Kaniya Si Gadis Desa

Kaniya Si Gadis Desa
Kelupaan


__ADS_3

Kaniya membelalak saat melihat Radit ada diatasnya,didorongnya tubuh Radit sekuat tenaga namun tak bergeser sedikit pun.Radit seperti membeku,Kaniya pun ikut melemas melihat tatapan pria itu.


Keduanya terhanyut kedalam tatapan satu sama lain.Sejenak Kaniya tersadar dan sekuat tenaga didorongnya tubuh besar yang ada diatasnya itu hingga Radit terjatuh kelantai dan terduduk begitu saja,padahal tadi hampir saja bibir Radit menyentuh bibirnya.


"Maaf,kamu ngapain tadi?!."tanya Kaniya tegas.


"Aku gak sengaja terjatuh keatas mu,tadi aku gak bisa berdiri dengan tegak dan akhirnya menimpamu."jawab Radit.


"Apa kamu sengaja untuk jatuh diatas ku?!!."tanya Kaniya yang jadi marah.


"Sudah kubilang,aku gak sengaja."jawab Radit.


"Kalau tak sengaja,lalu itu tadi?.Kenapa kamu seperti mau mencium ku?!."tanya Kaniya lagi.


"Aku....hanya terbawa suasana saja."jawab Radit.


"Alasan,pasti kamu sengaja kan!.Jangan harap kamu bisa mendapatkanku dengan mudah."Kaniya menantang.


"Aku juga gak bakal mau!.Jadi jangan Ge Er ya."kata Radit yang pura-pura gak butuh.


"Oo ya,baiklah.Aku juga pengen lihat apakah yang kamu bilang itu benar-benar bisa kamu buktikan!."Kaniya makin menantang Radit.


"Oke,kita lihat saja nanti.Siapa yang gak bisa menahan diri nantinya.Aku atau kamu?!."Radit juga tak mau kalah.


Radit berusaha berdiri,tapi lagi-lagi ia jadi kesulitan karena barusan terjatuh akibat didorong Kaniya kelantai.


Kaniya tidak tega melihatnya,dia bangkit dari duduknya dan mencoba menolong Radit.


"Sini biar aku bantu."Kaniya mengulurkan tangannya.


Namun Radit tak menggubrisnya,dia masih berusaha keras untuk berdiri sendiri.


"Sudah... gak usah gengsi."ujar Kaniya sambil mengangkat dan membopong tubuh Radit ke ranjang.

__ADS_1


Radit kaget bukan main,karena ia merasa tak mengeluarkan sedikit tenaga pun untuk menopang tubuhnya dan itu artinya semua adalah tenaga Kaniya yang membuatnya bisa berdiri dan pindah keranjang.


"Tenagamu kuat sekali."ujar Radit.


Kaniya yang mendengar perkataan suaminya itu jadi bingung sendiri,karena dia pun merasa bahwa apa yang dikatakan Radit itu benar adanya.Tadi Kaniya tiba-tiba merasa kalau tubuh Radit sangatlah ringan.


"Apa kamu punya ilmu tenaga dalam?."tanya Radit lagi,dia hanya bermaksud bercanda,tapi ditanggapi serius oleh Kaniya.


"Kamu benar,aku juga merasa tadi itu tenagaku sangat kuat sekali."Kata Kaniya tiba-tiba.


"Jadi aku benar,kamu baik-baik saja kan?."tanya Radit.


"Iya,aku baik-baik saja."jawab Kaniya sambil memegangi tengkuknya.Dia merinding sendiri ketika membayangkan kalau dia mempunyai kekuatan aneh didalam dirinya yang kadang-kadang muncul tiba-tiba.


"Kaniya,Kaniya..."Radit terus memanggil nama Kaniya.


"Ah,ada apa?."tanya Kaniya tersadar.


