pintu dan menyapanya “hai, kamu sudah makan siang belum?”


Ayu menghentikan pekerjaannya dan datang menghampiri Jani lalu memeluknya sambil berkata “belum sempat makan, gara-gara biro pajak datang ke sini. Aku lagi ngurusin berkas yang buat di kasih ke mereka.”


“iya aku minta maaf, ini juga salah aku yang lupa tanda tangani berkas itu. Jadi mereka mulai curiga kalau perusahaan ini ada sesuatu yang di sembunyikan.”


Jani melanjutkan “Ayo!, aku bantu kamu buat ngurus berkas ini, biar kita langsung cari makan siang dan sekalian kamu suruh orang resepsionis buat mengantar para petugas biro pajak untuk menunggu di ruang rapat.”


“oke!” jawab ayu kepada kekasihnya dan langsung menghubungi resepsionis lalu dia ikut membantu Jani mengurus berkas tersebut.


Setelah beberapa menit, mereka akhirnya selesai dan langsung menuju ruang rapat untuk bertemu dengan petugas biro pajak.

__ADS_1


Saat Jani memasuki ruangan, dia memberi salam dua orang petugas pajak. “selamat siang bapak petugas pajak, maaf nih tadi harus menunggu lama karena saya baru sampai di kantor dan langsung mengurus berkas yang kurang tadi.”


“enggak, kami juga belum lama menunggu nih. Ayo kita langsung saja mengurus pendaftaran perusahaan baru Anda Mr. Gold.”


“baiklah, ini berkasnya.” Jani memberikan berkas tersebut kepada para petugas dan menjawab beberapa pertanyaan tentang perusahaan yang akan di jalankan nya, Tapi saat mereka mulai bertanya tentang produk apa yang di jualnya, Jani hanya menjawab 'itu adalah teknologi yang akan mengejutkan dunia' dan tidak menjelaskannya secara detail.


Setelah setengah jam sesi tanya jawab dengan petugas pajak, mereka akhirnya menyatakan bahwa tidak ada hal yang mencurigakan tentang perusahaan ini dan menjabat tangan Jani lalu berkata “selamat!, kami menyatakan bahwa perusahaan ARCADIA TEKNOLOGI telah resmi terdaftar di Indonesia. Walaupun kami masih penasaran dengan teknologi apa yang sedang Anda kembangkan.”


“haha, maaf aku masih harus merahasiakannya agar semua terkejut dengan sempurna.”


“kami juga tidak memaksa. Kalau begitu kami mohon undur diri karena ini sudah lewat jam makan siang dan jangan lupa untuk membayar pajak tepat waktu.”



tenang saja, kami pasti akan membayar pajak tepat waktu.”


Setelah mereka pergi, Jani langsung menghela nafas lega dan berkata “haaa, akhirnya selesai juga.”


“pacarku ini memang hebat dah! Masih umur 18 tahun sudah punya perusahaan sendiri dengan total aset lebih dari sepuluh miliyar.” Jawab ayu yang datang menghampiri Jani sambil memijat bahunya.


“haha, sudahlah jangan puji aku terus. Mendingan kita keluar cari makan siang dulu, aku sudah lapar banget nih!.”


Ayu dan Jani keluar lewat pintu belakang dan pergi mencari makan di restoran terdekat. Setelah mengisi perut, mereka kembali dan Jani menyuruh seluruh kepala departemen untuk berkumpul di ruang rapat.


Saat semuanya sudah berkumpul, Jani memulai rapat “baiklah, karena semuanya sudah berkumpul kita mulai dapat kali ini membahas persiapan peluncuran produk pertama kita.”


“terima kasih, aku Cuma menggunakan namamu yang sudah sangat terkenal itu, bos.”


“baguslah, berati kita tidak perlu menyewa seorang model.” Sela Annisa dengan wajah sambil tersenyum.


“haha... kalau begitu buatlah iklan dengan tema tentang peluncuran produk kita yang diadakan Rabu depan.”


“rabu depan?” tanya Irina dengan bingung.


“benar, aku ingin kalian semua bersiap untuk peluncuran produk pertama kita yang akan di adakan seminggu lagi!” jawab Jani kepada semua orang yang sebelumnya memiliki wajah bingung.


Ayu yang duduk di depan kanan Jani, berkata “bos, bukankah itu terlalu cepat mengadakan


peluncuran produk pertama kita?”


