Kaniya Si Gadis Desa

Kaniya Si Gadis Desa
Mencari Dan Terus Mencari


__ADS_3

Sudah dua hari Radit tidak bertemu dengan istrinya, pencarian oleh anak buahnya pun belum juga menemukan titik terang. Rasanya rasa frustasi Radit sudah diubun-ubun.


Sang Mama menyarankan agar Radit segera melaporkan kehilangan istrinya ke kantor Polisi agar Kaniya bisa segera ditemukan.


"Lama-lama Mama gedeg juga lihat kelakuan istrimu itu Dit, kenapa sekarang Kaniya bisa jadi berubah seperti ini ya?.Dulu dia itu gadis yang penurut.Mama jadi heran deh, kok dimarahin gitu aja sampai kabur dari rumah, berhari-hari lagi!. " ketus Mama Sherly.


"Mama, sudah lah Ma. Kasihan Radit, Mama suka gak mikirin perasaan orang sih kalau ngomong asal jeplak aja. " ujar Papa Marco sambil mengusap bahu istrinya yang terlanjur emosi.


Radit hanya menundukkan kepalanya sesaat, lalu beranjak dari sana. Ia menuju ke kamarnya dan langsung meraih jaketnya dan juga kunci mobil serta dompetnya.


Tak berapa lama, ia kembali menuruni anak tangga dan langsung menuju ke garasi, tanpa melihat lagi kearah Mama nya yang sedari tadi berteriak kepadanya "MAU KEMANA KAMU RADIT?!. "


"Pa, Mama khawatir deh sama anak itu. Nanti dia kebut-kebutan lagi kayak dulu dan Mama takut kecelakaan itu terulang lagi. Ayo Pa kamu kejar dia, cegah agar jangan pergi. Suruh Pak Anto aja yang supirin dia,dia kan lagi emosi. " pinta Mama Sherly khawatir.


"Mama sih,Radit seperti itu juga karena Mama!. " Papa Marco jadi ikut geram dengan sikap istrinya.


Papa Marco segera mengejar Radit kearah garasi, namun terlambat. Radit sudah naik mobilnya yang melaju kencang meninggalkan kediaman Prawira.


"Sssshiit!. " Kesal Papa Marco.

__ADS_1


Dengan cepat Papa Marco kembali kedalam, dan menuju kamarnya untuk mengambil kunci mobilnya.


"Ada apa Pa?, Papa mau kemana?. " Mama Sherly panik.


"Mama tunggu dirumah sama Rani, gak usah ikut!. Papa mau mengejar Radit, jangan sampai anak itu bertindak nekad lagi. " ujar Papa Marco panas.


Mama Sherly jadi kalang kabut, ia gak mau terjadi sesuatu pada putera dan juga suaminya.Ia mondar-mandir ke sana kemari menunggu kabar dari kedua laki-laki kesayangannya itu.


"Kalau sampai terjadi apa-apa sama suami dan puteraku, awas saja kamu Kaniya! . Ternyata saya sudah salah menyayangi kamu selama ini!, kamu tak setulus yang saya kira.Baru gitu aja kok ngambek sampai kabur berhari-hari dari rumah. Jangan-jangan benar kamu ada hubungannya dengan pria bernama Marcel itu! . " Mama Sherly kembali berprasangka buruk kepada Kaniya. Padahal tadi dialah yang sudah memprovokasi puteranya.


****


Ini sudah hampir Maghrib, Kaniya sudah menutup tempat tempat usahanya.Tadi dia memang meminta Beno untuk segera pergi agar tak dijadikan bahan gosip, walaupun ia kabur dari rumah mertuanya, bukan berarti dia akan dekat-dekat dengan pria lain kan? Dia masih wanita yang punya harga diri yang ia junjung tinggi.


Hari yang sangat melelahkan bagi dirinya,beberapa hari ini ia merasa kalau dirinya kurang enak badan, tapi keadaan memaksa dirinya untuk tetap kuat demi masa depan yang harus ia songsong.Disaat sepi dan sendirian seperti inilah ia selalu teringat akan suaminya.


Kaniya meraih ponselnya di meja yang ada didalam kamar kostnya itu, ia kembali mengaktifkan kartu SIMcard nya yang lama.Begitu diaktifkan, pesan dan notifikasi yang masuk bertubi-tubi,tang- ting- tung berbunyi tak ada hentinya.


Kening Kaniya berkerut melihat banyaknya notifikasi yang masuk itu, begitu banyak panggilan tak terjawab dari nomor sang suami dan juga ibunya di desa. Satu persatu ia buka pesan chat dari orang-orang yang mencarinya.

__ADS_1


Pesan tentang kekecewaan Radit yang tak menemukan dirinya dimana-mana,padahal mereka waktu itu sudah sepakat saat bertemu dikampus.Kaniya hanya bisa menghela nafas berat,ia akan kembali mengabaikan pesan dari suaminya itu. Sekarang fokusnya adalah Membangkitkan usaha barunya.


Kaniya kembali menonaktifkan SIMcard nya yang lama.Ditaruhnya kembali ponselnya di meja,ia ingin merebahkan dirinya, entah mengapa setelah kembali dari warung makannya tadi dia merasa tidak enak badan dan rasanya seperti masuk angin.


****


Sementara itu Radit yang masih dijalan tak tahu harus mencari Kaniya kemana lagi, ia menepikan mobilnya dipinggir sungai terpanjang di palembang ini.


Rasanya ia ingin berteriak di pinggir pembatas sungai ini,suasana malam yang agak sepi membuatnya merasa ingin menumpahkan semua kesedihan dihatinya.


Radit mengeluarkan ponselnya, ingin melihat ini jam berapa karena dia sedang tidak memakai jam tangannya.Setelah melihat jam yang ternyata sudah menunjukkan pukul 9 malam, Radit pun tak sengaja mengecek aplikasi hijau miliknya.


Betapa terkejutnya Radit ketika melihat pesan yang ia kirim kepada istrinya itu sudah centang dua dan biru. Itu artinya tadi Kaniya sudah mengaktifkan nomor lamanya, Radit ingin segera menghubungi istrinya itu.Tapi sayang sekali, saat Radit akan menelponnya ternyata nomor itu kembali sudah tidak aktif lagi.


Hati Radit kembali merasa kecewa dan kesal sekali terhadap istrinya itu"kenapa honey, kenapaaaaaa???!!!! "Teriak Radit dengan lantangnya sampai-sampai ia berlutut dipelataran BKB itu.


****


Kaniya yang baru saja terlelap,tiba-tiba terbangun dengan jantung bergemuruh seolah ia baru saja mendengar teriakan suaminya, teriakan yang sangat menyayat hati siapa saja yang mendengarnya.

__ADS_1


Keringat Kaniya bercucuran, ia benar-benar kaget dengan mimpi yang baru saja ia alami.


" Mas Radit,apa telah terjadi t sesuatu sama kamu Mas. "Kaniya mencoba mengatur nafasnya yang turun naik tak beraturan.Rasanya benar-benar sesak dan kacau,perasaannya jadi tidak tenang.


__ADS_2