
Setelah kepergian Tuan dan Nyonya Marco dari rumahnya,Kaniya hanya mengurung diri dikamar.Bagaimana mungkin dia akan menikah dengan orang yang sama sekali tidak dicintainya,boro-boro cinta bertemu juga baru sekali.
Dan...hal yang paling ia takutkan adalah,pria yang akan dia nikahi juga tak menyukainya,terlebih lagi keadaan pria itu sangat mengenaskan.Kaniya masih ingat betapa banyak darah yang mengalir dari luka diwajah Radit saat dia menolongnya kemaren.
Kaniya juga memikirkan jawaban apa yang harus ia berikan kepada Nyonya Sherly besok.Tiba-tiba Ibu Mery masuk ke kamarnya.
"Kamu pasti lagi mikirin soal lamaran itu 'kan?."tanya Bu Mery pada puterinya itu.
"Iya Bu,Niya bingung harus jawab apa."jawab Kaniya.
"Ibu tahu ini pasti sulit buat kamu Nak,Ibu hanya mau berpesan sama kamu,pilih keputusan sesuai dengan kata hatimu.Coba kamu istikhoroh,insya Allah akan ada petunjuk dari Allah,biar kamu gak salah pilih.Biarkan Allah yang pilihkan."nasehat Bu Merry.
"Iya Bu,nanti Niya akan sholat istikhoroh.Terimakasih atas sarannya Bu."jawab Kaniya.
"Nak,Ibu hanya ingin yang terbaik buat kamu sayang,karena selama ini kamu sudah sering menderita.Maafin Ibu yang tak bisa membahagiakan kamu Nak.Semoga nanti jika kamu menikah, hidup kamu akan bahagia dan suamimu sangat mencintaimu."Do'a Bu Mery sambil mengelus kepala putrinya itu.
"Terimakasih Bu,aamiin.. semoga ya Bu."jawab Kaniya lagi.
🌘Hari semakin larut
Kaniya yang berniat ingin sholat istikhoroh terbangun disepertiga malam.sebelum melakukan istikhoroh,ia melakukan sholat tahajud terlebih dahulu.Setelah tahajud barulah ia berniat istikhoroh 2 rokaat.
Dipanjatkannya do'a setulus hati,ia meminta petunjuk dari Sang khalik.
Terlintas dihatinya kata-kata Nyonya Sherly tadi siang.Tawaran kuliah hingga jadi manajer di toko pakaian tempatnya bekerja pun kini memenuhi fikirannya.
Entah kenapa ia juga teringat akan perlakuan buruk yang ia dapatkan dirumahnya dari si Bapak tiri yang tidak menyukai dirinya,selalu bersikap ketus bila melihat wajahnya.
Hatinya seperti menimbang-nimbang,memilih antara menikah atau tidak.Kalau dia menikah,setidaknya dia terbebas dari pemecatan,bahkan akan diangkat jadi manajer.Ia juga akan terbebas dari ketidak sukaan Bapak tirinya yang semakin hari semakin menjadi-jadi.
"Ya Allah,bimbinglah hambaMu ini.Jalan mana yang harus hamba tempuh,menerima lamaran itu,atau aku harus menolaknya.Jika menolak hamba akan kehilangan pekerjaan dan dijaman sekarang ini sulit sekali mendapat pekerjaan,apalagi yang cuma tamatan SMA seperti hamba ini,tapi jika hamba jawab iya ,apa yang akan hamba alami jika hamba menikah dengan pria itu?.Pria yang bahkan baru sekali hamba lihat dan sekarang sedang ia juga sedang terbaring dirumah sakit." lirih Kaniya.
Setelah menimbang-nimbang dalam hatinya terbersit kata "Menikahlah."
__ADS_1
"Apa???"jawab hati Kaniya lirih.
Hatinya benar-benar berkata-kata***.fikir Kaniya
🌄keesokkan harinya
Pagi yang cerah,sinar mentari memancarkan semangat baru.Kaniya yang semalam tak bisa tidur terpaksa harus bangun saat Ibunya terus saja mengetuk-ngetuk pintu kamarnya.
"Nak,udah siang loh.Apa kamu gak kerja?kok jam segini belum keluar dari kamar?. " tanya Bu Mery didepan pintu kamar Kaniya.
"Iya Bu." jawab Kaniya dengan malas.
