
Di dalam ruang rapat.
Total ada 30 orang bangsawan yang mengikuti rapat ini. Mereka semua bertanya-tanya apa alasan Putra Mahkota mengadakan rapat setelah perjamuan, apakah dia ingin menggertak mereka lagi?
Hampir semua bangsawan berpikiran seperti itu, tapi tidak ada dari mereka yang berani mengatakan hal tersebut dan mereka hanya diam menunggu kedatangan pangeran. Saat semua orang menunggu, sebuah pintu samping terbuka dan Pangeran Alex muncul di iringi oleh pelayannya yang membawa banyak dokumen.
Saat Pangeran duduk di tempatnya, dia mulai berkata "terima kasih telah menyempatkan diri kalian untuk hadir dalam rapat mendadak ini. Aku mengundang kalian kemari untuk menjelaskan tujuan dari Reformasi Kesatuan yang aku sebutkan sebelumnya."
"Pertama, pengaturan kementerian tidak lagi dalam satu keluarga bangsawan. Melainkan akan di ubah menjadi bentuk organisasi. Lalu yang Kedua adalah pembentukan ulang militer kita yang sebelumnya terpecah belah dengan sistem ksatria, kini akan di kendalikan secara terpusat. Dan yang ketiga adalah pendidikan secara merata untuk semua rakyat."
"itu adalah tujuan intinya dan itu juga yang menjadi topik pembahasan kali ini. Aku akan mulai menjelaskan tiga tujuan inti tersebut dan setelah penjelasan yang ku berikan, kalian berhak bertanya. Baiklah, akan aku mulai dari yang pertama."
"masalah terbesar dari kementerian yang di atur oleh satu keluarga adalah terbatasnya tenaga kerja di dalam satu keluarga. Kalau kalian semua menganggap ini bukan masalah besar, kalian salah! Ini adalah masalah yang sangat berbahaya untuk kemajuan kerajaan kita! Urusan satu negara tidak bisa di kendalikan oleh satu keluarga bangsawan saja. Ini di butuhkan kerja sama banyak orang dan juga mempercepat surat perizinan."
Jani terus menjelaskan alasan yang masuk akal dan itu di terima semua bangsawan yang terlihat seperti mendapat pencerahan politik dari pangeran mereka. Setelah penjelasan yang panjang, di mulai lah sesi pertanyaan dari para bangsawan yang kini haus akan rasa penasaran dan beberapa pertanyaan tersebut adalah.
"Pangeran, bagaimana pemilihan orang yang masuk ke dalam pemilihan organisasi kementerian?"
"awalnya itu di mulai dari kalian para bangsawan, tapi sebelum itu aku ingin kalian menyerahkan buku Korupsi kalian masing-masing. Jangan berkata kalian tidak punya! Faktanya tumpukan dokumen di depanku ini adalah catatan dan laporan banyaknya warga tentang korupsi yang kalian semua lakukan. Bagaimana aku mendapatkannya? Tentu saja itu rahasia, tapi ini sudah cukup untuk membuat kalian yang terlibat korupsi untuk di hukum mati."
Semua bangsawan kemudian mulai menjadi ketakutan dan Jani yang melihatnya langsung tertawa sambil berkata " haha… tidak perlu cemas seperti itu! Aku tidak akan menghukum mati seseorang dalam waktu dekat ini. Karena kalian pasti akan menyerahkan buku tersebut kan?"
"tentu saja, Pangeran!"
"iya..itu pasti akan saya lakukan!"
"haha…. Aku akan menyerahkannya besok yang mulia."
"baiklah, ada pertanyaan lagi?"
"Pangeran, bagaimana nasib anak-anak kami yang telah terpilih dalam divisi anda yang sebelumnya?"
"ke-enam divisi tersebut akan segera di ubah menjadi kementerian yang baru, tapi mereka masih dalam tahap pelatihan dan uji coba dariku. Jika aku merasa mereka pantas, maka mereka akan segera di promosikan!"
Banyak yang gembira dengan berita ini dan setelah rapat terus berlangsung sampai lebih dari tiga Jam lamanya, tapi itu semua sepadan dengan Jani yang berhasil menyatukan semua bangsawan tanpa perlu melakukan eliminasi lagi.
…
Pagi harinya
Halaman depan istana sekali lagi di penuhi oleh banyak orang, tapi kali ini yang memenuhinya adalah seluruh Ordo ksatria yang ada di ibu kota. Ada total sembilan Ordo ksatria di ibu kota, tapi ada satu Ordo yang tidak hadir yaitu Ordo ksatria yang disebut 'HOT BLOOD KNIGHT ORDO'. Ordo ini di pimpin oleh kakak keduanya, Marcus Van Lester yang saat ini sedang berjaga di kota perbatasan yang terletak di daerah timur kerajaan dan berbatasan langsung dengan kekaisaran Rohden yang saat ini hubungannya sedang bertegangan akibat kematian Jendral Dom.
