
Saat semua orang sudah pergi dan menyisakan ratu Alice dan Jani. Ratu dengan tenang menatap anaknya yang sedang melihat formulir yang di isi oleh mereka yang telah lolos tadi dan berkata dengan nada bingung "nak, aku benar-benar tidak mengerti dengan pilihanmu ini."
"apa yang tidak kau mengerti, Bu?" tanya Jani dengan tersenyum hangat kepada ibunya.
"banyak hal. Contohnya, saat ada seorang arsitek paruh baya yang punya banyak pengalaman mendaftar, kamu langsung menolaknya dan malah memilih seorang kakek tua renta dan cucunya untuk menjadi kepala pembangunanmu. Atau juga seperti ahli pandai besi mu yang saat ini masih kosong, padahal banyak kurcaci ternama yang datang kemari untuk menjadi ahli pandai besi mu, tapi mereka semua kamu tolak dengan alasan tempat itu sudah terisi."
"hahaha, Bu. Apa yang ingin kubangun adalah kota unik yang cocok untuk semua ras. jika aku memilih orang yang hanya terpaku pada satu ras maka kota impianku tidak akan pernah terwujud, tapi jika aku memilih seorang calon arsitek yang belum memiliki pendiriannya sendiri. Maka aku bisa menanamkan ideku sejak dini agar dia terbiasa dengan gaya kota yang aku inginkan."
"ohh, aku mengerti sekarang. Jadi yang kau incar itu adalah cucunya bukan kakek tua itu?"
"Betul sekali, kakeknya hanya berfungsi sebagai pupuk untuk bibit masa depan yang dia taruh kepada cucunya."
"oke, ibu mengerti tentang kepala pembangunanmu. Tapi siapa yang mengisi ahli pandai besi mu?"
"itu Brad Sallyfor, Bu."
"itu gak mungkin nak. Soalnya saat ayahmu mengundangnya untuk menjadi kepala ahli besi kerajaan, dia langsung menolaknya dengan alasan bahwa jabatan itu akan mengganggu penelitian senjatanya. Alhasil jabatan itu sekarang di pengang oleh salah satu murid terbaiknya yaitu Jack Miller."
"yah percaya atau tidak, Bu. Aku punya hal yang akan membuat dia datang padaku dengan sendirinya."
"Baiklah, aku tidak akan mengusik rencanamu, tapi dengan satu syarat kamu harus membuatkan ibu masakan yang lezat untuk makan siang hari ini, oke?"
"tenang saja, Bu. Aku akan membuatkanmu makanan pokok selain roti gandum."
"apa itu?"
"Nasi."
Setelah itu, mereka berdua memasuki istana untuk menyiapkan makan siang hari ini. Saat mereka berdua sampai di dapur, para pelayan dan koki di kejutkan dengan kedatangan dua ibu dan anak.
Kepala koki yang bertugas di bagian dapur mencoba bertanya kepada mereka berdua "ratu ketiga, pangeran ketiga, apa yang kalian lakukan di sini? Jika kalian ingin memakan sesuatu tolong instruksikan kepada kami agar kami bisa membuatnya?"
"tenang saja, aku dan ibu hanya ingin memasak sendiri, tapi jika kalian ingin membantu, tolong bantu aku membersihkan bulu burung tanah ini." Jawab Jani untuk menenangkan para koki Sambil mengeluarkan dua ekor burung tanah dari gelang dimensionalnya.
Walaupun mereka tidak berhasil untuk menghentikan ratu dan pangeran, tetapi mereka juga senang bisa dapat membantu. Kemudian Jani memberikan instruksi kepada para koki untuk memasak hidangan yang akan menjadi lauk makan siang hari ini.
Sementara itu, di ruang makan.
Keluarga Lester hari semua sudah berkumpul, termaksud Julius dan Marcus yang baru saja tiba dari kota mereka masing-masing. Saat raja menyadari bahwa istri ketiganya Alice dan pangeran ketiga Alex tidak ada di sini, dia bertanya kepada Bernard.
"Bernard, ke mana ratu Alice dan pangeran Alex?"
"yang mulia, ratu dan pangeran sedang menyiapkan makan siang. Kebetulan pangeran ke tiga juga akan menyajikan sebuah hidangan pengganti roti gandum untuk di jadikan makanan pokok."
"apa kau tahu makanan jenis apa itu?"
__ADS_1
"sebelumnya pangeran berkata bahwa ini biji-bijian yang di masak dengan air saja. Karena di masak dengan air rasanya akan terasa tabar dan harus di makan dengan hidangan lainnya."
