
"yahahaha.... aku terkejut kau masih ingat dengan nama hebatku itu!" kata Wukong yang memakan buah persiknya.
"hmph! Kau pikir aku akan melupakanmu setelah kau memakan seluruh buah persik abadiku!" kata wanita tersebut yang tidak lain adalah sang Celestia.
"baiklah, aku meminta maaf, tapi untuk apa kau datang ke sini? Jika kau meminta ganti rugi tentang buah persikmu, aku sekarang hanyalah fragmen jiwa yang di simpan oleh diriku sendiri di dalam tongkat ini dan tidak memiliki harta apa pun untuk mengganti buah persikmu itu." Tanya Wukong yang sekaligus menjelaskan bahwa dia hanya sebatas fragmen jiwa.
"kau memang tidak memiliki harta, tapi kau mempunyai informasi yang aku butuh kan!" jawab Celestia kepada Wukong.
"informasi apa yang kau inginkan?"
"pedang Giok darah kaisar langit! Kau pasti akrab dengan pedang itu kan?"
"tidak, aku tidak tahu apa pun tentang pedang itu. Kau tahu kan! waktu 100.000 prajurit surgawi menyerangku, kaisar langit tidak turun tangan secara pribadi dan malah memerintahkan para jendral surgawinya untuk berhadapan denganku."
"benar juga, tapi bukannya Erlan Shen menyerangmu menggunakan pedang tersebut?"
"enggak! Dia menggunakan tombaknya dan bukan pedang tersebut." Bantah Wukong mengenai pedang tersebut.
Melihat monyet tersebut tidak mengetahui apa pun tentang pedang Giok darah. Celestia pergi meninggalkan dunia dalam tongkat emas lalu dengan cepat melesat kembali menuju daratan China tanpa di sadari oleh siapa pun.
Ketika Celestia pergi, Wukong pun berkata pada dirinya sendiri "akhirnya nenek tua itu pergi juga! " dan kembali menikmati buah persik miliknya.
Fakta sebenarnya adalah Wukong sangat tahu tentang pedang tersebut ketika dia bertarung satu lawan satu dengan Erlan Shen, pedang tersebut berhasil terlempar oleh Wukong dan jatuh ke arah selatan. Lalu ketika dia sedang melakukan perjalanan menuju barat, dia kembali di pertemukan oleh pedang tersebut yang pada waktu itu telah di pengang oleh seorang kaisar Jahat.
Wukong pun kembali merebut pedang itu dari tangan kaisar jahat tersebut dan dengan bantuan Lima Hewan Suci yaitu: Naga Azure, Burung Vermilion, Macan Putih, Kura-kura Hitam dan yang terakhir Naga emas, dia meminta bantuan mereka untuk menyegel pedang Giok darah dan mengubahnya menjadi pedang Giok hijau biasa. Setelah pedang itu di segel, Wukong menitipkannya kepada seorang Taoist muda yang bermarga Xuan lalu melanjutkan perjalanannya menuju ke barat.
Ketika Wukong selesai memakan buah persiknya, dia kemudian berkata sesuatu "Xi Wangmu itu, apa yang ingin dia lakukan dengan pedang tersebut?"
....
Keesokan paginya.
Tidak ada yang mengetahui tentang pertemuan dua makhluk legendaris tersebut termasuk Jani yang saat ini masih tertidur setelah kembali dari ruang latihan Dimensional.
Ketika Jani terbangun, dia langsung membersihkan dirinya lalu memasuki kantornya. Ketika Jani masuk, dia melihat Ayu sudah berada kantornya sedang mengurusi beberapa dokumen. Melihat calon istrinya sedang sibuk bekerja, Jani dengan cepat berteleportasi ke belakang Ayu lalu memeluknya sambil berkata "selamat pagi, Sayang!" lalu mencoba mencium bibir Ayu.
Tapi sayangnya Ayu menolak ciuman Jani dengan tangannya sambil "ini sudah siang, Sayang!"
"eh!? memangnya ini jam berapa?"
"Jam satu siang. Rapat rutin baru saja berakhir dan sayangnya kita mendapat kabar buruk!" kata Ayu yang menyerahkan sebuah laporan kepada Jani.
Jani melihat laporan tersebut dan ketika dia mulai membacanya mata Jani mulai berubah menjadi serius lalu berkata "apa kamu sudah mengkonfirmasikan hal ini, Sayang?"
