Kaniya Si Gadis Desa

Kaniya Si Gadis Desa
Berhasil


__ADS_3

Dua minggu berlalu,kini giliran operasi di bagian betis kiri Radit.Operasi kali ini bertujuan memperbaiki hasil operasi waktu ditanah air.Pelepasan gips dan perbaikan jaringan agar kaki Radit segera bisa berjalan dengan normal kembali.


Selama menjalani pengobatan disana,Kaniya selalu setia mendampingi Radit suaminya dirumah sakit.Oma memang selalu datang,namun Kaniya lah yang setia menungguinya dirumah sakit.


Dan selama dirumah sakit,Kaniya selalu makan pagi dan sore diresto nasi padang langganannya.Kini dia menjadi pelanggan diresto itu,kadang juga Oma membawakannya makanan dari rumah yang Oma masak sendiri.



Dua bulan berlalu,hari ini dokter akan membuka perban diwajah Radit untuk pertama kalinya dihadapan keluarga.Kalau kemaren-kemaren hanya dokter dan suster saja yang memantaunya,kali ini dokter sudah mengizinkan keluarga untuk melihat hasil operasinya.


Kaniya yang akan menyaksikan hasil dari oplas diwajah suaminya menjadi sangat deg-degan.Dia begitu khawatir dan cemas jikalau hasilnya kurang baik.Degupan jantung berpacu begitu cepat seakan sedang berlari.


Helai demi helai perban dibuka,dan ternyata hasilnya...........


"Amazing.."Oma setengah berteriak ketika melihat hasilnya.Memang terlihat masih agak bengkak,tapi sudah terlihat bahwa hasilnya sangat memuaskan.


Kaniya yang sedari tadi memejamkan matanya,kini perlahan membuka matanya dan melihat jelas wajah suaminya yang kini sudah mulus seperti sedia kala.


Senyuman bahagia terukir diwajah gadis itu,sedangkan Radit yang melihat senyuman istrinya yang mengembang ingin sekali ikut tersenyum,namun dokter menyarankan untuk jangan dipaksakan dulu,tunggu dua bulan lagi katanya.


Kaniya meraih tangan Radit,dan menatap mata suaminya itu dengan tatapan mendamba.


"Selamat ya Mas,aku turut bahagia karena wajahmu sudah kembali."kata Kaniya menguatkan.


"Terimakasih,terimakasih karena kamu sudah setia menjagaku selama ini.Kamu juga selalu merawatku dengan baik."Radit mengenggam erat jemari istrinya itu.


Lalu dokter juga mengatakan bahwa kaki Radit sudah bisa dilatih berjalan,jaringan baru sudah terbentuk.Dokter juga meminta agar Radit mengikuti terapi yang sudah dijadwalkan oleh dokter.


Sekarang Radit juga sudah bisa dibawa pulang besok dan berobat jalan.


Oma dan Kaniya sangat bahagia,mereka tak lupa juga mengabari Nyonya Sherly, Tuan Marco dan adiknya Rani di tanah air.


Kebahagiaan ini membuat Radit ingat akan janji seseorang kepadanya,sesaat sebelum dia dioperasi ada yang berjanji akan menciumnya di bibir.Radit ingin sekali menagih janji itu,tapi masih ada Oma disana.

__ADS_1


"Oma mungkin sudah lelah,sebaiknya Oma pulang saja untuk beristirahat."Ujar Radit,dia sengaja menyuruh Oma nya untuk pulang agar dia bisa menagih janji yang dibuat Kaniya kepadanya.


"Bilang aja kalau kamu mau berduaan saja sama istrimu,ya sudah Oma mau pulang dulu kalau begitu."Jawab Oma yang pengertian sekali.


Kaniya dan Radit jadi saling pandang dan tentu saja Kaniya jadi gak enak sama Oma.


"Biar Kaniya antar ke loby Oma."tawar Kaniya.


"Sudah,,,gak perlu sayang,kamu jaga Radit aja.Oma kan masih ada Charly tu di depan."Jawab Oma sambil menunjuk Pak Charly yang sedang duduk dikursi tunggu yang ada di depan ruangan Radit sambil membaca Koran.


"Ooo,kalau begitu Oma hati-hati dijalan ya."Kaniya menyalami Oma dan memeluknya.