"tidak kuduga, adik kita punya pengetahuan luas tentang memasak." Puji pangeran pertama, Julius terhadap adik ke tiganya.
"hmph, kenapa kau begitu bangga dengan keahlian memasaknya? Seharusnya seorang pria itu ahli dalam menggunakan senjata bukan ahli di dalam dapur." Ketus pangeran kedua, Marcus yang menolak memuji keahlian Jani di dalam dapur.
"apa hak mu untuk berkomentar!? Kau tahu para wanita lebih menyukai pria ahli dapur ketimbang pria maniak pertempuran sepertimu!!" bantah Veronica dengan menghina kakaknya yang lebih suka bertarung ke timbang mencari seorang istri.
"hei, kau seharusnya lebih menghormatiku karena aku selalu menjaga perbatasan agar tidak ada yang berani macam-macam dengan kerajaan kita."
"kau hanya menjaga perbatasan tenggara kerajaan, tetapi bagian timur laut tidak pernah kau jaga."
"di sana ada kota benteng Blackstone yang menjaga perbatasan. Lagi pula aku sudah siap mengirim pasukan untuk berjaga di kota perbatasan."
Saat Marcus berkata seperti itu, dari arah pintu seorang berkata "kak Marcus, bisa kau batalkan pengiriman pasukanmu itu."
Semua orang terkejut dengan orang yang mengatakan hal tersebut yang tidak lain adalah pangeran ketiga, Alex.
Jani yang masuk ke ruang makan bersama dengan ratu Alice dan duduk di tempat mereka. Setelah Jani duduk, Marcus kembali bertanya "Alex, apa maksudmu aku tidak boleh mengirim pasukan ke sana?"
"sebenarnya aku akan membangun kembali kota mati tersebut. Dan jika kau mengirim pasukan, para warga lokal yang tadinya tidak percaya akan adanya invasi dari kerajaan tetangga, akan percaya dan pergi meninggalkan kota tersebut."
"tapi aku sudah mengirim 50 orang untuk ekspedisi pertama ke kota mati itu."
"oke, nanti akan kukirim surat kepada mereka. Oh iya, ngomong-ngomong bukankah kau tadi memasak untuk makan siang?"
"itu sedang di siapkan oleh para pelayan untuk di bawa kemari."
Setelah menunggu beberapa saat, sekelompok pelayan datang membawa nasi yang telah di susun seperti nasi tumpeng dengan beberapa pelayan membawa lauk seperti tumisan daging ayam dan sup ayam.
Semua orang di meja bingung melihat makanan pokok Baru mereka yang berwarna putih dan Jani melihat hal tersebut mulai menjelaskan makanan yang menurut mereka baru dan belum pernah melihatnya.
"akan kujelaskan, Yang berwarna putih ini di sebut nasi putih. Karena aku tidak menambahkan apa pun di dalamnya rasanya hanya akan terasa hambar. Dan untuk lauk nya aku menyuruh para pelayan untuk menyiapkan daging burung tanah untuk di olah menjadi dua lauk yaitu tumis ayam dan sup ayam."
Setelah penjelasan Jani, mereka semua mencoba mencicipi masakannya dan yang pertama kali berkomentar adalah Marcus "Alex!!, aku tidak tahu kalau kau benar-benar pandai membuat makanan!! Dan untuk nasi ini, aku berpikir ini bisa menjadi pengganti roti gandum karena pembuatannya yang lebih mudah. Dan jika ini di terapkan sebagai makanan pokok tentara, ini pasti akan sangat menghemat biaya makanan dan dana tersebut bisa di alihkan ke pengadaan senjata."
Mendengar perkataan Marcus, semua orang di ruang makan hanya tersenyum karena sifat Marcus yang masih bisa memikirkan tentaranya di saat dia sedang makan.
Jani yang mendengar kakaknya membahas tentang senjata, teringat tentang pesanannya yang dia minta kerjakan oleh Brad Sallyfor. Setelah berpikir sejenak, Jani berkata kepada Marcus "kak, apa kau habis ini, sibuk?"
"tidak, memangnya kenapa?"
"aku ingin mengajakmu melihat senjata baru yang aku kembangkan baru-baru ini bersama dengan Brad Sallyfor."
"kalau begitu, aku ikut!!" jawab Marcus dengan semangat.
__ADS_1
Setelah Jani memutuskan untuk pergi ke toko senjata Brad Magic hand's, dia melanjutkan memakan makanannya, tapi kemudian baju di tarik oleh Veronica yang ingin mengajaknya berbicara.
