Kaniya Si Gadis Desa

Kaniya Si Gadis Desa
Kecelakaan Hebat


__ADS_3

Hari itu, Kaniya yang baru akan pulang dari tempat kerjanya sebagai pramuniaga disebuah toko pakaian dipinggir kota,sedang menaiki angdes(angkutan desa).Dia melihat sebuah mobil melaju kencang dan akhirnya mobil itu menabrak sebuah pohon besar ditepi jalan.


Keadaan jalan saat itu memang agak sepi.Kaniya menekan bel dan angdes itu pun berhenti.Kebetulan hanya dia lah penumpang yang masih tersisa didalam angdes itu.


"Turun disini Mbak?. "tanya Abang supir angdes.


"Iya Bang, kita kan harus bantuin orang itu,kasihan ga ada yang lewat. Gimana kalau dia kenapa-napa?".Kaniya mencoba membujuk Abang supir.


"Tapi ini sudah magrib Mbak, biar aja.Nanti juga pasti akan ada yang nolongin orang yang didalam mobil itu."jawab Abang supir.


"Kalau Abang gak mau,biar aku aja.Nih Bang ongkosnya".Kaniya memberikan uang lima ribu rupiah sebagai ongkos.


Kaniya berlari menuju mobil yang kecelakaan itu,bagian depan mobil sudah penyok dan mengeluarkan asap yang semakin lama semakin menebal.


Dilihatnya dibalik kaca jendela mobil itu, seorang pemuda sudah berlumuran darah sambil memeluk kemudi.


Kaniya mencoba membuka pintu mobil,dengan sekuat tenaga dia mencoba namun tetap tidak terbuka. Akhirnya dia memutuskan untuk memecahkan kaca jendela mobil tersebut.


Akhirnya dia berhasil mengeluarkan korban dari dalam mobil.Walaupun Kaki pemuda itu terhimpit bagian Dasbord mobil.


"Mas,Mas,hey bangun".Kaniya mencoba menepuk-nepuk pipi pemuda itu.Namun pemuda itu tak kunjung sadar juga.


Hari sudah semakin malam, kendaraan yang lewat hanya kendaraan yang besar-besar.Kaniya mencoba membersihkan luka diwajah pemuda itu.wajahnya terkena pecahan kaca bagian depan mobil.Darahnya sangat banyak membuat Kaniya sedikit bergidik ngeri.


drrrrtttt... drrrrttttt


Terdengar suara getaran handpone dari saku jaket yang dipakai oleh pemuda itu.Kaniya merogoh saku jaket tersebut dan mengeluarkan sebuah handphone yang tak berhenti bergetar.


"Halo, assalammu'alaikum."Kaniya menjawab panggilan tersebut.


"Kamu siapa?kenapa kamu yang mengangkat ponsel anak saya? ".terdengar suara diseberang telepon.


"Maaf Bu,saya Kaniya. Sekarang anak Ibu sedang mengalami kecelakaan di jalan Paseban,dekat perkebunan karet Bu. "jawab Kaniya panik.

__ADS_1


"Apa!?,anak saya kecelakaan?! Radiiiittttttt😭😭😭".suara Ibu itu terdengar sangat histeris.


"Nak, tolong kamu share lokasinya.Ibu akan kirim ambulan kesana".jawab si Ibu.


"Iya Bu,disini memang sudah sepi kendaraan Bu,jadi saya belum bisa membawa anak Ibu ke rumah sakit."Kaniya mencoba menjelaskan ke Ibu itu.


"Baiklah, nanti kalau ambulan datang,tolong kamu ikut dulu ya kerumah sakit temani anak saya".pinta Ibu itu lagi.


"Baiklah Bu,saya akan mengantarnya kerumah sakit".jawab Kaniya lagi.


"Saya akan segera menelepon rumah sakit dulu agar segera mengirimkan ambulan,saya tutup dulu ya".suara Ibu itu masih panik.


