
Benar saja,Nyonya Sherly baru saja mendapat telepon dari suaminya yang mengatakan mertuanya itu ingin Radit segera menikah dalam bulan ini juga,sebelum Oma nya kembali ke London.Bahkan penjelasan tuan Marco mengenai Radit yang baru saja kecelakaan pun tak dihiraukan oleh Oma nya itu.Bagi Ibunya tuan Marco itu,selama cucunya Radit masih bernafas dan bisa sembuh itu bukanlah alasan untuk tidak menunaikan perintah darinya.
"Tenang Pa,semuanya sudah beres.Kaniya dan Radit sudah bersedia untuk menikah."Nyonya Sherly memberitahu suaminya.
"Apa?!,baiklah Ma. Papa akan sampaikan pada Ibu kabar baik ini."jawab Tuan Marco kegirangan karena akhirnya dia bisa menyenangkan hati Ibunya yang sudah mulai rentah itu.
Tuan Marco segera memberitahukan berita itu kepada Ibunya dan ibunya sangat gembira,akhirnya cucu laki-laki nya satu-satunya akan segera menikah dan bisa memberikannya pewaris untuk meneruskan klan keluarga mereka.
Nyonya Sherly pun segera mempersiapkan surat perjanjian yang diminta Kaniya secepat mungkin dan ia juga membujuk Radit untuk menandatanganinya diatas materai.
"Wanita aneh,nafsu sekali dia sampai tidak mau aku ceraikan.Dan apa ini?..jika aku sampai menceraikannya,maka dia akan berhak untuk semua hartaku.Wah,rakus juga dia."fikir Radit setelah membaca setiap klausul surat perjanjian itu.
😍😍😍😍
Selama satu minggu ini,Kaniya ditugaskan untuk menjaga dan merawat Radit dirumah sakit.Nyonya Sherly hanya datang sesekali untuk mengecek apakah kedekatan antara putranya dan calon menantunya itu mengalami kemajuan.
Sementara itu,Kaniya masih dengan setia merawat Radit.Menyuapinya makan,membimbingnya kekamar mandi,dan juga mengelap tubuh Radit pagi dan sore karena lukanya gak boleh kena air.
Nyonya Sherly tersenyum menyaksikan hal itu dari balik kaca yang ada di pintu kamar rawat putranya.
*
*
*
Dua minggu kemudian,kondisi Radit sudah mulai pulih.Walaupun ia tetap harus menggunakan kursi roda dan juga luka diwajah bagian kanannya ditutupi dengan perban tapi dokter sudah memperbolehkannya pulang, karena keluarganya sudah meminta surat rujukan untuk membawanya berobat ke luar Negeri.
Dirumah,Nyonya Sherly dan Tuan Marco sudah menyiapkan keperluan untuk pernikahan mereka.Bahkan Oma nya juga sudah hadir,begitu juga keluarga Kaniya dari desa.Bapak,Ibu,adik,Bibi dan Pamannya turut hadir dirumah besar itu.
"Ada apa ini Pak Anto?, kenapa kelihatannya rumah ramai sekali?"tanya Radit heran kepada supirnya,melihat didepan rumah ada hiasan bunga-bunga khas dekorasi.
"Nanti Den Radit juga tahu,Nyonya bilang kita harus cepat masuk karena acara akan segera dimulai.Kaniya yang mengantar Radit pulang pun tak kalah terkejutnya.
__ADS_1
"Apa mereka sedang mempersiapkan pernikahan?"tanya Kaniya dalam hati.
"Apa yang kamu fikirkan,cepat dorong kursi rodaku."ujar Radit kepada Kaniya.
"Wolles aja kali,gak usah nyolot."jawab Kaniya malas.
Sesampai didalam,mereka disambut dengan semburan beras kunyit oleh Omanya Radit,meskipun Oma adalah keturunan Inggris tapi dia sangat menyukai budaya jawa Indonesia karena suaminya yang merupakan almarhum Opanya Radit adalah orang jawa asli.Jadi Omanya itu selalu melakukan hal-hal yang berkenaan dengan ritual-ritual dan semacamnya.
"Oma,apa ini Oma?."Radit yang merasa terganggu dengan Beras dan Kunyit yang berhamburan ditubuhnya.
"Hei anak bodoh,jangan kau buang itu berkat dari Oma biar kamu gak mengalami hal buruk lagi."jawab Oma nya.
