Kaniya Si Gadis Desa

Kaniya Si Gadis Desa
Anda Jual Saya Beli


__ADS_3

Ngapain Anda ada disini?? "tanya Radit yang terkejut dengan kehadiran Pak Beno dosen istrinya itu. Apalagi setelah melihat apa yang dibawa oleh laki-laki itu.


Laki-laki yang sedang ditanya juga tak kalah terkejutnya melihat Kaniya datang bersama suaminya." Bukankah mereka sudah tidak akur ya?. "batinnya.


"Saya datang untuk mengucapkan selamat buat usaha barunya mahasiswi saya." ujarnya.


Radit menggeram, ia sampai mengeratkan genggaman tangannya sendiri sambil menahan gejolak emosi didalam dadanya.Cemburu? tentu saja ia cemburu, orang bodoh juga bisa melihat kalau laki-laki yang ada di hadapan nya itu punya maksud tersendiri kepada istrinya.


"Beno mengulurkan kedua tangannya yang berisi buah tangan kehadapan Kaniya.Sebenarnya Kaniya tidak ingin menerimanya,apalagi ini di hadapan Radit.Tapi kenyataan bahwa Pak Beno adalah pemilik tempat ini membuatnya tidak bisa menolak.


" Terimakasih Pak. "ujar Kaniya sambil menyambut apa yang diberikan Beno kepadanya.


" Honey??!. "Radit mendelik seakan tak percaya kalau istrinya itu akan menerima pemberian dari laki-laki bernama Beno itu.


Radit menarik buket dan juga keranjang buah itu dari tangan Kaniya, lalu mengembalikannya ke tangan Beno.


" Maaf Bung, saya rasa istri saya tidak membutuhkan semua ini. Saya masih bisa memberikan apa yang ia mau, apalagi kalau cuma sebuket bunga mawar dan juga buah-buahan seperti ini. "


"Mas Radit?. " Kaniya menggelengkan kepalanya.Ia berharap kalau suaminya itu bisa mengerti apa yang ia isyaratkan.


Lagi-lagi Radit merasa kesal kenapa istrinya itu malah menyuruhnya diam dan Kaniya juga malah menerima apa yang diberikan oleh Pak Dosen.


“Honey, kok diterima sih?!. "tanya Radit kesal.


“Pak Beno yang punya tempat ini".bisik Kaniya jujur.


" Apa??!. "Bukannya diam, Radit malah buka suara berontak tidak setuju.Bisa-bisanya istrinya malah memakai tempat milik Beno yang nyata-nyata menaruh perhatian lebih kepadanya.


" Ada apa Pak Raditya Prawira?, apa Anda keberatan?. "tanya Beno yang kini semakin mendekat pada pasangan suami istri itu.


" Tentu saja!, saya tidak akan setuju kalau istri saya berurusan dengan anda!, kayak gak ada tempat lain aja."


"Mas,sudahlah.Aku disini mau usaha, udah itu aja. Kamu gak usah khawatir gitu,karena sampai kapanpun cuma kamu yang akan selalu ada didalam hati aku. " tegas Kaniya.

__ADS_1


"Begini saja!, Berapa Anda akan menjual tempat ini, biar saya yang beli!. " ujar Radit kepada Pak Beno.


"Hekh!, apa anda sanggup membayarnya?. " Pak Beno malah tersenyum licik dan meremehkan.


"Anda pikir saya tidak mampu membeli tempat seperti ini??!. " Radit sudah terpancing.


"Oke, kalau anda sanggup.Saya akan menjual tempat ini dengan harga..3 milyar rupiah. " jawab Pak Beno.


"Hahahahhaa, tempat sekecil ini dihargai 3 milyar??, yang benar saja. " ucap Radit.


"Anda sendiri kan yang bilang, berapapun akan sanggup membayarnya??. " ucap Beno meremehkan.


"Kalau kasih harga ya lihat-lihat tempatnya lah!." sahut Radit.


"Ini lokasinya strategis, dan yang pasti saya tidak mau jual, tapi Anda yang mau membeli bukan?. " Ucapan Pak Beno seperti memojokkan suaminya Kaniya itu.


"Baiklah, Anda jual, Saya Beli. "


Kali ini dia merasa menang dari Radit,"Saya kira Anda ini orang yang pintar berbisnis Pak Raditya, ternyata..... Anda sama saja dengan para laki-laki diluar sana yang rela melakukan apa saja demi orang yang dicintai.Hahaha, terimakasih ya, ya... walaupun nantinya saya akan melepaskan tempat ini, tapi setidaknya saya akan mendapatkan 3 milyar dan tentu saja saya masih tetap bisa berkunjung ke tempat ini dan bertemu dengan istri Anda yang cantik ini. "ucap Beno sambil mengedipkan matanya kepada Kaniya.