"Sudahlah,jangan terlalu difikirkan.Sebaiknya sekarang kamu mandi,biar badanmu segar kembali.Jangan kebanyakan melamun dan jangan kebanyakan mikirin aku."goda Radit😁.


Kaniya melepaskan pakaiannya dan mandi begitu saja,dia masih larut dalam fikirannya tentang kekuatan gaib yang dia miliki.


Setelah beberapa saat,barulah ia tersadar dan segera menyelesaikan mandinya.Namun saat ia mau meraih handuknya,baru ia tahu kalau ia tak membawa apapun kedalam kamar mandi.


Kaniya berfikir untuk meminta bantuan kepada Radit.


"Radit,Tuan Radit yang terhormat."Panggil Kaniya.


"Iya,ada apa?."teriak Radit.


"Aku tadi kelupaan bawa handuk dan pakaian ganti,bisa kamu tolong bawakan kemari?."Kaniya meminta tolong dengan nada yang manis semanis madu.


"Hahaha😂😂ambil saja sendiri,sini keluarlah."Radit malah ingin menggodanya.

__ADS_1


"Tolonglah Tuan Radit yang terhormat."Kata Kaniya lagi.


"Hey,apa kamu lupa kalau aku ini sedang sakit.Untuk berjalan kesana kemari aku sangat kesulitan dan itu pun sering dibantu olehmu.Bagaimana aku bisa membantumu kalau begitu,fikir saja sendiri."Kata Radit lagi.


"Iya,juga." gumam Kaniya.


"Begini saja,tutuplah mata mu dan aku akan keluar dari sini.Tapi awas ya,kamu tidak boleh melihat."kata Kaniya yang mulai panik.Mana baju yang tadi dia pakai sudah basah kena air mandinya.


"Iya,iya,keluarlah.Aku gak akan lihat kok,aku juga lagi sibuk nih baca berkas kantor."Jawab Radit sambil tersenyum licik,Radit mengarahkan tubuhnya kearah meja rias dan berpura-pura membaca berkas kantor.


Kaniya memunculkan kepalanya dibalik pintu kamar mandi,setelah mengamati sekeliling dan juga Radit yang membelakanginya,Kaniya pun melangkah keluar dengan secepat mungkin berjalan kearah lemari pakaiannya sambil menutupi dada dan bagian bawahnya dengan kedua tangannya.


"Awas,jangan ngintip!."katanya.


"Iyaaaa."jawab Radit.


Tapi tanpa Kaniya tahu karena sibuk mencari pakaian gantinya dilemari,Radit menurunkan majalahnya dan melihat pantulan tubuh Kaniya dicermin meja rias.


"Waww,indah sekali."gumam Radit.


"Apa nya yang indah?."tanya Kaniya sambil mengenakan **********.


"Oo,ini...angka-angka yang tertera disini.Sepertinya aku akan untung besar,harga karet dan sawit mulai mengalami kenaikan."kata Radit bohong.


"Ooo,bagus dong kalau begitu.Asal jangan makin sombong aja kalau lagi diatas."kata Kaniya sewot,tanpa ia sadari Radit terus memperhatikan setiap lekukan tubuhnya.


Jiwa kelelakiannya meronta-ronta,andai saja keadaannya tidak sedang seperti ini.Pasti dia sudah menerkam istri kecilnya itu,sungguh dia sudah sangat tergoda.Sulit baginya jika harus terus melihat pemandangan seperti itu setiap harinya tanpa bisa menyentuhnya.


Kaniya masih sibuk berpakaian dan akhirnya selesai juga.Menyadari hal itu,Radit kembali pura-pura membaca laporan perkebunannya.😂😂


Kuat-kuat ya mas Radit.😂😂


kemungkinan novel ini akan up 2 hari sekali.Karena Thor nulis dua novel sekaligus,tapi diusahakan sekali up lansung 2 Bab.

__ADS_1


Jangan lupa like n komennya ya,terimakasih🙏🙏🙏😘***


__ADS_2