“tidak, aku berpikir lebih cepat lebih baik. Karena aku ingin membuat jebakan untuk para ‘tikus' yang ada di dalam perusahaan kita ini, apa kalian paham!?”


Setelah Jani berkata seperti itu, mereka semua akhirnya mengerti dan semua menganggukkan kepala mereka. Setelah semuanya paham dengan niatnya, Jani pun melanjutkan perkataannya sambil melirik Arman.


“Arman, kamu yang akan mengurus para ‘tikus ini', gunakan metode apa pun yang kau miliki dan aku ingin perusahaan kita bersih sebelum acara Minggu depan. Rangga, bagaimana dengan laju produksi?”


“untuk laju produksi semua lancar dan mesin yang telah selesai di buat berjumlah 200. 100 untuk kapsul normal dan 100 lagi untuk kapsul tipe medis.” Jawab Rangga yang menjabat sebagai kepala pabrik produksi.


“percepat produksinya. Bila perlu adakan bonus lembur bagi mereka yang membutuhkan duit tambahan.”

__ADS_1


“siap, bos.”


Jani terus memberi intruksi kepada para kepala departemen tersebut dan setelah satu jam, rapat selesai lalu Jani keluar dari ruangan bersama dengan Ayu dan Irina. Jani bertanya kepada Ayu sambil berjalan menuju lift “apa persiapan untuk konferensi pers sudah siap semua?”


“semuanya sudah siap dan para wartawan juga sudah mulai menyiarkan secara langsung.” Jawab Ayu dengan tenang.


“Baiklah, mari kita langsung menuju lobi.”


Mereka bertiga pun memasuki lift dan turun ke lobi.


Di lobi perusahaan


Biasanya jika ada perusahaan yang akan mengadakan konferensi pers hanya sebagian saluran televisi saja yang akan mengirim wartawan mereka ke sana dan para wartawan juga tidak sabar ingin pergi dari sini, tapi di perusahaan jani hampir semua stasiun swasta hadir dan para wartawan menunggu dengan tenang.


Setelah beberapa menit, lift terbuka dan Jani yang mengenakan topeng emasnya yang biasa dia pakai keluar di sertai dengan dua wanita cantik yang tidak lain adalah Ayu dan Irina. Mereka berjalan menuju meja konferensi pers dan duduk di kursi yang sediakan.


Jani mulai menyapa para wartawan “selamat siang semuanya. Sudah pada makan siang semuakan?”


“sudah!!”


“terima kasih buat makanannya, bos gold!!” “tinggal yang buat di bawa pulang belum nih, bos gold!!.” Jawab para wartawan dengan sedikit canda gurau.


“hahaha... kalau begitu mari kita mulai konferensi pers ini.”


Salah satu wartawan mengangkat tangannya dan berkata “Mr.gold saya dari meteor TV ingin bertanya.”


“silahkan.”


“melihat tadi ada beberapa petugas dari biro pajak datang ke sini, saya ingin bertanya apa anda memiliki masalah dengan pajak?”


”kalau untuk masalah itu, Cuma karena masalah surat perizinan perusahaan yang lupa aku tanda tangani dan itu sudah selesai semua. Berikutnya.”


“apa sebenarnya produk yang akan anda jual?”


Irina menjawab “produk kami adalah produk dengan teknologi yang paling tercanggih abad ini dan untuk penjelasan tentang produk ini akan kami perkenalkan pada peluncuran produk yang di adakan Minggu depan.”


“apa hubungan Anda dengan keluarga Takahashi dari jepang.?”


“Hubunganku dengan mereka cukup sepesial. Selain mitra bisnis, aku juga pernah belajar banyak tentang bisnis dari kepala keluarga mereka saat ini.”


Jani melanjutkan “apa masih ada yang ingin bertanya?”


Beberapa wartawan mengajukan pertanyaan dan Jani menjawab dengan lancar. Setelah 20 menit Jani berkata kepada wartawan “baiklah untuk saat ini kita sudahi dulu konferensi pers dan untuk lebih jelasnya kalian bisa datang di peluncuran produk kami.”


Jani berdiri dan pergi meninggalkan lobi di ikuti oleh Ayu dan Irina. Saat mereka berpapasan dengan Arman, Jani mendekatinya dan berkata dengan pelan “lakukan dengan cepat dan hening apa kau mengerti?”


“mengerti, bos.” Jawab Arman dengan pelan.


Setelah konferensi pers selesai, Jani pamit untuk pulang dan menyiapkan rencana untuk peluncuran produk perusahaannya.

__ADS_1


__ADS_2