Kaniya Si Gadis Desa

Kaniya Si Gadis Desa
Makan Siang


__ADS_3

Radit mencoba meyakinkan istrinya itu,tapi Kaniya malah mencoba menghindari tatapan mata Radit yang mungkin akan membuatnya luluh.


"Honey,kita tidak perlu berpisah seperti ini.Pasti akan ada jalan keluarnya honey."Radit menggenggam tangan istrinya itu dengan penuh harap bahwa Kaniya akan segera setuju untuk pulang bersamanya.


Akan tetapi sikap Kaniya malah membuang muka,walau air mata kesedihan akhirnya tak mampu dia bendung juga dan terjun bebas dikedua pipinya.


"Honey,papa akan memperketat keamanan dirumah.Kita akan melapor kepada polisi agar bisa diadakan pengamanan,bila perlu kita sewa bodyguard,ku mohon kamu kembali ya bersamaku kerumah mama."Radit terus saja membujuk Kaniya.


Sadar bahwa ternyata banyak tetangga yang sedang memperhatikan mereka,Kaniya menarik lengan suaminya itu masuk kedalam rumah.Radit hanya bisa bengong melihat kelakuan istrinya itu,entah apa yang dia fikirkan.


Sesampai didalam rumah,Kaniya menutup pintunya,sementara pak Anto yang sudah dibukakan pintu oleh bu Mery masih duduk dikursi teras depan.Sekarang dia sudah disuguhkan segelas kopi dan sisa kue jualan bu Mery tadi pagi.😁


Radit tersenyum melihat Kaniya membawanya masuk kedalam rumah bahkan kekamarnya,dia mengira istrinya itu mengajaknya masuk karena ingin bermesraan dengannya,padahal..


"Mas tahu ga sih,tadi itu kita dijadiin tontonan loh sama semua warga.Aku kan malu mas,apalagi kalau kita dijadiin bahan gosipan mereka.Aku baru datang sendirian saja sudah jadi bahan gosipan mereka,apalagi kalau mereka melihat kita berdua bertengkar seperti tadi."kata Kaniya kesal,dan membalikkan badan membelakangi Radit sambil menghentakkan kakinya.


Kesempatan itu dimanfaatkan oleh Radit,dipeluknya istrinya itu dari belakang dengan sangat erat namun lembut dan penuh kerinduan.


"Ya makanya honey ku tersayang,kita pulang aja yuk.Atau kalau kamu tetap ga mau pulang juga,maka aku juga ga mau pergi dari sini."bujuk Radit.😁


"Mas,coba mengertilah.Ini bukanlah saatnya untuk saling keras kepala,ini demi kebaikan semua orang mas."Lagi-lagi Kaniya mencari alasan.


"Honey,percayalah padaku,semuanya akan baik-baik saja.Orang yang bernama Stefan itu tidak akan mungkin bisa sampai mengejar kita kenegara ini,justru sekalipun hal itu terjadi harusnya kita bersatu untuk menghadapinya honey.Kita ga perlu hidup terpisah seperti ini."Radit mengeratkan lagi pelukannya.Disandarkannya kepalanya kebahu istrinya,namun Kaniya malah melepaskan pelukan tangan Radit dan berbalik kearah suaminya itu,matanya menatap ke mata laki-laki yang lumayan tinggi dibanding dirinya itu dengan wajah yang penuh air mata.


Melihat hal itu,Radit pun mengusap air mata istrinya dengang kedua ibu jarinya.mata mereka saling bertatapan,dan saling bicara.Radit mencoba mendekatkan bibirnya kebibir Kaniya,mencoba menenggelamkan bibirnya ke bibir wanita yang sudah lama sah menjadi miliknya itu.Sejenak Kaniya pun ikut terhanyut menikmati sentuhan suaminya.Namun tiba-tiba dia seolah tersadar bahwa kebersamaan mereka akan membawa petaka.Kaniya segera melepaskan tautan bibir itu,dan kembali menghindari Radit.


Kaniya terlihat sedang berfikir,Radit ingin sekali bisa meyakinkan Kaniya.Radit yang jahil jadi punya ide,ide yang jahil tentunyaπŸ˜‚,tiba-tiba ia membuka jaketnya dan juga kaosnya dan kemudian berbaring di tempat tidur istrinya itu.


Radit mengeluarkan Handphonenya dan menelpon Pak Anto.


"*Halo den,ada apa?."tanya pak Anto.

