
Mobil sport hitam yang merupakan salah satu koleksi yang Raditya Prawira miliki itu telah tiba dikampus yang juga merupakan kampusnya dulu.
"Aku masuk dulu ya mas. " pamit Kaniya, sambil mengulurkan tangannya untuk menyalami tangan suaminya itu.
"Mmmh." hanya itu yang keluar dari mulut Radit yang masih ngambek.
Saat Kaniya akan membuka pintu mobil, Tiba-tiba Radit menarik tengkuknya dan mendaratkan bibirnya ke bibir Kaniya,dikecapnya bibir merah itu dengan lembut. Membuat Kaniya setengah kaget akan kelakuan Radit barusan.
"Mas Radit, lipstik aku jadi rusak. " Kaniya mendorong tubuh Radit.
"Cuma lipstik, kan bisa kamu tambahin lagi lipstiknya. Ingat! Hari ini aku bakal awasi kamu. ! " Lagi-lagi Radit memperingatinya.
"Terserah mas aja deh. " Kaniya jadi ketus,kesal dan keluar dari mobil secepat kilat, agar kejadian barusan tak sampai berulang lagi.
Radit cuma tersenyum sambil mengulum bibirnya yang baru saja mencuri ciuman dari bibir Kaniya.
"Manis." ujarnya.
Tanpa Kaniya ketahui, ternyata Radit benar-benar berniat ingin mengawasinya hari ini.
Radit memarkirkan mobilnya diparkiran khusus para petinggi kampus ini, dan keluar sambil memakai kaca mata hitamnya.
Radit menyusuri gedung-gedung kampus,banyak mahasiswi yang terpesona dengan gaya dan penampilan Radit yang cool dan Macho tentunya.
Teriakan-teriakan histeris terdengar disana-sini.
"Ada apa sih, heboh banget. " ujar Kaniya pada sahabatnya Bella.
"Itu tadi, dikantin katanya ada cowok ganteng keren banget, kayak bule gitu. " jawab Bella.
"Haa!? Bule???. " Kaniya mencoba memulihkan otaknya.
"Apa itu mas Radit ya?. " fikir Kaniya.
"Kaniya, kok kamu malah bengong. Ayo kita lihat yuk, siapa tahu masih ada. " Ajak Bella.
"Ga usah deh Bella, kita dikelas aja. " Kaniya nolak.
"Tapi aku pengen makan bakso. " rengek Bella.
"Duh kamu ini,ajak Kak Dino aja sana. " elak Kaniya. Sebenarnya dia juga lapar karena tadi pagi ga sempat sarapan, tapi dia ga mau ketemu Radit.
__ADS_1
"Bagaimana kalau cowok keren yang mereka maksud itu beneran mas Radit. Ah ga mau ah. " Kaniya menggelengkan kepalanya.
drrtttttt drrrrrrrttttt
ponsel Kaniya bergetar
Dengan malas diangkatnya telepon itu, disana tertulis nama Mas Radit Sayang
📲:"Iya, ada apa mas?, "
📲:Buruan ke kantin kampus, temani aku makan. "
📲"Tapi, kan ga enak mas sama temen-temen yang lain. "
📲:Apanya yang ga enak?. "
📲:Huuh! Ya sudah tunggu aku disana. "Kaniya akhirnya menyerah, apalagi yang bisa dia lakukan kalau sudah kayak gini.
Bisa-bisa nanti Radit membuat kehebohan lainnya kalau kehendaknya tidak dituruti.
Dengan malas Kaniya berjalan menyusuri lorong-lorong kampus sampai tibalah dia disuatu tempat yang layaknya sudah kayak tempat jumpa fans artis-artis k-pop.
Kantin kampus membludak, dipenuhi oleh para mahasiswi yang penasaran dengan dengan ketampanan cowok keren yang datang nya entah dari mana,dan sukses membuat kehebohan diseluruh kampus, sehingga semua mahasiswi saling berlomba untuk melihatnya.
" Ada apa ini??? kenapa semuanya pada ngumpul disini? . Cepat kembali ke kelas kalian.!"hardik salah satu dosen pria membubarkan para mahasiswi yang berkerumun mengular sampai kedepan Kantin.
Kaniya yang baru tiba di depan Kantin pun tak luput dari halauan dosen itu.Untung saja dosennya bukan pak Beno,kalau saja itu pak Beno mungkin Kaniya tidak akan bisa menahan diri.
Mahasiswi-mahasiswi itu pun mulai membubarkan diri, hanya ada beberapa orang yang masih bandel dan tak menghiraukan himbauan dari pak dosen.
Kaniya kembali mendapat telepon dari suaminya yang masih betah didalam kantin kampus, dari kaca yang tembus pandang dan besar itu terlihat sosok Radit yang sibuk menengok kesana kemari seperti sedang mencari-cari sesuatu.
Tangannya tiba-tiba melambai pada seseorang yang sudah terlihat olehnya. Siapa lagi kalo bukan Kaniya, Kaniya sedang berjalan kearahnya dengan gugup dan malu karena terus menjadi sorotan seluruh pasang mata yang ada disana.
