Kaniya Si Gadis Desa

Kaniya Si Gadis Desa
Toko


__ADS_3

Kaniya cukup puas melihat wajah Beno yang berubah merah padam saat Radit menyebutkan siapa dirinya yang sebenarnya, setidaknya Kaniya tidak akan di cemburui oleh para mahasiswi lain karena dia sudah berstatus istri orang.


😍😍😍😍😍😍😍😍😍😍


Waktunya pulang,Kaniya dan Bella berjalan beriringan keluar dari kelas dan menuju ke parkiran kampus.


Tadi Radit sudah bilang akan menunggunya di mobil,karena tidak mau jadi pusat perhatian lagi.


Kaniya pun berpisah dengan Bella yang hari ini dijemput oleh mamanya menggunakan mobil,kebetulan sekali hari ini Kaniya memang harus pergi ke toko miliknya.


Disana sudah menunggu mama Sherly yang tengah sibuk memarahi manajer toko. Kaniya dan Radit yang baru tiba ditoko sontak kaget melihat mamanya marah-marah, tidak biasanya mama Sherly marah-marah kayak gitu.


"Ada apa ini ma?. " tanya Radit.


"Toko ini kecurian, ada yang sudah merusak pintu samping dan mengambil beberapa barang penting seperti komputer dimeja kasir, dan juga uang, serta beberapa pakaian!. " ucapama marah.


"Kenapa tidak ada yang menghubungi saya?. " tanya Kaniya.


"Maaf mbak Kaniya, kami langsung menghubungi Ibu Sherly tadi. " ujar sang manager.

__ADS_1


"Ya sudah, kita chek CCTV dulu. Kapan kira-kira kejadiannya.Nanti kita akan lapor ke polisi. " Radit menengahi.


"Kemungkinan tadi malam Mas, soalnya pas saya datang pagi ini, pintu samping khusus karyawan udah dalam keadaan terbuka dan dirusak. " jawab Si manager.


"Baiklah, saya akan cek CCTV dulu. " Radit pun mengutak-atik komputer diruangan CCTV yang ada diruangan khusus.


Benar saja, ada tiga orang yang menggunakan penutup wajah memasuki toko tadi malam.Dari postur dan cara orang itu mengambil barang-barang sepertinya orang itu sangat hafal dimana letak penyimpanan uang dan juga stok barang yang harganya mahal yang hilang itu.


Radit jadi curiga, kemungkinan ini ulah orang dalam.Namun Radit belum mau memberitahukan kecurigaannya itu kepada mama dan istrinya.


"Bagaimana Dit, apa ada titik terang?. " tanya mama.


"Baiklah sayang, segera kamu lapor polisi ya. Mama ga tenang takut hal seperti ini akan terulang lagi." ujar mama dengan muka tegangnya.


"Ma, maafin Kaniya ya karena ga pernah cek ke toko akhir-akhir ini. " Kaniya merasa bersalah.


"Udah ga papa, lagian kan ini udah jadi toko kamu. Mama disini hanya berkunjung saja eh tidak tau kalau bakal ada kejadian kayak gini. " jawab Mama Sherly sambil menepuk punggung Kaniya tapi tak dapat dipungkiri gurat kekecewaan yang ada diwajah mama Sherly.


"Terimakasih Ma. " Kaniya hanya bisa menunduk lesu dalam hatinya dia bertekad akan menemukan pelaku dari penyebab kerugian ini.

__ADS_1


Sebenarnya Kaniya sudah berulang kali ingin mengembalikan kepemilikan toko ini ke Mama Sherly, tapi mertuanya itu menolak. Alasannya karena dia memang sudah tak mau mengambil apa yang sudah ia berikan,pamali katanya.


🀩🀩🀩🀩🀩🀩


Kaniya dan Radit kini sudah tiba dirumah, diikuti mama Sherly dan juga pak Anto sang supir andalan keluarga Prawira.


Kaniya memasuki rumah dengan wajah ditekuk karena masih merasa bersalah sudah tidak bisa menjaga amana mama mertua.Radit yang mengerti akan situasi isi hati istrinya itu hanya bisa menyandarkan Kaniya di dadanya agar Kaniya merasa lebih tenang.


"Aku emang ga becus ya mas, baru aja toko itu dipercayakan Mama padaku, aku sudah membuatnya merugi. " ucap Kaniya sedih.


"Itu bukan salah kamu honey,itu semua salah pencuri itu. Kamu tenang saja, aku akan mempekerjakan seorang security untuk menjaga toko itu pada malam hari khususnya, agar tidak kecolongan lagi. " Radit mengusap punggung istrinya itu, sari mendaratkan sebuah ciuman dipuncak kepala Kaniya.


Apa yang dilakukan Radit ternyata benar-benar berhasil membuat Kaniya lebih tenang,perlahan Kaniya pun terlelap dalam dekapan Radit.


Radit mengurai pelukannya dan menaruh kepala Kaniya di bantal dengan hati-hati agar istri kecilnya itu tidak terbangun.Setelah berhasil menidurkan Kaniya Radit segera menelpon seseorang untuk melaksanakan tugasnya ang ia berikan.


😌😌😌


TBC

__ADS_1


__ADS_2