Kaniya Si Gadis Desa

Kaniya Si Gadis Desa
Pengantin Baru Ribut Melulu


__ADS_3

Setelah drama dikamar mandi selesai,Kaniya mendorong kursi roda Radit keluar dari sana.


"Apa kamu bisa ganti baju sendiri?."tanya Kaniya.


"Nanti aku coba,kamu cukup ambilkan saja baju gantiku."pinta Radit.


"Mau baju yang bagaimana,kaos atau piyama?."tanya Kaniya lagi.


"Piyama aja deh,udah sore juga.Lagian repot kan kalau aku harus ganti baju terus.Entar kamu cari-cari kesempatan lagi buat lihatin body aku yang macho."ujar Radit kepedean.


"Ha🙄🙄,yang benar saja.Sorry yee,aku gak minat tuh!."Jawab Kaniya ketus.


"Amit-amit dah nih orang."gumam Kaniya.


Kaniya pun mencarikan piyama yang diinginkan Radit dan ditaruhnya diatas tempat tidur.


"Mana CD dan kaos dalamnya?."tanya Radit.Dia sengaja membuat Kaniya kesal.


"Kenapa gak cari sendiri aja sih kalau yang itu,bisa sial nanti aku kalau menyentuhnya."jawab Kaniya,tapi sambil melangkah malas ia tetap mecarikan apa yang diminta Radit.


"Mau yang warna apa CD nya?, entar aku pilihin gak suka pula."Kaniya balik nanya.


"Terserah,lagian warna CD ku cuma ada dua.Kalau gak biru ya hitam."jawab Radit.


"Nih warna biru,sesuai tuh dengan piyamanya.Kalau gitu aku keluar dulu,kamu pakailah bajunya."Kata Kaniya sambil beranjak akan keluar kamar.


Namun Tangannya ditahan oleh Radit


"Siapa bilang kamu boleh pergi?."kata Radit.


"Loh,kan kamu bisa ganti baju sendiri.Lagian yang sakit kan kaki kamu bukan tangan kamu."Jawab Kaniya bingung dengan kemauan suaminya itu.


"Bantu dulu aku pindah ke ranjang,biar nanti sekalian aku mau rebahan kalau selesai ganti baju.Aku kan capek duduk dikursi roda terus sepanjang hari,pegel tau."Radit mengeluh.


"Benar juga,pasti pegal banget kalau kelamaan duduk."fikir Kaniya.


"Ya udah,sini aku bantuin."Kaniya mencoba memapah Radit.Saat Radit akan berdiri....tiba-tiba kursi roda itu rodanya bergerak sendiri karena tuasnya tidak di lock dan akhirnya tubuh Radit terdorong dan menimpa tubuh Kaniya tepat jatuhnya keatas tempat tidur😅.


"Ih,kamu apa-apaan sih?!".Kaniya mendorong tubuh Radit kearah samping dan Radit pun jatuh kesampingnya.

__ADS_1


"Kamu kali yang apa-apaan,aku ini kan pasien.Harusnya kamu itu pegang yang kuat dong aku nya."Radit malah balik marah.


"Yee salah sendiri kamu punya badan berat banget.Berat dosa deh kayaknya."tukas Kaniya.


"Apa kamu bilang,yang ada kamu itu yang terlalu kerempeng."Jawab Radit ketus.


"Nih cewek ya,nyolot terus dibilangin.Ingat aku ini suami kamu,jadi kamu sebagai istri harus nurut apa kata suami."Radit mulai keluar tanduk menghadapi istrinya itu.


"Bawa-bawa kata suami,baru jadi suami aja udah gayanya minta ampun."kata Kaniya sewot dan pergi meninggalkan Radit sendirian dikamar.


Kaniya pergi kedapur,disana sudah ada Bik Sumi dan Nyonya Sherly yang sedang memasak.


"Biar saya bantu Bu."sapa Kaniya ke Ibu mertuanya itu.


"Kok manggilnya Ibu sih,mulai sekarang kamu harus panggil saya Mama,sama kayak Radit."jawab Nyonya Sherly.


"Baik Ma,emmmm Mama lagi masak apa?."tanya Kaniya.


