
Di mansion keluarga Blackwolf.
Ratu Iris dan ratu Agatha yang datang ke mansion keluarga Blackwolf, dengan alasan mengadakan pesta minum teh dengan keluarga Blackwolf yang lain.
Saat mereka mendengar sinyal dari Arena, ratu Agatha meminta izin untuk ke kamar kecil untuk bersiap melakukan serangan.
Beberapa saat setelah ratu Agatha pergi, tiba-tiba terdengar bunyi ledakan dari arah gerbang mansion yang membuat panik para keluarga Blackwolf. Di saat semua orang yang menemani dari Iris minum teh panik, ratu Iris tiba-tiba berjongkok dan mengucapkan mantra sihir "Ice Prison"
Saat mantra sihir di ucapkan, lantai dan semua orang di ruangan tersebut langsung di selimuti es dan membeku. Setelah semua orang membeku, ratu Iris berdiri dan berkata "baiklah dari mana aku harus mulai mencuri harta di mansion ini?"
"lebih baik kita mencari ahli racun itu dulu, sebelum dia menyadari bahwa kita mengincarnya." Kata ratu Agatha yang kembali dengan berganti pakaian yang memudahkannya untuk bergerak serta sebuah pedang besar yang terikat di punggungnya.
"kau terlambat mengatakan hal itu, Agatha. Karena dia telah melakukan serangan pertamanya kepada kita." Jawab ratu Iris yang menunjuk ke arah kabut berwarna hijau yang keluar dari lantai dua.
"cih! Kalian semua keluar terlebih dahulu sebelum terkena asap beracun itu!!" perintah ratu Agatha kepada ksatria yang datang bersama dengannya.
Setelah memberikan perintah, kedua ratu mengenakan topeng yang diberikan oleh Jani.
Awalnya mereka tidak percaya bahwa topeng ini bisa menangkal serangan racun, tapi setelah gas beracun mengenai mereka dan tidak merasakan efek apa pun dari gas racun tersebut.
Mereka percaya dan ratu Agatha segera berkata "Iris tolong temukan ahli racun tersebut."
"baiklah, biar kulihat sebentar." Kata ratu Iris sambil mencarinya dengan sihir angin. Beberapa saat kemudian, dia membuka mata dan berkata "ahli racun itu berada di kamar tersembunyi Unjung kanan tapi aku tidak melihat adanya pintu menuju ruangan tersebut."
"biar aku yang menangani ini." Jawab ratu Agatha sambil pergi menuju ke lantai dua. Saat ratu Agatha melihat tempat yang di katakan ratu Iris, dia langsung mengeluarkan sebuah Crystal berwarna merah lalu meremasnya hingga permukaan Crystal retak dan mengeluarkan cahaya merah.
Setelah itu, dia langsung melemparnya ke arah dinding yang menjadi pintu masuk ke ruangan ahli racun tersebut.
Saat Crystal itu menyentuh dinding, dia langsung meledak dengan sangat keras hingga membuat dinding itu hancur. Setelah dinding itu hancur ratu Agatha masuk ke dalam dan melihat seorang lelaki tua yang terkejut dan berkata kepadanya "Baiklah, tuan ahli racun. Apa kau memiliki permintaan lain sebelum menemui ajalmu?"
"ba...bagaimana kau bisa baik-baik saja setelah menghirup racun ku!?"tanya lelaki tua tersebut kepada ratu Agatha.
"maaf aku tidak bisa mengatakannya." Jawab ratu Agatha dan langsung menebas kepala lelaki tua tersebut hingga kepalanya terputus.
Setelah ahli racun itu mati, asap racun yang menyelimuti mansion langsung menghilang.
Setelah melihat asap racun itu menghilang ratu Iris melepas topengnya, dan berkata kepada ksatria yang sudah mulai memasuki mansion kembali "oke, kita mulai menjarah tempat ini dan ingat! Jangan sisakan apa pun!"
"siap laksanakan!! Yang mulia ratu!!" jawab serentak dari para ksatria.
Setelah memerintahkan para ksatria, ratu Iris berjalan menuju tempat ratu Agatha dan menggelengkan kepalanya saat melihat dinding yang hancur sambil berkata dalam hatinya 'haa... brutal seperti biasanya, kah?'
Saat memasuki ruangan tersebut, ratu Iris memakai topengnya lagi takut-takut ada racun yang masih tertinggal di dalamnya. Ratu Agatha yang melihat ratu Iris memasuki ruangan menunjukkan sebuah rak yang dipenuhi botol racun yang sama.
"Agatha, apa kau mengetahui racun jenis apa ini?" tanya ratu Iris kepada ratu Agatha.
