Kaniya Si Gadis Desa

Kaniya Si Gadis Desa
Malu Tapi Mau


__ADS_3

Kaniya masih penasaran dengan isi kotak itu.Setibanya di kamar,ditaruh nya kotak itu dimeja.Perlahan dia membuka penutup kotak yang terbuat dari kayu itu,lebih seperti sebuah peti kuno.


Radit yang juga baru sampai di kamar juga ingin ikut melihat isi dari peti itu secara lebih detail.Benar saja,di sana ada potongan tali pusat milik Radit,entah apa maksudnya, Kaniya juga tidak tahu.Mungkin karena Radit adalah satu-satunya cucu laki-laki dari trah keluarga ini seperti penjelasan Oma.


Kaniya melihat lagi ke sebuah benda berbentuk seperti keris,tapi sangat kecil,dan juga sebuah buku,mungkin lebih tepat menyebutnya kitab.Entah itu tentang apa,Kaniya juga tak berani membukanya.


Dan satu hal lagi,sebuah kunci yang terbuat dari logam mulia.Oma tadi tidak menjelaskan itu kunci apa,tapi Radit berpikir dan sepertinya dia tahu itu kunci apa.


Sepertinya itu kunci kotak deposit Oma yang ada disebuah Bank.Oma memang pernah mengajak Radit ke sebuah Bank saat Radit masih remaja,Oma memesan khusus kunci itu,tentu saja benda di dalamnya pasti sangat berharga.


Karena Oma sudah mulai sakit-sakitan,makanya Oma mempercayakan Kaniya sebagai istri dari cucu laki-lakinya satu-satunya untuk mengambil alih tanggung jawabnya,menjaga benda pusaka itu sesuai wangsit yang ia terima.


"Sebaiknya kamu segera menyimpan kotak berserta isinya itu Honey,ini sudah malam.Kita harus beristirahat,"bujuk Radit.


"Aku taruh ini di mana ya Mas,kira-kira?"tanya Kaniya.


"Kamu taruh saja di dalam lemari nakas itu,lagi pula tak lama lagi kita akan pulang ke Indonesia.Setelah masa perpanjangan visa kita berakhir,kita segera pulang.Tinggal lima hari lagi,aku juga sudah meminta Pak Charly untuk memesankan kita tiket pesawat dan juga membuat temu janji kita dengan dokter untuk pemeriksaan terakhir.Sekarang,aku juga merasa sudah jauh lebih baik,"jawab Radit.


Kaniya hanya mengangguk dan menuruti saran suaminya untuk menaruh kotak itu didalam laci nakas.


Saat Kaniya akan berdiri,tiba-tiba Radit sudah memeluknya dari belakang.Kaniya yang kaget mencoba melepaskan pelukan itu,dia pun beralasan ingin ke kamar mandi agar bisa lepas dari pelukan Radit.Kaniya khawatir pelukan ini nanti akan berujung sesuatu seperti tadi sore.


"Ayolah Honey,nanti aja ke kamar mandinya.Aku hanya ingin memeluk kamu sebentar,"rayu Radit.


"Aku kebelet Mas,pengen pipis.Maaf ya."Kaniya buru-buru melepas pelukan suaminya itu dan berlari kecil menuju kamar mandi.


Secepat mungkin ia menutup pintu kamar mandi,jantungnya seperti mau copot.


"Dia kenapa lagi,bikin jantung deg-degan aja.Aduh jantungku kenapa berdetak kencang begini,hu hu."Kaniya mencoba menetralisir degupan jantungnya yang berirama cepat.


Sementara Radit dengan gelisah menunggu Kaniya keluar dari kamar mandi,perasaannya jadi tak menentu,hasrat penganten barunya kini bangkit lagi.


Setelah lima belas menit kemudian,Kaniya baru keluar dari kamar mandi.Dia sudah mencuci mukanya dan sikat gigi,kini dia sudah memakai piyamanya.

__ADS_1


"Honey,kelihatannya piyama itu sudah tidak cocok lagi buat kamu.Besok aku temani kamu untuk belanja lagi ya,kita akan beli baju tidur yang lebih bagus lagi.Lagi pula kita kan sudah...ee..."Radit memotong kalimatnya.


"Sudah apa Mas?sudah ML maksud kamu?"tanya Kaniya lugas.


"Iya,kamu tahu sendiri kan,sudah tidak ada yang perlu ditutup-tutupi lagi antara kita berdua.Aku juga sudah melihat semuanya dan juga sudah pernah merasakannya sekali," ujar Radit tampak malu-malu.


Kaniya jadi cemberut,dia jadi males menatap mata Radit,khawatirnya suaminya itu akan memulai aksinya lagi.


"Aku capek Mas,ngantuk juga.Aku tidur duluan ya Mas,"ujar Kaniya sambil membaringkan tubuhnya di ranjang dan menarik selimutnya.


Melihat hal itu,Radit pun masuk ke dalam selimut dan memeluk Kaniya dari belakang.


