
Tepatnya kejadian itu terjadi, saat perusahaan kecil tempat di mana Ayu bekerja sedang mengalami kesulitan mencari seorang investor.
Pada akhirnya bos perusahaan tersebut menyerah melakukan bisnis secara bersih dan memilih menggunakan cara kotor dengan menghubungi temanya di dunia bawah yang memiliki kenalan bos kartel narkoba asal America Utara.
America Utara, kota Mexico
Di sebuah vila besar, terdapat seorang pria berkumis tebal dan di pangkuan nya ada dua wanita super model yang sedang merayu pria tersebut. Pria tersebut bernama Martino El Diablo, seorang bos besar yang saat ini hampir menguasai seluruh pasar narkotika di dunia dan ingin memasuki pasar Indonesia tapi dia selalu di halangi oleh seorang yang mengenakan topeng iblis merah.
Salah satu anak buahnya datang menghampiri nya dan berkata “bos, saya mendapat kabar dari anak buah kita yang ada di Indonesia. Salah satu perusahaan jasa pengiriman barang yang sekarang di ambang kebangkrutan, bersedia untuk menjalin kerja sama dengan kita.”
“oh, kalau begitu, panggil adik ke tiga kemari.” Jawab Martino kepada anak buahnya tersebut.
Beberapa saat kemudian seorang pria memasuki ruangan dan itu adalah adik ketiga Martino yaitu Leonardo El Fuerte. Melihat adik ketiganya telah datang, Martino berkata “Leo, bawa seluruh anak buahmu ke Indonesia untuk membangun basis pasar narkoba kita di sana.”
“seluruhnya!?, kakak pertama bukankah itu terlalu berlebihan untuk mengirim lebih dari 100 orang ke Indonesia?”
“memang ini berlebihan, tapi ini sepadan jika kau membawa kepala si iblis merah kemari. Apa kau sekarang mengerti, Leonardo El Fuerte?”
“aku mengerti, kak.” Jawab Leonardo dengan cepat sambil keluar ruangan tersebut tanpa melihat wajah kakak pertamanya.
Satu Minggu kemudian
Leonardo telah sampai di Indonesia bersama 150 orang yang masing-masing per orangnya menyeludupkan 10 kg narkotika berjenis kokain dan sabu. Mereka semua dengan pintarnya lolos dari pihak keamanan bandara dan pergi ke hotel secara terpisah sementara Leonardo pergi ke perusahaan yang berniat menjalin kerja sama dengan mereka.
Ayu berangkat ke kantornya seperti biasa, tapi saat dia hendak memasuki kantor dia melihat bos nya sedang menyambut seorang bule berbadan kekar. Saat dia melewati mereka, Ayu mendengar sedikit percakapan mereka. Si bos berkata “selamat datang Mr. Leonardo El Fuerte, saya sangat senang bahwa tuan Martino setuju untuk bekerja sama dengan saya dalam bisnisnya di Indonesia.”
“Bagus, kami juga sudah datang dengan barangnya yang berjumlah 1,5 ton dan malam ini kami berniat meminjam kantor anda untuk membongkar muatan tersebut, bolehkan?”
“oh, tentu saja boleh pakailah tempat saya sesuka anda.”
Saat mereka menaiki lift Leonardo memandangi Ayu yang memiliki tubuh seksi dan paras wajah yang sangat cantik. Setelah mereka terpisah dari lift, Leonardo bertanya kepada bos itu “hei, aku ingin tahu siapa wanita tadi?”
“dia Ayu Cahyani seorang pegawai keuangan di kantor kita. Tapi hari ini adalah hari terakhir dia di sini ,karena dia sudah mengundurkan diri.”
“berarti jika aku ambil dia tidak ada yang proteskan?”
“tentu,lakukan sesukamu.”
Ayu tidak tahu bahwa ada niat jahat yang mengincar dia dan pergi ke mejanya untuk bekerja di hari terakhir dia di sini. Tapi saat dia ingat percakapan bule yang bernama Leonardo dan bosnya, dia menjadi curiga dan menelepon Jani untuk bertanya tentang identitas bule tersebut.
“halo Jani, lu tahu orang luar yang bernama Leonardo El Fuerte?”
“kalu gak salah dia itu adik ketiga dari kartel narkoba Mexico Martino El Diablo. Memangnya kenapa lu tiba-tiba penasaran sama dia?”
“berarti bahaya nih, soalnya tadi gua sempat dengar kalau mereka mau pakai perusahaan ini buat mengedarkan narkoba sebesar 1,5 ton.”
“kalau begitu, lu pura-pura kagak tahu aja terus biar gua, Jali dan Jaka yang urus sisanya.”
“Iya deh.”
...
