
Brad Magic Hands adalah nama toko pembuat senjata yang terkenal di seluruh kerajaan Westeria. Nama ini di ambil dari nama pemilik toko yaitu Brad Sallyfor, dia adalah pembuat senjata sihir dari ras kurcaci yang pernah terkenal di benua arca.
Di toko nya sedang kebanjiran pesanan dari kerajaan untuk membuat berbagai jenis senjata, tapi sesibuk apa pun tokonya dia tidak pernah membantu dan hanya menyuruh murid dan anak buahnya untuk menyelesaikan pesanan senjata. Brad sekarang malah lebih memilih untuk meneliti senjata jenis baru yang memiliki daya ledakan di dalamnya.
Saat Jani memasuki toko, banyak orang yang sedang memilih senjata dan ada juga yang sedang berkonsultasi tentang senjata dengan para staf di sini. Saat Veronica masuk dia langsung menarik Jani ke arah konter yang dijaga oleh gadis kurcaci berambut merah.
Jani yang bingung langsung bertanya kepada adiknya "hei, kenapa kau tiba-tiba menarikku seperti itu!?"
"jika aku tidak menarikmu, kau pasti sudah membeli lebih dari sepuluh senjata yang ada di sini, kan?"
"tidak, itu tidak bakal terjadi. Lagi pula aku di sini hanya ingin bertemu dengan pemilik toko ini."
"baguslah kalau itu benar. Lagi pula aku masih bingung untuk apa kau membeli barang-barang itu."
"hehe.. kau akan tahu nanti."
Veronica akhirnya menyerah untuk mengomeli kakaknya ini lalu dia menghadap ke arah depan dan menyapa gadis kurcaci itu. "halo, kak Diana apa kau mengambil cuti dari akademi."
"betul, toko saat ini sedang kebanjiran pesanan dan aku di suruh ayah untuk membantu toko beberapa hari. Oh iya ngomong-ngomong siapa lelaki di belakangmu itu? Apa dia pacarmu?"
"tentu saja bukan!! Dia itu kakak ketigaku Alex Van Lester yang baru kemarin bangun dari komanya dan saat ini sedang kuajak berkeliling kota."
Diana sedikit terkejut melihat pangeran ketiga datang kesini tanpa pengawalan yang ketat.
Mungkin karena khawatir, Diana mencoba bertanya ke Veronica "hei Veronica, apa tidak apa-apa berkeliling kota tanpa di temani pengawal sedikit pun?"
"aku juga awalanya khawatir, tapi kakak memaksa untuk tidak membawa pengawal dan mengatakan semua akan baik-baik saja dan benar saja sejauh ini tidak ada aksi percobaan pembunuhan selama kami berkeliling kota."
Saat Jani mendengar percakapan mereka berdua yang menyebut aksi pembunuhan, mulai membuang muka ke arah lain sambil berkata dalam hatinya 'bukannya tidak ada, tapi aku sudah membunuh mereka semua tanpa kau sadari.'
Saat mereka selesai berbicara, Jani mengenalkan dirinya kepada gadis kurcaci yang memiliki nama lengkap Diana Sallyfor dan mereka mulai berbincang di antara mereka sendiri.
Saat Jani mulai meminta untuk bertemu dengan Brad, Diana berkata "kalau yang mulia pangeran ingin bertemu ayahku, mohon tunggu sebentar aku akan,-"
*BOOOOMMMM!!*
Suara ledakan keras terdengar dari atas toko yang mana membuat semua orang menoleh ke atas, tapi seperti sudah terbiasa mereka kembali melanjutkan bisnis mereka masing-masing tanpa memikirkan ledakan yang sebelumnya.
Diana hanya menghela napas dan berkata "yang mulia pangeran ingin menemui ayahku kan? Kalau begitu ikuti aku, Lina gantikan tempatku."
"siap, nona." jawab salah satu staf yang sedang melayani pelanggan dan langsung pergi ke tempat Diana tadi. Adapun Diana, dia menuntun Jani dan Veronica ke lantai dua tempat di mana suara ledakan itu berasal.
Saat Jani masuk ke ruangan tersebut, mereka melihat Bahwa tempat itu di penuhi oleh debu hitam yang menjadi bukti bahwa tempat Ini sering terjadi ledakan. Kemudian Jani mengalihkan perhatiannya ke seorang kurcaci bertubuh pendek dan memiliki berewok yang menutupi seluruh mulutnya.