"Veronica, apa yang ingin kau bicarakan denganku?"
"kak Alex, apa aku boleh ikut bersamaku ke perbatasan timur laut?"
"aku sih boleh saja, tapi jika kau ikut denganku di ibu kota tidak ada yang menemani orang tua kita dan mengawasi para bangsawan itu untuk tidak melakukan hal di luar batas."
"Alex, biarkan Veronica ikut denganmu. Masalah menjaga para bangsawan itu, biar aku yang menanganinya." Sela Julius yang mendengar percakapan kedua adiknya.
"lalu siapa yang menjaga kota Artia, kak?" tanya Jani kepada kakaknya.
"tentang itu, aku sudah menyiapkan seorang pengganti yang bisa menjaga kota Artia ke depannya. Ayah, apa kau sudah menyelidiki tentang penggantiku?"
Sang raja yang di tanya oleh anak pertamanya, menjawab "aku sudah menyelidikinya dan menurutku tidak masalah jika kau ingin dia menggantikanmu menjadi penguasa kota Artia berikutnya."
Setelah itu, semua orang menghabiskan makanan mereka dengan tenang dan Jani masih bertanya-tanya siapa yang menggantikan kakaknya menjaga kota Artia, tapi karena kakaknya tidak mengatakan apa pun, dia tidak berani bertanya karena berpikir itu tidak sopan.
.....
Setelah Jani dan Marcus selesai makan siang, mereka berdua pergi ke toko senjata Brad untuk melihat hasil pesanan senjata milik Jani. Saat mereka sampai di sana, lantai dua toko Brad sudah mengeluarkan asap hitam seolah baru saja terjadi sebuah ledakan.
Jani dan Marcus langsung memasuki toko yang tetap buka walaupun lantai dua toko tersebut mengeluarkan asap hitam. Saat Jani memasuki toko dia melihat Diana yang sedang melayani pelanggan dan menghampirinya.
Melihat dua pangeran datang, Diana langsung menyambut mereka "selamat siang, pangeran kedua dan pangeran ketiga."
"tidak perlu terlalu sopan begitu, Diana. ngomong-ngomong apa ayahmu ada di atas?"
"tentu!, dia ada di atas. Kebetulan sekali, setelah ledakan sebelumnya ayahku tadi tertawa sangat kencang, mungkin dia berhasil menciptakan sesuatu yang baru."
Setelah berpamitan dengan Diana, mereka berdua naik ke lantai atas dan datang ke ruangan penelitian milik Brad. Jani mengetuk pintunya sambil berkata " Brad, ini aku pangeran Alex! Bolehkah aku masuk?"
"oh! Kebetulan kau sudah datang, masuk saja pintunya tidak dikunci." Jawab Brad yang sedikit terkejut mendengar kedatangan Alex.
setelah mendapat izin dari Brad, Jani dan Marcus masuk ke dalam dan di sambut dengan senyum lebar milik Brad. Jani sudah mengetahui alasan kenapa Brad memiliki senyum lebar di wajahnya, tetapi dia masih bertanya "kenapa kau tersenyum lebar seperti itu, Brad?"
"hehe, setelah dua hari aku tanpa tidur mengerjakannya, akhirnya aku selesai membuatnya dan sekarang lihatlah maha karyaku ini!" jawab Brad dengan bangga sambil menarik kain yang menutupi benda yang ada di mejanya.
Setelah kain ditarik, muncul tiga senjata yaitu dua senjata mirip pistol dan satunya lagi senjata mirip senapan generasi pertama. Kemudian Brad menjelaskan tentang senjatanya.
"untuk dua yang kecil aku menamainya Double blast dan untuk yang besar aku menyebutnya Anti-Magic Blast. Double Blast sendiri di desain oleh khusus untuk penggunaan pangeran Alex yang tidak perlu menggunakan peluru dan hanya mengandalkan mana sihir di dalam dirinya."
"dan untuk Anti-Magic Blast di desain khusus untuk melawan para penyihir yang sering berada di garis belakang dan menembaknya dari jarak jauh dengan menggunakan peluru. Terlebih lagi senjata ini bisa di pakai oleh siapa pun dari orang biasa maupun para penyihir."
Saat mendengar penjelasan singkat dari Brad, Jani puas karena senjata ini sesuai keinginannya dan saat Jani melihat Marcus yang badannya mulai bergetar karena menahan perasaan senangnya, dia sedikit tersenyum bangga sambil menunggu kakaknya mengatakan sesuatu.
__ADS_1