"Tapi kan pakaian dan badan Radit jadi kotor Oma."Radit beralasan.
Oma memperhatikan gadis yang mendorong kursi roda Radit dengan seksama.
"Kelihatannya dia gadis yang baik."batin Oma.
"Iya ,Oma."jawab Radit malas.
"Apa kau yakin,akan menikahi cucuku yang sekarang sudah tidak sempurna ini?."pertanyaan Oma sekarang beralih pada Kaniya.
"Yakin,Oma."jawab Kaniya.
"Baiklah kalau begitu kalian bersiaplah,hari ini juga kalian harus segera menikah.Karena minggu depan oma sudah harus terbang ke London.Oma akan menetap ditanah kelahiran Oma,kalau kalian sudah menikah kalian bisa ikut Oma kesana,biar Radit bisa berobat disana.Ada dokter bedah plastik yang bagus,kalian juga bisa berbulan madu."pinta Oma dengan semangat.
"Sekarang ,Oma?!."Radit dan Kaniya kompak kagetnya.
"Iya,tunggu apalagi,apa kau mau kehilangan semuanya?."ancam Oma.
"Selalu saja Oma memaksakan kehendak Oma."Radit berkesah.
"Ayo ayo! cepatlah kalian bersiap.Pak penghulu sudah menunggu didalam."sahut Mamanya.
__ADS_1
Kaniya masuk kekamar tamu tempatnya dulu pernah menginap,disana sudah ada MUA yang siap mendandaninya.Dan sekarang ia telah tampil cantik dengan kebaya putih panjang yang dipadukan dengan kain batik dan riasan paes seperti puteri keraton.
"Anak Ibu cantik sekali."puji Bu Merry Ibunya .
"Kaniya deg-deg an Bu,Kaniya takut Bu."kata Kaniya sambil menggenggam tangan Ibunya.
"Apa yang kamu takutkan,menurut Ibu keluarga ini sangat menerimamu.Mereka sangat baik,kamu gak akan kekurangan kasih sayang di sini."Bu Mery mencoba menenangkan Kaniya.
sementara diruang tengah Radit sudah siap dengan pakaian adat jawa serupa, berwarna putih dan memakai blangkon dikepalanya.Dia duduk dikursi roda,dihadapan Bapak penghulu.
Penghulu sudah memulai acaranya,bacaan khotbah nikah sudah dilantunkan.Sekarang tibalah saatnya Paman Kaniya,yaitu adik kandung dari almarhum Ayahnya yang bertindak sebagai wali nikah Kaniya yang mengucapkan ijab kobul bersama Radit.Mereka berjabat tangan,dan akhirnya pernikahan itu disahkan oleh saksi yang hadir,yaitu pak Rt setempat dan juga beberapa warga dekat rumah keluarga Tuan Marco Prawira.
"Sah sah sah". Suara itu menggema sampai terdengar dikamar tamu yang ditempati Kaniya.
"Pengantin wanitanya silahkan keluar dan duduk disamping mempelai pria."ujar Pak penghulu.
Kaniya pun keluar didampingi oleh Ibunya dan duduk dikursi yang disediakan disamping Radit.
Radit sejenak terpesona dengan kecantikan Kaniya yang sangat menawan hari itu.Bentuk tubuhnya yang dibungkus kebaya putih itu sungguh bak gitar spanyol,ga kalah dengan seorang model.
"*S*ekarang wanita ini adalah istriku".bathin Radit.
Dengan kikuk Kaniya menerima cincin yang disematkan Radit dijari manisnya dan Radit pun mengulurkan tangannya saat Kaniya akan menyematkan cincin dijarinya.Kemudian Kaniya sungkem dengan pria yang sekarang sudah bergelar suaminya itu.
"Cium keningnya."kata Oma lantang.
Radit pun mencium kening Kaniya dengan cepat"cup."
Kemudian Radit membacakan sighot takliq,dan mereka berdua menandatangani buku dan dokumen pernikahan yang sah.
Acara pun dilanjutkan dengan sungkeman kepada orang tua masing-masing dan juga Oma.
Setelah itu mereka foto-foto.Tentu saja foto pernikahan mereka akan sangat janggal dengan wajah pengantin pria yang diperban dan duduk dikursi roda.Sungguh tak sedap dipandang mata😥.Bayangin aja sendiri.😅
__ADS_1