
Kaniya baru saja tiba disebuah rumah yang sangat besar bergaya minimalis,disampingnya terdapat kolam renang yang sangat luas.
"Silahkan masuk Non,"sapa Bik Sumi.
"Terimakasih Bik".jawab Kaniya,ia pun mengikuti langkah bik Sumi yang menuntunnya kesebuah kamar yang terletak dilantai satu.Kamar itu cukup besar dan perabotannya juga mewah.
"Silahkan Non,ini kamar Nona yang tadi sudah Bibik siapin."ujar Bik Sumi.
"Iya,makasih ya Bik."Kaniya hanya menurut saja,dia masih canggung untuk tidur dirumah orang asing yang baru dia kenal.Dia bahkan tak berani untuk menyentuh perabotannya.
"Kalau Non mau mandi,itu kamar mandinya,dan baju untuk ganti udah Bibik siapin di lemari itu. "tunjuk Bik Sumi kesebuah lemari besar disudut ruangan.Lemari itu memang biasanya gak diisi apapun kecuali handuk,mukenah, sarung, peci,sajadah dan bathrob(baju kimono mandi) untuk tamu yang akan menginap.Misalnya saudaranya Bu Sherly atau saudara dari suaminya.
"Wah,makasih ya Bik.Maaf sudah merepotkan Bibik".Kaniya jadi gak enak hati.
"Tidak merepotkan kok Non, ngomong-ngomong Non ini siapa namanya?"tanya Bik Sumi.
"Nama saya Kaniya Bik,tadi saya yang ngabarin kalau anaknya majikan Bibik kecelakaan,karena tadi saya ikut ambulan yang jemput korban kerumah sakit,jadi saya kemalaman untuk pulang kedesa saya.Makanya disuruh majikan Bibik untuk nginap disini saja."Kaniya menceritakan kronologinya yang dia alami hari ini.
"Oo gitu toh Non,saya tadi ngiranya Non ini adalah pacarnya Den Radit ".Bik Sumi juga salah sangka.
Setelah Bik Sumi pergi kedapur untuk mempersiapkan makan malam.Kaniya mencoba membuka pintu kamar mandi yang ada diruangan itu.Dilihatnya ada sebuah Bathtub dengan alat pengaturan air panas,hangat,dan dingin.Juga ada sebuah Shower.
Akhirnya ia memilih mandi dengan menggunakan shower,lebih simpel menurutnya.Kalau dirumahnya ia cuma pakai gayung loveš.
Selesai mandi,Kaniya memakai handuk yang dililitkan sampai kedadanya.Membuka lemari yang tadi ditunjukkan oleh bik Sumi.
__ADS_1
Dilihatnya ada tiga setel pakaian disana, baju tidur piyama,baju kaos dan celana jeans,dan juga baju kemeja wanita yang bawahannya rok berbahan kain.
Kaniya memilih baju tidur saja,sementara pakaian dalamnya ia memakai punyanya yang dipakainya dari rumah.Segera dipakainya baju itu yang berupa setelan piyama lengan pendek dan celana panjang.
tok.... tok... tok...
Terdengar suara pintu diketuk,Kaniya pun membukanya.
"Eh Bibik rupanya".
"Makanannya udah siap Non,ayo makan dulu.Pesan Nyonya tadi Non harus makan malam,kalau tidak nanti saya yang dimarahin. "bujuk Bik Sumi.
"Masa sih Bik sampai dimarahin,kayaknya majikan Bibik orangnya baik loh".jawab Kaniya gak percaya.
"Kok sepi Bik,apa gak ada orang lain dirumah ini?".tanya Kaniya.
"Sebenarnya ada satu lagi anak majikan saya, namanya Non Rani. "jawab bik sumi.
"Sekarang Non Rani nya dimana Bik,kok gak kelihatan ?. " tanya Kaniya.
"Dia lagi ikut Tuan keluar kota,untuk menghadiri acara pernikahan keponakan Tuan.Karena Nyonya ada jadwal arisan kemaren jadi Nyonya gak bisa ikut."jelas Bik Sumi.
" Oo gitu ya Bik."Kaniya manggut-manggut mendengarkan cerita Bik Sumi. ternyata Bik Sumi orangnya asyik juga kalau diajak bicara.
Setelah selesai makan,Kaniya mencuci sendiri bekas piringnya diwastafel dapur.Bik Sumi sudah melarangnya,tapi dia tetap mau mencucinya sendiri karena gak enak sama Bik Sumi,juga karena dia sudah terbiasa melakukan hal itu dirumahnya sejak kecil.
__ADS_1
Besar sekali rumah ini, sangat berbeda dengan rumahku dikampung yang bahkan gak sampai setengahnya.Gumam Kaniya.
"Kalau begitu,saya pamit kekamar dulu ya Bik. Soalnya besok saya juga harus kerja. "Kaniya pamit kekamar.
"Iya Non,silahkan kalau mau istirahat."sahut Bik Sumi.
"Gak usah panggil saya Non dong Bik,panggil Kaniya aja."Kaniya yang merasa bukan siapa-siapa,lagi-lagi gak enak hati sama Bik Sumi.Kaniya merasa gak pantas dengan sebutan itu.
Dilangkahkannya kakinya kembali memasuki kamar tamu yang tadi ia tempati.Ia berjalan menuju kesebuah kasur springbed berukuran king size dengan desain mewah.
"Kapan ya aku bisa beli tempat tidur kayak gini? "gumam Kaniya.
"Aduh,mimpi kamu ini Kaniya."Kaniya mengetok keningnya sendiri agar tersadar dari mimpi yang gak mungkin tercapai menurutnya.
Berulang kali matanya terpejam dan terbuka, terpejam dan terbuka lagi,akhirnya dia bisa tidur juga. Sebelum tidur tadi dia tak lupa menghubungi Ibunya lagi untuk minta izin buat menginap dirumah orang yang ia tolong.Walaupun orang yang tadi ia tolong entah bagaimana keadaannya sekarang ia pun gak tahu.Dia hanya berharap bahwa Radit bisa segera pulih dan sehat kembali.
Entah kenapa,walau baru sekali bertemu dengan keluarga ini perasaannya seperti sudah pernah mengenal lama.
Kaniya merasa pernah melihat rumah ini didalam mimpinya.
šš¤to be continue...š
Ditunggu ya kelanjutannya***....
Happy Reading.......
__ADS_1