__ADS_1
Di sekolah
Jani yang selesai berbicara dengan Ayu, berkata kepada dua sahabatnya “Jak, Jal, Martino kayaknya sekarang mengirim adiknya ke sini buat mengedarkan lagi.”
Karena tak ada jawaban dari keduanya, Jani melihat ke sampingnya dan terkejut sambil berkata “lah?? Ke mana nih dua orang yah? Perasaan tadi masih makan di samping gua dah?”
“sudah pergi ke kelas. Kata mereka kamu yang bayar semuanya.” Jawab ibu kantin sambil mengangkat piring kotor.
“berapa totalnya?”
“100 ribu.”
“banyak banget, Bu!!.”
“Nih, lihat totalnya makan 3, sama minum masing-masing 2,totalnya 60 ribu. terus mereka berdua mengambil camilan totalnya 40 ribu. Benarkan?”
“yaudah nih duitnya, Bu. Dasar dua orang JANCOK, belum aja gua hajar nanti.” Jawab Jani sambil membayar semuanya dan pergi ke kelasnya.
Alasan kenapa Jani berselisih dengan Martino adalah karena awal dia masuk SMK, persahabatan mereka yang awalnya terdiri dari 4 orang kini tersisa 3 orang karena satu temannya meninggal dunia akibat mengonsumsi narkoba. Hal itu membuat Jani dan dua sahabatnya sangat membenci narkoba sehingga mereka memburu para pengedar di seluruh kota ini.
Agar tidak di tangkap oleh polisi, dalam aksinya, Jani mengenakan topeng iblis merah sementara Jali mengenakan masker yang menutupi wajahnya dan dengan kemampuan hacker Jaka mereka bisa tahu setiap transaksi narkoba dan memburu para pengedar tersebut.
Di setiap aksinya Jani selalu membawa dua golok untuk menakuti para pengedar, tapi dia juga tidak segan-segan untuk melukai para pengedar jika mereka melawannya. Yang lebih parahnya setiap aksinya mereka meminta Jaka untuk melakukan Live Streming di sosial media sehingga mereka semakin terkenal.
Di sebuah rumah tua
Jani, Jaka, Jali berkumpul untuk mendalami informasi yang di berikan ayu, Jali berkata kepada Jani “Jan, coba lu telepon Ayu lagi. Perasaan gua semakin gak enak begini.”
“walaupun gua belum memeriksa semuanya secara detail tapi memang benar ada sejumlah orang Mexico yang datang ke Jakarta dan di antara mereka ada Leonardo yang baru tiba siang tadi.”
“jika kita simpulkan, mereka semua datang secara terpisah mulai dari seminggu yang lalu. Jak coba lu lacak keberadaan mereka semua sekarang.”
“sebentar gua lihat dulu. Jan, kayaknya informasi dari ayu benar deh. Mereka semua berkumpul di perusahaan tempat ayu bekerja!! Dan setelah gua lacak nomornya ayu dia masih ada di perusahaan lantai paling atas.”
“bukannya dia seharusnya sudah pulang ke rumah?” Jani berpikir alasan kenapa Ayu masih ada di kantornya dan dia ingat sebuah artikel yang menyebutkan tentang Leonardo yang memiliki hasrat terhadap wanita yang sangat kuat. Jani marah dan berteriak “BANGSAT KAU LEONARDO, JIKA KAU BERANI MENYENTUH DIA AKAN KUPENGGAL KEPALAMU MALAM INI JUGA.”
“JAL!!, gua berangkat duluan buat selamati Ayu, lu kumpulin anak buah lu dulu habis itu baru lu nyusul gua, oke”
“oke, lu jangan sampai mati sebelum gua Datang ya?” jawab Jali dan pergi keluar untuk memanggil anak buahnya untuk menyergap orang Mexico yang menyeludupkan narkotika.
Jani hanya mengancungkan jempolnya ke arah Jali dan bergegas mengenakan topeng iblis merahnya dan menyarungkan kedua goloknya sambil berkata kepada Jaka “jak, lakukan seperti biasa ya.”
“gak usah di kasih tahu, sudah gua lakukan sendiri.” Jawab jaka sambil mengaktifkan sebuah drone untuk mengawasi perjalanan Jani.
Jani berangkat menggunakan motor dengan kecepatan penuh. Di tengah perjalanan suara jaka terdengar di telinga Jani “jan, kurangi kecepatan lu ada polisi patroli malam di depan lu.”
“kagak ada waktu buat berurusan mereka.”
Jani langsung menambah kecepatannya dan betul saja dia di kejar oleh tim polisi yang melakukan patroli malam. Saat Jani hampir sampai di kantor perusahaan tersebut, dia tidak memasuki kantor tetapi masuk ke gedung parkir yang tepat di sebelah kantor. Tim patroli tersebut sudah kehilangan jejak Jani saat dia memasuki tempat parkir.
