
Keesokan harinya,Radit mengajak ayah mertuanya pak Edi untuk pergi ke lahan perkebunan miliknya yang jaraknya tidak terlalu jauh dari desa Kaniya.Perkebunan karetnya memang sangat luas,begitu juga kelapa sawitnya.
Perkebunan milik Radit memang berada di pinggiran kota,dan letaknya di sepanjang jalan menuju ke desa Kaniya.
Sebelum pergi,Kaniya memberikan bekal berupa rantang makanan buat Radit.Tak lupa Radit juga berpesan kepada Kaniya agar selalu waspada meskipun dia berada dirumah,begitu pula Kaniya yang sangat mengkhawatirkan Radit.
Pak Edi terlihat senang hari ini,semangatnya mulai bangkit.Senyum terus terpancar dari wajahnya sejak semalam.Sampai-sampai bu Mery ibunya Kaniya menjadi bingung dengan gelagat aneh suaminya itu.
"Terimakasih nak Radit,karena sudah mengembalikan semangat bapak."ujar Pak Edi seraya menepuk pundak Radit.
Dibalas senyuman oleh menantunya itu,disertai anggukan.
"Honey,mas berangkat dulu ya."Radit kembali mendekati istrinya untuk pamitan.
"Iya mas,hati-hati ya mas."Kaniya menyalami tangan suaminya.
Refleks Radit mencium puncak kepala Kaniya dengan hikmad,membuat bu Mery dan pak Edi saling lirik.ππ
Pak Edi menyalakan mesin motornya dan menyuruh Radit naik dibelakangnya.Keduanya berboncengan menyusuri jalan desa sampai keluar desa dan terus memasuki jalan area perkebunan milik warga lain.Barulah setelah itu mereka tiba di lahan perkebunan milik Radit.
__ADS_1
Perkebunan ini terlihat bersih dan terawat,tapi ada sedikit masalah dengan beberapa bagiannya.Apalagi Radit sudah lama tidak datang ke perkebunan ini,sudah berbulan-bulan Radit sakit dan bahkan baru saja pulang dari London untuk berobat.Ini pertama kalinya Radit menginjakkan kaki diperkebunannya setelah kecelakaan itu.
"Pak Bambang,tolong kumpulkan para pekerja didepan kantor sekarang juga!."Ujar Radit kepada salah satu mandor diperkebunan itu.
"Baik bos."Pak Bambang segera berlari kelahan untuk memanggil semua pekerja.
Para pekerja pun berkumpul didepan kantor,mereka semua baru tahu kalau bos mereka datang dan sekarang sedang membawa seseorang yang nampak asing.
Pekerja diperkebunan ini kebanyakan pasangan suami istri,mereka bahkan tinggal di mes-mes yang disediakan oleh perkebunan.Sudah seperti keluarga besar,bahkan ada yang sudah bekerja sejak bujangan hingga sekarang sudah punya keluarga.
Radit keluar dan menemui para pekerja itu.Tak jarang dari mereka yang kaget dengan kehadiran Radit,karena kabar terakhir yang mereka tahu kalau bosnya itu sedang sakit,bahkan wajahnya terluka parah akibat kecelakaan hebat yang menimpanya.
Akan tetapi kenyataan yang mereka lihat sekarang wajah Radit baik-baik saja,bahkan terlihat lebih fresh dan tubuhnya lebih berisi.
Para pekerja pun berbisik-bisik,mereka memang tahi jika bos mereka kini sudah menikah,tapi mereka lumayan terkejut jika mertua dari bosnya malah bekerja dengan bos mereka juga.Mereka kira bahwa mertuanya Radit pastilah orang berada yang setara dengan keluarga Radit.
Raditboaham betul tatapan dan bisik-bisik aneh dikalangan karyawannya.Begitu juga pak Edi,dengan ga enak hati ia pun memperkenalkan dirinya dihadapan para karyawan.
Setelah semuanya mengerti dan pak Edi pun sudah mulai bekerja pada bagiannya,Radit juga masuk kekantornya unuk memeriksa data perkebunan yang selama ini ditinggalkannya.
__ADS_1
Selama ini ia hanya mengecek lewat email saja,jafi hari ini Radit memutuskan untuk mengecek ulang semuanya secara mendetail.
πππππ
Semetara itu dirumah,sang istri yang masih sibuk berkutat didapur sekarang sedang memasak menu makan siang.
Kali ini Kaniya sedang memasak opor ayam kampung,sudah lama ia ga masak opor ayam.Menu kesukaannya dan juga adiknya,tak lupa sambal terasi dan lalapan.
Disaat Kaniya sedang sibuk membersihkan perabotan yang tadi dipakainya memasak,tiba-tiba terdengar suara deru mobil didepan rumah ibunya itu.Kaniya pun berinisiatif untyk melihat siapa yang datang dengan membuka pintu samping.
Benar saja,baru saja Kaniya mengeluarian kepalanya untuk mengintip siapa yang datang.Tiba-tiba tangannya ditarik keluar oleh dua orang pria bertubuh besar dan tegap.
Pria-pria itu menariknya dan memasukkannya kedalam sebuah mobil berwarna hitam.Kaniya yang ingin memberontak dibius dengan saputangan yang sudah diberi obat bius,hingga tak sadarkan diri.
Sementara bu Mery yang kini masih berjualan keliling tidak mengetahui kalau putrinya sekarang sedang diculik.Mobil yang membawa Kaniya melaju dengan kencang.Ada beberapa warga desa yang melihat mobil itu,tapi mereka tidak tahu kalau didalamnya adalah Kaniya yang sedang menjadi korban penculikan.
"Tuan,kami sudah berhasil membawa kabur nona Kania dari rumah ibunya didesa."seru orang suruhan Stefan diujung telepon.
"Bagus,segera kalian bawa dia padaku(dalam bahasa Inggris ya)
__ADS_1
"Oke boss."
Stefan tersenyum senang penuh kemenangan,dan tatapan matanya mengisyaratkan bahwa dia sangat meremehkan Radit,karena dengan mudahnya dia bisa mendapatkan apapun yang ia inginkan.Meski harus merebutnya dari seseorang.π