Kaniya Si Gadis Desa

Kaniya Si Gadis Desa
Belum Terbiasa


__ADS_3

Kaniya yang penasaran dengan rumah Oma dari suaminya itu meminta Radit untuk menemaninya berkeliling.


Rumah yang begitu besar dengan begitu banyak ruangan.Ada ruang baca,ada ruangan musik,ruang bioskop,ruang Gym,ruang makan yang menyatu dengan dapur,delapan kamar tidur,dan juga ada satu ruangan yang terkunci dan kelihatannya ruangan itu sangat rahasia.


Kaniya penasaran dengan apa yang ada didalam ruangan itu,dia terus membujuk Radit untuk menemaninya masuk.Namun lagi-lagi Radit menolaknya,Radit ingat bahwa Oma sangat melarang siapapun untuk memasuki ruangan khususnya itu.


Bahkan sewaktu kecil,Radit pernah nekad masuk dan akhirnya dia terkunci diruangan itu.Dia menangis semalaman namun tak ada satu orang pun yang mendengarkannya.


"Sebaiknya jangan deh,aku juga masih capek.Kalau kamu masih nekad aja mau masuk kesana,mending kamu izin dulu sama Oma.Soalnya aku gak berani,itu ruangan pribadi Oma,yang lain gak ada yang boleh masuk kesana."Kata Radit,sambil mendorong sendiri kursi rodanya dari depan ruangan itu.Seperti orang ketakutan saja.


"Dia kenapa?."Kaniya jadi bertanya-tanya.


"Dasar cowok aneh,udah tua masih penakut."Tambah Kaniya lagi.


Kaniya pun gak jadi masuk dan malah mengikuti Radit kembali ke kamar.


"Kok kamu malah balik kekamar sih,kan masih banyak yang belum aku lihat-lihat disini."Kaniya mulai kesal,karena Radit sudah gak mau menemaninya berkeliling rumah Oma.


"Kan masih ada hari esok,kita ini baru sampai loh.Aku juga masih sakit dan harus banyak istirahat,apa kamu lupa kalau aku ini pasien?!." jawab Radit dengan sedikit emosional,karena istrinya itu tak mau mengerti.


"Sakit gitu aja dibesar-besarkan."ketus Kaniya.


"Apa kamu bilang?,wah udah mulai berani ya.Dasar anak kecil."bentak Radit sambil melotot.


"Lama-lama aku jadi emosi juga nih ngadepin si bocah ingusan.Tapi dia manis sih,cantik lagi."gumam Radit,tapi masih bisa didengar oleh Kaniya.


"Hahaha,kalau mau muji aku cantik ya puji aja kaliiii.Gak usah gengsi๐Ÿ˜›."Kaniya mengolok-olok suaminya itu.


"Ge-er kamu,lama-lama gede juga tuh kepala."kata Radit sambil menimpuk Kaniya dengan bantal sofa.


"Wah,KDRT nih.Tak laporin ke Oma ya."Kaniya mulai mengancam.

__ADS_1


"Apa kamu lupa? ,itu Oma ku bukan Oma kamu.Sudah pasti Oma akan membelaku.Dan satu lagi,kamu harus ingat kalau di Negeri asing ini kamu hanya sendirian.Jadi jangan berulah,nanti kamu bisa aku tinggalkan diluar sana sendirian."Ancam Radit,padahal cuma gertak sambel.


"Yakin nih mau melemparku kejalanan di London ini?.Apa kamu gak takut kalau sampai kehilangan istri cantik,seksi,imut,gemesin,dan baik kayak aku ini?."Kata Kaniya lagi dengan PD nya dia sambil berlenggak- lenggok dihadapan suaminya itu sampai-sampai Radit harus menelan Salivanya berkali-kali.


"Sebenarnya,semua yang kamu bilang itu benar adanya Kaniya.Kamu memang gadis yang sempurna.Mana mau aku kehilangan istri seperti kamu."batin Radit.


"Tuuu kan,apa kubilang.Ngelamunin jorok pasti nih."Kaniya menjentikkan jarinya didepan muka Radit yang membisu sehingga Radit pun tersadar dari lamunannya.Radit pun mencari -cari alasan lain untuk merepotkan istri kecilnya itu lagi.


