
"Ngapain kamu ke sini lagi?" tanya Rani.Untung saja saat ini ia sudah berpakaian, kalau tidak, entah apa yang akan terjadi.
"Kamu bilang,mau pulang ke rumah Prawira, aku akan mengantarmu."Tanpa di minta, Marcel mengambil koper milik Rani dan menariknya keluar.
" Hey,aku belum selesai. Kenapa langsung kamu bawa aja? "Rani benar-benar kesal.
" Kamu sudah berpakaian,apa lagi?"tanya Marcel,bingung.
"Aku kan mau dandan dulu,siniin gak kopernya. "
"Tidak perlu dandan,kamu sudah cantik kok. " Marcel tersenyum sambil memainkan alisnya di hadapan Rani.
"Ckk,dasar laki-laki gak jelas! " ketus Rani.
Mau tak mau ia mengikuti Marcel yang sudah lebih dulu menarik koper miliknya keluar dari gedung itu.
Papa dan Mamanya juga ternyata sudah di luar, semua sudah bersiap akan pulang ke rumah.
"Kalau begitu,kita pisah disini ya Jeng Sherly. Kami titip Marcel.Kalau dia nakal, jewer saja kupingnya.Anggap aja dia anak Jeng sendiri. " Nyonya Wati memeluk Nyonya Sherly dan mereka cipika-cipiki. Walaupun di hati Nyonya Sherly rasanya ogah, ia terpaksa karena gak enak di lihat oleh parah staff gedung yang masih wara-wiri dan juga keluarganya Kaniya yang masih menunggu jemputan di sana.Senyum Nyonya Sherly pun seperti dipaksakan.
"Baik Jeng,hati-hati di jalan,"ucap Nyonya Sherly pada besan baru nya itu.
" Kami juga ya Bu,sebentar lagi supirnya Nak Radit akan datang untuk menjemput dan mengantarkan kami kembali ke rumahnya Kaniya dan Radit,"ujar Bu Mery,Ibunya Kaniya.
" Iya Bu Mery,hati-hati juga ya di jalan.Sama keluarga yang lain juga,semoga selamat semuanya sampai tujuan.Salam juga untuk kedua anaknya kita itu,tadi mereka memang udah pamit duluan sih sama saya dan Papanya."Kali ini Nyonya Sherly bersikap lebih ramah kepada besannya.
"Terimakasih,tentu akan saya sampaikan Bu,kami permisi." Bu Mery dan suaminya Pak Edi juga kerabatnya yang lainnya pun pamitan karena mobil yang disebut kirim Radit sudah tiba.
Akhirnya acara pun usai dan semuannya kembali ke tempat masing-masing.Kini pengantin baru itu ada dalam satu mobil yang sama,Rani tidak sedikit pun menoleh ke arah suaminya, ia malah melihat ke arah kaca jendela disampingnya.
"Kalau kamu ngantuk,tidur aja, " ujar Marcel memecah keheningan.
__ADS_1
Tak ada jawaban dari Rani,ia hanya diam dan tak menggubris ucapan Marcel.Mukanya di tekuk dan tetap menoleh ke luar kaca jendela.
Marcel hanya bisa meneguk ludahnya karena di cuekin,ini memang resiko yang harus ia hadapi.Menikahi wanita yang membenci dirinya,memang lah sebuah tantangan baru bagi dirinya.
****
Sampai juga mereka di rumah keluarga Prawira.Marcel yang di cuekin hanya bisa bersabar saat sang istri yang baru saja ia nikahin malah meninggalkan dirinya sendirian di mobil.
Marcel membuka bagasi mobil untuk mengambil koper-koper mereka,lalu ia membawanya ke dalam rumah.
"Kamu bisa tidur di kamar tamu itu nak Marcel." Nyonya Sherly menunjukkan kamarnya Marcel,kamar tamu yang dulu pernah di pakai oleh Kaniya untuk menginap.
"Baik Tante,eh Mama. "Marcel sampai salah panggil.
" Terserah kamu mau panggil saya Tante atau Mama, saya tidak perduli.Selama kamu tinggal di rumah ini,saya harap kamu bisa menjaga kelakuan kamu.Semuanya harus sesuai dengan surat perjanjian itu, kamu tidak boleh mengusik Rani. "Lagi-lagi Nyonya Sherly mengingatkan menantu barunya itu untuk tidak bertingkah.
