
Kaniya mengikuti mata kuliah dengan tekun dan penuh semangat,sudah lama dia mengimpikan untuk bisa berkuliah.Apalagi kampus ini adalah kampus terbaik dikota ini,siapa yang tidak akan bangga bila bisa berkuliah disini.
Setelah usai mata kuliah ini,dia masih punya satu kelas lagi.Kali ini dosen yang akan mengajar adalah seorang dosen pria yang sangat tampan,tadi Bella sudah bisik-bisik pada Kaniya sewaktu dikantin,kalau dosen yang akan mengajar mata kuliah kali ini adalah dosen paling keren yang ada dikampus.Disamping ganteng,postur tubuhnya juga kayak oppa-oppa korea di drakor.
Usia dosen ini juga masih relatif muda,bisa dibilang umurnya dibawah tiga puluh tahunan dan dia adalah idola semua cewek dikampus ini.
"Jangan-jangan, kamu juga ngefans ya sama pak dosen?."tanya Kaniya pada sahabat barunya itu.
"tentu saja๐๐."Bella sumringah,rona bahagia terpancar dari wajahnya saat membicarakan pak dosen idolanya.
"Kalau begitu,kenapa ga kamu kejar aja?."tanya Kaniya.
"Susah Say,saingannya banyak banget loh."jawab Bella,kali ini rona wajahnya agak sedikit berubah.
"Semangat Bell,aku yakin kamu bisa.!?."Kaniya menyemangati Bella .
"Oke,aku semangat.Tapi kamu janji ya,nanti kalau kamu lihat pak dosen,kamu ga boleh naksir."sahut Bella.
"Iya iya,lagian aku udah ada yang aku suka kok.Pak dosen nya buat kamu aja lah."sahut Kaniya lagi.
"Bagus deh kalau gitu."Bella tersenyum ceria sambil memegang kedua tangan Kaniya.
๐๐๐๐๐
Mata kuliah pun dimulai,terdengar derap langkah yang teratur memasuki pintu kelas dan seorang pria bertubuh proporsional yang memakai setelan kemeja rapi masuk dan disambut dengan senyuman bahagia dari seluruh mahasiswi yang ada dikelas itu.
Pantas saja mata kuliahnya diikuti banyak mahasiswi,ternyata pak dosen ini memang sangat tampan.
Kaniya hanya melihat sekilas,tapi langsung menundukkan pandangannya saat matanya bertemu dengan mata pria itu.Lagian bagi Kaniya pria paling tampan didunia ini sudah dimiliki olehnya.Siapa lagi kalau bukan mas Raditnya tercinta.
Tapi tidak dengan pria itu,dia terus menatap Kaniya dalam-dalam sampai tiba kemeja nya mengajar.
Pak dosen menaruh tasnya dimeja,dan kemudian berjalan ketengah kelas sambil melihat-lihat kekiri dan ke kanan dan berhenti tepat disamping Kaniya.
"Kamu,baru ya disini??."tanyanya.
"Mmm,iya pak."Kaniya hanya mengangguk dan menjawab seperlunya.
"Oke,kalau begitu kamu bisa ikut saya kedepan?."tanya Pak dosen.
"Baik pak."Kaniya hanya menurut saja dan mengikuti pak dosen ganteng kedepan kelas.
"Sekarang kamu bisa perkenalkan diri kamu sama rekan-rekan yang lain."Sebenarnya itu cuma alasan pak dosen saja,dia lah yang ingin mengenal Kaniya.
"Baik pak."Jawab Kaniya,kini Kaniya menghadap kedepan semua mahasiswa dan mahasiswi yang ada diruang kelas itu.
__ADS_1
"Hallo semua,perkenalkan nama saya Kaniya,saya mahasiswi baru disini.Senang bisa belajar bersama kalian semua."Kaniya beramah tamah.
"lanjutkan,dimana alamat kamu,asal kamu?."pinta pak dosen lagi.
"Oooh,alamat saya di perumahan Grand Gardenia City.Maaf hanya itu yang bisa saya sebutkan."ujar Kaniya.Dia merasa tidak perlu untuk memberi tahu alamat lengkapnya kesemua orang yang ada disana.
Pak dosen hanya mengkerutkan dahinya mendengar penuturan Kaniya.
"Baiklah,kalo begitu kamu boleh kembali duduk ditempatmu."ujar pak dosen ganteng.
"Terimakasih pak."sahut Kaniya,dan ia pun berlalu duduk kembali dibangkunya tadi disamping Bella.
"Baiklah kalo begitu,Kita mulai mata kuliah kita pagi ini.Tapi sebelum ini,saya mau memperkenalkan diri dulu pada saudari Kaniya,Nama saya Beno Setiawan saya yang akan mengajar mata kuliah Managemen akutansi di kampus ini.Senang sekali karena anda sudah bergabung dikelas saya."tatapan mata pak Beno sangat hangat dan berbeda ketika dia menghadapi mahasiswi lainnya.