Melihat barisan ksatria yang mengenakan baju zirah yang berkilauan, Jani tidak tahan untuk berkata di dalam hatinya 'apa mereka di sini untuk memamerkan zirah mereka atau apa?!'
Kepala ksatria Hertez Bonavic yang saat ini berjalan di belakang Jani menyadari perubahan ekspresi Jani dan hanya tersenyum seolah memahami penyebab perubahan ekspresinya. Saat mereka berdiri di depan semua ksatria, Jani dengan tenang berkata "Selamat pagi semuanya! melihat kalian sudah bersiap dengan baju zirah terbaik kalian, sepertinya kalian sudah mendengar berita yang tadi malam kan?"
Tidak ada yang menjawabnya dan melihat hal itu Jani kembali berkata dengan meninggikan suaranya "kenapa tidak yang menjawabnya? Jawab aku!!?"
"YA! KAMI TELAH MENDENGARNYA!"
__ADS_1
"LALU APA KALIAN SIAP DI KIRIM KE MEDAN PERANG!"
"YA! KAMI SIAP, PUTRA MAHKOTA!"
"KALAU BEGITU, APA KALIAN SIAP UNTUK MATI!?"
Saat Jani mengajukan pertanyaan terakhir, sekali lagi semua orang terdiam. Setelah melihatnya, Jani menghela nafasnya lalu berkata "kalau kalian masih takut mati, cepat lepaskan Zirah dalam waktu 10 menit! Jika masih belum ada yang belum melepaskannya, maka bersiaplah menerima hukumannya!"
Segera mereka dengan cepat melepaskannya, tetapi dari sekian banyak ksatria yang buru-buru melepaskannya, tapi ada seorang ksatria memakai zirah yang hampir sama dengan yang lainnya dan tetap berdiri tegap meskipun yang lain sudah bergegas melepaskan zirah mereka.
Awalnya Jani akan bersantai sambil menunggu semua orang selesai, tapi melihat ksatria tersebut. Jani merasa penasaran lalu bertanya kepada kepala ksatria yang berdiri di belakangnya.
"Paman Hertez, apa kau mengenalnya?"
"ah! Dia adalah Sir Knight Wallet De Karakas. Dari Ordo Ksatria 'Grey Rock Body Knight Ordo."
"Karakas? Bukannya mereka adalah penguasa Kota Terra, Kota pelabuhan di Wilayah Barat ?"
"iya itu benar sekali! Tapi sayangnya keluarga Karakas adalah keluarga Pebisnis dan dari semua anggota keluarga Karakas, hanya dialah yang memiliki tekad untuk menjadi Ksatria dan datang ke ibu kota seorang diri. Meskipun awalnya keluarga Karakas menentang jalan ksatria Wallet, tapi setelah dia lulus dan secara resmi menjadi ksatria, keluarganya tiba-tiba menyatakan dukungannya dengan mengirim zirah tersebut dan juga mulai membuka sebuah toko cabang di ibu kota."
"heh! Tentu saja itu adalah taktik mereka untuk mendapatkan pengaruh dari kerajaan kan?" tanya Jani yang sudah menebak rencana keluarga Karakas dengan tepat.
"iya itu benar sekali. Lalu apa yang ingin anda lalukan, Yang mulia?"
"kau panggil dia kemari. Aku ingin berbicara dengannya."
Saat semua orang selesai melepaskan semua zirah mereka dan kembali berbaris, Wallet yang telah di panggil ke depan, kini berhadapan dengan Jani lengkap dengan zirah nya.
Wallet langsung berlutut dan menjawab "mohon maaf yang mulia! Saya…"
Sebelum Wallet menyelesaikan kata-katanya, Jani berkata dengan suara meninggi "Siapa yang menyuruhmu berlutut HAH!? Berdiri!! Kalau aku bertanya tinggal kau jawab 'Siap' lalu kau memberikan jawaban. Mengerti?"
"siap! Saya mengerti!!"
"bagus. Kalau begitu jawab pertanyaan ku sekali lagi!"
"Siap! Saya tidak takut mati!"
"meskipun kau akan di kirim ke perbatasan timur dan menjadi ksatria di garis terdepan dan menjadi sasaran empuk bagi para penyihir?"
"Siap! Seorang ksatria wajib melindungi negaranya di garis depan! Terlebih lagi, saya bersedia untuk berada di garis depan dengan tujuan meningkatkan semangat para prajurit dan meraih kemenangan!"
