Kaniya Si Gadis Desa

Kaniya Si Gadis Desa
Tak Kuasa


__ADS_3

"Duduklah Nak,ada yang mau kami tanyakan padamu."suruh Bu Mery pada putrinya itu.


"Ada apa Bu,apa ada hal yang penting?."Kaniya jadi merasa tidak tenang.


"Kemarilah Nak,duduk disini."kata Nyonya Sherly sambil menepuk kursi diantara dirinya dan suaminya Tuan Marco.


Kaniya yang merasa bingung ada apa hanya menurut saja.


"Kaniya,kami ingin kamu menjadi istrinya Radit.Apa kamu bersedia?".tanya nyonya Sherly, to the point.


"Apa?maksudnya Ibu,saya menikah dengan anak Ibu Radit yang kemaren kecelakaan itu?."tanya Kaniya ingin diperjelas.


"Iya Nak,kami tahu....pasti kamu ragu kan soal kesehatan Radit.Ya ..seperti yang kita tahu,keadaan Radit saat ini memang kurang baik.Tapi tak lama lagi dia pasti akan pulih."bujuk Nyonya Sherly yang disertai kata-kata bohong soal kesehatan Radit.


"Bukannya begitu Bu,tapi kan kami berdua juga belum saling mengenal.Lagian saya khawatir anak Ibu juga gak bakalan mau sama saya yang cuma seorang gadis desa."Kaniya menolak lamaran itu secara halus.


"Apa kamu menolak lamaran ini, Nak?".tanya Bu Mery kepada anaknya.


"Begini Kaniya,bisa kita bicara berdua saja?."pinta Nyonya Sherly yang menyela pembicaraan.


"Baiklah Bu,mari ikut saya.Kita bicara dikamar saya saja."Kaniya mempersilahkan Nyonya Sherly untuk mengikuti langkahnya.


Setelah dikamar

__ADS_1


"Kaniya,kita langsung saja keintinya.Apa tanggapan kamu soal lamaran ini?, Saya ingin kamu menjawab iya."kata Nyonya Sherly tegas.


"Maafkan saya Bu,saya ini gadis desa yang miskin.Apa Ibu gak akan malu punya menantu seperti saya?."tanya Kaniya.


"Saya tidak masalah dengan latar belakang kamu,yang saya mau ada seseorang yang menjaga Radit dan bisa bersamanya 24 jam penuh.Kamu kan tahu kondisinya Radit.Kamu bisa lihat sendiri keadaannya yang cukup parah.Memang akan butuh waktu untuk menyembuhkan lukanya."jelas Nyonya Sherly lagi.


Kaniya menunduk dan berfikir.kepalanya mendadak ruwet,entah dia harus menjawab apa.Terbayang wajah pria itu yang bersimbahan darah.hiiikkkkk??????!!!!!Kaniya bergidikkkk


"Kalau kamu mau menjadi menantu saya,saya akan menguliahkan kamu di Universitas terbaik dikota ini dan juga kamu tidak bisa menolak."Nyonya Sherly mulai sedikit menekannya.


"Kenapa saya harus mau?."tanya Kaniya lagi.


"Saya tahu,kamu bekerja disalah satu toko pakaian milik saya,iya kan?."ujar Nyonya Sherly .Hal itu membuat Kaniya terkejut.


"Jika kamu mau tetap bekerja ditoko itu,ya kamu harus mau jadi istrinya Radit.Kamu juga akan saya angkat menjadi manager disana."tegas Nyonya Sherly lagi.


"Bagaimana ya??."Kaniya terduduk diranjangnya.Dia memikirkan untung ruginya.Disatu sisi dia memang butuh uang dan harus bekerja untuk membantu Ibunya dan adik tirinya karena ayah tirinya si Pak Edi bisanya cuma berjudi.Hampir setiap hari ribut sama Ibunya karena perkara uang.Sementara Ibunya hanya berjualan kue keliling kampung saja.


"Bagaimana Kaniya,kamu setuju kan?.Kalau kamu jadi menantu saya,hidup kamu akan berubah menjadi lebih baik.Kamu akan dikenal sebagai istri dari Raditya Prawira,seorang pemilik perkebunan karet dan sawit terbesar di propinsi ini."Nyonya Sherly membanggakan anaknya itu.


"Saya minta waktu untuk berfikir dulu Bu,bisa kan?.Soalnya ini pernikahan yang akan mengikat saya seumur hidup.Saya hanya ingin menikah satu kali saja dalam hidup saya Bu.Jadi ,,,sekali saya menikah,saya tidak mau jika suami saya ingin menceraikan saya Bu."jawab Kaniya.


"Baiklah,saya beri kamu waktu sampai besok."kata Nyonya Sherly dengan nada mengancam.

__ADS_1


"Iya Bu,saya akan segera menghubungi Ibu."jawab Kaniya sedikit ketakutan,jantungnya seperti berlarian kesana kemari.Lalu mereka berdua keluar dari kamar Kaniya.


wajah-wajah penuh pertanyaan sudah menanti diruang tamu.


"Bagaimana Ma,apakah Nak Kaniya bersedia?."tanya Tuan Marco.


"Kita akan tahu jawabannya besok Pa."jawab Nyonya Sherly.


Wanita itu menatap penuh penekanan kepada Kaniya,ia sudah tidak sabar mendengarkan kata 'Iya' dari gadis itu.


" Kalau begitu, kami permisi dulu Bapak,Ibu."Ujar Tuan Marco.


"Di minum dulu Teh nya Pak, maaf cuma ada ini. " ujar Bu Mery.


"Iya, hehe. Ayo Ma diminum dulu teh nya. " ajak Tuan Marco pada istrinya.


Setelah itu keduanya pun pulang kembali ke kota.


"Bagaimana Ma?. "


"Belum tahu Pa. " jawab Nyonya Sherly.


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2