"sudah! Mereka juga membenarkan kejadian tersebut lalu pagi tadi pihak pengelola tempat itu datang dan mengembalikan uang muka yang kita bayar sebelumnya kepada mereka."
Jani berpikir sejenak lalu datang dengan sebuah ide dan kemudian menjelaskan idenya kepada Ayu "Sayang kamu ingat dengan saran Putri beberapa waktu yang lalu?"
__ADS_1
"ingat, dia menyarankan untuk mengadakan peluncuran Server utama di GBK, tapi karena kita sudah telanjur membayar uang muka kepada pihak pengelola Balai Sabrini, kita menolak gagasan ide Putri tersebut." Kata Ayu yang mengingat perkataan adik iparnya, Putri tentang bayangan dia mengenai peluncuran Server utama.
"karena mereka yang membatalkan duluan, maka kita bisa langsung menjalankan ide milik Putri." Kata Jani yang kemudian mengeluarkan sebuah sketsa GBK entah dari mana yang menunjukkan seluruh Stadion dari posisi atas. Jani mulai menjelaskan rencana tersebut " setengah lapangan Stadion mampu menampung 100 mesin virtual Realty yang akan kita taruh di sana untuk di pakai 100 pemain beta tester terbaik Arcadia Land. Mereka akan mengikuti berbagai Event spesial yang di adakan hari itu."
Jani terus melanjutkan "dan untuk para tamu dan penonton mereka bisa duduk di kursi Stadion yang menghadap ke panggung acara dan kita bisa menyajikan mereka dengan para musisi dan penyanyi. Tentu saja kita memiliki beberapa hadiah bagi para pemain beta tester, penonton dan juga tamu undangan."
Setelah Jani menjelaskan semuanya, Ayu berkata "Aku kagum dengan rencanamu ini, sayang. Tapi kita hanya punya waktu empat hari untuk menyiapkan semuanya!"
"memang kita tidak punya banyak waktu, tapi kita mempunyai dana yang cukup untuk menangani masalah itu."
"kamu sudah menghabiskan 10 triliun untuk mega proyek sebelumnya dan jika kamu mengeluarkan uang lagi, maka menurut perhitunganku di penjualan mesin VR berikutnya kita tidak akan mendapatkan keuntungan apa-apa."
"masalah keuntungan kita bicarakan setelah penjualan mesin VR paruh ke dua selesai. Untuk sekarang kita harus memberikan yang terbaik untuk membangun citra kita di mata para pelanggan bahwa kita menciptakan dunia virtual bukan hanya untuk mencari keuntungan, tetapi tujuan kita adalah untuk mewujudkan impian sebagian orang yang menikmati dunia Virtual Realty."
"baiklah, aku akan mengikuti keinginanmu."
...
Setelah mereka berdua sepakat, Jani dan Ayu membagi tugas mereka. Seperti Jani yang akan pergi ke delapan tempat Tower Virtual untuk melihat perkembangan acara tersebut.
Sementara Ayu yang akan mengatur acara di GBK. Mulai menjalin kesepakatan dengan pengelola, sampai dengan para musisi dan penyanyi yang mengisi acara tersebut.
Jani bahkan menyuruh adiknya untuk menjadi pembawa acara dengan mengenakan pakaian yang dia gunakan di dalam game VR, Arcadia Land yang khusus di buatkan oleh Netalia setelah menjalin kerja sama dengan perusahaan Jani yang tentu saja di bawah pengawasan Ayu.
...
Setelah Jani memastikan semua Tower Virtual Realty di delapan daerah berfungsi dengan baik, Jani kembali ke Jakarta untuk mempersiapkan acara besarnya yang di rencanakan akan lebih meriah dari pada sebelumnya.
Setelah Jani sampai di Jakarta, Jani di panggil oleh Jaka dan David untuk menunjukkan sistem keamanan yang telah mereka buat bersama. Saat Jani sampai di markas ruang bawah tanah, dia kemudian berjalan menuju ruangan penelitian mereka berdua dan melihat sebuah rubik 5×5 yang ukurannya sekitar 3 meter.
"sejak kapan kalian berdua menciptakan benda besar ini?"
"hampir 1 tahun yang lalu sejak kami berdua berteman baik sebagai Hacker salah satu yang terbaik di dunia." Jawab Jaka yang muncul dari belakang rubrik.
"lalu apa nama mahakarya kalian ini?"
"Labyrinth of Pandora, yang masing-masing di dalam kubusnya terdapat Chip super yang biasa di gunakan untuk membangun sistem pertahanan digital suatu negara." Kata David yang menyebut nama maha karyanya bersama dengan Jaka.