"kau benar-benar punya tekad seorang ksatria yang tinggi ya?"
"Siap! saya berterima kasih atas pujiannya!"
"tapi…"Jani terdiam sesaat lalu dengan kecepatan yang luar biasa, Jani memukul zirah milik Wallet dengan keras.
*DAMM!!*
__ADS_1
Pukulan itu sangat keras, tapi Wallet yang terkena pukulan tidak merasakan sakit sama sekali. Jani hanya yang selesai memukul Wallet berkata "jika aku berkata untuk melepaskan zirah mu, maka kau harus melepaskannya. Sekaran kembali ke barisanmu!"
Wallet bingung kenapa Pangeran tiba-tiba menyuruhnya kembali ke barisan tanpa memberinya hukuman, tapi ketika dia baru satu langkah untuk kembali tiba-tiba terdengar suara dari zirah nya.
*TAK…KRTAK…KR!!*
Suara retakan mulai terdengar lagi dan lagi hingga Wallet berhenti dan kemudian memeriksanya. Saat itu dia melihat retakan pada zirah nya mulai menyebar ke seluruh zirah yang dia miliki hingga pada akhirnya, zirah tersebut jatuh dan terlepas dari tubuhnya dalam bentuk hancur berkeping-keping.
Wallet terdiam dan tidak berkata apa-apa melihat zirah yang terbuat dari Mithirl murni hancur karena satu pukulan dari pangeran. Dia mulai berkeringat dingin lalu melirik ke arah Pangeran yang tetap tenang menyaksikan zirah nya yang sudah hancur.
Saat mata mereka bertemu, Jani bertanya "kenapa kau berdiri di situ saja? Cepat! Kembali ke barisamu!"
"si..siap! Yang mulia!"
"Baiklah! Karena kalian sudah melepaskan zirah kalian, maka saatnya melakukan inpeksi! Aku akan berkeliling sementara kalian melakukan gerakan pertama dari 'Magic Knight Swordsmanship'. Apa kalian mengerti?"
Mengikuti sikap dari Wallet sebelumnya, semua ksatria berkata "SIAP! KAMI MENGERTI!!"
…
Sementara Jani melakukan Inpeksi.
Dari sebuah jendela istana, terlihat Ratu Alice memperhatikan anaknya yang sedang mengatur ksatria Kerajaan. Alice tersenyum bangga melihat anaknya dengan sigap mengatur para ksatria kerajaan.
Dari belakang seseorang berkata "Alice, apa kau belum puas melihat anakmu?"
"kak Agatha~ kalau kamu iri, kenapa tidak bilang saja?"
"aku tidak iri, tapi kita masih dalam rapat, Alice!" jawab Agatha yang agak kesal Alice.
"baiklah, aku datang!" kata Alice yang kembali ke kursinya.
Setelah Alice kembali ke kursinya, Raja berkata "baiklah, Borkus! Kau bisa melanjutkan Laporan mu!"
"baik! Yang mulia. Hasil dari pertempuran kemarin adalah kami berhasil menang dengan mudah, tapi menurut hasil analisa kami ini terlalu mudah untuk serangan dari kekaisaran Rohden yang menumpuk kekuatan militer yang begitu besar sejak lama!"
Agatha berpikir untuk beberapa saat lalu kemudian dia berkata "serangan ini pasti Cuma pengalihan perhatian saja!"
Semua orang berpikiran sependapat dengan Agatha. Lalu Ratu Iris kemudian berkata "kita sepakat ini adalah pengalihan perhatian saja, tapi di mana target mereka sebenarnya?"
Raja menyuruh pelayan untuk membuka peta kerajaan mereka dan bersama-sama mulai berspekulasi titik penyerangan Kekaisaran Rohden.
Borkus mulai berkata "menurut saya tempat itu akan menjadi di sini."
Agatha yang melihat tempat yang di tunjuk mulai menjawab "itu tidak mungkin, jendral Borkus! Tempat itu sangat terisolasi karena kelompok besar 'Kera Batu' telah menguasai hutan tersebut baru-baru ini dan bahkan mereka memblokir jalan akses utama dengan batu-batuan besar."
"secara logika memang tidak mungkin, tapi yang mulai Ratu. Sebelumnya saya perlu memberitahu sesuatu kepada anda."
"apa itu?"
__ADS_1
"saya berasal dari desa terisolasi tersebut dan dulu sekali saya pernah menemukan sebuah gua dengan akses masuk yang sangat kecil, tapi di dalamnya sangat luas dan bukan itu saja, gua itu sebenarnya memiliki kristal Mana murni yang sangat melimpah!"
Raja dan ketiga ratunya terkejut bukan main dengan berita tersebut.