"Iya sayang."jawab Oma sambil membalas pelukan Kaniya.


Setelah Oma dan Pak Charly pulang,maka tinggallah sepasang suami istri yang sedang malu-malu saling menatap.


"Besok Mas Radit sudah boleh pulang ke rumah."kata Kaniya 😊.


"Ya,aku senang aja.Kalau kamu sembuh dan pulih dengan cepat,kita juga bisa pulang ke Indonesia dengan cepat pula."jawab Kaniya lagi.


"Belum bisa kali.Aku kan belum sepenuhnya sembuh,kaki ku juga belum bisa jalan."Radit mendengus pelan.


"Kan bisa dilatih nanti,aku yakin gak lama lagi kamu akan sembuh total Mas.Asal jangan melanggar pantangan dokter aja."Kaniya menyemangati suaminya agar tetap optimis.


"Kamu optimis banget ya kalau aku bisa segera sembuh?."Kata Radit sambil mengelus rambut panjang Kaniya yang kini duduk disisinya.


"Tentu saja,ini kan rumah sakit mahal dan ternama .Pasti bisa menyembuhkan sakit apapun."jawab Kaniya dengan penuh keyakinan.


"Semua itu tergantung sama yang di atas mau memberi kesembuhan atau tidak.Asal kita mau berusaha."ujar Radit kali ini sambil mencubit hidung istrinya itu,entah apa yang membuatnya jadi gemes dan greget.Yang pasti Kaniya jadi salah tingkah dibuatnya.


"Tumben kamu bisa ngomong bijak Mas."Ujar Kaniya menyeringai.


"Kamu kan belum mengenal benar siapa aku,kalau kamu tahu siapa aku yang sebenarnya kayak gimana,pasti kamu bakalan jatuh cinta dan klepek-klepek."Radit mulai menyombongkan dirinya.

__ADS_1


"Memangnya siapa kamu yang sebenarnya,pangeran?atau kamu itu malaikat sampai bisa bikin aku klepek-klepek."Kaniya gak ngerti.


"Nanti kamu juga bakalan tahu,yang pasti sekarang aku sedang ingin menagih janji kamu waktu sebelum aku dioperasi.Ingat kan?."tanya Radit.


"Janji apa,yang mana?."tanya Kaniya pura-pura ga paham.


"Janji yang ini."kata Radit sambil menarik tengkuk istrinya dan segera mendaratkan bibirnya ke bibir Kaniya yang ranum dan berwarna pink.Bibir yang terus menggodanya tiap kali dia melihatnya.Sekarang bibir itu seperti sebuah candu yang sulit sekali untuk ditolaknya.


Kaniya yang kaget karena mendapatkan serangan tiba-tiba hanya bisa teridam dan memejamkan matanya menikmati sentuhan suaminya itu.Namun seketika dia tersadar.


"Mas,kamu kan masih belum sembuh.Jangan terlalu banyak bergerak dulu."Kaniya sedikit mendorong tubuh Radit.


"Aku masih sanggup kok kalau cuma berciuman saja,kecuali yang lebih dari itu kita harus menunggunya."Radit terkekeh dan kembali menautkan bibir mereka.


"Ihhh Mas ini,dibilangin jangan dulu."Kaniya merengek minta dilepaskan.


Tiba-tiba suster datang dan mengagetkan keduanya.


"Oops,sorry sorry."suster itu keluar lagi sambil menutup pintunya.


Lalu kembali mengetuk pintu beberapa saat kemudian.


"*T*ok...tok...tok..."


Kaniya yang jadi malu,memukul lengan suaminya itu dengan pukulan yang lembut.


"Kamu sih Mas ,dibilangin."Kaniya pun berlalu membuka pintu dan mempersilahkan suster untuk masuk untuk memeriksa suaminya itu.


Setelah suster itu pergi,Kaniya kembali merapikan selimut Radit.Dia juga merapikan pakaian yang dibawa kerumah sakit dan dimasukkannya kedalam koper,karena besok Radit sudah bisa pulang kerumah.


"Kamu semangat sekali berkemasnya."ujar Radit sambil menyaksikan Kaniya yang sibuk menyusun pakaian kedalam koper.


"Tentu dong,harus itu."Jawab Kaniya sambil tersenyum bahagia.

__ADS_1


__ADS_2