__ADS_1


"Saya akan menginap disini sementara waktu pak,bapak pulang saja dan sampaikan ke mama kalau aku akan tinggal dirumah mertuaku beberapa hari.Kalau mama tanya alasannya nanti biar aku saja yang bilang ke mama*."*Pinta Radit.


"Baik den,tapi tadi mertua aden nawari saya makanan.Saya mau makan dulu ya den."jawab Pak Anto.


"Iya,bapak makan saja dulu."jawab Radit*.


Kaniya jadi tak tahu harus bagaimana,dia pun ingin meninggalkan Radit sendirian dikamar.Sambil berlalu dia berkata


"Pakai baju kamu mas,ga enak ada ibu dan sebentar lagi biasanya ayah tiriku pulang!."Kata Kaniya jengah.


"Apa?kamu mau kemana honey.Kemarilah,sini berbaring disebelahku."Radit menepuk kasur bagian sebelahnya dan menaik turunkan alisnya.


Namun Kaniya tetaplah Kaniya,sikap keras kepalanya masih menguasai dirinya,dia pun membuka pintu kamar dan pergi kedapur.Kali ini tidak seperti yang Radit fikir bahwa Kaniya akan kabur lagi darinya,melainkan istrinya itu menyiapkan makan siang untuknya.


Radit yang sudah memakai kembali kaosnya,ikut keluar dari kamar dan mengekor dibelakang Kaniya.


Sementara bu Mery juga ada disana,melihat mertuanya itu Radit langsung menghampirinya dan memberi salam hormat.Dia menyalami dan mencium tangan mertuanya.


"Iya,semua berkat do'a ibu dan semua keluarga.Terimakasih ya bu."Radit menerbitkan senyuman termanisnya dihadapan ibu mertua.😊


Bu Mery pun membalasnya dengan senyuman pula,dan kemudian berkata:


"Kita makan siang dulu ya nak,tu Kaniya lagi nyiapin makanan dimeja makan."kata bu Mery kepada menantunya itu.


Radit hanya mengangguk,kebetulan perutnya sudah kembali keroncongan minta diisi.Pak Anto juga dipanggil kedalam oleh bu Mery untuk diajak makan siang bersama.


Baru saja mereka semua duduk dimeja makan,tiba-tiba si pembuat onar datang.Siapa lagi kalau bukan pak Edi ayah tirinya Kaniya.


"Wah,ada kumpul keluarga rupanya.Nih supir kenapa diajak makan bareng sih!?."ujar pak Edi sewot.


Pak Anto langsung menoleh kearah suara,dan beralih menatap majikannya.

__ADS_1


Radit memberi kode gelengan kepala,maksudnya "sudah,biarkan saja.Jangan diladeni."


Pak Anto pun mengerti dan malah memberikan senyuman pada pak Edi.


"Mari makan pak."katanya.


Bu Mery merasa ga enak hati kepada pak Anto atas ucapan suaminya itu.Dia pun meminta maaf kepada pak anto mewakili pak Edi.


Radit berinisiatif untuk menyalami bapak tiri dari istrinya itu.Dia pun berdiri dan menghampiri pak Edi yang menatapnya bengong.


"Selamat siang pak."Sapa Radit sambil membungkuk menyalami tangan pak Edi.


Pak Edi makin bengong melihatnya,dia shock melihat Radit yang sekarang sudah bisa berdiri tegak dan berjalan.Bahkan wajahnya yang dulu diperban kini sudah kembali tampan seperti semula.


"Kamu sudah sembuh rupanya,kalau kita banyak uang memang sangat mudah mencapai apa yang kita inginkan yaπŸ˜ŠπŸ˜…."Pak Edi manggut-manggut sambil memperhatikan Radit dari rambut sampai keujung kaki.


Radit pun tersenyum dan kembali duduk dikursi makan.


"Mari pak,kita makan bareng."ajak Radit.


"Oh tentu saja,kan saya ini pulang karena saya ingin makan siang."Jawab pak Edi.


Akhirnya mereka makan siang bersama,Kaniya hanya diam saja begitu juga bu Mery.Mereka tidak kebagian bicara karena pak Edi lah yang banyak bertanya ini itu ke Radit seperti mengintrogasi saja.


Bu Mery jadi geleng-geleng kepala melihat kelakuan suaminya itu,begitu pula Kaniya.Dia memberi kode pada Radit dibawah meja,agar Radit tidak perlu meladeni ayah tirinya itu.


😁😁😁😁😁😁


🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻


Bersambung bebs😘

__ADS_1


__ADS_2