Kaniya Si Gadis Desa

Kaniya Si Gadis Desa
Pulang Kerumah


__ADS_3

Dua hari kemudian😊


Kondisi kesehatan Radit sudah mulai membaik dan dia juga tidak merasakan sakit lagi dibagian kakinya,dokter juga sudah memperbolehkannya untuk pulang hari ini.


"Setelah ini kita pulang kemana mas?."Tanya Kaniya.


"Kerumah mama aja ya,aku juga sudah kangen sama mama.Jangan lupa kabarin juga ibu sama bapak didesa kalau kita udah selamat dan baik-baik saja agar mereka tidak khawatir."


"Iya mas,tadi udah aku kabarin."


Tiba-tiba Tuan Marco masuk dan menyerahkan tiket pesawat yang sudah dipesannya untuk Radit dan Kaniya,karena papanya itu ternyata masih ada urusan di Jakarta jadi dia ga ikut pulang dulu.


"Baiklah,kalau begitu kalian segeralah berangkat.Didepan sudah ada mobil yang akan mengantarkan kalian ke bandara."ujar papa Marco.


"Makasih ya pa,Radit selalu saja bikin repot papa."ujar Radit sambil memeluk papanya.


"Ga usah sungkan gitu Dit,kamu itu anak papa dan sudah seharusnya papa yang membantu dan menjaga kamu dan juga anggota keluarga kita lainnya."


"Kami pamit duluan ya pa,Radit sama Kaniya akan pulang kerumah Papa terlebih dahulu.Mungkin kami juga akan tinggal disana sementara waktu,sambil menyiapkan kuliahnya Kaniya."ujar Radit.


"Oo iya,lusa Kaniya sudah harus masuk kampus.Kamu bisa antarkan istrimu dihari pertamanya ke kampus,papa sudah menyuruh anak asisten papa untuk mengurus semuanya,kebetupan dia juga sedang berkuliah disana."


"Yang bener pa,aku udah bisa mulai kuliah??."tanya Kaniya penuh semangat.


"Iya nak,kamu juga ga perlu ikut ospek segala."


"Makasih banget ya pa,akhirnya aku bisa melanjutkan pendidikanku."Kaniya terharu sampai nyaris menangis,untung saja Radit mengelus-ngelus pundaknya untuk menenangkan perasaannya.


"Kamu juga harus ingat,kamu kan juga harus mengurus toko yang sudah mamamu berikan kepadamu."Sahut Papa Marco.


"Eee,soal toko kayaknya Kaniya belum bisa total mengurusnya pa.Kemungkinan akan Niya kembalikan ke mama aja."jawab Kaniya,dia pun bingung dari mana papa Marco tahu soal toko itu,Pasti mama Sherly yang sudah memberitahunya😅.


"Mamamu pasti ga akan menerimanya,kalau dia sudah kasih sesuatu ke orang ga akan pernah dimintanya kembali."Papa Marco menjelaskan,Radit menghela nafas lega mendengarnya.


Radit juga ga mau kalau Kaniya terlalu banyak pekerjaan,mulai dari kuliah sampai harus mengurus toko.Sebaiknya Kaniya fokus pada pelajaran dan pada dirinya saja.😁

__ADS_1


😍😍😍


Pesawat mereka pun sudah mendarat dengan aman dikota empek-empek,tujuan mereka ke komplek perumahan ter elit dikota ini.


Saat keduanya keluar dari bandara,ternyata tadi pak Anto sudah menunggu mereka di pintu tunggu kedatangan.


"Den Radit,non Kaniya."sapanya.


"Loh,baru aja saya mau telepon bapak.Sudah nunggu disini rupanya."Ujar Radit pada supir keluarganya itu.


"Iya den,tadi tuan besar nelpon dan ngasih tau saya untuk segera kemari."


"Ooo,ternyata papa sangat pengertian ya mas."Kaniya pun menimpali.


"Sini non,kopernya biar saya aja yang masukkan ke bagasi."ujar pak Anto.


"Oh,iya pak,,,,ini."Kaniya menyerahkan kopernya ketangan Pak Anto.Koper yang berisikan baju-baju selama mereka menginap dirumah sakit,isinya hanya beberapa setel baju yang mereka beli lewat online saat dirumah sakit untuk pakaian ganti.


