Kaniya Si Gadis Desa

Kaniya Si Gadis Desa
Welcome to London


__ADS_3

Akhirnya hari yang ditunggu datang juga.Hari ini Kaniya,Radit dan juga Oma akan berangkat ke London,Inggris.


Segala dokumen yang diperlukan sudah disiapkan oleh Tuan Marco,mereka berangkat ke Bandara di antar oleh mertua dan juga adiknya Radit saja, yaitu Rani.Sedangkan Bu Mery Ibunya Kaniya tidak bisa ikut mengantar.


Kaniya yang baru pertama kali ini akan pergi ke luar negri merasa agak gugup.Maklum saja,dia kan orang desa yang cuma tahu luar negri dari tv dan juga internet,apalagi sekarang sekalinya keluar negeri dia langsung ke negara Inggris.


Waktunya sudah tiba,ketiganya pun berpamitan dan salam-salaman.Radit meminta do'a restu kepada kedua orang tuanya untuk operasinya agar dilancarkan dan diberikan kesembuhan.


"Do'ain Radit ya Ma,Pa.Do'ain Radit supaya wajah dan kaki Radit bisa kembali seperti semula."😭Radit tak kuasa menahan buliran bening yang kini telah menetes di pipinya.


Suasananya berubah menjadi haru,Kaniya yang melihat air mata suaminya itu pun menjadi terenyuh tatkala Radit sungkem pada kedua orang tuanya dan mencium tangan Nyonya Sherly dengan begitu hikmad dan lamaaaa sekali, seolah tak ingin melepaskan genggaman tangan itu.


"Sudah...sudah,nanti kita terlambat masuk kedalam pesawat."kata Oma, meminta Radit untuk menyudahi acara pamitannya itu.


"Iya Nak,Mama akan selalu mendo'akan kamu sayang.Semoga ketika kamu pulang ke Indonesia nanti kamu sudah bisa pulih seperti sedia kala."kata Nyonya Sherly sambil memeluk putranya itu.


"Kamu juga Nak,jaga diri baik-baik disana,Mama titip Radit ya Nak."Kata Mama Sherly ke Kaniya.


"Iya,Insya Allah Ma.Kaniya pasti akan selalu menjaga Mas Radit."jawab Kaniya,membuat Radit langsung menoleh kearahnya.Radit kaget dengan apa yang Kaniya ucapkan barusan.


"Ayo kita berangkat."ajak Oma.


Dan akhirnya ketiganya pun sudah ada didalam pesawat.Penerbangan yang sangat panjang dan melelahkan,setelah tiga kali transit akhirnya pesawat itu mendarat juga di bandara Heathrow,London Inggris.



Setelah hampir 17 jam perjalanan,pesawat akhirnya mendarat dengan aman.

__ADS_1


Oma segera menghubungi asistennya untuk menjemputnya di Bandara Heathrow,sambil menunggu koper mereka yang dari bagasi,mereka bertiga mengisi perut dulu disalah satu resto yang ada didalam Bandara tersebut.


Setelah kenyang dan koper mereka sudah ada ditangan,ketiganya pun melangkah keluar dan ternyata asisten Oma sudah menunggu didekat mobil yang akan membawa mereka kerumah Oma disana.


Kaniya sangat takjub dengan desain gedung-gedung disana,sungguh indah menurutnya.Berbeda dengan gedung-gedung di Jakarta pada umumnya.



Oma memperkenalkan nama gedung-gedung yang ada disepanjang jalan yang mereka lalui.Kaniya sesekali mengeluarkan handphone nya untuk memotret.


"Dasar norak."kata Radit😛


"Biarin aku norak,dari pada kamu..."Kaniya tak menyelesaikan kata-katanya.


"Kenapa aku?,hekh!."Tanya Radit penasaran dengan kelanjutan kata-kata yang ingin diucapkan oleh Kaniya tadi.


"Auk ah gelap."Kaniya males ngeladenin Radit dan kembali fokus mengagumi keindahan kota London.


"Emang boleh?." tanya Kaniya balik.


"Lain waktu kan bisa,sekarang mending kita pulang dulu istirahat,besok kan kita harus kerumah sakit untuk menjumpai dokter yang akan mengobati Radit."ajak Oma.


"Ya udah deh Oma,lain waktu aja.Lagian kita kesini kan untuk mengobati sakitnya Radit."jawab Kaniya.


"Lah kok berubah lagi?."tanya Radit kaget.Rasanya baru sekitar 17 jam yang lalu kaniya memanggilnya Mas Radit,kok sekarang pake nama aja.


"Apanya sih yang berubah,gedungnya ya?kayak kamu udah pernah kesini aja."Kaniya salah paham.

__ADS_1


"Dasar...norak bin katro."kata Radit lagi sambil mencubit kedua pipi istrinya itu.


"Aduh,sakit tauuuu."Kaniya kaget dan balas mencubit pipi Radit.


"Hadewwww,bocah nakal dua ini.Sudah gede juga masih aja senang berantem.Ingat loh,kalian itu kan suami istri,seharusnya kalian itu romantisan dan penuh kasih sayang satu sama lain."nasehat Oma.


"Ya gitu dah Oma kalau menikahi gadis dibawah umur.Yang ada perang terus,belum dewasa sih."Radit menjelek-jelekkan Kaniya.


"Enak aja,aku ini udah 18 tahun lebih tau!!."Kaniya marah.Ingin sekali dipukulnya kepala Radit yang isinya fikiran buruk terus terhadapnya.


Padahal Radit memang sengaja menggoda Kaniya,dia gemes banget ketika melihat Kaniya mengeluarkan muka juteknya.


Mobil yang membawa mereka pun akhirnya tiba disebuah mansion yang sangat besar sekali.Mansion yang bergaya Eropa classic dengan ornamen patung-patung bayi yang sedang buang air kecil didinding pagar dan rumahnya.Sangat indah sekali.


Ternyata ini adalah rumah turun temurun dari keluarga besar oma.Oma yang asli keturunan Inggris mewarisi rumah itu dari orang tuanya,dan sekarang hanya Oma yang mengurus rumah ini.Apalagi suami Oma atau Opanya Radit sudah lama meninggal dunia.


Kaniya yang merasa capek dan gerah minta izin untuk mandi terlebih dahulu setelah Oma mengantarkan mereka kekamar yang biasa ditempati Radit kalau sedang berkunjung ke London.


"Aku mandi duluan ya?."tanya Kaniya ,nadanya lebih ke pemberitahuan.


Radit hanya menganggukan kepalanya.


Tak lama berselang,Kaniya keluar dari kamar mandi dengan baju you Can see(tali minim) membuat Radit tak berkedip memandangnya,sampai -sampai Radit menelan salivanya.


"Ngapain kamu ngelihatin aku seperti itu,hati-hati loh.Entar situ naksir lagi sama aku."kata Kaniya.


"Aku ini laki-laki normal,kalau gak mau dilihat ya gak usah pakai baju kayak model tenktop gitu."Radit beralasan.

__ADS_1


🤩🤩🤩


To be Continue....😘


__ADS_2