
Pagi-pagi sekali, Kaniya sudah bersiap akan pergi dari rumah itu.Dia kembali memakai pakaiannya yang ia pakai kemarin.Setelah merapikan tempat tidur seperti semula, Kaniya beranjak keluar dari kamar tamu yang ia tempati semalam.
Bik Sumi terlihat sedang sibuk mengepel lantai.
"Eh,Non Kaniya sudah rapi.Mau kemana bawa-bawa tas sepagi ini?".tanya Bik Sumi.
"Saya mau pamit Bik,mau kerja.Hari ini saya sift pagi."jawab Kaniya dengan senyuman😊.
"Tapi udah ngabarin Nyonya belum, Non?."tanya bik Sumi lagi.Dia takut kalau nanti Nyonyanya nyariin Kaniya.
"Belum Bik,saya kan gak punya nomornya."
"Biar saya yang teleponkan Non".Bik Sumi pun mengambil HP dan menelepon majikannya.
📲"""""""""
"Iya Bik,ada apa?."jawab suara di HP itu.
"Anu Nyonya,Non Kaniya mau pamit pergi."jawab Bik Sumi.
"Suruh tunggu sebentar ya,nanti saya akan pulang kerumah sebentar lagi.Saya juga mau ambil pakaian ganti dan Tuan juga akan segera pulang kerumah sama Rani."ujar majikannya itu.
Bu sherly menyuruh bik Sumi sedikit menjauh dari Kaniya,ada hal rahasia yang mau dia bicarakan antara majikan dan pembantu.
"Oo, baiklah nyonya kalau begitu." jawab Bik Sumi.
Lalu bik Sumi pun memberitahukan hal itu kepada Kaniya.
"Kata Nyonya,Non diminta untuk tunggu sampai Nyonya sama Tuan pulang dulu."ujar Bik Sumi.
"Tapi Bik,saya gak bisa nunggu lagi,karena harus segera berangkat kerja.kalau gak nanti saya bisa dipecat sama yang punya toko."jawab Kaniya, wajahnya terlihat cemas.
__ADS_1
"Tenang aja Non,nanti kalau dipecat pasti Nyonya bakal tanggung jawab."jelas Bik Sumi
lagi.
"Maksudnya,tanggung jawab gimana ya Bik?"Kaniya masih gak ngerti apa maksudnya.
"Pokoknya Non tenang aja ya,aman kok.O ya Non,ayo kita sarapan dulu".ajak Bik Sumi kepada Kaniya yang masih bengong gak ngerti apa maksud dari perkataan Bik Sumi tadi.
"Saya telepon teman saya dulu deh Bik kalau begitu,mau kasih kabar kalau hari ini saya datangnya terlambat. " ujar Kaniya.
"Ya ,silahkan Non ."Bik Sumi masih setia menunggu Kaniya selesai menelepon.
Selesai menelepon temannya,Kaniya pun ikut Bik Sumi ke dapur.Bik Sumi yang mendapat kabar bahwa Nyonya dan Tuan serta Nonanya akan kembali kerumah, disibukkan dengan memasak makanan-makanan yang lezat sesuai intruksi dari Nyonya nya tadi di telepon.
"Biar saya bantu ya Bik".Tanpa diminta Kaniya sudah mengambil pisau untuk memotong sayuran.
"Walah Non Kaniya, kok repot-repot sih bantuin saya, biar Bibik aja.Ini kan sudah tugas bibik."Bik Sumi jadi gak enak.
"Non Kaniya ini baik sekali ya,kalau saya punya anak laki-laki,pasti saya jadiin mantu😁😁".puji Bik Sumi.
"Bibik bisa aja,saya kan jadi ge- er".Kaniya berseloroh.
Bik Sumi hanya memperhatikan Kaniya dalam-dalam.
" *P*antas aja nyonya langsung suka,anak ini orangnya sopan, baik, cantik lagi."batin Bik Sumi.
🕙Beberapa jam kemudian
Sebuah mobil sedan memasuki pekarangan rumah tersebut.Turunlah seorang Bapak-Bapak yang berpakaian rapi, rambutnya kelimis dan seorang gadis cantik berambut panjang berwarna cokelat.
"Bik... Bik..."seru lelaki itu, yang ternyata adalah majikan Bik Sumi.
__ADS_1
"Iya Tuan."Bik Sumi segera menghampiri majikannya itu.
"Tolong turunkan koper dan oleh-oleh yang ada dibagasi belakang,nanti bawakan masuk kedalam ya."perintah sang majikan.
"Baik Tuan."Bik Sumi pun segera mengerjakan apa yang diperintahkan oleh Tuannya.
Sementara Kaniya yang bingung mau ngapain ikut menghampiri Bik Sumi dengan bermaksud menolongnya.
Namun langkahnya terhenti saat gadis berambut cokelat itu hampir bertabrakan dengannya.
"Kamu siapa?,kenapa ada dirumah saya?."tanya gadis itu ketus.
"Eeee,Kenalin saya Kaniya Mbak,"jawab Kaniya seraya mengulurkan tangan kanannya ingin mengajak berkenalan.
"Kaniya???".tanya gadis yang memperhatikannya dari ujung rambut sampai ujung kaki.
"Iya Mbak,Mbak ini pasti namanya Mbak Rani kan?adiknya Mas Radit".tebak Kaniya.
"Kamu kenal Kak Radit?, sejak kapan? ".tanya gadis itu dengan kening yang mengernyit.
"Gak juga,kebetulan kemarin saya yang membawa Kakak anda kerumah sakit waktu dia kecelakaan."jawab Kaniya
"Oo, jadi kamu orang yang dibilang Mama itu.not bad".Ucap Rani lirih sambil mengibaskan tangannya dan berlalu masuk kedalaman rumah.
Sikap angkuhnya sangatlah kentara. Mungkin karena dia anak orang kaya kali ya,Kaniya hanya bisa mengelus dada perlahan untuk meredakan nervous nya.
Kaniya pun segera melanjutkan niatnya untuk membantu Bik Sumi membereskan oleh-oleh dan barang bawaan majikannya.
*******
Bersambung..........😘
__ADS_1