"Ini lagi masak pindang tulang iga sapi,kesukaannya Radit dan Papa juga."jawab Mama Sherly.


"Kaniya bantu motongi iga sapi nya ya Ma."tawarnya.


"Iya,Ma."jawab Kaniya sambil siap-siap memotong.


*


*


*


Akhirnya semua masakan siap dihidangkan dimeja makan.Ada pindang tulang iga sapi khas Palembang,ada juga sambal terasi mangga muda,lalapan,sayur asem,dan buah-buahan.Sayur asem dan sambal terasi Kaniya yang memasaknya sendiri tanpa bantuan Mama Sherly.😋😋


"Sekarang udah siap semuanya,ayo panggillah suamimu sana kita makan bareng.Biar Mama yang panggil Papa sama Oma,dan bik Sumi yang panggil Rani."ujar Mama Sherly.


"Baik ,Ma."Kaniya pun berlalu kekamarnya untuk memanggil Radit.


Ternyata Radit sedang tidur dikamar dengan posisi telentang.


"Hey,Tuan Raditya yang terhormat,makanan sudah siap."ujar Kaniya pelan.

__ADS_1


Tapi Radit tak bergeming,dia masih pada posisinya.


"Tidur kok sore-sore gini sih,gimana mau sembuh.Tidur sore kan kurang bagus untuk kesehatan."ujar Kaniya lagi.


Tapi Radit masih tetap terlelap,mungkin dia kecapean banget sampai tidurnya sepulas itu.


Dengan iseng Kaniya mengkelitiki kaki Radit,suami yang 8 tahun lebih tua darinya.


"Hey,geli tau!,kenapa sih iseng banget.Ganggu orang tidur aja."Radit terbangun.


"Dipanggil Mama tuh,sudah waktunya makan malam."jawab Kaniya.


Radit malah memeluk guling dan berbalik tidur lagi.


"Ya ampun,kayak bayi gede aja.Cepat bangun,ayo aku bantu kekursi roda.Apa kamu lupa kalau Oma masih ada disini,nanti kamu ditanyain Oma loh."Kaniya mencoba menyuruh Radit bangun.


"Selalu alasannya Oma,Oma ini,Oma itu.Aku merasa tidak memiliki hidupku sendiri,semua diatur oleh Mama,Papa,dan Oma.Ehhh sekarang kamu juga ikut-ikutan mengatur hidupku."gerutu Radit yang mulai duduk ditempat tidur.


Kaniya tersentak dengan kata-kata Radit itu,benar juga fikirnya apa yang Radit bilang barusan.


"Kok malah bengong sih!.Ayo bantu aku kekursi roda."pinta Radit jumawa.


"Iya..iya,sebentar."Kaniya mendekatkan kursi roda itu ketepi ranjang dan membantu Radit untuk pindah duduk.


Mereka pun tiba dimeja makan,disana sudah ada Oma dan juga semuanya.


"Ehem..ehem.. penganten baru,sore-sore udah betah aja dikamar."Rani berseloroh,ia menggoda Kakak dan Kakak iparnya itu.


"Diem loh,makan aja napa.Gak usah nyampurin urusan orang."Ujar Radit sambil mendelik kearah adiknya itu.


Kaniya hanya geleng-geleng kepala melihat tingkah kekanakan kakak beradik itu.Dia menyiapkan nasi dan lauk kepiring Radit,dan Radit diam-diam memperhatikan istrinya itu.Tercium harum rambut Kaniya dengan aroma shampo berbau mint saat Kaniya berdiri disampingnya sambil menyendokkan lauk ke piringnya.


Ada menyusup rasa kagum didadanya,fikirannya tiba-tiba tergambar diwajahnya dengan sebuah senyuman.


"😊☺"senyum Radit,ketika hatinya senang ada yang perhatian dengannya.


"Jangan dilihatin terus dong Kak,Kak Kaniya nya.Entar juga kan bisa berduaan tuh dikamar. "ledek Rani adiknya.


Radit yang merasa kepergok,langsung mengalihkan pandangannya ke piring dan mulai makan.

__ADS_1


__ADS_2