
Di daerah timur laut
Seperti rumor yang beredar, situasi di kota perbatasan sangat mencekam dan terisolasi di akibatkan adanya pemblokiran dari sekelompok Monster tingkat B yaitu; Kera Batu. Kera Batu awalnya adalah Monster penghuni gunung berapi di dekat sana dan sangat jarang untuk turun gunung, tetapi ketika ada meteor yang jatuh di dekat jalan utama kota perbatasan, mereka perlahan-lahan mulai mendiami tempat itu dan pada akhirnya terjadi migrasi besar Monster tersebut hingga mereka mulai menutup jalan utama kota perbatasan.
Para warga dari kota perbatasan tentu pernah mencoba melawan, tetapi berakhir dengan kekalahan karena kalah jumlah dengan kelompok Monster Kera Batu yang di perkirakan berjumlah lebih dari 1000 Kera Batu dengan di pimpin oleh Monster kelas A yaitu; Raja kera ekor api.
Dengan keadaan ini, tidak ada pilihan lain dari mereka selain meninggalkan kota perbatasan dan berpindah menuju kota terdekat yaitu; Kota Black Rocks. Meskipun banyak yang pergi dari kota, tetapi ada juga yang memilih bertahan di kota perbatasan karena berbagai alasan dan hingga saat ini mereka tetap bertahan dengan makanan seadanya yang tersisa di dalam kota tersebut.
...
Di pinggiran kota Black Rocks
Saat Jani mendengar situasi dari kota perbatasan, dia mulai berpikir tentang pergerakan yang akan dia ambil dan akhirnya dia berkata "kita akan berunding dengan Monster tersebut."
Pernyataan Jani tentu saja membuat banyak bangsawan terkejut dan mulai memprotes.
"berunding dengan Monster? Yang mulia, tolong bersikap lebih masuk akal!"
"itu benar, Yang mulia! Mereka adalah makhluk tidak berotak, bagaimana kita berbicara dengan mereka!?"
Banyak lagi protes yang di keluarkan oleh para bangsawan, tetapi semua itu berhenti setelah Ratu Agatha yang juga ada di dalam pasukan mereka berkata "Bisakah kalian semua diam!? Kera Batu adalah makhluk ciptaan Dewa Skaratu! Apa yang kalian katakan sebelumnya sama saja dengan menghina Dewa yang aku ikuti, apa kalian paham sekarang?"
"KAMI MINTA MAAF, YANG MULIA RATU!!" jawab semua bangsawan yang sebelumnya mengajukan protes kepada Jani. Ratu Agatha pun memberi isyarat kepada Jani untuk melanjutkan.
"ada dua alasan untuk aku mengajukan negosiasi ini. Pertama; serangan kita kali ini adalah serangan kejutan untuk tentara Rohden yang sedang menyusup di sana. Jika kita melakukan serangan besar-besaran kepada kelompok Monster Kera Batu, bukankah itu sama saja `kita memberitahu tentang kehadiran kita di sini. Yang kedua adalah jumlah mereka yang di perkirakan ada lebih dari 1000 Kera Batu, itu jumlah yang cukup untuk membuat kota Black Rocks di belakang kita ini hancur berantakan dan pasti akan menimbulkan banyak korban jiwa di dalam pasukan ini belum lagi kita harus menghadapi pemimpin mereka 'Raja kera ekor api' yang setara dengan penyihir tingkat lima atau K.O.M yang ditingkat lima juga."
"dengan dua alasan ini, aku ingin kita tidak membuang waktu kita terhadap mereka dan lebih memilih melakukan negosiasi dengan mereka."
Salah satu bangsawan pun bertanya "tapi yang mulia! Bagaimana kita bisa berkomunikasi dengan mereka?"
Jani mengeluarkan tongkat emasnya dan menghantamkannya ke tanah sambil menjawab "dengan menggunakan tongkat ini!"
*Bang!*
Gelombang yang muncul tidak sekuat yang sebelumnya, tetapi itu cukup membuat semua terpana dan dua pedang pendek di punggungnya bergetar sedikit. Jani melanjutkan "dengan tongkat ini aku bisa berkomunikasi dengan monster jenis kera. Tentu saja aku sendiri yang akan melakukan perundingan. Apa ada yang keberatan?"
"aku keberatan, Alex!" jawab Lisa yang sejak tadi diam, tetapi kini bersuara karena Jani sendiri yang akan pergi melakukan negosiasi.
"kenapa kau tidak setuju, Lisa?"
"tentu saja, itu karena kamu membahayakan dirimu sendiri! Bagaimana kalau negosiasi gagal, apa kamu sanggup melarikan diri dari 1000 kera batu!?"