Lalu keduanya segera masuk kedalam mobil,kemudian pak Anto pun masuk setelah menutup bagasi belakang.


Melaju kearah pusat kota,akhirnya tiba juga mereka dirumah kediaman orang tua Radit yang sudah lama mereka berdua tinggalkan semenjak Radit berobat keluar Negeri.


Perasaan Kaniya kini campur aduk,sudah lama rasanya ia tidak menginjakkan kaki dirumah tempat mereka berdua dulu menikah.Suasananya belum banyak berubah,hanya tanaman yang dulu sering dia sirami kini mulai tumbuh tinggi.Setelah lebih dari setengah tahun mereka meninggalkan rumah itu.


"Sayaaaaanggg."Suara setengah berteriak dari seorang wanita kini terdengar dari atas balkon kamar mamanya.


"Kaniya dan Radit sontak mendongak keatas lantai dua.


"Mama."ucap Radit dan Kaniya kompak.


"Akhirnya kalian pulang juga kemari,mama kangen."Teriak mama.


Terlihat mama Sherly pun turun kebawah menghampiri mereka,Kaniya dan Radit pun segera masuk diikuti pak Anto yang menarik koper mereka.


"Mama,apa kabar?."Sapa Kaniya sambil salim dan juga cipika-cipiki dengan ibu mertuanya.

__ADS_1


"Mama baik-baik aja sayang,kamu makin cantik aja."Puji mama Sherly.


"Mama juga cantik."balas Kaniya dengan disertai tatapan hangat dan senyuman lembutnya.


Kini mata mama Sherly beralih kepada putranya satu-satunya,kebanggaannya.Siapa lagi kalau bukan Radit.


"Ya Allah,terimakasih.Akhirnya aku bisa melihat wajah anakku lagi,kamu sudah sembuh Dit,benar-benar sembuh sayang."Mama Sherly dan Radit berpelukan.Air mata mama Sherly pun menetes,itu bukan air mata kesedihan melainkan air mata bahagianya.


"Sudah-sudah sayang,ayo kita masuk dulu."Mama Sherly pun mengajak anak dan menantunya itu untuk segera masuk kedalam.


Sesampainya didalam rumah,mama Sherly langsung menyuruh bik Sumi untuk segera membersihkan kamar Radit yang diatas,karena sekarang Radit sudah bisa berjalan dan juga sudah dalam kondisi sehat seperti sedia kala.


Bik Sumi yang melihat wajah Radit jadi terpanah,bagaimana mungkin hasil operasinya bisa begitu mirip dengan aslinya😲.


"Selamat ya Den,sekarang aden udah sembuh.Bibik ikut senang."ujar bik Sumi.


"Terimakasih ya bik,ini juga berkat do'a bibik,mama,dan semua orang disini yang sayang sama saya."jawab radit dengan sopannya.


Lalu bik Sumi segera pamit untuk melakukan tugas bersih-bersih dari nyonya besar.


Dua puluh menit kemudian bik Sumi kembali keruang tengah dan memberitahukan bahwa kamar Radit sekarang sudah siap,seprei udah diganti yang baru,begitu juga semua yang ada disana sudah tersusun rapi dan bersih.Baju-baju yang ada dikamar tamu juga udah dipindahi lagi kekamarnya pribadi.


Kaniya dan Radit pamit pada Mama Sherly untuk beristirahat dikamar,karena perjalanan dari ibukota membuatnya lumayan pegal-pegal .


Sebenarnya mama Sherly mengira kalau mereka itu pulang dari desanya Kaniya,karena dia sama sekali tidak diberitahu oleh siapapun kalau Kaniya diculik bahkan disekap didaerah Jakarta.


Sampailah mereka dikamar pribadinya Radit yang belum pernah dimasukkin oleh Kaniya sekali pun.


😲😲😲


"Wowww."kata itulah yang pertama kali keluar dari mulut Kaniya saat membuka pintu kamar itu.


Ruangannya jauh lebih besar dari kamar tamu,gayanya juga minalis tapi elegant dan sangat moderen.


Kaniya hanya bisa terkagum-kagum melihat tempat tidurnya yang begitu besar dan sangat membagongkan sekali.😂😂😂

__ADS_1


Bersambung😘


__ADS_2