
Kaniya sangat terpesona dengan suasana kota London yang sekarang dia pijak,matanya mengedar ke sekeliling,gedung-gedung yang arsitekturnya unik dan memanjakan mata bagi pengunjung yang baru pertama kali melihatnya seperti Kaniya.
"Ayo kita masuk,apa kamu mau berdiri disini terus-terusan?."tanya Radit yang mulai jengah dengan tingkah Kaniya yang sibuk berselfie ria.
"Iya,tunggu sebentar lagi.O ya Mas,sini fotoin aku ya."Kaniya malah menaruh ponselnya ditangan Radit dan meminta Radit untuk memotretnya.
Kaniya berpose ini dan itu,Radit hanya bisa geleng-geleng kepala melihatnya.
"Sini,kita foto bareng.Masa kamu gak pamerin juga suamimu sekalian.Lagian kamu gak bakalan malu lagi kalau pamerin aku ke teman-teman medsos kamu itu.Aku kan udah ganteng lagi kayak dulu.Yang ada teman-teman kamu pasti pada iri sama kamu karena bisa punya suami tampan kayak aku ini."kata Radit dengan percaya diri.
"Uweeeekk,kamu narsis banget ya Mas.Ya ampun,pasti ini gara-gara gak pernah ada yang memuji deh jadinya kepedean kayak gini.Kasihan banget ya kamu Mas😂😂."Kaniya menanggapi Radit dengan tawa khasnya dan berlalu masuk kedalam butik meninggalkan Radit yang bengong karena istrinya malah nyuekin dia.
Radit pun yang tengsin karena dicuekin oleh Kaniya,akhirnya ia pura-pura selfie sendirian didepan butik itu lalu kemudian menyusul Kaniya memasuki butik.
"Dimana sih dia,kok gak ada??."Radit celingak-celinguk mencari keberadaan Kaniya yang tak nampak batang hidungnya.Diedarkannya matanya kesana kemari,akhirnya dia bisa menemukan istrinya itu dibalik banyaknya pakaian yang bergantungan.
"Disini kamu rupanya."sapa Radit,menyadarkan Kaniya yang sedang sibuk memilih pakaian.
Lagi-lagi yang dipilih Kaniya adalah pakaian seksi.
"Jangan yang ini,ayo kebagian sana saja."Radit menaruh baju yang dipilih oleh Kaniya ke gantungan didepannya dan menarik tangan istrinya itu menuju tempat baju-baju Bleazer.Tentu saja Kaniya jadi mencebikkan bibirnya,Kaniya yang mulai terbiasa tampil seksi jadi malas ketika harus mengenakan baju-baju seperti itu.
__ADS_1
"Aku gak mau Mas,aku maunya yang tadi,bagus banget tau!."Kaniya mulai merajuk.
"Oke,kamu boleh ambil satu aja yang seksi seperti itu,tapi jangan dipakai diluar rumah,cukup didalam kamar aja."Radit masih bisa mengalah asal Kaniya senang,takutnya kalau gak dituruti nanti istrinya itu malah menjauhinya dan gak mau kenalan sama si Otong.Bisa berabe si Radit nanti🤣🤣.
"Asyikkk,terimakasih ya Mas."Kaniya teriak kegirangan dan mencium pipi suaminya itu,lalu begegas mengambil gaun yang tadi sudah diincarnya.Sementara Radit yang baru saja mendapatkan serangan tiba-tiba dari sang istri hanya berdiri bengong sambil memegangi pipinya.
"Wah,kalau begini terus bagaimana aku bisa menahannya?."Batin Radit meronta-ronta.
Radit pun memilih beberapa baju dan dress buat istrinya itu sesuai pilihannya,dia juga tak lupa membelikan baju buat Mama Sherly dan juga adiknya Rani,tak lupa pula untuk Ibu mertuanya dan juga Oma.Radit memang orangnya gak pelit kalau soal uang,dia selalu memanjakan orang-orang terdekatnya semampu yang dia bisa.Siapapun yang ada didekat Radit,bisa dipastikan dia gak akan pernah kekurangan.
Apalagi sekarang seorang Kaniya lah yang ada disisinya,Kaniya adalah gadis yang beruntung karena memiliki Radit sebagai suaminya.Meskipun keduanya masih baru dalam tahap saling menyukai,tapi benih-benih cinta itu mulai nampak menyembulkan tunasnya.
"Banyak banget Mas,untuk siapa kamu membeli semua ini.Apa gak mubazir buang-buang uang?."tanya Kaniya heran melihat banyaknya baju-baju yang dipilih oleh suaminya.
"Ini sekalian belanja oleh-oleh buat Mama,Rani,Ibu, Oma dan juga ada beberapa untuk keluarga yang lain.Ini belum seberapa kok.Oh iya yang ini khusus buat kamu,coba kamu pasin di kamar pas aku pengen lihat kamu memakainya."Radit memberikan setelan blazer pilihannya ketangan Kaniya.
"Bagus juga seleranya."batin Kaniya.
Sementara Radit hanya duduk dikursi yang disediakan oleh pelayan butik untuknya,lama-lama berdiri membuat kakinya terasa pegal juga.
Tiba-tiba Kaniya membuka hordeng pembatas ruang ganti dan sukses membuat suaminya itu meneteskan air liurnya.waduhðŸ¤
Radit bengong melihat sang istri yang terlihat sangat pantas menggunakan setelan baju kerja,terlihat anggun dan karsismatik sekali menurutnya.
__ADS_1
"Kamu cocok sekali jadi wanita karir kalau begini."Kata Radit jujur.
"Masa sih Mas,berarti aku cocok dong kalau jadi Bos."ujar Kaniya.
"Ketinggian,lebih tepatnya kamu itu cocoknya kalau jadi istrinya Bos."sombong Radit sambil menaikkan kera kemeja nya,berulang-ulang.
"Ya ela Mas,nanggung amat.Gini-gini kan aku juga pengusaha toko pakaian di Indo mas,apa kamu lupa?."kata Kaniya.
"Iya,tapi itu kan tokonya Mama."Kata Radit.
"Tapi Mama udah ngasih toko itu ke aku Mas."jawab Kaniya.
Radit jadi mengerutkan dahinya,dia baru tahu kalau Mamanya memberikan toko itu kepada Kaniya.
"Kok aku gak tahu mengenai hal ini?Apa ada yang kalian sembunyikan dari aku?."tanya Radit bingung.
Kaniya juga gak tahu kalau Nyonya Sherly tidak memberitahukan hal ini pada Radit,dia mengira Radit sudah tahu semuanya.
"Oo,jadi Mama belum memberitahu kamu ya Mas?."Kaniya jadi khawatir,karena dia keceplosan.
"Mati aku,kenapa Mama Sherly tidak memberitahu Mas Radit?."batin Kaniya.
"Ada apa ini sebenarnya,apa Mama memberikan tokonya agar Kaniya mau menikah denganku?."pertanyaan demi pertanyaan muncul dibenak Radit.
__ADS_1
"Apa ini yang membuat kaniya mau jadi istri pria cacat sepertiku? ,berarti dia sama sekali tidak tulus padaku."Fikir Radit lagi.
🥀