KAISAR DUA DUNIA

KAISAR DUA DUNIA
Aku tunggu penjelasannya di rumah


__ADS_3

Gadis itu bernama Netalia Nur Wijaya. Seorang gadis sosialita elite yang juga anak dari pengusaha tambang nikel di Sulawesi, Budi Nur Wijaya. Ketika Netalia menghadiri acara peluncuran mesin Virtual, dia sudah mulai mengagumi sosok Mr.Gold.


Dia bahkan pernah mencoba mendaftar menjadi karyawan perusahaan Arcadia hanya untuk lebih dekat dengan sosok yang dia kagumi, tapi sayangnya baru dia bekerja beberapa hari, hal itu diketahui oleh Ayahnya dan mengakibatkan dia harus mengundurkan diri dari perusahaan.


Setelah kejadian itu dia mulai bertengkar dengan Ayahnya sampai pada akhirnya ayahnya memperkenalkannya dengan Hardiyono yang membantunya mempertemukan dirinya dengan Mr.Gold hari ini.


...


Ketika Netalia duduk di kursi yang sudah di sediakan, Hardi mulai memperkenalkannya kepada Jani "Mr.Gold, perkenalkan dia adalah Netalia Nur Wijaya yang mempunyai sebuah kesepakatan bisnis yang ingin dibahas bersamamu."


"Netalia, kamu bisa panggil aku Neta." Kata Netalia yang mengulurkan tangannya ke arah Jani.


Jani menerima nya lalu berkata "Mr.Gold." Setelah mereka berjabat tangan, Jani melanjutkan untuk bertanya "Jadi bisnis apa yang ingin kau bicarakan denganku, Neta?"


Sebelum Neta menjawab, pelayan datang membawa makanan yang mereka pesan. Karena makanan mereka sudah jadi, mereka bertiga memutuskan untuk makan siang terlebih dahulu.


Ketika mereka selesai makan, tiba-tiba ayah Jani berkata "ah, aku lupa bahwa aku memiliki hal yang aku harus kerjakan sekarang! Jadi aku mohon pamit duluan." Dan dia pun pergi tanpa menunggu tanggapan dari Jani dan Neta.


Setelah Ayahnya Jani telah pergi, Jani melirik ke sekitar restoran lalu berkata "haa... sepertinya Pak tua itu benar-benar melakukan persiapan yang matang untuk mempertemukan kita berdua ya kan, Neta?"


"hahaha... mohon jangan salahkan Pak Hardi, Mr.Gold. akulah yang meminta pak Hardi untuk mempertemukan kita berdua!"


"oh! Jadi apa alasanmu ingin bertemu deganku?"


"tidak ada alasan khusus! Hanya saja aku sudah lama mengagumimu. Jadi, sebenarnya aku hanya ingin lebih dekat dengan orang yang aku kagumi." Kata Neta yang menjawabnya dengan wajah yang memerah.


Ketika Jani membalas pernyataan Neta, tiba-tiba telepon bergetar tanda ada pesan masuk. Saat dia melihat yang mengirim pesan adalah Ayu, Jani langsung membaca isi pesan tersebut.


Pesan tersebut hanya terdiri dari satu kalimat yang bertuliskan [AKU TUNGGU PENJELASANNYA DI RUMAH!] dan juga sebuah video yang di kirim secara bersamaan. Penasaran dengan video tersebut, jani kemudian menonton video tersebut.


...


Di dalam video tersebut melihatkan sebuah rekaman amatir yang menunjukkan sebuah ruangan istirahat dengan darah yang banyak menodai kasur di ruangan tersebut. Orang merekam video tersebut pun mulai memberi penjelasan [TEROR DJANCOK KEMBALI TERULANGAN!! YANG MENJADI SASARANNYA ADALAH SEBUAH LABORATORIUM RAHASIA YANG BERKEDOK SEBAGAI TOKO APOTEK DI JAKARTA UTARA!!]


Setelah menyoroti kasur yang penuh dengan noda darah, sang perekam mulai menyoroti sebuah tulisan di dinding ruangan tersebut. [Ini adalah bukti bahwa yang melakukan pembantaian adalah Trio Djancok yang sekarang mengubah nama mereka menjadi Four Djancok. Biar aku bacakan tulisan ini untuk kalian "PEMBANTAIAN INI ADALAH AKSI PERTAMA KAMI SETELAH MENGHILANG SETENGAH TAHUN YANG LALU TERTANDA FOUR DJANCOK THE BLACK MASKER FEAT IBLIS MERAH!!"]


...


Neta yang melihat video itu berkata "ihh!! Aku ngeri bangat sama mereka! Apa coba alasan mereka membunuh semua orang yang ada di Lab tersebut?"


