Kaniya Si Gadis Desa

Kaniya Si Gadis Desa
Hari H


__ADS_3

Hari pun berganti hari,Radit dan Kaniya sudah bersiap menuju ke gedung tempat acara akad nikah Rani dan Marcel akan di laksanakan pada hari ini,Rani juga sedang dirias di ruangan khusus di gedung itu.


Meskipun wajahnya jadi semakin cantik,tapi raut wajah itu nampak muram.Tak ada cahaya kebahagiaan disana,yang ada malah wajahnya penuh duka nestapa.


Lamunan Rani kembali terbayang saat kemaren Marcel mengajaknya membeli cincin kawin sepulang mereka dari mendaftarkan dokumen pernikahan ke KUA.


Sepanjang perjalanan, Marcel terus berusaha untuk mendekati dirinya.Laki-laki itu berusaha semaksimal mungkin untuk membuat dirinya terkesan.


Selama dijalan pun Marcel terus menggenggam tangannya, meskipun selalu ia tolak,tapi pria itu terus saja berusaha menggenggam tangan kanannya dengan tangan kirinya.


Rani sama sekali tak menanggapi nya,apalagi tergugah.Ia sangat muak melihat wajah laki-laki yang sudah menodai dirinya itu.Andai saja tak memikirkan tentang kesehatan sang Papa yang sangat mendukung pernikahan ini, Rani tidak akan mungkin bersedia berada di tempat ini.


"Pengantin pria nya sudah datang,beliau ingin berbicara dengan Anda Nona."ujar seorang pelayan dari WO yang di sewa oleh calon mertuanya.


Ucapan pelayan itu seketika menyadarkan Rani dari lamunan panjangnya.


" Untuk apalagi dia ingin berbicara denganku, apa masih kurang pengorbanan yang aku buat untuk pernikahan ini?. "batin Sheila.


" Tolong bilang sama dia kalau saya tidak bisa bertemu dengannya sampai akad nikahnya selesai. "ujar Rani.


" Oke Nona."sahut pelayan dari pihak Wedding Organizer itu.

__ADS_1


"Tunggu!. " Rani menghentikan langkah pelayan itu.


"Ia Nona, ada apa?.Apa masih ada yang mau disampaikan?."tanya pelayan itu.


"Bilang sama dia,jangan terlalu berharap dengan pernikahan ini!.Soalnya saya tidak sudi lama-lama menikah dengannya,saya juga tidak yakin dengan pernikahan ini." ujar Rani.


Tanpa sepengetahuan Rani yang memang tak menghadap ke pintu,Marcel sudah masuk ke ruangan rias itu dan ia meminta orang-orang yang berada di sana untuk segera pergi tanpa suara dengan menaruh jari telunjuk di bibirnya dan memberi kode agar mereka segera keluar.


Saat ini Rani memang berada di ruangan yang tersendiri, Mama dan Papanya kini sedang berada di ruangan yang berbeda, begitu juga dengan Radit dan Kaniya yang baru saja tiba di gedung itu.Mereka mendapatkan ruangan khusus untuk mereka berdua.


"Kamu cantik sekali calon istriku. " bisik Marcel di telinga Rani.Sehingga membuat Rani jadi merinding sekaligus terkejut di buatnya.


"Sedang apa kamu di sini!?, sana pergi!.''ketus Rani.


Laki-laki itu seolah tidak peduli kalau wanita dihadapannya menolak bahkan tidak menggubrisnya sama sekali.


Marcel meraih tangan Rani dan laki-laki itu mengecup kedua punggung tangan itu sambil berkata." Walaupun kamu tidak dan belum mencintai aku,tapi aku rasa... aku sudah mulai mencintai dirimu. "


Rani yang sedari tadi hanya memalingkan mukanya ke arah berbeda seketika menoleh ke arah Marcel yang kini berjongkok di hadapannya sambil memengang kedua tangannya dan menatap dirinya.Mata keduanya bertemu sepersekian detik sampai akhirnya Rani segera memutus kontak itu.


Sungguh ia tidak ingin terlena dengan kata-kata dari laki-laki bajingan itu.Seenaknya saja merusak hidupnya dan kini berlutut menyatakan cinta.Dirinya tak semudah itu!, nafas Rani semakin memburu.Ia berdiri dari duduknya dan berjalan ke arah pintu lalu membukanya.

__ADS_1


"Silahkan Anda keluar!jangan sampai aku berubah pikiran dan membatalkan pernikahan ini!. " bentak Rani kepada calon suaminya itu.


Marcel pun berdiri,laki-laki yang sudah terlihat tampan dengan menggunakan jas pengantin berwarna hitam dan kemeja putih itu berjalan menghampiri Rani di dekat pintu.


"Baiklah, aku akan keluar.Tapi setelah kita menikah nanti, aku akan pastikan kalau kita akan selalu bersama dan kita akan menjalani kehidupan pernikahan seperti yang lain pada umumnya." ujar Marcel lagi.


"Terserah!,kamu pikir aku peduli?!. " ketus Rani.


"Kamu tahu?,semakin kamu bersikap seperti ini,semakin membuat aku penasaran dan ingin memilikimu lagi dan lagi. " tambah Marcel.


Rani kembali membuka pintu itu lebar-lebar,namun Marcel malah mencium bibirnya dengan sengaja secara tiba-tiba. Tentu saja Rani terkesiap dan tidak bisa menghindari nya.Apalagi Marcel sengaja memeluknya dengan sangat erat.


"Hmmftp." nafas Rani tercekat karena bungkaman yang dilakukan bibir Marcel.Beberapa menit kemudian Marcel melepas tautan bibir nya dengan bibir Rani.


Rani sedikit terbuai tadi, awalnya ia menolak,tapi lama-lama ciuman itu semakin dalam dan membuatnya teringat akan kejadian itu antara dirinya dan juga Marcel didalam kamari kost tempat ia disekap oleh laki-laki itu.


"Aku rasa cukup segini dulu, nanti kita sambung lagi setelah akadnya usai,bagaimana?." ujar laki-laki itu tanpa ada rasa berdosa sama sekali.


Rani hanya bisa memegangi bibirnya yang terasa kelu,ia tak menyangka kalau Marcel akan bertindak nekad seperti itu.


Marcel pun keluar dari ruangan Rani, ia memberikan uang tip kepada dua orang MUA yang bertugas merias Rani yang berdiri diluar seraya berkata" Tolong benarkan lipstik calon istriku, aku ingin kalian membuatnya semakin bertambah cantik. "ujar Marcel.

__ADS_1


Kedua orang MUA itulah hanya bisa mengangguk pelan, tatapan tajam pria itu membuat mereka takut.


"Baik Tuan. " jawab mereka.


__ADS_2