Kaniya segera mandi dan bersiap pergi ketoko tempatnya bekerja.Setelah sarapan dia ingin berangkat,namun Ibunya menahannya.
"Nak,apa kamu baik-baik saja?."Bu Mery melihat Kaniya yang berjalan sempoyongan karena masih mengantuk.
"Gak papa Bu,Niya masih kuat kok."jawab Kaniya.
"Apa kamu masih memikirkan masalah lamaran itu?."tanya Ibunya.
"Boleh Ibu tahu jawabanmu,Nak?".tanya Bu Mery karena khawatir.
"Kaniya akan jawab iya Bu,setelah Niya fikir-fikir,Niya akan bisa merubah hidup Niya jika Niya mau menikahi pria itu.Semoga dimudahkan ya Bu.Do'akan Niya ."Pinta Kaniya.
"Iya sayang,Ibu selalu mendo'akan yang terbaik buat kamu".Jawab ibu Mery sambil memeluk putrinya.Tak dapat dipungkiri kalau wanita itu terkejut dengan keputusan putrinya.
Setelah selesai sarapan,Kaniya pamit berangkat kepada Ibunya.Di dalam angdes dia hanya mengotak ngatik handphone nya melihat sosial media,dibukanya Instagram dan mencari nama Radit dikolom pencarian.Muncul beragam nama Radit disana,diperhatikannya satu persatu photo profil akun-akun itu,hingga perhatiannya tertuju pada sebuah nama"@Raditya_ Prawira."
Langsung dikliknya nama itu dan dilihatnya postingan-postingan Radit,lalu ia menekan tombol follow.Dilihatnya foto-foto Radit yang sangat gagah dan tampan,juga beberapa fotonya dengan seorang gadis cantik,ada beberapa fotonya bersama gadis itu,dibawahnya tertulis caption"ter❤".
"Kelihatannya dia sudah punya pacar,kenapa dia tidak menikahi pacarnya saja?."tanya Kaniya dalam hati.
"Kalau dilihat-lihat,dia sangat tampan,tinggi,dan perfect,tapi sayang sekarang kan wajahnya terluka parah."ucap Kaniya lirih.
__ADS_1
😬Sementara itu dirumah sakit.
Radit yang sudah sadar dari semalam merasakan sakit dibagian wajahnya,dirabanya perban yang menutupi hampir sebagian wajahnya dibagian kanan.
"Ma,apakah luka diwajahku ini parah?."tanya Radit pada Mamanya yang setia menungguinya.
"Sudah,kamu gak usah mikirin itu dulu.Nanti juga bisa disembuhkan."Jawab Nyonya Sherly.
"Papa dimana ,Ma?".tanyanya lagi.
"Papa sedang ada urusan sebentar,tadi Omamu menyuruh Papamu untuk menemuinya."jawab Mamanya.
"Soal warisan lagi,Ma?".Radit hanya menebak.
"Mungkin!?".Mamanya juga gak tahu masalah apa.Tapi jika Omanya Radit memang membicarakan soal pernikahan lagi,mereka sudah punya jawabannya yaitu Kaniya,Nyonya Sherly jadi teringat akan Kaniya yang belum memberikan jawabannya.
Sesampai di toko tempatnya bekerja,Kaniya masuk dan menyapa Ririn salah satu rekan kerjanya yang memang dekat dengannya.
"Hai Rin,selamat pagi".sapa Kaniya.
"Pagi Niya".sahut Ririn.
"Kok kemaren gak jadi masuk kerja,katanya siang baru akan datang,tapi kok gak datang?."tanya Ririn.
"Iya Rin,mendadak ada urusan yang sangat penting dirumah."jawab Kaniya sekenanya.
Sementara itu,,Nyonya Sherly langsung menelpon Kaniya dan menyuruhnya untuk segera kerumah sakit,karena dia ingin tahu jawaban dari Kaniya langsung.
"Kamu ga perlu menjelaskan ke temanmu,langsung aja pergi ke sini.Biar saya yang tangani soal manajer kamu."kata Nyonya Sherly tegas.
"Baik Bu,saya akan segera kesana."jawab Kaniya,kemudian dia langsung berangkat kerumah sakit.
"Loh,mau kemana Kaniya?kok langsung pergi aja."kata Ririn heran.
__ADS_1
tapi sahabatnya itu hanya melambaikan tangan saja,tanpa menjawab sepatah kata pun.
Bersambung😘😘😘