Jani tidak langsung menjawab dan hanya terdiam karena terkejut dengan isi video tersebut. Setelah terdiam beberapa saat dia berkata untuk menjawab pertanyaan Neta "yah, aku pikir mereka pantas di bantai karena menurut sumber informasiku mereka sedang melakukan pengambilan organ tubuh manusia secara ilegal."


Tidak menduga bahwa Jani akan berkata seperti itu, Neta dengan canggung menjawab "Ji..jika mereka benar-benar melakukan hal itu, maka aku juga sependapat denganmu!"

__ADS_1


Jani tersenyum mendengar jawaban dari Neta dan kemudian dia berkata "kita lupakan dulu tentang berita yang lagi viral itu. Sekarang kita lanjut membahas bisnis yang kamu ingin sampaikan denganku."


"baiklah." Dan Neta mulai menjelaskan rencana bisnis yang ada di pikirannya. Bisnis tersebut adalah sebuah bisnis pakaian untuk mempromosikan game virtual, Arcadia Land. Neta yang lulusan S1 kuliah desainer Baju, sebenarnya juga mempunyai keinginan merancang baju yang bertemakan fantasi. Keinginannya sering terhalangi tidak adanya momentum untuk membuatnya. ketika dia duduk bersama dengan orang yang meluncurkan game fantasi tersebut, keinginannya yang dulunya hanya menjadi impian kini muncul kembali.


Saat mendengarnya dia tidak menyangka seorang sosialita seperti Neta memiliki keinginan seperti itu. Setelah mendengarkan rencana bisnis Neta, Jani melihat jam tangannya yang menunjukkan waktu istirahat makan siang sudah habis dan watunya bagi dia untuk kembali ke kantornya.


Jani menanggapi rencana Neta dengan berkata "Aku sangat tertarik dengan bisnis ini, tapi sayangnya waktu istirahat makan siang telah berakhir. Bagaimana kalau kita membahasnya di lain waktu?"


"tentu saja Mr.Gold! kalau bisa aku ingin meminta kontak agar kita bisa membuat janji pertemuan berikutnya."


"tentu." Jani menyebutkan nomor pribadinya dan bukan nomor bisnisnya.


Setelah mendapatkan nomor Jani, mereka keluar dari restoran lalu berpisah karena masing-masing dari mereka membawa kendaraan bersama dengan sopir pribadi mereka sendiri.


....


Kembali ke perusahaan Arcadia, kantor CEO.


Jani yang baru sampai kantornya langsung menelepon Jali. Ketika teleponnya di angkat, Jani langsung mendengar suara wanita yang tidak lain adalah tunangan barunya Jali yaitu Devi.


"Halo Jani. Apa lu menelepon Jali untuk bertanya tentang video itu?"


"yah...begitulah, Jadi apa Gua bisa bicara dengan Jali sekarang?"


"hei, apa elu tidak takut di benci oleh anak buahnya?"


"oh... kalau lu bicara tentang mereka, Saat ini mereka semua sedang mengikuti kelas etika bisnis ilegal yang aku buat."


"etika bisnis ilegal?"


"yah pokoknya semacam itulah. Kalau tidak ada yang lain matikan panggilannya."


Saat Devi selesai berkata seperti itu, terdengar dia melanjutkan kelasnya tersebut. "Baiklah kalian semua! Ulangi etika bisnis ilegal yang aku katakan sebelumnya!"


Secara serentak banyak anak buah Jali berkata "KAMI MENJUAL SECARA RAHASIA DAN SANGAT TERTUTUP!!" Dan kata itu terus di ulang hingga Jani menutup teelponnya.


'aku baru ingat sekarang ada Devi yang menjaga Jali agar dia tidak sembarangan melakukan hal seperti sebelumnya.' Kata Jani dalam hatinya dan kemudian dia melanjutkan melihat berbagai laporan perkembangan tentang perintah yang dia berikan beberapa hari yang lalu.


Salah satu di antaranya adalah laporan tentang perkembangan teman sekolahnya yang saat ini sedang magang di pabriknya. Banyak dari mereka yang bertahan, tapi ada juga yang keluar karena merasa ini bukan jurusan yang mereka inginkan.


Di antara semua temannya, ada satu yang sudah di percayai sebagai asisten kepala pabrik dan Bima merekomendasikannya untuk di pindahkan ke gedung kantor utama perusahaan. Dan ketika jani melihat namanya, dia langsung berkata "Oh! Pantas sampai Bima merekomendasikan murid ini ternyata dia adalah Ririn toh!"