"total Chip super yang ada di dalamnya berjumlah 125 buah yang bahkan mengalahkan sistem pertahanan terkuat Amerika yang saat ini memiliki sistem pertahanan dengan paling banyak hanya 10 Chip super saja."
"sayangnya benda ini sangat boros listrik. Lihat! Aku bahkan hanya menyalakan satu kubus saja dan untuk melakukan hal itu aku bahkan harus mematikan semua komputer agar tidak turun daya akibat terlalu banyak penggunaan listrik."
"berati benda ini belum bisa di gunakan?" tanya Jani yang sedikit kecewa.
"tentu saja bisa, tapi hanya satu kubus saja. Meskipun hanya satu kubus, aku jamin itu cukup untuk melindungi sistem Tower Virtual Realty dari Hacker kelas dunia yang levelnya berada di bawah kami." Kata David yang meyakinkan Jani.
"Jan, meskipun benda ini belum sempurna, tapi jika kau bisa membantu kami menemukan material yang mampu menghasilkan energi listrik yang super kuat setara dengan 10 inti Uranium, maka aku berjanji akan membuat benda ini menyala seluruhnya."
__ADS_1
"baiklah, akan aku usahakan mencari benda tersebut, tapi bisakah kalian menyalakan satu terlebih dahulu untuk di gunakan untuk perlindungan sementara waktu?"
"tentu, tapi kau harus membantuku menyambungkan sistem yang ada di Tower dengan kubus ini menggunakan program yang ada di dalam kaset ini." kata Jaka yang mengeluarkan sebuah kaset program yang harus dia masukkan di Tower Virtual di depan kantornya.
...
Jani segera pergi menuju kantornya untuk memasang program tersebut. Setelah sampai di sana, dia dengan cepat menuju Tower Virtual yang di sekitarnya banyak anak muda sedang bermain dengan ponsel mereka meskipun tempat itu sekarang di jaga ketat oleh departemen keamanan.
Jani memang tidak melarang siapa pun untuk memasuki halaman kantornya hanya sekedar menikmati fungsi tambahan dari Tower Virtual yang mampu memperkuat sinyal ponsel. Akibat dari sikapnya yang lunak telah membuat halaman kantornya menjadi tempat yang agak kotor dengan sampah berserakan dimana-mana dan banyak pedagang kaki lima liar yang menjajakan dagangannya di halaman depan kantornya.
Siapa pun pasti akan merasa tidak nyaman dengan pemandangan ini termasuk Jani sendiri selaku pemilik kantor ini. Ketika Jani berjalan menuju Tower Virtual tidak seorang yang memperhatikannya karena Jani saat ini tidak menggunakan topeng emasnya kecuali para penjaga yang sudah mengetahui identitas Jani.
Saat Jani sampai di depan Tower Virtual, para penjaga segera membuka pintu penjagaan dan menyambut Jani "Selamat siang, Bos! Apa yang bisa kami bantu?"
"aku ingin kalian berkordinasi dengan pemimpin kalian, Arman tentang memperbanyak personel untuk menegakkan peraturan kebersihan bagi mereka yang menjadikan halaman kantor sebagai tempat bersantai mereka. Jika di antara mereka ada yang membantah, usir saja mereka!"
"baik, Bos! Kami akan segera menjalankan perintah Anda." Kata salah satu penjaga.
"kalau begitu, kalian berjaga dulu di sini. Aku ada urusan d dalam Tower Virtual Realty."
"Siap, Bos!!"
Saat Jani memasukkan kaset Programnya, Tower Virtual mulai menjalankan Program keamanannya yang di sebut Labyrinth of Pandora. Saat program telah berjalan, dari layar muncul gambaran seorang wanita Lalu berkata [Namaku Pandora.... Penjaga Tower Virtual Realty.]
[Memulai memindai wajah orang tidak di kenal.... Pemindaian selesai! Halo, Master Jani!! Ada yang bisa aku bantu?]
Jani tidak merespons karena masih terkejut dengan apa yang terjadi di depan matanya. 'Mereka bahkan telah menciptakan kecerdasan buatan!?'
Tidak lama kemudian, Jani berkata "bisakah kau melindungi 8 Tower Virtual lainnya?"
[Tentu aku bisa, Master Jani!]
Pandora mulai mengikat dirinya ke 8 Tower Virtual lainnya yang tersebar di pulau Jawa dan Bali.
__ADS_1