Marcel kembali meneguk ludahnya, kasar.Baru hari pertama aja,udah kena semprot.
Bukannya mendengarkan, Nyonya Sherly malah mengajak Rani segera naik ke atas.Sementara Rani hanya melengoskan wajahnya dan tidak ingin melihat suaminya itu.
" Sabar ya nak Marcel,Om....eh...Papa yakin sekali,suatu saat nanti sikap Rani dan juga Mamanya bisa berubah sama kamu.Kamu hanya harus bersabar dan terus berusaha untuk melunakkan hati mereka, ya, "ujar Tuan Marco sambil menepuk-nepuk punggung menantu lelakinya itu.
" Iya, Pa,"jawab Marcel dengan sedikit canggung.Sekarang dia sudah jadi menantu dan juga punya Papa dan Mama mertua, sungguh luar biasa.
"Sudah malam, kamu istirahatlah di kamar.Silahkan."Tuan Marco mengantar Marcel ke kamar tamu.
****
Di kamar tamu itu,Marcel meratapi nasibnya.Sebagai pengantin baru,ia malah tidur terpisah dengan permaisurinya.'Lucu sekali keadaan ini'pikirnya.
Marcel memeriksa ke sekeliling,kamar itu terlihat lega dan juga mewah.Marcel pun menyalakan AC dan kemudian memeriksa lemari yang ternyata sudah dalam keadaan kosong.Hanya ada sajadah dan juga peci di sana.
__ADS_1
Lalu berikutnya ia juga memeriksa kamar mandi,di sana sudah ada beberapa handuk dan juga bathrobe.Semua perlengkapan mandi seperti sabun cair,spon,odol dan juga sikat gigi baru,juga sudah tersedia.
Marcel menyusun beberapa perlengkapan miliknya yang ia ambil dari dalam kopernya yang sudah disiapkan oleh sang Mama, seperti;facial wash,alat cukur,Parfum,minyak rambut dan juga foamnya.
Setelah itu,ia juga menyusun pakaiannya ke dalam lemari.Entah berapa lama ia akan tinggal di kamar ini.Yang penting ia masih bisa bertemu dengan Rani dan melihat perkembangan calon anaknya setiap hari.Karena mengantuk,ia pun akhirnya tertidur.
****
Sementara itu,di rumah Kaniya dan Radit.Suasana langsung berubah ramai karena kedatangan keluarga besar Kaniya dari desa.Mereka semua juga baru saja menghadiri acara resepsi pernikahannya Kaniya dan Radit.
"Besar sekali ya,rumahnya, " ujar Bu Mery.
"Besaran juga rumah orang tuanya Nak Radit,ada kolam renangnya,lagi, " ujar Pak Edi.
"Sama aja kok Pak,rumah ini juga gak kalah besar." Bu Mery jadi sedikit kesal dengan ucapan suaminya.
"Sudah Bu,gak usah gelud.Mending sekarang Ibu sama Bapak masuk kamar dan istirahat. Kamarnya yang itu.Adek, bisa tidur di kamar yang di sebelahnya.Kalau untuk Paman dan Bibik,bisa tidur di kamar yang ada di ujung sana.Pasti kalian semua udah capek 'kan?" ujar Kaniya.
"Iya nih Nak,Ibu capek banget.Padahal kita gak ngapa-ngapain ya di sana tadi,cuman berdiri dan makan aja," ujar Bu Mery.
"Sama Mbak,saya juga capek.Padahal cuma duduk dan makan," ujar istri dari pamannya Kaniya yang bernama Bik Mirna.
"Ya udah,yok Bu kita ke kamar, " ajak suaminya.
Lalu semuanya pun ikut bubar ke kamar masing-masing.Untung saja rumah ini sudah di renovasi dan banyak kamarnya.
"Kita juga ke kamar yuk Mas,"ajak Kaniya kepada suaminya itu.
"Kamu buru-buru ngajakin ke kamar,kenapa?jangan-jangan mau ngajakin Mas buat mengulang malam pertama kita ya, " goda Radit.
"Malam pertama apanya? kamu lupa kalau yang pertama kalinya itu di sore hari,dan kamu juga kasar banget sama aku waktu itu! " ketus Kaniya, saat ia tiba-tiba teringat sore pertamanya bersama Radit di London waktu itu. 😬😬😬
__ADS_1