
Sekarang sudah pukul 06.00 pagi, langit yang mulai terang karena kehadiran sang Surya membuat suasana pagi ini begitu cerah.Kaniya sudah bangun lebih dulu dan sekarang sedang memasak sarapan di dapur.
"Pagi honey. " sapa Radit yang kini sudah berada dibelakangnya sambil mencium pipi istrinya.Suaminya itu juga sudah rapi dengan kemeja nya dan juga rambut klimis.
"Mas sudah rapi,apa hari ini Mas Radit akan ke kantor sepagi ini?. " tanya Kaniya.
"Mas mau ajak kamu ke rumah sakit dulu honey, kita jengukin Papa. " jawab suaminya itu.
"Ooo,oke deh Mas.Sekalian aku mau masakin bubur ayam buat Papa, sekalian buat Mama sama Rani juga." ujar Kaniya.
"Oke deh,bagus itu. Makasih ya honey, karena kamu emang istri, menantu, dan ipar yang sangat pengertian sekali. " Radit kembali menghujani nya dengan kecupan dipipi.
"Ih Mas ini, aku kan belum mandi. Masih bau tauk. " Kaniya jadi tidak pede.
"Mau kamu bau seperti apapun,tapi bagi aku kamu tetap wangi honey. "
"Gombal ih,sana nanti baju Mas Radit jadi kotor. " Kaniya meminta Radit untuk menjauh agar tidak terpercik masakan.
"Biar Mas bantu ya, kan tinggal pakai celemek. "
Dasar Radit yang ngeyel, ya udah deh biarin aja.
Akhirnya setelah sekian puluh menit berlalu, masakan bubur ayam untuk dibawa kerumah sakit pun jadi juga.
"Mmmm, wangi banget honey. Siapa dulu dong yang masak??. "ujar Radit.
" Lah, emang siapa yang masak Mas?. "tanya Kaniya pura-pura bego.
" Ya istri Mas lah yang paling cantik ini. "
"Dasar laki-laki tukang gombal. " Kaniya tak bisa menahan ketawanya saat melihat hidung Radit yang belepotan karena terkena bubur. "
"Hahahahahaha."
__ADS_1
"Lah, kok kamu ketawa honey. Emang apa yang lucu?. " tanya Radit.
"Sini biar aku bersihkan Mas. " Kaniya mengambil selembar tisue dan langsung menghapus sisa bubur di hidungnya Radit.
"Kok bisa ya?. " ujar Radit heran.
"Ya bisa lah Mas, tadi kamu nyicipin nya terlalu bersemangat sampai-sampai hidung kamu ikutan makan 😂. " ujar Kaniya.
"masa sih?. "
"Tuh lihat ditisue nya, kotor kan?." tanya Kaniya sambil menunjukkan tisue tadi.
"Iya honey, hehehe. "
"Ya udah, sekarang aku mau mandi dulu. Mas kalau mau ganti baju masih sempat. "
"Bilang aja kalau kamu mau ditemani mandinya. " ujar Radit.
"Gak la yau. "
Kaniya segera berlalu kekamar mereka, Radit hanya bisa tersenyum bahagia. Sekarang rumah tangganya sudah selamat dari cobaan yang kedua, ia berharap hubungannya dengan Kaniya akan semakin bahagia lagi kedepannya, apalagi mereka akan segera dikaruniai seorang anak sebentar lagi.
Saat ini pasangan bahagia itu sudah tiba dirumah sakit, Kaniya yang nampak sangat cantik dengan balutan baju hamil dipadukan dengan leging yang lucu berwarna pink salem terlihat begitu cantik terpancar.
Radit terus menggenggam tangan istrinya itu sepanjang koridor menuju ruangan rawat Papanya.
"Yang inilah kan Mas kalau tidak salah?. " tanya Kaniya.
"Iya honey, benar yang ini. Ayo masuk. " ajak Radit sambil terus menggandeng tangan istrinya digenggaman.
"Assalamu'alaikum Papa, Mama. " ucap keduanya berbarengan.
"Eh kalian, Wa'alaikumsalaam. " sahut Mama Sherly dan diikuti dengan Papa Marco.
__ADS_1
"Pagi-pagi sudah kesini , kamu gak kerja Dit?" tanya Mamanya.
"Habis dari sini nanti Radit ke kantor Ma, tapi rencananya Radit mau ngecek stok Ban produksi baru di Pabrik kita. " ujar Radit.
"Ooo, begitu. Lalu kamu sayang, apa gak ke kampus?. " tanya Mama mertuanya itu.
"Kebetulan hari ini Niya gak ada kelas Ma. Jadi paling nanti kena Restoran saja habis dari sini. " jawab Kaniya.
"Baguslah kalau begitu, Mama juga senang dengarnya. Terus itu apa yang kalian bawa,baunya enak sekali. " tanya mertuanya itu.
"Oh, ini bubur ayam kok Ma. Kebetulan Niya buatin untuk Papa, Mama, dan juga Rani. "
Kaniya meletakkan rantang berisi bubur ayam buatannya di piring yang memang sudah tersedia diruangan itu.
Ini Ma, cobain deh. Kalau yang ini untuk Papa. Biar Papa Niya aja yang suapin. Mama makan aja dulu buburnya. "ujar Kaniya.
" Iya Ma, enak loh Ma. Tadi Radit udah makan, dua piring loh Ma. "ujar Radit.
" Kalau kamu mah malah aneh kalau kamu itu gak doyan makan. "ketus Mamanya.
" Hehehe, Mama masih ingat aja."ujarnya Radit.
Kaniya dengan telaten menyuapi Papa mertuanya, sekarang kondisi Papa mertuanya itu sudah lumayan membaik. Makannya pun sudah mulai lahap.
"Ini enak banget nak, kamu memang jago ya bikinnya. Gak bikin enek!!. "
Sedang asyik asyiknya makan bubur ayam, tiba-tiba mereka dikejutkan dengan ketukan pintu dari luar.
Ternyata ada tamu,Radit pun segera bangkit dan membukakan pintu untuk tamu itu. Dan betapa terkejutnya Radit saat melihat siapa yang datang.
"Elo!!?. "emosi Radit tiba-tiba melesat naik ketika melihat wajah pria brengsek yang sudah menghancurkan hidup adiknya.
" Assalamu'alaikum. "ucap Marcel.
__ADS_1
Benar! ternyata tamunya Marcel dan diikuti oleh Papa dan Mamanya. Sedangkan Rani tidak mereka ajak, gadis itu masih mereka taruh di kamar yang terkunci.