
Melihat bayangan itu,Kaniya mengikuti naluri nya untuk mengikuti laki-laki itu.
"Hey, Kaniya. Elo mau kemana?. " tanya Bella sahabatnya.
"Nitip absen ya,gue ada urusan penting nih."jawab kaniya.
" Memangnya ada apa sih?. "Bella jadi penasaran.
" Ini urusan pribadi. "Jawab Kaniya sambil celingak-celinguk memperhatikan pergerakan Marcel dari jauh.
Bella jadi makin penasaran, apa sih yang dilihat oleh temannya itu dari tadi.Bella mengikuti arah mata Kaniya, dan yang ia lihat di depan sana adalah Marcel.
" Elo lagi mau ngikutin Marcel?, wah parah loh!, suami yang super duper guanteng mirip Aktor Thailand masa' masih kurang sih?. "ujar Bella.
" Apa'an sih Bella,gue itu lagi ngikutin dia karena gue curiga sama dia. "jawab Kaniya.
" Curiga apa sih?, Hey Kaniya... mau kemana???. "teriak Bella, karena setelah melihat Marcel menjauh,Kaniya pun ikut berlari untuk mengikutinya.
" Entar gue ceritain... "ujar Kaniya.
Kaniya pun berjalan cepat mengikuti Marcel yang kini makin mencurigakan,sekarang Marcel malah sedang bertemu dengan teman-temannya.
" Hallo Cel, gimana taruhan kita?. "tanya Bobi.
" Ah, kayaknya gue bakal kalah nih. "Jawab Marcel.
" Kalah kenapa?. "tanya Bobi.
" Gue salah target. "
"Maksudnya?. "
"Gue mau jebak Kaniya, ehhh... malah yang datang cewek lain. "jelas Marcel.
" Lah, maksudnya elo jadi ngejebak cewek lain begitu?. "tanya Bobi dan yang lainnya.
" Iya bro. "wajah Marcel sedikit memelas.
" Terus-terus..???. "mereka jadi makin penasaran.
" Terus apanya??? "ujar Marcel gedeg.
" Selanjutnya gimana, elo sama cewek yang elo mangsa itu?. "tanya temannya yang lain.
" Ya..... di-a.... masih dikost- an gue. "Ujar Marcel tergagap.
Kaniya yang sedang menguping dibalik dinding jadi terhenyak mendengar ucapan Marcel.
Tadi Marcel bilang mau menjebak dirinya,lalu salah sasaran dan yang datang malah Rani. š±
" Wah, gimana kalau elo dituntut. Anak siapa tuh cewek, cantik gak?. "
"Cantik sih,lebih ke manis orangnya. "
"Siapa namanya, elo tau gak?. "
__ADS_1
"Kalau dari kartu Identitas nya,namanya Raninta Prawira. "
"Anak mana?. "
"Dia anak kampus Kusuma Bangsa. "
"Udah lo apa-apain belum, ajak-ajak kita. " ujar Bobi.
"Dasar loh, buaya darat. Cewek ini sudah jadi milik gue, jadi elo semua gak usah ikut campur."
"Berarti elo kalah taruhan dong.Gue berhak atas hadiah gue. " ujar Bobi.
"Enak saja,belum tentu gue kalah. Karena elo tau siapa cewek itu?. " tanya Marcel pada teman-temanya.
"Memangnya siapa dia??. " tanya Bobi penasaran.
"Dia adalah adek iparnya Kaniya. " ujar Marcel dengan bahagianya.
"Wah gawat loh?!!!! Gak dapat kakak iparnya adik iparnya pun jadi."'ujar Bobi.
" Gue juga gak tau bakalan jadi begini, mungkin dia jodoh gue kali ya?. "Marcel juga bingung.
Tapi ada rasa senang yang menelusup kedalam hatinya jika mengingat percintaannya dengan Rani kemaren.
Kaniya yang menguping secara diam-diam dibalik tembok jadi merasa geram,bisa-bisanya Marcel yang sudah melakukan penculikan dan juga peme**osaan terhadap adik iparnya Rani.
Ingin sekali rasanya ia menghajar laki-laki ini dan mematahkan seluruh tulang-tulangnya.Tapi ia akan tahan dulu, tunggu Marcel sendirian, atau nanti semua orang akan tau kalau dia punya kekuatan.
Kaniya menunggu sampai Marcel selesai kelasnya dan Kaniya akan mengikuti nya sampai ke tempat Marcel menyekap Rani.
****
Bella sedang celangak-celinguk melihat kearah Kaniya pergi mengikuti Marcel, Bella khawatir karena Marcel memang dikenal sebagai anak badung yang super nakal dan gak lulus-lulus.
Playboy cap tikus curut yang selalu memaksakan cintanya pada setiap gadis yang ia sukai.
"Sedang apa kamu disitu?!. " suara seseorang mengagetkan Bella.