__ADS_1
"aku tidak begitu yakin tapi jika dugaanku benar ini adalah racun yang akan mereka gunakan untuk kudeta yang mereka rencanakan." Jawab ratu Agatha.
"baiklah, kita simpan dulu semua racun ini kemudian kita kirim sinyal bahwa kita selesai di sini."
"oke."
Setelah ratu Iris mengirim sinyal ke arena, mereka keluar dari masion dan tiba-tiba melihat salah satu ksatria menghampiri mereka dan berkata "yang mulia ratu Iris, yang mulia ratu Agatha. Ratu Alice berpesan jika dua ratu telah selesai urusan mereka, di mohon untuk pergi ke istana karena ada hal penting yang harus di sampaikan oleh ratu Alice."
Setelah mendengar pesan dari ksatria tersebut, ratu Agatha berkata "Iris kau pergilah menuju istana biar aku selesaikan yang di sini dengan cepat."
"baiklah, Dan ingat Agatha! jangan menghancurkan apa pun ,oke? Tempat ini masih bisa digunakan lagi."
"iya..iya.. aku berjanji tidak akan menghancurkan tempat ini."
Setelah itu, ratu Iris pergi ke istana untuk menemui ratu Alice. sementara itu ratu Agatha ikut menjarah bersama ksatria lainnya di mansion keluarga Blackwolf.
#MISI 03: PENYERANGAN KE MANSION (SUKSES)
Di alun-alun kota
Pangeran kedua Marcus sedang duduk di bangku terdekat sambil mengamati sebuah toko perhiasan yang sedang bersiap menutup tokonya.
Salah satu prajurit bayangan mendekati pangeran dan berkata "pangeran Marcus, sepertinya anak buah jendral Dom sudah mengetahui pergerakan keluarga kerajaan dan sedang bersiap memindahkan kekayaan mereka keluar ibu kota melalui terowongan bawah tanah."
"hmm, apa kau sudah mengetahui ujung terowongan itu?" tanya Marcus sambil terus memperhatikan toko tersebut.
"kalau begitu kirim salah satu prajurit bayangan ke jendral Borkus dan bilang padanya untuk mengepung kemah tersebut dan juga katakan padanya untuk berpura-pura menjadi sekutu mereka. Sementara itu, kita langsung segera menyerang setiap toko secara bersamaan!" jawab Marcus sambil berjalan menuju toko perhiasan.
"Di mengerti, yang mulia!" jawab sang prajurit lalu dia berpisah dengan Marcus. Karena hari ini ada pertarungan di arena, alun-alun kota yang biasanya ramai kini sepi dan banyak toko yang tutup demi menonton pertarungan tersebut.
Marcus yang ingin memasuki toko di hentikan oleh dua penjaga berbadan kekar yang berkata "maaf tuan, saat ini toko sudah tutup di mohon untuk kembali lagi besok."
"sayangnya aku kesini tidak untuk membeli perhiasan melainkan untuk merampok perhiasan."
Saat Marcus selesai berkata dengan tenang, Marcus langsung memukul kedua wajah penjaga tersebut secara bersamaan.
Pukulan membuat hidung mereka berdarah dan saat mereka menggerang kesakitan Marcus berjalan ke belakang mereka lalu sekali lagi memukul bagian belakang kepala mereka hingga membuat dua penjaga tersebut pingsan.
Setelah membuat dua penjaga pingsan, Marcus memasuki toko dan saat dia masuk, semua perhiasan yang ada di toko sudah hilang dan tidak ada siapa- siapa di dalam toko.
"SIAL!!, apa mereka sudah pergi menuju terowongan " kata Marcus sambil berlari ke dalam toko lalu mencari pintu masuk menuju terowongan bawah tanah.
Beberapa saat kemudian, Marcus menemukan tangga menuju ke bawah tanah tersebut yang di sembunyikan di bawah lantai. Karena terburu-buru, Marcus langsung terjun ke bawah tanpa menggunakan tangga.
Setelah mencapai bawah tanah, dia di sambut dengan teriakkan seseorang yang berkata "TEMBAK!! BUNUH ORANG TERSEBUT SEKARANG!!" Setelah itu, Marcus langsung di hujani panah.
__ADS_1
Mengetahui serangan tersebut, Marcus langsung mengeluarkan perisai besar dan juga sebuah pedang lalu berlindung dari hujan panah. Setelah serangan panah pertama berakhir, Marcus langsung berlari ke arah kelompok tersebut sambil berlindung menggunakan perisainya.
"perisai itu.. bagaimana mungkin!? Bukankah kemarin kau sudah pergi dari ibukota!?" jawab seorang yang memerintahkan sedang panah tersebut.