Saat dia sudah sampai di atas, dia memberhentikan motornya dan langsung melompat ke gedung sebelah lalu memasuki gedung.
__ADS_1
Di dalam gedung
Ayu tersadar dan mengingat bagaimana dia pingsan karena meminum air yang di berikan oleh bosnya. Saat Ayu hendak pergi keluar, dia mendengar seorang berkat bahasa Inggris “oh, kau sudah bangun?”
Orang yang berdiri di samping meja kantor tidak lain adalah Leonardo yang sedang membersihkan pisau miliknya. Ayu yang cukup bisa dalam berbahasa inggris bertanya “apa yang kau inginkan dariku?”
“tentu saja yang kuinginkan adalah dirimu. Aku sudah lama tidak berhubungan badan dengan wanita Asia.”
Melihat dia akan di perkosa, Ayu mulai berlari ke arah pintu tapi pintu sudah terkunci. Saat dia tidak tahu harus bagaimana dia berlari ke sudut ruangan dan berteriak “PERGI!! MENJAUH DARIKU !!!”
“semakin kau berteriak, semakin aku menginginkanmu.”
Saat Leonardo mendekati Ayu yang ketakutan, pintu tiba-tiba di dobrak dari luar dan seorang pria mengenakan topeng iblis merah muncul.
Saat melihat target utamanya datang dengan sendirinya, Leonardo berkata dengan sombong “ tidak kusangka kau datang dengan sendirinya ke sini untuk kuhabisi kan, Iblis merah?”
Jani tidak mempedulikan perkataan Leonardo dan langsung mengeluarkan kedua goloknya lalu bersiap menyerang dengan mengambil kuda-kuda.
Jani berkata dengan pelan “Teknik penggunaan dua golok: tebasan ombak rendah.”
Setelah mengatakan itu, Jani langsung berlari ke arah Leonardo. Leonardo yang berniat menahan serangan Jani, tidak mengetahui bahwa yang di incar Jani adalah kakinya. Dalam sekejap Leonardo terjatuh dan saat dia mencoba berdiri kembali, dia kesakitan pada bagian lututnya.
Awalnya dia mengira terkena tebasan di bagian lutut dan saat di terduduk lalu melihat kakinya masih berdiri di depannya, dia akhirnya menyadari dan mulai berteriak “AHHH!!! KAKIKU TERPUTUS!!! SIALAN KAU IBLIS MERAH!!!.”
Saat dia berusaha mengambil pistolnya yang dia taruh di atas meja, Jani langsung menebas pistolnya berserta meja menjadi dua dan kebetulan tebasan itu mengenai beberapa jari Leonardo. Dia sekali lagi berteriak “AHHH!!! JARIKU!!!.”
Jani akhirnya berkata dengan suara yang telah di ubah oleh topengnya “kukira Martino mengirim seorang yang kuat untuk melawanku mengingat target utamanya adalah aku, tapi ternyata dia Cuma mengirim orang yang pandai berteriak dan membual saja.”
“IBLIS MERAH!! KAKAKKU PASTI AKAN MEMBALASKAN DENDAM KU PADAMU!!! LIHAT SAJA!!!.”
Jani menyarungkan satu goloknya dan berkata dengan malas sambil bersiap menyerang lagi “berisik sekali, matilah! teknik penggunaan satu golok: tebasan eksekusi.”
Jani menyerang dengan mengincar lehernya dan serangan itu mengakhiri hidup dari adik ke tiga Martino yaitu Leonardo El Fuerte dengan kepalanya terputus dari badannya.
Jani melepaskan topengnya dan mendekati Ayu, dia berkata “Ayu, apa kau baik-baik saja?”
Mendengar suara lelaki yang dia cintai datang, ayu berusaha berdiri dan berlari memeluk Jani “jani.”
“gua rasa lu masih baik-baik saja, ayo kita pergi dulu dari sini.”
“hmm.”
Jani dan ayu pergi ke atap dan melihat di gedung parkir sebelah sudah berkumpul Jali dan anak buahnya.
Di bantu anak buahnya Jali ayu di pindahkan ke gedung sebelah secara hati-hati dan Jani juga ikut melompat sambil berkata kepada Jali “cepat juga lu, kumpulin anak buah lu.”
“iyalah ini kan akan menjadi tangkapan terbesar kita selama ini.”
“terserah lu dah, gua pengeng anter ayu ke hotel terdekat dulu habis itu gua balik lagi ke sini, oke!”
“Baiklah, jangan lama-lama ya, gua sudah kagak sabar nih.”
__ADS_1
Jani dan ayu pun pergi dari tempat parkir tersebut untuk mencari hotel terdekat dan membiarkan ayu menunggu di sana sementara Jani akan kembali ke kantor tersebut.