" Mas, kenapa Mas Radit gak pikir dua kali dulu, harga segitu bisa beli Ruko yang tiga tingkat Mas."Bisik Kaniya, ia kesal karena suaminya itu dengan mudahnya mengeluarkan uang M-M-an.


"Sabar honey,uang segitu gak ada artinya bila dibandingkan dengan rasa cinta dan sayang ku sama kamu. "


"Ini bukan saatnya menggombal Mas." Kaniya jadi makin kesal.Tiga miliyar, kapan bisa balik modal? 'itulah yang ada didalam pikirannya.


"Sudahlah honey, gak usah difikirkan. Itu biar jadi urusan aku. "


"Bagaimana gak kepikiran Mas, kalau samapai Mama tau hal ini, bisa-bisa aku lagi yang disalahkan. " Kaniya tertunduk lesu.


"Kalau begitu, silahkan kalian menyesalinya.Saya permisi dulu.Soal pembayaran kamu dimuka waktu itu akan saya transfer, dan ditunggu pembayaran tiga milyar nya,hehehe" Ucap Beno seraya pergi meninggalkan tempat itu.


Sejenak Radit sepertinya sadar,memang uang tiga milyar bisa dengan mudah ia mengeluarkannya. Tapi bagaimana kalau Mama nya sampai tau, ditengah kemelut perkebunannya yang mengalami kerugian beberapa bulan belakangan karena tindak pencurian,eh dia malah menggelontorkan uang yang tidak sedikit hanya untuk membeli sepetak toko. 😢

__ADS_1


"Sebaiknya kita temui lagi Pak Beno, dan saya akan membatalkan pembelian toko ini.Kita cari ruko lain saja. " Kaniya sepertinya sudah putus asa.


"Jangan honey, bisa-bisa dia makin merasa diatas angin dan merasa bisa menang dari kita."cegah Radit.


" Sekarang bukan untuk main gengsi-gengsian Mas,kita harus segera membatalkannya.Aku gak mau semuanya jadi semakin ruwet Mas. "


Dino dan Bella yang sedari tadi hanya menonton saja kini ikut buka suara. "Benar Pak Radit, sebaiknya dibatalkan saja. Lagipula dengan uang segitu,kita bisa cari tempat yang lebih baik dari ini. " usul Dino.


"Benar sekali,Aku juga setuju dengan Kak Dino dan juga Kaniya. " ujar Bella.


Radit nampak berpikir,sepertinya dia memang harus menuruti perkataan istri dan kedua temannya itu.


*****


Disaat mereka sedang berkemas-kemas untuk pindah ke tempat yang sudah di temukan oleh Dino dan juga Radit dalam waktu 2 jam saja, lima orang pelamar datang dengan membawa map ditangan mereka.


Padahal pekerjaan ini hanya butuh tenaga yang kuat dan sedikit skill melayani tamu, juga seorang koki yang akan menjadi Asisten Kaniya didapur.


"Maaf, apa tempat ini masih akan menerima lowongan?. "


"Oh, mohon maaf. Karena ada kesalahan tekhnis.Jadi sekarang warung makan ini akan pindah ke Ruko dua lantai diseberang sana.Kita wawancara di sana saja ya. " ujar Kaniya ramah.


"Loh, kenapa pindah Mbak?. "


"Gak papa, disana tempatnya lebih lega. " Kaniya sebenarnya bingung mau menjelaskan seperti apa, kemarin dia memilih tempat itu, karena gedung itulah yang paling terjangkau oleh koceknya, tapi hari ini semuanya berubah karena ada dukungan dari sang suami di sisinya.


"Dino, habis ini kamu tolong temani saya kerumahnya Si Beno itu. Aku gaj mau masalah ini jadi berlarut-larut, nanti yang ada dia malah semakin besar kepala. "


"Baik Pak Radit,siap sedia. " jawab Dino.


"Oke, sebaiknya saya suruh beberapa orang-orang saya untuk membantu disini agar cepat selesai."


Setelah menelpon seseorang, Radit pamit kepada istrinya dan ditemani oleh Dino menuju rumah Beno untuk membatalkan transaksi yang belum dimulai itu.

__ADS_1


__ADS_2