Saat Jani melihat Diana yang memiliki postur tubuh sama dengan manusia, dia mulai bingung dengan identitas Diana yang sebenarnya. Diana yang melihat tatapan Bingung pangeran ketiga pun mulai berkata "apa pangeran bingung dengan ras saya ?"
Jani hanya tersenyum malu lalu menganggukkan kepalanya untuk menanggapi pertanyaan Diana.
"sebenarnya aku adalah ras campuran dari ras kurcaci dan ras undine. Postur tubuhku mengikuti ibuku sedangkan bakat sihirku mengikuti ayah yaitu unsur api dan unsur cabang bumi yaitu logam. Kalau begitu mari kuperkenalkan pangeran dengan ayahku."
Diana mendekati ayahnya sambil berkata "ayah, pangeran ketiga dan tuan putri datang ingin menemuimu."
__ADS_1
Tanpa melirik, Brad menjawab "katakan pada mereka, saat ini aku sedang sibuk dan tidak bisa diganggu."
Saat Diana ingin menyampaikan pesan ayahnya, Jani sudah muncul di belakang Brad dan coba melihat apa yang sedang dia rancang. Setelah dia melihat apa yang sedang di rancang oleh Brad, Jani terkejut karena benda itu terlihat mirip seperti sebuah meriam, tapi perbedaannya adalah banyak rune sihir di senjata tersebut.
Setelah beberapa saat, Jani mulai berkomentar "hey, itu sepertinya akan menjadi senjata yang hebat."
"WAHHH!!!" teriak Brad setelah mendengar ada seseorang berbicara di belakangnya secara tiba-tiba lalu berbalik dan bertanya dengan penuh emosi "BOCAH!! SIAPA KAU TIBA-TIBA MUNCUL DI BELAKANGKU, HAH!?"
"oh, aku lupa memperkenalkan diri. Namaku adalah Alex Van Lester, Pangeran ketiga dari Kerajaan ini."
Setelah mengetahui identitas Jani, Brad menurunkan nada suaranya dan berkata "ada keperluan apa pangeran ingin bertemu Denganku ?"
"sebenarnya aku kesini ingin memintamu untuk membuat senjata hasil rancanganku sendiri, tapi setelah aku membandingkan dengan rancanganmu aku berpikir itu memiliki konsep yang sama dengan rancanganku."
Mendengar pernyataan Jani, Brad tertarik dan bertanya "bocah, bolehkah aku melihat rancangan senjata milikmu?"
"tentu." Jawab Jani sambil mengeluarkan rancangan senapan generasi pertama dan menjelaskan tentang senjata tersebut kepada Brad.
Setelah mendengar penjelasan Jani, Brad tertawa keras dan berkata "HAHA...,pangeran ketiga kau benar-benar seorang genius. Mungkin jika aku mengikuti konsep milikmu senjataku bisa selesai tanpa harus meledak lagi."
"jadi apa kau bisa membuatnya?"
"tentu saja bisa!! Beri aku tiga hari untuk mempelajari rancanganmu dan membuatnya."
"baiklah, aku akan kesini lagi tiga hari kemudian dan sebisanya jangan biarkan orang lain tahu."
"oke serahkan padaku,Pangeran."
"sudah, kenapa kau bertanya dengan wajah dengan wajah kesal begitu?"
"BAGAIMANA AKU TIDAK KESAL!!? Kau menghabiskan waktu sangat lama hanya untuk berbicara dengan paman Brad."
Jani melihat ke arah luar dan melihat bahwa langit sudah berwarna jingga lalu dia tertawa sambil berkata kepada Veronica " hahaha... maaf, aku akan mengkompensasikan kamu lain waktu dengan membantumu berbicara dengan ibunda
ratu Iris, oke?"
"benarkah?"
"benar, aku berjanji."
"baiklah kak aku percayakan nasibku padamu."
Setelah itu, mereka mengakhiri berkeliling kota hari ini dan pulang ke istana. Saat mereka sampai di depan gerbang istana, Jani merasakan aura dingin yang datang dari dalam istana.
Veronica yang sudah tahu siapa yang mengeluarkan aura dingin ini langsung bersembunyi di belakang Jani dan berkata "kakak, kau harus menepati janjimu sekarang."
"tenang, aku pasti akan membantumu."
Saat mereka memasuki istana, mereka melihat bahwa aula istana sudah mulai membiru karena aura yang dikeluarkan oleh ratu Iris. Melihat kepulangan pangeran ketiga dan anak perempuannya, Ratu Iris yang sedang duduk di sofa langsung berdiri dan berjalan mendekati mereka sambil berkata "Veronica, apa kau lupa dengan janjimu untuk tidak lagi berbelanja bulan ini?"