Untuk mengingat, Ririn adalah sahabat Devi waktu mereka sekolah dulu. Dia memiliki wajah putih mulus dengan mata yang hanya tertarik pelajaran dan menurut Devi, Ririn adalah sahabatnya yang selalu mengerti apa yang dia dan orang sekitarnya butuh kan. Bisa dikatakan Ririn adalah gadis yang memiliki EQ yang di atas rata-rata orang di sekitarnya.

__ADS_1


Melihat dia sangat d rekomendasikan oleh Bima untuk menjadi asistennya, Jani menulis di laporannya untuk membawanya ke kantor utama tapi dia harus menjadi asisten untuk semua departemen yang ada sebelum dia menjadi asistennya.


Setelah selesai dengan laporan tentang teman sekolahnya, Jani melanjutkan tentang para penantang yang kemari untuk mencabut tongkat emas miliknya. Kebanyakan dari mereka berasal dari China, tapi sayangnya tidak satu pun yang mampu menggerakkan tongkat itu sedikit pun.


Ketika dia selesai membaca semua laporan, tiba-tiba dia mendengar suara helikopter di halaman kantornya. Jani yang penasaran melihat ada beberpa agen dari pemerintahan China di depan halaman kantornya dan berkata sesuatu kepada Arman.


Arman yang selesai mendengar perkataan agen tersebut, kemudian meneleponnya.


"apa yang dia katakan?" tanya Jani yang menerima panggilan dari Arman.


"mereka berkata untuk meminta izin mencabut tongkat emas menggunakan empat helikopter khusus mengangkut barang. Apa kami perlu melarang mereka, Bos?"


"biarkan mereka melakukannya!" kata Jani yang menontonnya dari lantai sepuluh.


"baik, Bos! Saya akan memberitahu mereka." Kata Arman yang kemudian menutup teleponnya.


Setelah itu, para agen pemerintahan China mulai memasang kait baja pada tongkat emas. Saat semuanya sudah terpasang, empat helikopter khusus tersebut mulai naik secara perlahan dan tali baja juga mulai mengencang. Jani yang melihat aksi mereka mulai berkata "apa mereka mempercayai yang ada di legenda bahwa tongkat ini memiliki berat sekitar delapan Ton?"


Takut agen itu mulai salah paham, Jani segera menuju halaman kantornya. Sesampainya di sana, Jani melihat helikopter mulai bergoyang akibat tidak sanggup mengangkat tongkat emas. Para Agen yang tidak percaya melihatnya, mulai kebingungan dan ketika mereka melihat Jani, mereka segera mendatanginya lalu salah satu dari mereka berkata dengan marah "MR.GOLD!! apa maksudnya dari semua ini!? Apa kau bermain curang!?"


"hei, Jangan asal menuduh. Salah diri kalian sendiri yang percaya dongeng tentang berat tongkat emas yang katanya sekitar delapan Ton. Dongeng itu di buat pada masa di mana tidak ada orang atau alat yang mampu mengangkatnya dan sekarang zaman sudah berbeda, kenapa kalian masih percaya dongeng jaman dulu itu?"


Para agen pemerintah China itu tidak bisa berkata apa pun dan pada akhirnya mereka menyerah lalu pergi dari halaman depan kantor jani. Setelah melihat para agen pemerintah itu pergi, Jani memutuskan untuk pulang ke rumahnya.


...


Di saat yang bersamaan, restoran tempat sebelumnya jani makan siang bersama dengan Netalia.


Netalia sebenarnya tidak langsung pergi dari restoran dan kembali ke sana untuk bertemu dengan Ayahnya dan juga CEO dari Senopati Karya, Hardiyono Senopati.


Ketika dia memasuki restoran, Ayahnya berkata dengan nada kesalnya "Apa sekarang kau puas Gadis kecil ?"


"hmm, aku sangat puas!!" Kata Neta kepada Ayahnya yang duduk di seberang Hardi.


"tenanglah pak tua! Dia ini gadis kecilmu dan juga anak semata wayangmu sekarang. Jadi perlakukan dia dengan istimewa sedikit." Kata Hardi kepada pengusaha tambang nikel terbesar di Sulawesi.


"heh! Jika saja si Mr.Gold itu tidak menghalangi kerja samaku dengan pemerintah China, maka aku mungkin akan membiarkan putriku menikah dengannya."


"sudah kubilang, Ayah! kau itu di selamatkan oleh Mr.Gold dari tipuan pemerintah China itu!" Kata Netalia yang membela Jani.


"Mana buktinya bahwa aku di tipu oleh mereka!?" kata Ayahnya yang masih tidak percaya dengan perkataan Netalia.


Melihat Ayahnya masih keras kepala, Neta memutuskan untuk pergi sambil berkata "Terserah! Aku mau pergi perawatan wajah dulu!" Dan Netalia pergi meninggalkan dua pengusaha besar di restoran tersebut.

__ADS_1


__ADS_2