
Setelah mendapatkan kunci bangunan bekas Toko dari tangan Beno,Kaniya tidak langsung mengecek isi Toko tersebut.Ia langsung menuju sebuah minimarket untuk membeli beberapa perlengkapan untuk bersih-bersih, karena ia sangat yakin kalau dibagian dalam bangunan itu pasti sudah banyak sekali debu dan juga kotorannya.
Yang pasti hari ini ia akan bersih-bersih terlebih dahulu.Setelah mendapatkan apa yang ia cari seperti sapu, pengki,alat pel, serbet, kemoceng, dan juga cairan pembersih lantai, juga pengharum ruangan, Kaniya kembali minta diantarkan oleh tukang ojol itu ketempat dimana bangunan yang ia sewa berada.
"Mbaknya gak capek apa langsung bersih-bersih gini?. " tanya bapak tukang ojol itu.
"Saya cuma ada waktu hari ini aja Pak, besok sudah harus kuliah lagi.Baru lusanya saya free dan bisa urus soal perabotannya. " jawab Kaniya.
"Loh, memangnya mau dibikin tempat usaha apa ini Mbak? "
"Saya pengen jadiin rumah makan kecil-kecilan lah Pak, ya,,,,kayak resto mini gitu Pak. " jawab Kaniya lagi.
"Ooo warteg ya Mbak?. "
"Ya, seperti itulah kira-kira Pak. "
"Nanti saya bakal rekomendasikan sama para pelanggan saya yang kebanyakan anak kost, mereka juga sering pesan makanan lewat saya loh Mbak."
"Wah,terimakasih banget loh Pak.Ini uangnya." Kaniya memberikan uang ongkos ojek yang berjumlah lima puluh ribu, lebih banyak dari jumlah yang tertera di aplikasi.
"Wah ini gak ada kembalikan Mbak. " Bapak tukang ojeknya bingung.
"Gak usah dikembaliin Pak, ambil aja sisanya. " ujar Kaniya.
"Aduh, jadi enak saya. Terimakasih ya Mbak. Lain kali pesan saya lagi ya, jangan lupa kasih bintang lima ya Mbak. "
"Tentu Pak, terimakasih sudah mengantarkan saya kemana-mana. " sambung Kaniya.
__ADS_1
"Sama-sama Mbak cantik. "
Akhirnya Pak ojol sudah pergi mencari penumpang lainnya,tinggalah Kaniya sendirian disana. Perlahan dimasukkannya anak kunci kedalam lubang gembok itu, ada dua Gembok besar diatas dan dibawah.
Kaniya juga menyingkirkan plank iklan penyewaan bangunan itu yang masih tertempel didepan pintu dorong berbahan besi lipat itu.Perlahan pintu itu ia dorong ke sisi kanan dan kiri.
Ternyata tak seperti yang Kaniya kira, bagian dalam bangunan ini nampak bersih terawat, setidaknya ia tidak membutuhkan banyak tenaga untuk membersihkannya.Cukup disapu saja sudah kinclong.
Setelah selesai menyapu, ia pun mengira-ngira di mana tata letak pantry. Karena ia membutuhkan space yang lumayan besar untuk bagian dapur mengingat menu yang akan dimasak akan cukup banyak.Kaniya mencatat itu semua kedalam agendanya.
Perhitungan jumlah kursi dan meja yang bisa muat juga ia perhitungkan.Kira-kira disini bisa muat kurang lebih sepuluh meja,dan masing-masing meja akan ada empat kursi.
"Lumayan juga." gumam Kaniya.
Tak mau buang-buang waktu, Kaniya langsung memesan meja , kursi, beserta etalase tempat menaruh makanan sesuai jumlah yang tadi sudah ia perhitungkan dari toko yang menjual furniture.Ketika sedang asyik menunggu kedatangan pesanannya itu,tiba-tiba Kaniya dikejutkan dengan kedatangan dosennya sekaligus pemilik bangunan ini.