"ibu, aku tidak menggunakan uangku sama sekali melainkan menggunakan uang kakak. Itu tidak di hitung aku yang berbelanja kan?"
__ADS_1
"aku tidak peduli uang siapa yang kau gunakan. Yang jelas kau sudah melanggar janjimu dan itu sudah cukup membuatmu bermeditasi di puncak gunung es selama satu bulan."
"kakak!! Tolong aku." Teriak Veronica sambil bersembunyi di belakang Jani.
Jani mencoba mengeluarkan aura unsur apinya untuk menekan aura unsur esnya dan berkata "ibunda ratu iris, akulah yang meminta Veronica untuk berbelanja sebagai imbalan untuk menemaniku berkeliling kota hari ini."
"Alex!! Apa kau mencoba membantu adikmu menghindari hukumannya." ketus Ratu Iris kepada Jani sambil mengeluarkan aura es yang lebih kuat.
Sebelum Jani melanjutkan perkataannya, tiba-tiba ada suara dan aura api yang kuat datang dari ruangan singgasana yang berbunyi "IRIS, JANGAN TERLALU KERAS KEPADA ANAK-ANAK."
Setelah itu suhu ruangan yang tadinya sangat dingin berubah menjadi normal dalam sekejap.
Ratu iris yang telah di tegur oleh suaminya menarik kembali auranya dan pergi ke dalam ruang singgasana sambil berkata kepada Veronica dan Jani "Veronica, untuk kali ini akan kumaafkan, tapi tidak selamanya kau bisa lari dari pelatihan ibu. Dan untukmu Alex, kita lanjutkan setelah makan malam di taman belakang, mengerti?"
"mengerti, ibu."
"mengerti, Ibunda ratu."
Jawab Veronica dan Jani secara bersamaan Dan pergi ke kamar mereka masing-masing.
Di ruang singgasana
Saat Ratu Iris memasuki ruangan, dia melihat semua penjaga dan beberapa menteri sudah pingsan dan bahkan dia juga melihat sesosok pria yang terlihat seperti pembunuh juga ikut pingsan.
Dia berkata dalam hatinya 'sepertinya aku sudah membuat Alice mengeluarkan aura sihir ruangnya sehingga mereka semua di buat pingsan'
Setelah itu, Ratu Iris melihat ke arah Raja yang masih duduk di singgasananya sambil memeluk Ratu ketiga Alice yang juga ikut pingsan dan berkata kepada suaminya "wow, sudah lama aku tidak melihat pemandangan ini."
"kalau begitu kuucapkan selamat karena hampir mengulang tragedi 3 tahun yang lalu." Jawab Raja Roman dengan nada tidak senang.
"maaf suamiku, aku tadi terlalu terbawa suasana dan lupa dengan emosi adikku ini."
"sudalah, bantu aku membawa Alice ke kamarnya."
"baiklah."
Setelah Ratu Iris pergi sambil membawa Ratu Alice ke kamarnya. Salah satu jendral yang masih gemetar karena aura yang di keluarkan Ratu Alice dan bertanya kepada Raja Roman "yang mulia, bagaimana dengan pembahasan tentang pergerakan tentara musuh di timur laut?"
"kia lanjutkan itu besok, oke?"
"Sesuai keinginanmu, yang mulia."
"oh iya, sekalian tolong bawa pembunuh ini ke penjara dan suruh Black Mask untuk merawatnya dan juga bangunkan para menteri ini." Tambah raja dan pergi dari ruang singgasana.
"dimengerti, yang mulia." Jawab lagi dari Jendral tersebut dan berkata dalam hatinya 'seandainya para musuh dari kekaisaran Thunderblack tahu kekuatan Ratu Alice, mereka pasti tak akan berani sesombong itu sekarang.'
Setelah Jani selesai mengganti bajunya, dia pergi ke ruang makan untuk makan malam bersama dengan yang lainya, tapi saat dia masuk dia tidak melihat ibunya.
Jani mencoba bertanya kepada ayahnya "ayah di mana ibu? Tidak biasanya dia tidak ikut makan malam bersama kita."
"dia istirahat lebih awal karena terlalu lelah berlatih sihirnya." Jawab Raja Roman dengan berbohong sedikit kepada anaknya.
__ADS_1
Jani yang tidak mengerti dengan sesi latihan yang dilakukan ibunya hanya bisa diam dan mulai memakan makanannya dengan tenang.