Jani merasa sangat tersentuh lalu di depan semua orang dia memeluk Lisa dan berkata "terima kasih karena memperhatikan aku. Kalau kamu begitu khawatir, kenapa kamu tidak ikut denganku saja?"
__ADS_1
"bolehkah?"
"tentu saja! Ibu Agatha juga akan ikut, benarkan ibu?"
"ya itu harus, aku tidak ingin calon Raja kerajaan kita mati konyol di tangan seekor kera saja." Jawab Ratu Agatha yang merespons pertanyaan Jani. Di dalam hatinya dia menambahkan 'tentu saja, aku juga tidak ingin Alice mengamuk lagi. Membayangkannya saja sudah membuat aku merinding!'
"baiklah, kalau begitu sudah di putuskan! Negosiasi akan di lakukan besok pagi!"
...
Semua orang membubarkan diri mereka dan jauh dari tenda kerajaan ada tenda bangsawan yang saat ini secara diam-diam berkumpul setengah dari para bangsawan yang hadir dalam rapat sebelumnya untuk membahas sesuatu.
Satu dari bangsawan berkata "ini kesempatan bagus! Di saat bocah itu sedang melakukan negosiasi dengan Monster itu, kita punya kesempatan untuk memperingati pasukan Rohden yang ada di tambang untuk memperkuat penjagaan."
"bagaimana kita bisa memberitahu mereka? Dengan merpati? Itu sudah berulang kali kita lakukan, tapi tetap saja ketahuan dan akhirnya banyak anak buah kita yang tertangkap."
"Hehe... kau tidak perlu khawatir, kawan! Merpati kali ini hanya umpan dan aku akan mengirim kera Batu yang kita tangkap untuk menyusup melewati kelompok besar mereka sehingga kita tidak diketahui!"
"haha!... seperti biasa kau selalu punya rencana cadangan!"
Mereka semua setuju dengan rencana mereka kali ini, tetapi ada satu orang bangsawan muda yang juga punya kepentingan sama dengan mereka bertanya "kenapa kita tidak sabotase saja negosiasi kali ini dengan membunuh pemimpin kelompok kera tersebut sehingga mereka akan terjebak dalam amukan mereka?"
Itu adalah rencana yang bagus, tetapi semua bangsawan yang ada di sini menggelengkan kepala mereka dan salah satu bangsawan berkata "anak muda kau baru di sini, kan?"
"itu benar dan itu adalah hal yang mendasar saat kau menentang kekuasaan keluarga kerajaan saat ini."
"hah! Apa yang tidak aku tahu tentang mereka selain mereka adalah kumpulan mantan K.O.M?"
"haha... bocah! Kalau hanya itu saja, sudah pasti kita semua akan dengan mudah menggulingkan kekuasaan mereka, tapi sampai sekarang kita masih harus sembunyi-sembunyi seperti ini karena kami paham betul tentang kekuatan mereka dan siapa saja yang mendukung mereka."
"pertama, Raja saat ini Roman Van Lester. Dia adalah K.O.M unsur api tingkat 10 menengah! Apa kau paham arti dari tingkat 10, Bocah?"
Bangsawan muda itu menganggukkan kepalanya seolah paham tentang betapa menakutkannya seseorang di tingkat 10.
Orang tersebut melanjutkan "lalu yang berikutnya Ratu pertama, Iris Bluecrystal. Dia penyihir Es pertama di Ras manusia dan tingkatnya sudah mencapai tingkat 9 puncak. Yang itu juga berarti dua unsur gabungan lainnya yaitu angin dan air berada di tingkat yang sama. Lalu Ratu kedua, Agatha Rossewise. Dia adalah K.O.M unsur Darah yang di tingkat 9 puncak dan ada rumor yang juga menyebutkan bahwa Ratu Agatha adalah mantan pendeta tertinggi di kuil Skaratu yang doanya langsung di dengar oleh dewa hewan buas, Skaratu. Sekarang apa kau sudah paham kenapa kita menghindari serangan langsung kepada pihak keluarga kerajaan?"
Bangsawan muda itu kini mulai merasakan ketakutannya dan akhirnya mulai menjawab "baiklah, aku sudah memahaminya, tetapi bagaimana dengan Ratu ketiga?"
Salah satu bangsawan menjawabnya "kamu tidak perlu tahu, bocah."
"kenapa? Bukankah itu hanya sama kuatnya dengan yang lainnya?"
"tidak, alasan kami tidak memberitahumu adalah karena kau pasti akan berkhianat setelah mendengarnya."