"Iya, baik Bu".Kaniya pun menutup telepon itu.


Selang dua puluh lima menit kemudian,datanglah sebuah mobil ambulan.🚑


Kaniya segera membantu petugas ambulan itu untuk memindahkan korban yang ia ketahui bernama Radit kebrangkar yang akhirnya dilipat kakinya masuk kedalaman ambulan.


Sesuai dengan permintaan Ibu si korban tadi, Kaniya juga ikut masuk kedalam ambulan. Sedangkan mobil korban diurus oleh polisi yang juga sudah datang kelokasi kecelakaan itu karena sudah dihubungi oleh sopir truk yang melintas di jalan tersebut.


"Anakkuuuu... Radiiiiiitttt."teriaknya histeris saat tubuh Radit diturunkan dari ambulan.


"Anda Ibu korban?".tanya Kaniya.


"Iya,apa kamu mengenal Radit?.kamu pasti pacarnya ya? ".tanya Ibu itu.


"Maaf bu, saya...".belum sempat Kaniya meluruskan kesalah pahaman Ibu itu,dokter datang dan menghampiri sang Ibu untuk minta persetujuan operasi.Karena ternyata Bagian tungkai pemuda itu harus dipasang gips.


"Ibu tinggal dulu ya nak, kamu tunggu disini saja".kata Ibu itu kepada Kaniya yang dikiranya adalah pacar dari putranya.


Kaniya ingat bahwa dia belum sholat magrib, ia pun pergi kemusholah rumah sakit untuk membersihkan diri dan menunaikan sholat Magrib sekalian menunggu Isya, setelah sholat ia baru ingat belum menghubungi Ibunya dirumah.


"assalammu'alaikum Nak,kamu kok belum pulang? "tanya Ibu Mery Ibunya.

__ADS_1


"Kaniya sedang dirumah sakit Bu",jawabnya.


"Loh, kamu gak kenapa-napa 'kan?Siapa yang sakit ".tanya Ibunya lagi.


"Tadi Kaniya bantuin orang yang kecelakaan bu,jadi Kaniya ikut mengantarkan nya kerumah sakit."Jawab Kaniya bingung.


"Lah nanti kamu pulangnya bagaimana?,kan kalau malam gak ada angkutan umum lagi."Ibunya jadi makin khawatir.


"Iya,Kaniya juga bingung Bu,gimana ya? ".pikir Kaniya.


"Ya sudah,biar Ibu suruh Bapakmu yang jemput kamu. "


"Ga usah Bu,nanti bapak marah.Ibu tahu sendiri kan,suami Ibu itu ga pernah suka sama aku".Jawab Kaniya.


"Terus gimana dong sayang." Ibu juga ikut bingung.


Tiba-tiba Bu Sherly,Ibu dari korban yang bernama Radit itu datang menghampirinya yang sedang duduk didepan musholah rumah sakit.


"Kamu pulang kerumah Tante aja dulu.Deket sini kok.Kamu bisa mandi dan istirahat.Soal pakaian,pinjam sama adiknya Radit aja.Biar Tante yang nungguin Radit disini. "ujar wanita paruh baya itu.


"Gimana ya Bu? ,,,"Kaniya masih berfikir.Gak mungkin dapat angkutan juga untuk pulang kedesanya di jam segini.


"Ya sudah Bu,saya mau pulang kerumah Ibu." jawab Kaniya dengan sedikit ragu.


"Anto,kamu segera antar Nona ini kerumah saya.Bilang sama Bik Sumi untuk beresin kamar tamu untuk Nak, siapa...? "Bu Sherly lupa nanyain nama gadis itu.


"Kaniya Bu"jawab Kaniya sambil senyum manis.


"Iya, Nak Kaniya ".ujar Bu Sherly lagi kepada supirnya.


"Baik Bu".jawab pak Anto kemudian.


"Mari Nona."pak Anto mempersilahkan Kaniya untuk ikut dengannya.

__ADS_1


💚


__ADS_2