"bos, apa kau mengenal orang ini?" tanya salah satu anak buahnya.
"hanya pangeran kedua Marcus Van Lester yang menggunakan perisai dengan begitu terampil di kerajaan ini!! Karena mereka langsung mengirim pangeran mereka untuk menyerang tempat ini, berati mereka memang serius untuk menghancurkan keluarga Blackwolf."
Tanpa memedulikan omongan bos tersebut, Marcus terus menyerang tanpa ampun. Setelah menghajar sebagian dari mereka, Marcus berhenti karena dia merasakan semua pasukan bayangan sudah berkumpul dari bayang-bayang dan menunggu perintahnya.
"apa jendral Borkus sudah mengepung kemah prajurit tersebut?" tanya Marcus kepada pemimpin prajurit bayangan yang berlutut di depannya.
"tidak hanya mengepung, jendral Borkus sudah menguasai kemah tersebut dan menunggu kedatangan pangeran kedua di depan terowongan ini."
"kalau begitu aku serahkan tempat ini kepada kalian dan juga kita tidak perlu sandera." jawab Marcus sambil berjalan menuju Mekah melalui terowongan.
"baik, pangeran!" seru pemimpin prajurit bayangan dan setelah pangeran kedua pergi dia membuat perintah kepada bawahnya "BUNUH MEREKA SEMUA!!"
Saat Marcus berjalan dia mulai mendengar jeritan dari arah belakangnya. Setelah beberapa waktu, Marcus tiba di ujung terowongan dan di sambut oleh jendral Borkus .
Jendral Borkus yang sedari awal selalu menentang keluarga Blackwolf dan baru-baru ini dia sudah di jebak oleh jendral Dom karena dugaan penggelapan dana mililiter yang mengakibatkan dia di kirim ke perbatasan utara.
Saat menerima pesan dari raja untuk kembali secara diam-diam, dia langsung pergi dan setelah sampai di ibu kota, dia menerima perintah untuk mengambil ahli kendali pasukan dari jendral Dom.
Beberapa hari ini, dia juga membunuh beberapa komandan yang berpihak kepada Dom. Saat hari pertarungan tiba, jendral Borkus dan pasukannya sudah bersiap di sebuah bukit dekat tempat kemah prajurit milik jendral Dom dan menunggu perintah dari keluarga kerajaan.
Saat sedang menunggu, seorang prajurit bayangan muncul dan berkata "jendral Borkus, kau sudah boleh bergerak sekarang, tapi jika bisa, berpura-puralah untuk menjadi pendukung keluarga Blackwolf." Setelah mengirim pesan, sang prajurit bayangan langsung kembali ke ibukota.
"akan kulakukan sebisanya. SEMUA ORANG MULAI BERGERAK!!" kata kepada dirinya sendiri lalu memberi perintah kepada pasukannya.
Awalnya jendral Borkus berhasil mendekati kemah tanpa pertarungan, tapi saat dia bertemu dengan orang yang bertanggung jawab dia langsung menusuk orang tersebut dan berteriak "BUNUH MEREKA YANG MENCOBA MENGHIANATI KERAJAAN WESTERIA!!!"
"URAAA!!" Balasan dari pasukannya yang mulai membantai seluruh prajurit yang ada di kemah tersebut.
Kembali ke pangeran kedua, Marcus.
Marcus yang melihat banyak mayat di kemah prajurit tidak terkejut dan berkata kepada jendral
"sebelum aku berkomentar tentang ini, aku ucapkan selamat datang kembali jendral Borkus." Lalu dia berjabat tangan dengan jendral Borkus.
"terima kasih, pangeran kedua. Dan untuk perintahmu yang sebelumnya, aku tidak menjalankannya karena itu tidak sesuai gayaku, kau mengertikan maksudku kan, pangeran kedua?" jawab Borkus yang menerima jabat tangan Marcus.
"Haha, yaa aku sudah menebak akan jadi seperti ini. Yang penting misi berjalan sukses dan aku akan memberikan sinyal untuk adikku agar segera masuk ke tahap terakhir dari rencana besar hari ini." Jawab Marcus lalu mengirim sinyal ke arena dan setelah itu, seekor burung gagak yang menjadi peliharaannya terbang kepadanya dan bertengger di atas kepala Marcus.
Setelah bertengger, dia berkata sebuah pesan yang datang dari ratu Alice "Marcus, jika sudah selesai dengan yang di sini. Segera kembali ke istana!"
__ADS_1
#MISI 04:PENGGEREBEKAN DI BAWAH TANAH IBU KOTA (SUKSES)