__ADS_1
Bangsawan muda itu terkejut dengan jawaban mereka. Saat semuanya merasa sedikit putus asa, tiba-tiba seorang bangsawan berkata "semuanya tolong dengarkan! Meskipun ini memang mustahil untuk menjatuhkan raja saat ini, tetapi saat ini kita semua harus yakin bahwa tidak lama lagi kita akan mencapai tujuan kita dan akhirnya kesetaraan sejati dapat di raih!" setelah mengatakan hal itu orang tersebut mengangkat gelas anggurnya dan sekali lagi berkata "untuk kesetaraan sejati!"
Semua bangsawan mengulanginya dengan keras "UNTUK KESETARAAN SEJATI!!"
Saat semua orang itu sedang bersorak, tidak ada dari mereka yang sadar bahwa di luar kemah mereka ada seseorang berpakaian serba hitam mencatat semua pembicaraan tadi lalu setelahnya dia menghilang setelah berkata "hoho... menarik!"
...
Keesokan paginya
Jani, Lisa, Ratu Agatha berserta beberapa pengawal kerajaan pergi melakukan negosiasi dengan kelompok kera yang menghalangi jalan utama yang menghubungkan kota Black Rocks dengan kota perbatasan timur laut.
Setelah mereka sampai di tumpukan batu yang tampak seolah itu adalah sebuah bencana tanah longsor, tetapi jika orang memperhatikan lebih detail mereka akan menyadari bahwa ini adalah akibat ulah kelompok Monster Kera Batu yang menutupi jalan utama dengan tumpukan batu seperti mereka membangun sebuah benteng di sini.
Saat kelompok Jani sampai di sana, sudah pasti beberapa kera Batu sudah mengawasi mereka dan ada juga yang segera kembali ke arah tumpukan batu seperti memberitahu kelompok mereka tentang kedatangan kelompok Jani.
Saat itu Jani segera berkata "semuanya segera turun dari kuda kalian!"
Beberapa saat kemudian, ada ratusan kera batu yang muncul dari arah tumpukan batu bersiap menyerang mereka, tetapi Jani sudah bersiap dengan tongkat emasnya lalu segera dia menghantamkan tongkatnya ke tanah dan berteriak "AKU DATANG UNTUK MENEMUI RAJA KALIAN! JANGAN ADA YANG MENYERANG!"
[title 'Kharisma Raja Kera telah di gunakan! Semua Monster jenis Kera di bawah tingkat SS akan menuruti perintah-mu!]
Saat ratusan kera mendengar perkataan Jani mereka berhenti menyerang dan kemudian membukakan jalan untuk Jani. Tentu saja saat semua orang juga ingin mengikuti, mereka tidak mengizinkannya dan hanya membiarkan Jani sendiri yang memasuki benteng kelompok kera tersebut.
Lisa ingin menerobos ratusan kera itu, tetapi di hentikan oleh Ratu Agatha yang berkata "sekarang kita hanya perlu percaya dengan Alex!"
...
Di sisi lain tumpukan batu, ternyata sudah menjadi rumah bagi ratusan kera di sana dan itu terlihat banyaknya kera betina yang sedang menyusui anak-anaknya. Jani terus mengikuti beberapa kera ke sebuah pedalaman hutan dan akhirnya mereka mencapai sebuah Goa di sana.
Di pintu masuk Goa Jani terkejut dengan dua Monster kelas A yaitu; Gorila Batu yang juga adalah evolusi dari kera Batu. Peristiwa evolusi kera Batu menjadi Gorila batu sangat jarang dan jika pun di temukan Gorila batu akan memimpin puluhan kera batu secara satu kelompok.
Itulah yang Jani pelajari di buku Ensiklopedia Benua Arca yang dia beli dari Zein, namun kini dia terkejut karena ada dua Gorila Batu yang menjaga sebuah Goa di sini seolah mereka telah di perintahkan oleh untuk melakukannya.
Terjadi perdebatan sebentar dengan kera batu yang menjadi pemandu Jani dan setelah beberapa teriakan yang Jani tidak mengerti, akhirnya kera batu itu pergi dan kini yang memandu Jani adalah gorila batu yang menjadi penjaga Goa.
Jani memasuki Goa dan setelah berjalan cukup jauh, mereka akhirnya sampai di sebuah aula raksasa yang mampu menampung lebih dari 1000 Kera Batu dengan pemimpin mereka yang berada di tengah seekor Raja kera Magma duduk di atas batu misterius.
Melihat pemandangan ini Jani benar-benar terkejut karena semua informasi yang dia dapatkan ternyata salah besar dan kali ini lebih mengkhawatirkan dari yang dia bayangkan.
Jani berusaha tetap tenang lalu tetap berjalan mendekati Raja Kera Magma ini. Saat Raja kera melihat sosok Jani dia berkata dalam bahasa manusia "ho... seorang manusia? Apa yang ingin di lakukan manusia di dalam wilayah-ku ini?"
__ADS_1