Kaniya Si Gadis Desa

Kaniya Si Gadis Desa
Di Tolak 2


__ADS_3

Mata Kaniya sejurus bersitatap dengan mata Marcel yang saat itu juga tidak menyangka kalau ia akan bertemu dengan Kaniya dirumah sakit ini.Tapi anehnya perasaan suka itu sudah berubah menjadi perasaan benci dihati Marcel.


"Mau apa lagi kalian datang kesini?!. " tanya Mama Sherly dengan penuh amarah.


"Dan kenapa elo bisa bebas dari penjara?!." tanya Radit yang bingung karena si brengsek Marcel bisa ada disini.


"Mau bagaimana lagi calon Mama mertua dan juga calon kakak ipar, calon istri ku sudah tidak sabar untuk mengajakku menikah, jadi ia sudah membuat surat pernyataan dan menjamin kebebasanku.Lagi pula calon anak kami tidak akan senang kalau melihat Dady nya dipenjara. " jawab Marcel dengan gaya selengeannya.


"Siapa maksud lo?!. " gertak Radit yang kini sudah mulai terpancing emosi nya.Begitu juga dengan Kaniya, ia mencoba untuk tidak marah.


"Siapa lagi kalau bukan adik anda yang tercinta, Ranindhita Prawira... calon istriku. " jawab Marcel dengan percaya diri.


"Apa?!, tidak mungkin Rani mau berbuat seperti itu." Radit dan yang lainnya menjadi heran sekaligus bingung, bagaimana mungkin Rani mau menikahi Marcel yang sudah menghancurkan hidup dan juga masa depannya.


"Dimana Rani, kalian sembunyikan dimana dia?!. " kini giliran Mama Sherly yang bicara, ia bahkan sudah menjambak kera baju Marcel erat-erat seolah ingin mencekik dan membunuh laki-laki yang sudah menghancurkan hidup Putrinya itu.


"Semalam Rani chat Radit, katanya dia lagi nginap dirumahnya Widie sahabatnya, Ma. " ujar Radit ke mamanya.

__ADS_1


"Mungkin Kakak ipar salah paham, Rani berada dirumah kami. Ia sekarang sudah bersiap untuk menjadi menantu di keluarga Sudiro. " ujar Marcel.


"Apa maksud lo!!?, apa elo kembali menculik adik gue?! '" emosi Radit tak terbendung, kini ia sampai mendorong Marcel sampai mentok ke dinding.


"Wowow, woles aja dong Bang Radit,jangan Pakai otot gini. Kita ini kan akan jadi keluarga, apa Abang mau kalau nanti ayah dari jabang bayi yang ada didalam perutnya Rani kenapa-napa?, nanti yang ada Rani jadi sedih." Rayu Marcel sambil mengangkat kedua tangannya ke atas.


"Benar-benar bajingan Lo!. " tunjuk Radit.Untungnya Kaniya menahan tangan suaminya itu agar tidak terjadi baku hantam diruangan rawat Papa mertuanya.


"Kembalikan anak saya!. " bentak Mama Sherly.


"Iya, benar apa kata Tuan Marco Prawira. Memang sebaiknya kita bicarakan semua ini dengan kepala dingin, Jeng Sherly. " sela Nyonya Wati sambil menghampiri Radit dan Marcel untuk memisahkan keduanya agar tak berkelahi.


"Pa-pa???. " Mama Sherly tidak terima karena suaminya itu malah memilih untuk mendengarkan apa yang ingin keluarga Marcel katakan.


"Sabar Ma,coba kita dengarkan dulu apa yang ingin mereka katakan. " ujar Papa Marco.


"Terserah Papa aja deh kalau begitu, Mama tidak mau mendengarkan apa-apa. "Mama Sherly pun mundur ke belakang karena ngambek.Tangannya sampai dilipat didepan perutnya dan wajahnya melengos kesal.

__ADS_1


" Ma?"panggil Papa Marco agar istrinya itu mendekat dan bisa duduk bersama tamu-tamu mereka.


"Mama males Pa, Papa aja yang ngadepin."


"Dit, bantu Papamu untuk turun dan didudukkan di kursi itu." ujar Mama Sherly seraya menunjuk ke arah sofa yang ada diruangan rawat VIP suaminya.


Dengan malas tapi Radit tetap menuruti keinginan kedua orang tuanya.Ia membantu Papa Marco yang sudah mulai bisa duduk untuk berpindah duduk di sofa.


Kaniya hanya mengamati saja dari tadi, ia bisa merasakan aura yang tidak baik yang sedang mengintai keluarga mereka.


"Ya Allah, lindungilah keluargaku. " ucapnya dalam hati.


Pembicaraan pun dimulai,Papa Marco awalnya menanyakan bagaimana keadaan Rani sekarang,lalu dengan santainya Marcel berkata "kalau soal itu sudah pasti saya sangat serius sekali Om, Om tidak perluas khawatir. "


"Kalau begitu, coba bawa kami kerumah kalian.Kami juga ingin membicarakan semua ini bersama Rani secara langsung, kalau kami sudah memastikan Rani juga menginginkan pernikahan, maka kami tidak akan keberatan dengan keputusannya. " ujar Papa Marco.


"Loh kok gitu Pa?!? " Mama Sherly lagi-lagi terlihat kesal dengan jawaban yang diberikan oleh suaminya.

__ADS_1


__ADS_2