Para mahasiswi yang sudah lama mengenal pak Beno menatap iri pada Kaniya,karena selama ini Pak Beno tidak pernah bersikap sebaik dan selembut itu pada mahasiswa maupun mahasiswi lainnya.
Tapi bagi Kaniya,sikap pak dosen hanyalah sikap yang biasa dan sewajarnya saja.Kaniya tak sedikit pun mengambil hati,dia kan sudah ada seseorang yang lebih special dihatinya๐๐.
Akhirnya selesai juga kelas ini,Kaniya menyusun kembali buku-bukunya.
"Bell,perpus yuks."ajak Kaniya.
"Males ah,ngapain keperpus."Bella menolak.
"Ayo dong temenin aku,aku kan batu dikampus ini.Nanti aku traktir bakso deh."bujuk Kaniya.
Kaniya jadi bingung melihatnya,ketika Kaniya mengikut arah mata Bella ternyata sahabatnya itu sibuk menatap Pak dosen ganteng yang sedang menyusun berkas dan juga laptopnya kedalam tas kerjanya.
"Ooooo,jadi ternyata kamu itu dari tadi merhatiin pak Beno teruss toh."Kaniya menyenggol lengan Bella,sampai Bella jadi terusik.
"Hustttt!!!,Kaniya diem dong.Aku kan jadi malu."Sahut Bella,dengan suara diperkecil.
Ternyata pak Beno yang sudah selesai merapikan barang-barangnya berjalan kearah dua sahabat itu,pria tampan itu menyapa mereka.
"Hallo Kaniya,Bella."Sapanya.
Tidak biasanya dosen yang satu ini beramah tamah,biasanya hanya bersikap dingin dan acuh kalau ada mahasiswi yang tebar pesona dihadapannya.
"Hallo juga pak,bapak ada perlu sama Bella ya?."tanya Kaniya.
"Nggak,tapi saya ada perlu sama kamu Kaniya."jawab pak Beni.
"Haa,apa??.memangnya ada yang bisa saya bantu pak?."tanya Kaniya lagi,sementara Bella jadi mengkerut keningnya menatap kearah Kaniya.
"Saya mau kamu temui saya diruangan saya,ada beberapa materi yang ingin saya sampaikan."
__ADS_1
"Sekarang pak?."Kaniya jadi bingung,sambil melirik kearah Bella.
"Iya,sekarang."
"Ayo Bell,temenin aku yuk."Kaniya setengah memohon kepada Bella.
"Iya iya,aku temanin."Bella pun beranjak dari duduknya,walau dengan malas tapi ia tetap mengikuti langkah Kaniya yang juga mengekor dibepakang pak Beni.
Diam-diam Bella berbisik
"Kamu tau ga'?,ga biasanya loh pak Beni bersikap seperti ini.Kalaupun ada yang ga ikut mata kuliahnya dia biasa aja tuh.Paling dikasih tugas lebih,aku jadi penasaran apa yang mau disampainnya sama kamu."bisik Bella.
"Ya makanya,kamu temanin aku.Kok aku mendadak jadi takut ya."Kaniya jadi ragu untuk mengikuti dosen tampan itu.
"Ya udah ayuk."Bella mendorong Kaniya,hampir saja menabrak tubuh pak dosen.
Sementara dari kejauhan Dino terus mengawasi Kaniya,memang sudah tugasnya untuk menjaga dan melindungi Kaniya selama didalam kampus.
Dino menelpon Kaniya.
๐ฒ๐ฒ๐ฒ๐ฒ
"Hp kamu bunyi tuh."ujar Bella saat mendengar lantinan nada dering dari dalam tas Kaniya.
"Bentar ya aku angkat dulu."Kaniya mengambil HP didalam tasnya.
"Dari kak Dino nih Bell.""Tuuu kan,kamu dicariin sama dia.feelling ku dia punya hati sama kamu."sahut Bella.
"Mana mungkinlah Bell,dia itu sebenarnya pe-."ucapan Kaniya terhenti,dia lupa kalau dia belum bisa buka-bukaan sama Bella tentang semuanya dan siapa Dino.
"Pe-apa sih?."
"Ahhh,bukan apa-apa."jawab Kaniya.
Tanpa terasa sekarang mereka sudah ada didepan ruangan pak Beni sang dosen tampan.
"Ayo silahkan masuk Kaniya."ujarnya.
"Tapi saya juga boleh ikut kan pak?."Sela Bella.
"Kamu tunggu saja diluar,saya ingin bicara empat mata saja dengan Kaniya."jawab Pak Beni serius.
"Oh,begitu ya pak."Bella hanya bisa duduk dikursi santai yang ada didepan ruangan itu.
Sedangkan Kaniya jadi urung menjawab telepon dari Dino,kembali dia memasukkan hp nya kedalam tas dan ikut masuk keruangan dosennya itu dengan perasaan tak karuan.๐
__ADS_1
๐ข๐ข๐ขTo be continue๐๐