Bella pun menoleh kebelakang.
"Eh,Pak Beno. " šBella nyengir kuda karena ketahuan masih di depan kelas padahal sudah jamnya belajar.
"Ngapain kamu masih berdiri disitu, ayo masuk. Malah celangak-celinguk gak jelas. " ujar Pak Beno, si dosen killer.
'Sabar.. sabar, untung anda ganteng Pak'gerutu Bella didalam hatinya.
Bella segera masuk kedalam kelas mengikuti Pak Beno yang sudah masuk duluan untuk memberikan mata pelajaran kepada para Mahasiswa dan mahasiswinya.
Pak Beno mengabsen satu persatu mahasiswa nya,tiba saat nama Kaniya dipanggil,Bella bersungut berpura-pura menirukan suara Kaniya.
"Kaniya."
"Hadir Pak. "jawab Bella.
Alis Pak Beno bertautan, karena dia merasa suara ini bukan suaranya Kaniya.Sontak matanya mendelik kearah depan, mencari asal suara.
__ADS_1
Pak Beno mengulangi sekali lagi memanggil nama Kaniya,gadis incarannya. Mana mungkin dia tidak hafal dengan suaranya, takkan ada seorang pun yang bisa mengecoh dirinya.
"Kaniya??." ujarnya.
Mau tak mau Bella mengulangi lagi menirukan suara sahabatnya itu.
"Hadir Pakk. " jawabnya agak keras.
Beno langsung melihat ke arah tempat duduk Bella, dimana sekarang gadis itu sedang bersuara dibalik sebuah buku.
Pak Beno berjalan menuju meja Bella, semua mahasiswi yang mengaguminya mengulum senyum mereka ketika dosen itu melewati bangku yang mereka duduki.
Mendengar suara langkah,tubuh Bella jadi gemetar karena langkah kaki itu berhenti didekat bangkunya.
Bella pun mendongak, dan "Oh My God!. " Bella sampe kaget.
"Jadi kamu yang menirukan gaya suara Kaniya, memangnya dimana dia sekarang??. "
"Eeeee... Kani-ya- nya lagi, lagi.... ke toilet, iya i-ya ke toilet š. "ujar Bella sambil nyengir kuda untuk menutupi kebohongannya.
Dia aja gak tau dimana Kaniya sekarang
'Bagaimana ini??aduh....dimana kamu sekarang Kaniya??'batin Bella sambil menggaruk kepalanya uang mendadak terasa gatal.
" Kamu pasti bohong kan sama saya?!,saya paling gak suka dibohongi.Cepat katakan, dimana Kaniya!."ujar Pak Beno.
"Beneran Pak, tadi Kaniya memang sudah datang ke kampus.Tapi mendadak dia pergi tapi gak bilang mau kemana nya.Dia cuma minta saya buat ngabsenin dia aja. " Jawab Bella sambil menundukkan Kepalanya karena tak berani menatap matanya Pak Beno yang menatapnya dalam ,mencari kejujuran didalam netranya.
"Ya sudah, selanjutnya kalian kerjakan dulu tugas yang sudah saya buat.Tolong salah satu dari kalian bagikan lembaran soal diatas meja saya itu kepada rekan kalian semuanya. Saya mau keluar sebentar. " ujar Pak Beno kemudian.
"Uhhh selamat... selamat.. hampir aja gue kena hukum oleh Pak Beno. Kaniya sih gara-garanya.Entah dimana dia sekarang. " gumam Bella sambil mengurut dadanya sendiri.
****
Sementara itu
Kaniya masih terus mengikuti pergerakan Marcell yang membuatnya semakin yakin kalau Marcell lah pelakunya.Apalagi tadi ia juga mendengar langsung dari mulut laki-laki itu.
Marcell berjalan ke arah parkiran, dan terlihat sedang memasuki mobilnya.
Kaniya bingung karena dia tidak punya kendaraan untuk mengikutinya.Untung saja dia melihat Dino yang baru saja datang dengan motornya.
Tanpa fikir panjang, Kaniya langsung menghentikan Dino dengan merentangkan tangannya.
"Kaniya??? ".Untung saja Dino bisa mengerem dengan cepat.
" Kak, Maaf.cepetan ikuti mobil itu!."ujar Kaniya sambil naik ke motornya Dino walau belum diizinkan.
"Itu kan mobilnya Marcell, si anak badung yang gak lulus-lulus. " ujar Dino.
"Iya Kak, ayo buruan. " ujar Kaniya.
"Memangnya ada apa?, kok kamu mau ngikutin dia ??. " tanya Dino.
"Nanti aja aku ceritanya, yang penting kita ikuti dia dulu jangan sampai lepas. " ujar Kaniya.
__ADS_1
"Baiklah."
Dino pun menuruti perintah Kaniya dan segera melajukan motornya mengikuti laju mobil Marcell yang agak ngebut.