
Sebenarnya Papa Marco itu belum tertidur, ia hanya pura-pura tidur saja karena males kalau terus mendengar ocehan istrinya.
"Andai aja kamu tau Ma kalau sebentar lagi kita akan punya cucu, kita akan menjadi Oma dan juga Opa?!. " bathin Papa Marco.
******
Radit menyelimuti tubuh Kaniya setelah istrinya itu tertidur pulas.Sudah dua hari mereka tidak bersama,dan hari ini Radit sangat senang sekali karena akhirnya bisa menemukan istrinya.
Sekarang pandangan Radit berpindah ke sebuah dapur kecil disudut ruangan sebelah kamar mandi.Tiba-tiba timbul keinginan didalam otaknya untuk membuatkan semangkok bubur buat Kaniya.
Radit memeriksa isi lemari es mini, ternyata istrinya itu melakukan persiapan yang cukup dalam pelariannya.Yang pasti dia tidak akan kelaparan, jelaslah Kaniya kan memang hobi masak.Sudah pasti dia tidak akan kekurangan makan.
Kali ini pertama kalinya Radit memasak bubur dari beras, ia menonton di aplikasi YT untuk melancarkan aksi memasaknya.Bubur dengan topping suwiran ayam pun jadi juga.Wanginya sih sudah tidak dapat diragukan lagi,harum bawang goreng yang berpadu dengan ayam goreng memenuhi seisi ruangan kamar kost Kaniya.
Mencium aroma itu, membuat Kaniya terbangun dari tidurnya.
"Kamu bikin apa Mas?. " tanyanya ketika ia tiba didekat dapur dimana suaminya itu sedang memasak.
"Aku lagi bikinin kamu bubur, ini sudah jadi. Tinggal di wadahi mangkok aja. " ujar Radit dengan wajah senangnya.
"Apa kamu yakin itu bisa dimakan?. "Kaniya sepertinya ragu dengan rasanya.
"Yakin dong, aku kan masaknya sambil lihat YT. "
Seketika Kaniya melihat seisi dapurnya yang kecil itu,begitu banyak sekali mangkok kecil yang Radit gunakan, sudah seperti tutorial masak memasak.Mata Kaniya melotot tajam, rasanya ingin teriak sekencengnya karena melihat semuanya berantakan.
"Aduh...." Kaniya mendadak pusing.
Buru-buru Radit menaruh mangkok bubur yang ia pegang di atas meja kecil yang ada didekat sofa.
"Ada apa honey?, apa ada yang sakit?. " tanya Radit khawatir.
"Kepala aku tiba-tiba pusing banget Mas. " jawab Kaniya.
"Ya sudah, kamu duduk dulu ya. Biar aku yang suapin kamu makan,ingat kata dokter.. kamu harus banyak makan. " ujar Radit.
"Emmm." Kaniya hanya mengangguk saja.
Tenaganya sudah habis walau cuma untuk sekedar berdebat dengan Radit.Ia lebih memilih diam dan menuruti apa kata suaminya,urusan dapur yang berantakan itu urusan nanti. Yang terpenting sekarang ada suaminya yang akan selalu menjaganya.
__ADS_1
Dengan lembut Radit menyuapi istrinya,Kaniya juga membuka mulutnya lebar-lebar ketika sendok yang disuapkan oleh Radit mulai minta masuk kedalam mulutnya.
"Aaaa.... "
"Bagaimana honey?, enak gak bubur nya?. " tanya Radit.
"Enak kok Mas, pandai juga ternyata kamu masaknya. " puji Kaniya.Bukannya gombal atau pura-pura keenakan, tapi buburnya memang benar-benar enak banget.Itu yang Kaniya rasakan.
"Yang benar honey?,wah aku jadi pengen nyicipin juga. " Radit pun Menyendokkan bubur itu ke mulutnya sendiri.
Bagaikan tak percaya, rasa bubur itu ternyata tidak enak sama sekali, baunya saja yang harum semerbak, tapi rasanya keasinan.Kedua mata Radit terpejam menahan getirnya rasa asin yang menyengat lidahnya.
š
"Honey, berhenti makan bubur ini! . Biar aku pesan makanan online saja ya? . Ini gak enak, asin banget. " ujar Radit sambil menarik mangkok bubur dari tangan Kaniya.
"Enak kok Mas,sini biar aku makan sendiri.Pasti kamu mau ngabisin buburnya sendiri 'kan??, katanya masakin buat aku?. " Kaniya jadi cemberut.