"Cepat siapkan air panas di bathub,aku mau berendam biar otot-otot kaki ku rileks."perintahnya.


"Hukhhh!!dikit-dikit main perintah aja.Emangnya aku ini pelayan kamu apa?!."Kaniya ngedumel,tapi tetap menuruti kehendak suami dadakannya itu.


Saat Radit sedang berendam dikamar mandi,pintu kamar mereka diketuk.Setelah Kaniya membukanya,ternyata pelayan rumah Oma yang mengetuk.


"Hallo Mrs.Radit."sapa pelayan yang bernama Paula,seorang wanita muda.Usianya sekitar 20 tahunan.


"Yes,i'am.What haven?."jawab Kaniya sebisanya.Maklumlah dia juga kurang bisa bahasa inggris.


"Waited madame in the dinning room."jawab Paula .


Dilihatnya Oma yang sudah menantikan kedatangannya dimeja makan.


"Dimana suamimu?."tanya Oma.


"Dia sedang mandi Oma."jawab Kaniya.


"Kalau begitu nanti Oma suruh pelayan untuk mengantarkan makanannya kekamar saja,dia gak boleh terlalu banyak bergerak.Besok kita langsung kerumah sakit,tadi Oma sudah bicara dengan dokter lewat telepon."Kata Oma.


"Baik Oma."Kaniya merasa agak canggung kalau berhadapan dengan Oma tanpa adanya mama Sherly disampingnya.Apalagi suasana rumah Oma ini yang begitu dingin dan sunyi,menambah kekalutan dihati Kaniya.


"Ayo kita makan."Ajak oma yang memulai menyendokkan makanan kemulutnya.

__ADS_1


Semua sudah disiapkan oleh pelayan dipiring mereka,mereka tinggal menyuapkan makanan itu kemulut mereka saja.



Kaniya yang tak terbiasa dengan makanan seperti yang ada dipiringnya jadi menatap aneh kepiring tersebut.


"Makanan macam apa ini?gak ada nasi apa?."batin Kaniya.


"Kenapa kamu gak makan?."tanya Oma.


"Eee,,gak papa Oma.Kaniya akan makan kok."jawab Kaniya.Saking gak enak sama Oma,ia pun menyendokkan sedikit makanan itu kemulutnya.


Yang namanya selera orang ya beda-beda.Apalagi Kaniya yang besar di desa,selalu makan nasi dan sayuran,hari ini terpaksa harus makan makanan yang menurut lidahnya campur aduk rasanya.


"Apa kamu suka makanannya?."tanya Oma.


"Uhuk uhuk."Kaniya sampai tersedak.Pelayan dengan sigap mengambilkannya air putih.


"Sambil mengelap mulutnya dengan serbet,dia pun buka suara.


"Suka Oma,cuma belum terbiasa aja."Jawab Kaniya jujur tapi bohong๐Ÿ˜‚๐Ÿ˜‚.


"Kalau kamu kurang suka rasanya,kamu ajak Radit makan diluar aja.Disini ada loh restoran Indonesia,makanan Padang pula."tawar Oma.


"Apa iya Oma,ada restoran Padang di London?."Kaniya masih tak percaya.


"Iya,benar.Masa Oma bohong sih."Jawab Oma yakin.


"Mau..mau."Jawab Kaniya girang.


"Nanti kamu bisa ajak Radit keluar biar diantar sama supir,Radit tahu kok tempatnya.Dia kan sering makan disitu kalau lagi kemari,atau kamu juga bisa masak sendiri,tinggal belanja keperluan yang kamu butuhkan di super market.Soalnya dirumah ini kokinya gak bisa masak makanan indonesia."Bisik Oma sambil ketawa.

__ADS_1


"๐Ÿ˜๐Ÿ˜๐Ÿ˜Baik Oma,assiap."Jawab Kaniya kegirangan.


๐Ÿ˜๐Ÿ˜๐Ÿ˜๐Ÿ˜๐Ÿ˜๐Ÿ˜


__ADS_2