
"Istri....hey Istri."panggil Radit sambil teriak-teriak.
"Ya ampun,aku ga budeg kali.Biasa aja dong manggilnya,didengar yang lain kan gak enak."jawab Kaniya sambil beranjak dari duduknya dan berjalan kearah kamar mandi untuk membantu Radit kembali ketempat tidur.
"Kalau kaki kamu yang sebelahnya udah bisa napak,kenapa gak pakai tongkat aja.Jadi tidak perlu pakai kursi Roda lagi.Iya kan?."Saran Kaniya sembari menuntun Radit berjalan.
"Iya juga,besok kamu harus belikan aku tongkat yang bisa nopang tubuh aku.Jangan salah beli,entar kamu belikan yang untuk orang buta,lagi."jawab Radit .🙄
Kaniya hanya memutar bola matanya merasa jengah dengan perkataan Radit barusan.
"Kenapa?ga suka ya bantu suami sendiri?."tambah Radit lagi.Namun Kaniya hanya diam saja,dia sudah malas menanggapi sikap Radit yang terkadang semena-mena terhadap dirinya.
Sesampainya ditempat tidur,Kaniya mendudukkan Radit dan membimbingnya berbaring.
"Tidurlah."kata Kaniya pada suaminya itu.
"Aku gak bisa tidur,mataku belum ngantuk.Tadi kan abis minum kopi."jawab Radit.
"Lagian kamu sih,mau tidur bukannya minum susu malah minum kopi."Kaniya geleng-geleng kepala.
"Ya sudah,matikan saja lampunya.Siapa tahu kalau lampunya dimatikan aku bisa tidur."pinta Radit.
Kaniya mematikan lampu bagian atas kamar dan hanya menyalakan satu lampu disisi nakasnya saja.Lalu dia beranjak ingin keluar kamar.
"Mau kemana?,disini aja!.Kamu harus tidur disini,kita ini kan sudah menikah."Radit memerintahkan Kaniya agar kembali kesampingnya.
"Aku cuma mau ngambil minum kok,takutnya nanti kamu haus ditengah malam."jawab Kaniya,sambil mengambil cangkir kopi yang tadi dibawanya untuk Radit.
"Ooooh."Radit hanya ber oh ria.
Disaat Kaniya berada didapur rumah itu untuk mengambil air minum,ia mendengar suara-suara aneh yang membuat bulu kuduknya berdiri.Ditambah lagi lampu yang sebagian sudah dimatikan,sehingga keadaan ruangan dapur hanya berpendar cahaya yang temaram saja.Membuat bulu kuduk merinding dan berdiri.
Kaniya sedikit takut,tapi ia mempercepat menuangkan air kedalam scan yang dibawanya.Saat ia akan kembali kekamar,listrik tiba-tiba padam sehingga Kaniya pun menjerit ketakutan.
__ADS_1
" Aaaaaaaaaaaaaaaa. "teriak Kaniya.
Kaniya mendengar suara yang berbisik,seakan memanggil-manggil namanya.
"Kaniya...Kaaa niii yaa."suara itu terdengar sangat seram.Suara itu seperti suara seorang wanita dan terdengar sangat dekat di telinganya.
"Siapa?,siapa itu?."tanya Kaniya sambil bergidik ngeri dan gemetaran.
Karena suasana yang gelap,Kaniya mencari-cari arah kekamarnya sambil meraba-raba.
"Brukkkk." tiba-tiba Kaniya menabrak sesuatu dikakinya.Sesuatu yang seperti sebuah benda yang terbuat dari besi.
"Awwww,sakit sekali."Kaniya mengeluh.
Lalu sesuatu yang ditabraknya itu mengeluarkan cahaya persis cahaya sebuah senter,sehingga membuat Kaniya menjerit histeris.
"Hantuuuuuu."teriaknya.
"Bukannya tadi kamu ditempat tidur,bagaimana kamu bisa turun dan naik ke kursi roda?."tanya Kaniya kaget.
"Karena tadi lampunya tiba-tiba padam dan aku mendengar teriakan kamu,jadi aku mau mencarimu."jawab Radit.
"Lalu gimana caranya kamu turun dari tempat tidur?."tanya Kaniya lagi.
"Ya aku berusaha mati-matianlah."jawab Radit singkat.
"Itu artinya,kamu sudah tidak membutuhkan bantuanku lagi sekarang karena kamu sudah bisa sendiri."Kaniya tersenyum senang.Dia merasa sudah merdeka sekarang.
"Tentu saja aku masih butuh bantuanmu,aku ini belum sembuh betul."dengan santai Radit menjawab pertanyaan Kaniya.
"Bantuan apa, kamu kan sudah terlihat sehat?." tanya Kaniya.
"Bantuan untuk menjinakkan sesuatu yang sudah terbangun dari tadi gara-gara melihat bibirmu itu."seketika Radit jadi sedikit agresif.
__ADS_1
"Maksudmu?,apa maksudmu aku gak ngerti?."Kaniya bingung dengan apa yang dimaksud Radit.
"Sebaiknya kita kembali kekamar,atau kamu mau melakukannya disini?."tanya Radit seraya menantang istrinya itu.
"Melakukan apa?."Kaniya masih belum nyambung dengan apa yang dimaksud oleh Radit.
"Aku kira kamu gak polos-polos amat,tentu saja aku mau menjawab tantanganmu tadi."jawab Radit sambil memainkan cahaya senter dari ponselnya kewajah Kaniya dan kemudian kebagian tengah celananya.
Kaniya tak mau mengikuti fikirannya yang aneh,dia berusaha menepis semua fikiran kotor yang menghinggapi otaknya saat itu😅.
Tanpa melihat kearah yang disinari oleh senter Radit,Kaniya bergegas menaruh scan yang dibawanya ditangan Radit.Kemudian didorongnya kursi roda yang dinaiki suaminya itu kembali kekamar.
Setibanya dikamar,Kaniya mengambil scan air ditangan Radit dan menaruhnya di atas meja nakas.Lalu ia pun bermaksud membantu Radit untuk berdiri.
"Sini biar kubantu kamu berdiri".Kata Kaniya dengan nada malas.
Radit pun mengangguk,ditaruhnya tangannya dibahu Kaniya yang menunduk dan keduanya pun berjalan kearah tempat tidur.Namun karena suasananya masih gelap dan hanya sinar dari senter Hp Radit saja yang arahnya entah kemana,keduanya jadi tak bisa melihat dengan jelas dan akhirnya keduanya terjatuh dengan posisi Radit dibawah dan Kaniya diatas.
Kaniya dapat merasakan ada sesuatu benda yang menonjol dengan keras dibawahnya,benda itu seakan menusuknya dan seketika Kaniya hendak bangkit dan menghindar saat ia menyadari benda apa itu.
"Kamu mau kemana?."tanya Radit.
"Aku mau tidur disofa aja."jawab Kaniya.
"Apa kamu mau menghindariku?."Radit merasa tersinggung.
"Maksud kamu?."Kaniya balik bertanya.
"Bukankah kamu sendiri bisa merasakannya."jawab Radit sambil menunjuk kebagian intimnya.
Kaniya terpaku dan ia pun langsung melengoskan pandangannya seketika saat melihat Radit mengeluarkan sesuatu dibalik resleting celananya.😜
Bersambung..............
__ADS_1