Kaniya yang sibuk membuka dan melihat ponselnya terang saja sangat terkejut atas kedatangan Pak dosen yang tak diharapkannya itu.Sejenak ia bengong karena gak tau harus bagaimana, diusir tapi Pak Beno adalah pemilik tempat ini, tapi kalau dibiarkan berduaan saja dengannya itu pasti tidak baik. Bagaimana kalau seandainya keluarganya atau keluarga suaminya ada yang lihat.
"Maaf Pak Beno, sebaiknya Anda pergi saja. Saya bisa kok merapikan semuanya sendiri.Saya sudah terbiasa menata apa-apa sendirian. " ujar Kaniya,ia agak berhati-hati mengatakannya agar dosennya itu tidak tersinggung.
"Ooo, kamu gak usah khawatir, semua orang disekitar sini mengenal saya kok. Tenang aja ya,saya jamin kalau keberadaan kamu disini tidak akan diketahui oleh suami kamu itu.Lagi pula lokasi ini kan tidak searah dengan lokasi perkebunan milik suami kamu itu. " jawab Beno.
"Maaf Pak, darimana anda tau kalau suami saya adalah pemilik perkebunan? ".tanya Kaniya, terus terang menurut nya Pak Beno ini sudah terlalu jauh memasuki kehidupan pribadinya.
" Tentu saja saya sudah mencari tau semuanya tentang kamu dan juga suami kamu.Saya hanya ingin tau, seberapa berat rival saya, dan ternyata saingan saya lumayan juga. "sahut Beno.
Kaniya sampai bergetar menahan amarahnya, dia harus bisa mengontrol dirinya agar tidak terpancing, apalagi dia sangat membutuhkan tempat ini.
__ADS_1
Beno pun memperhatikan perubahan raut wajahnya," Hemmm, kamu harus ingat syarat yang saya ajukan sebelumnya!?. "ujar Beno yang mulai berjalan mendekat ke arah Kaniya.
" Syarat?!, syarat apa?!!. "Kaniya tidak ingat.
" Kamu lupa, atau pura- pura lupa?. "tanya Beno semakin mendekat dan Kaniya semakin mundur dan mundur sampai membentur tembok dibelakangnya.
" Saya benar-benar tidak ingat. "Kaniya menahan tubuh Beno agar tidak lebih mendekat lagi dengan kedua tangannya.Kali ini ia tidak pakai tenaganya, takutnya nanti dosennya itu akan terpental ke jalan raya yang ada didepan bangunan bekas Toko itu.
" Kamu tidak boleh memanggil saya dengan sebutan Pak kalau kita sedang berdua saja!. "ujar Beno sambil disertai seringai liciknya.
Ingin sekali rasanya Kaniya menginjak kaki dosennya itu dan melemparnya kejalan raya, tapi dengan berat hati ia harus bisa menahan amarahnya itu.
" Baik, Be-Be-Beno. "jawabnya gagap.
Beno semakin melebarkan senyumnya, dan sedikit terkekeh karena ia merasa sudah berhasil mengintimidasi Kaniya.
Untung saja tak lama setelah itu pesanan yang ia tunggu-tunggu tiba juga.Kaniya sudah mentransfer uangnya terlebih dahulu kepada pemilik toko furniture itu, sekarang kursi-kursi dan meja serta etalase nya sudah mendarat dengan mulus didalam bangunan itu, sekarang sudah bisa disebut sebagai Rumah Makan.
Beno juga tak menyangka kalau Kaniya segercep ini,ibarat ada istilahnya itu "Berketek langsung bertelor. "langsung sat-set, sat -set.
" Ternyata kamu cepat juga ya kerjanya,saya tidak menyangka kamu bisa melakukan persiapan hanya dalam satu hari saja. "ujar Beno.
" Anda belum betu-betul mengenal saya Pak, eh Beno. "sahut Kaniya.
" Tapi mulai sekarang, saya akan lebih belajar untuk mengenal kamu."
"Maaf, saya rasa itu tidak perlu.Anda harus ingat, saya ini hanyalah mahasiswi anda,dan kebetulan saya juga menyewa bangunan milik anda ini.Kita tidak perlu mengenal lebih jauh lagi daripada itu!. " sarkas Kaniya sambil menghela nafas kasar.
__ADS_1
Berhadapan dengan dosennya satu ini memang benar-benar melelahkan sekali.hufttt??!!!.