Kaniya Si Gadis Desa

Kaniya Si Gadis Desa
Kendali


__ADS_3

Mobil yang dikendarai oleh pak Anto itu sedang memutar lagu romantis, seromantis sepasang kekasih yang duduk dibelakang.


Radit memeluk Kaniya dari belakang dan menyandarkan kepala istrinya itu didadanya sambil mengelus rambut Kaniya yang dikuncir kuda.Sesekali mengecup puncak kepala sang istri dan membuai pujaan hatinya dengan belaian-belaian manja.


Radit meminta pak Anto untuk mematikan lampu dibagian dalam mobil. Entah apa tujuannya, yang pasti suami istri itu kini sedang dalam buaian irama lagu yang sangat romantis membuat mereka tenggelam dalam ciuman yang begitu dalam sampai keduanya kesulitan bernafas.


pak Anto hanya bisa menatap kedepan saja,dia tak berani mengajak majikannya bicara.Semenjak Radit menikah, baru kali ini pak Anto harus melihat langsung kemesraan pasangan ini.


"Waduh den Radit ini, apa ga bisa dirumah nanti aja ya ciumannya. " suara hati pak Anto.α₯¬πŸ˜„α­„ α₯¬πŸ˜„α­„


************😁😁😁😁😁😁😁**********


Tiba di kediaman orang tuanya, Radit dan Kaniya disuguhi pemandangan Papa dan Mama nya yang sedang video call sama Oma di London.


"Nah, kebetulan kalian sudah pulang. Oma mau bicara sama kalian. " kata mama Sherly.


Radit dan Kaniya segera mendekat ke kamera,.


"Hallo Oma, assalammu'alaikum." keduanya menyapa Oma dengan kompak.


"Wa'alaikum salam, bagaimana kabar kalian ha?! . " tanya Oma.


"Kami berdua baik Oma. Kabar Oma gimana, apa Oma baik-baik saja, Oma baik-baik aja kan? ." tanya Kaniya.


"Iya sayang, tentu saja Oma baik, ya meskipun sekarang ini sering dapat gangguan dari cowok tampan yang gagal memilikimu waktu itu. " jawab Oma.


Mama Sherly dan Papa Marco saling toleh, Papa Marco memang belum cerita soal itu ke mama Sherly,hanya sebagian saja yang diberitahukan nya.

__ADS_1


"Kaniya, apa maksudnya?. " tanya mama.


"Bukan apa-apa ma, cuma fans nya Kaniya aja. Maklumlah, mantu kita ini kan sangat cantik. wajar Kalau banyak laki-laki diluar sana yang pengen jadi kekasihnya. " sela papa Marco.


"Sudah, ga usah kamu fikirin hal itu Sherly. Yang penting Kaniya dan Radit selalu rukun dan bahagia bersama. " Oma mencairkan suasana.


"O ya Oma, ada yang mau Niya tanyain ke Oma. " Kaniya ragu-ragu ingin bertanya.


"Mau tanya soal apa?, " ujar Oma balik.


"Soal kekuatan ghaib itu Oma,apakah Oma tau bagaimana cara mengendalikannya?. " tanya Kaniya didepan seluruh keluarga.


Lagi-lagi mama Sherly dibuat tercengang.


"Ooo, soal itu. Kamu coba pelajari saja buku yang ada didalam kotak yang Oma berikan sama kamu waktu itu. Ada beberapa gerakan pengendalian diri yang bisa kamu pelajari, lama kelamaan kamu juga bisa menguasainya. " jelas Oma.


Oma kembali menjelaskan gimana cara yang sudah ia pelajari sendiri kepada Kaniya.Sementara Radit dan yang lain juga ikut menyimak.


"Semoga kamu bisa honey, aku yakin kamu pasti sanggup mempelajarinya. Demi kebaikan kita bersama. "UcapnRadit sambil mengelus puncak kepala istrinya.


" do'a in ya mas. "jawab istri kecilnya itu.


" Tentu sayang. "


α₯¬πŸ˜˜α­„ α₯¬πŸ˜˜α­„ α₯¬πŸ˜˜α­„ α₯¬πŸ˜˜α­„ α₯¬πŸ˜˜α­„ α₯¬πŸ˜α­„ α₯¬πŸ˜α­„ α₯¬πŸ˜α­„


Kaniya dan Radit kini sudah dikamar, niat dari bioskop gagal terlaksana karena ternyata Kaniya kini sedang sibuk membuka-buka kotak wasiatnya.

__ADS_1


Dikeluarkannya benda yang berbentuk buku kecil, disitu sudah ada bermacam gambar yang menjelaskan tentang cara mengendalikan diri saat kekuatan itu tiba-tiba muncul.


Sesuai petunjuk Oma, Kaniya mempelajarinya. Beberapa jam berlatih dia tak kunjung lelah. Malah Radit yang hanya melihat dan menonton lah yang kelelahan dan akhirnya tertidur di meja sofa.



"Ya ampun mas, kok bisa sih ketiduran disitu. Kamu lucu banget pas lagi tidur gini. Mengemaskan, pengen tak cubit tau. " Bisik Kaniya ditelinga Radit.


Tapi Radit tak bergeming sama sekali., sepertinya dia kelelahan dan tidur dengan sangat pulas sekali.


Kaniya mencoba membangunkannya, tapi tetap saja Radit ga mau bangun.


Akhirnya ga ada pilihan lain untuk memindahkan Radit dari meja ke atas tempat tidur.


Kaniya mencoba memusatkan fikirannya, dan akhirnya kekuatannya bisa keluar dan dengan mudah dia bisa mengangkat tubuh Radit keatas tempat tidur.


"Yes!!, aku berhasil!. " ujar Kaniya bersemangat.


Capek latihan Kaniya pun mandi dan mengganti pakaiannya dengan piyama tidur, kali ini ga akan terjadi malam panjang berdua.


Suasana diluar juga sedang hujan deras, membuat tidur akan terasa lebih nikmat dan nyenyak.


Besok akan ada kuis dan Kaniya harus bangun pagi-pagi. Dia juga harus mengunjungi toko yang diamanatkan ibu mertuanya padanya disore harinya untuk memeriksa laporan keuangan toko.


Sebagai menantu dari keluarga pembisnis, sudah barang tentu Kaniya juga harus bisa berkecimpung dalam memajukan bisnis keluarga, yaaa meskipun impiannya untuk punya restoran sendiri masih ada dalam angannya.


Bersambungα₯¬πŸ˜α­„

__ADS_1


__ADS_2