Salah satu dosen yang mengenal Radit menghampirinya sebelum Kaniya sampai dimeja Radit.
" Pak Radit ada disini?. "sapanya.
" Oh, pak Rudi.Iya nih, lagi kangen sama suasana kampus. "jawab Radit sekenanya.
" Kangen sama suasana kampus, atau kangen sama salah satu mahasiswi disini?. "tanya pak Rudi sedikit menyentil.
__ADS_1
" Hahahᥬ😃᭄ ᥬ😃᭄ , pak Rudi bisa aja. "
Kaniya menahan langkahnya, hatinya bilang tahan dulu ketika mendengar sekilas pembicaraan Radit dan Pak Rudi.
"Mas Radit ternyata cukup dikenal dikampus ini.Sampai-sampai ada dosen yang masih mengingatnya disini. " Bathin Kaniya.
Kaniya memilih duduk di kursi yang berada disamping meja Radit dari pada langsung menghampiri suaminya yang sedang bersama dosen Rudi.
"Oh ya, gimana hubungan kamu sama pacar kamu itu si...siapa namanyaᥬ🤔᭄ ? ? Silvana, iya Silvana. Apa kalian udah punya rencana buat menikah ? jangan lupa undang saya juga ya. " pertanyaan Pak Rudi bikin hati Kaniya tertohok.
Radit yang menyadari akan keberadaan Kaniya di meja sebelahnya jadi punya ide buat ngisengin Kaniya.Sekalian ngetes apakah istrinya itu bakalan kebakaran jenggot, eh salah Kaniya kan ga punya jenggot ya. Emmmm kalau gitu ganti aja deh,Kira-kira Kaniya bakalan cembokur ga ya. ᥬ😄᭄
"Ooo,Silvana.Beberapa bulan ini kami agak los kontak sih pak. Terakhir ketemu pas aku ngajakin dia buat ke jenjang yang serius,tapi malam itu saya kecelakaan. Setelah itu, kami sudah tidak pernah bertemu lagi. " jawab Radit, sesekali ia melirik kearah meja Kaniya. Sepertinya Kaniya agak gusar, dari tadi dia terus membenarkan rambut di telinganya.
"Ya, saya juga dengar soal kecelakaan itu. Tapi sepertinya anda sudah kembali sehat. "ujar Pak Rudi.
" Benar,alhamdulillah saya sudah bisa melalui musibah itu dan kembali pulih. "ujar Radit.
" O ya,apa anda tau bagaimana kabar Silvana sekarang?. "Radit sengaja manas-manasin yang lagi nguping.
Kaniya meremas ujung tasnya kasar, rasanya ingin sekali dia menghampiri suaminya itu dan bilang. " tega kamu Maaasssss?!!!!.".
Tapi dibatalkannya, karena dia sadar kalau amarahnya bisa saja membangkitkan kekuatannya dan dampaknya bisa fatal. Bisa saja kekuatan ghaib nya itu akan diketahui oleh orang banyak, Kaniya masih bisa berfikir jernih akan hal itu. Sebisa mungkin dia menenangkan kembali dirinya, dan juga perasaannya.
Akan tetapi disisi yang berlawanan Radit malah semakin menjadi.
"Pak Radit serius pengen ketemu sama Silvana, dia kan masih kuliah dikampus ini. Semester akhir loh dia, tiga bulan lagi sudah akan di wis udah. " jawab Pak Rudi.
"Wah, bapak sangat mengenal Silvana rupanya. " ujar Radit.
Kalau boleh jujur, sebenarnya Radit sudah tidak mau tau lagi mengenai mantan kekasihnya itu. Karena penolakan Silvana terhadap dirinya waktu itu sudah sangat melukai hatinya, sampai dia tidak mau mencari-cari tau lagi kabar berita tentang wanita yang sudah menyakiti hatinya itu.
"Silvana itu tetangga saya, jadi hanya kebetulan saja.Tapi jujur saja saya ga menyangka kalian sudah berpisah, padahal kalian itu pasangan yang sangat serasi. " jawab pak Radi. Lagi-lagi mendengar hal itu hati Kaniya jadi berdesir, ada luka yang tak berdarah.
"Kenapa mas Radit ga bilang saja kalau dia sudah menikah denganku, ini kok malah bersikap seolah dia masih bujangan dan masih mengharapkan Silvana mantannya itu. " Bathin Kaniya,.
Tangannya terus saja meremas tasnya dan tanpa dia sadari bagian bawah tas itu sudah lepas dari jahitan nya.Ternyata kekuatannya sudah muncul sedari tadi, hanya saja karena Kaniya sudah mencoba untuk menahannya,jadi kekuatan yang keluar hanya sebagian kecilnya saja.
**Bersambung guyss
jangan lupa tinggalkan jejaknya
__ADS_1
like👍komen, dan juga kasih vote juga hadiahnya yaᥬ😘᭄**