"Serius, kamu mau ngabisin bubur ini?. " eh Radit malah bertanya.
"Iya lah Mas, ini enak banget. Bubur ayam di restoran mah kalah sama bubur ayam buatan kamu ini Mas. " ujar Kaniya.
Radit sampai tak tau harus berkata apa, berulang kali sudah ia jelaskan kalau bubur itu rasanya asin banget, tapi entah kenapa Kaniya memakannya dengan sangat lahap tanpa meringis sedikitpun.
"Terimakasih ya Mas?. " ucapnya.
"Untuk apa terimakasih nya?.".
" Ya untuk bubur bikinan kamu, enak banget. Aku jadi kenyang." ucap Kaniya sambil mengusap-usap perutnya.
"Apa ini bawaan jabang bayi?. " pikir Radit sambil melihat tingkah pola istrinya yang aneh itu.
****
"Apa kamu gak mau mandi Mas?, badan kamu bau banget.Aku mual kalau dekat kamu." ujar Kaniya.
"What???, seorang Raditya Prawira dibilang bau??! . "
Meskipun dia belum mandi seharian, biasanya ia tetap wangi karena parfum yang ia pakai limited edition.
__ADS_1
"Masa sih honey aku bau?. " Radit mengendus-endus keteknya sendiri.
"Mmm." Kaniya mengangguk sambil menutupi hidungnya.
"Ya udah aku mandi dulu kalau begitu. "
"Buruan sanaaaa. "
"Iyaaa."
Selang lima belas menit kemudian,Radit sudah keluar dengan handuk yang melilit di pinggangnya.Kaniya terpesona melihat tampilan suaminya yang seperti itu, sudah lama rasanya ia tidak menyentuh perut sixpack itu.Jujur saja Kaniya rindu sekali.
Radit tau kalau istrinya itu sedang memperhatikannya dari tadi, ia pun sengaja berlama-lama berpose didepan cermin lemari dengan tubuh yang hanya berbalut sehelai handuk.Tujuannya sudah tentu untuk menggoda istrinya itu,walaupun baru dua hari tiga malam mereka tidak bersama, tapi rasanya kalau untuk urusan Ran*ang mereka sudah lama tidak melakukannya.
"Honey." panggil Radit.
"Iya Mas?. " Kaniya tersentak saat suaminya itu memanggilnya.
"Aku pakai baju apa?,kan kamu bilang baju aku bau keringat. " tanya Radit.
"Eee, baju apa ya Mas???, semua bajuku ukurannya tidak cukup buat badan kamu yang besar itu,apalagi celananya.Gimana kalo kita pesan online saja, cari olshop yang dekat-dekat sini. " usul Kaniya.
"Ya sudahlah,biar aku gak usah pakai baju aja.Toh ada kamu juga yang akan menghangatkan aku. " Radit malah berbaring disebelah istrinya tanpa malu.Baginya untuk apa malu lagi, toh mereka memang suami istri yang sah dimata hukum dan agama.
Perlahan tapi pasti,Radit mulai melancarkan aksinya. Ia mendekat ketubuh Kaniya untuk mencari kehangatan,memasukkan tubuhnya kedalam selimut Kaniya dan memeluk istrinya itu dengan eratnya.
"Mas,kamu mau ngapain??. ingat loh aku ini sedang hamil muda,kamu jangan macam-macam.Harus bisa nahan diri. "ujar Kaniya.
" Tapiiiii,aku kangen. Pengen... "
"Gak bisa Mas,aku gak mau dia sampai kenapa-napa.Tunggu sampai trimester kedua aja. " pinta Kaniya.
"Pelan-pelan kok. " bujuk Radit.
"Gak bisa Mas,aku gak mau ambil resiko untuk urusan yang satu ini. " tolak Kaniya secara halus.
"Nanti aku Masakin lagi bubur yang kayak tadi. " Radit melancarkan rayuan mautnya.
"Bubur ayam kayak tadi???, mau Mas ,aku mau. " ujar Kaniya kemudian.
__ADS_1
Matanya berbinar, mengangguk kesenangan.
"Hanya karena bubur??? kamu mau???. wah untung tadi aku masakin.Jadi kan bisa ada senjata untuk mmembujuk kamu honey. " Bathin Radit dengan senyuman Smirk di sudut bibirnya.