
Radit mempercepat langkahnya mengikuti langkah kaki sang istri yang kembali memasang muka jutek,Radit jadi bingung harus bersikap bagaimana.Sekarang Kaniya lebih sensitif dari biasanya,moodnya susah ditebak,selalu berubah-ubah.
Kini Kaniya masuk kekamar mandi lalu menutupnya dengan keras dan terdengar suara air yang di gayung,Radit yang masih bingung denagn sikap istrinya itu hanya bisa menunggu didepan pintu.
"Honey,kamu sedang apa didalam sana?."tanya Radit khawatir.
"Aku ga kenapa-napa kok mas,aku hanya mau mandi.Ini kan sudah hampir sore."Jawab Kaniya dari dalam kamar mandi.
"Ooo,kirai kamu lagi ngambek."jawab Radit.
"Yes,untung kamu ga ngambek honey.Kalau sampe iya,bisa-bisa si otong ga bisa masuk kandang lagi deh malam ini."fikir Radit mesum.
"Kalau begitu,aku kekamar kamu duluan ya.Aku mau masukin koperku yang tadi diteras juga."teriak Radit.
"Iya mas."jawab Kaniya dari dalam kamar mandi.
"Yess!?."ujar Radit senang,karena Kaniya sudah mengizinkannya untuk tidur dikamarnya malam ini,itu yang ada dalam fikiran Radit sekarang.😂
Dengan bersiul riang Radit menarik kopernya kedalam kamar Kaniya yang tak begitu besar,bisa dibilang sangat sempit jika dibandingkan dengan kamar yang mereka tempati dirumah orang tua Radit.Ukurannya tak lebih dari 3x4 meter saja,ranjangnya pun dipan dari bahan kayu,dan kasurnya berupa matras yang berukuran 160x200cm.
Meskipun tadi Radit sempat menjajal tempat tidur istrinya itu sekilas,tapi sekarang ia ingin mengetesnya lagi.Takutnya nanti tempat tidur itu akan menimbulkan suara kalau mereka sedang berduel.🤣🤣🤣
Ada-ada saja ya si Radit ini.
Berhubung kamar Mandi rumah ini cuma ada satu dan menyatu dengan dapur,jadi kalau mau mandi Radit harus mengantri bersama anggota keluarga yang lain.Makanya Radit memutuskan untuk menunggu Kaniya selesai mandi saja,baru setelah itu dia mandi.
Radit sedang melepas kaosnya karena bersiap ingin mandi setelah Kaniya,jadi membatalkan niatnya setelah melihat sang istri yang baru selesai mandi dan hanya menggunakan handuk yang menutupi tubuhnya.
Handuk itu memang berukuran jumbo,tapi tetap saja Radit jadi tergoda dan tak bisa menahan hasratnya.
Kaniya tidak memperdulikan suaminya itu,dia fokus mencari baju yang akan dia pakai dikoper miliknya yang juga belum sempat disusunnya ke lemari.
Tiba-tiba Radit memeluknya dari belakang,dan menciumi tengkuk Kaniya dengan buas.
__ADS_1
"Mas,hentikan.Ini bukan dirumah mama yang kamarnya luas sehingga orang diluar tak bisa mendengar pembicaraan kita.
"Kita ga usah bersuara honey,kita cukup bekerja saja."bujuk Radit,mungkin dia sudah ga tahan melihat kemolekan tubuh wanita yang sedang berada dalam dekapannya itu.
Kini tangan Radit mulai menyentuh gundukan kembar didada Kaniya,diremasnya perlahan dari belakang.Membuat Kaniya mendesah.
"Hentikan mas,ini masih siang.Orang-orang masih belum tidur.Bagaimana kalau ibu memanggil."ujar Kaniya sambil berusaha lepas dari dekapan erat Radit.
"Biarkan saja,kalau ibu memanggil kita jawab aja lagi nanggung."ujar Radit masih dalam keadaan on fire.
"Jangan mas,nanti malam aja.Ga enak sama yang lain,nanti bapak tiriku dengar."Kaniya mencari alasan.
"Honey,biarkan saja dia dengar.Paling juga nanti dia akan minta jatah sama ibu."jawab Rafit lagi.
Kali ini Kaniya benar-benar ga tahu harus buat alasan apa.
"tok...tok...tok.."suara pintu diketok.
"Hukh..!!."Radit menghela nafas berat,karena hasratnya yang ingin bercocok tanam mendapat gangguan dari luar.
"Ini ibu nak,ibu cuma mau tanya.Apa nak Radit jadi nginap disini?." tanya bu Mery dari depan pintu.
"Iya bu,mas Radit akan nginap disini malam ini."jawab Kaniya,sambio buru-buru memakai pakaiannya didepan suaminya.
Radit yang tadinya dapam mode on tiba-tiba jadi lesu melihat Kaniya berpakaian.Batal dah rencana uwu- uwu nya.😆😆
"Dengan cepat Kaniya berlari kearah pintu sambil menyisit rambutnya,dibukakannya pintu dan ternyata ibunya sudah tidak ada didepan pintu.
"Bu..ibu dimana?."tanya Kaniya.
"Ibu mau kewarung dulu ya nak,mau beli telur dan susu untuk nak Radit.Biasanya kan orang kota suka makan telur dan minum susu."Ujar bu Mery.
"Ga usah bu,mas Radit itu bisa makan apa aja kok,dia orangnya ga milih-milih kalau soal makanan.Apa aja yang Niya masakin buat dia,selalu ludes."
__ADS_1
"Ga papa sayang,ibu beli aja siapa tahu nanti kita butuh."Lagi-lagi bu Mery ngotot mau belanja,dia ingin menjamu menantunya itu dengan sebaik mungkin.
"Ya udah,terserah ibu aja deh kalau begitu."Kaniya hanya bisa pasrah.
Radit yang batal mintak jatah,mukanya berubah jadi asem.Sambil menyandang handuk dibahunya ia menuju kamar mandi.
Dengan cepat dia masuk kedalam kamar mandi,entah apa yang akan dia lakukan.Mungkin saja ritualnya semasa bujangan,main sabun🤣🤣.
"Mas Radit,mas kamu dimana?."Kaniya memanggil-manggil suaminya.Namun tak ada jawaban juga.
Terdengar suara air dari kamar mandi,jadi Kaniya beralih kedapur dan mengetuk pintu kamar mandi disebelahnya.
"Mas,apa kamu yang sedang didalam kamar mandi?."tanya Kaniya seraya mengetuk pintu kamar mandi itu.
"Iya,ini aku."Suara Radit terdengar sangat berat😂.
"Kamu lagi ngapain sih mas?."tanya Kaniya lagi.
"Lagi jinakin si otong."jawab Radit singkat.
"Apa?!."Kaniya jadi tak bisa menahan tawanya.
😂😂
"Jinakin gimana maksudnya mas?."Kaniya yang memang belum paham jadi penasaran.
"Sini,biar kukasih tahu caranya."tiba -tiba Radit membuka pintu kamar mandi dan sudah menarik tangan Kaniya sehingga membuat Kaniya terseret masuk kedalam kamar mandi juga.
"Apa yang kamu lakukan mas,ngapain aku diajak masuk juga.Aku kan sudah mandi."ujar Kaniya, geram dengan apa yang baru saja suaminya itu lakukan.
😍😍😍😍☺☺☺
***Kira-kira apa yang akan Radit lakukan????😆😜
__ADS_1
tunggu episode selanjutnya😉***