"Apa kamu gak bersih-bersih dulu Mas,kita kan baru saja dari luar,"ujar Kaniya.


"Aku gak kotor kok Honey😘,"jawab Radit sambil mendaratkan satu kecupan dikening Kaniya.


Kaniya tidak menghalau tangan Radit yang memeluknya,dia hanya diam saja.Sejauh Radit tidak melakukan yang lebih dari itu,dia pikir tak jadi masalah.


Namun perkiraannya salah,ternyata Radit mulai melancarkan aksinya,dia bangkit dan membuka baju yang ia kenakan dan sontak membuat Kaniya terkejut melihatnya.


"Aku gerah Honey,pengen tidur gini aja,gak usah pake baju,"jawab Radit santai.


"Kamu gak niat macam-macam kan,Mas!?"Kaniya jadi begidik.


"Gak macam-macam kok Honey,udah...kamu tenang aja,"kata Radit.


"Kalau gak khilaf," kata Radit lagi.😁😁


Lalu Radit naik lagi ketempat tidur dan kembali memeluk Kaniya dari belakang,Radit pun berkata,"Papa sudah mengurus pendaftaran kuliah kamu di Indonesia,kamu akan kuliah di kampus aku dulu.Kebetulan Papa banyak koneksi disana,karena Papa juga dosen di sana."ujar Radit sambil sesekali menciumi rambut Kaniya.


"Oya,aku akan kuliah Mas?yess!!"Kaniya sangat senang sekali mendengarnya,dia pun berbalik ke arah Radit dan menatap mata suaminya itu, lalu ia pun mengucapkan terimakasih untuk bantuan yang Radit berikan.


"Terimakasih ya Mas,kamu udah minta Papa dafatarin kuliahku,"kata Kaniya dengan senyum manisnya.

__ADS_1


"Udah?cuma segitu aja makasihnya?"tanya Radit memojokkan.


"Memangnya harus bagaimana?"tanya Kaniya lagi.


"Seperti ini."Radit mencium pipi Kaniya dengan cepat.


"Mas,kamu ini.Tadi kan sudah bilang gak akan macam-macam."Kaniya menepuk lengan Radit pelan.


"Ga macam-macam Honey,ini cuma satu macam aja kok."Radit mulai lagi.


"Sebenarnya Papa dan Mama lah yang ingin kamu kuliah,kalau kamu gak mau gak apa-apa sih."kata Radit lagi.


"Apa Mas Radit gak tau ya,kalau kuliah adalah kesepakatan antara aku dan Mama Sherly juga," batin Kaniya.


Radit pun tak menyia-nyiakan kesempatan,dia melihat istrinya yang melamun dan langsung ia eratkan pelukannya.Kali ini Kaniya seperti nya masih sibuk dengan pikirannya dan larut dalam lamunan.


Radit pun melancarkan aksinya,perlahan tangannya mulai bergerilya di balik piyama istrinya.perlahan tapi pasti dia meremas dua benda kembar yang masih mengkal itu,dan Kaniya baru menyadari perbuatan suaminya itu.Tapi kali ini Radit melakukan nya dengan lembut dan penuh penghayatan.


Kaniya yang mencoba melepaskan diri malah jadi terbuai,dia pun menoleh ke arah suaminya itu.Ditatapnya mata Radit,dan ia pun berkata,"Apa kamu benar-benar mencintaiku Mas?"tanya Kaniya penuh damba.


Tatap matanya menyiratkan kerinduan yang mendamba kasih sayang dari seorang pria.


"Tentu saja aku sangat mencintai kamu,mulai sekarang kamu jangan lagi berpikir yang bukan-bukan.Kamu gak boleh stress agar kita bisa segera mempunyai anak,apa kamu siap jadi seorang Ibu?"tanya Radit.


"Aku rasa aku belum siap Mas,aku masih ingin mengejar cita-citaku,"jawab Kaniya.


"Tidak apa kalau itu yang kamu mau,tapi yang pasti aku akan selalu mendukung kamu,dan semua keputusan kamu,"ujar Radit yang tak mau jika sikap Kaniya jadi berubah kalau dia menolak keinginan istrinya itu.


Radit kembali mendaratkan kecupan di kening istrinya.Karena Kaniya tersenyum,dia pun tak menyia-nyiakan peluang itu dan lanjut ke aksinya yang mulai merambat ke pipi,bibir dan mulai membuka kancing piyama Kaniya.Selanjutnya,anda bisa tahu sendiri lah,Kaniya tak kuasa menolak perlakuan lembit dari suaminya itu,ia juga terhanyut dan membalas ciuman Radit.Kali ini Kaniya juga menikmatinya,dan setiap sentuhan suaminya itu membuatnya mengerang merasakan kenikmatanπŸ˜πŸ˜†.


πŸ’žπŸ’žπŸ’žπŸ’žπŸ’žπŸ’žπŸ’žπŸ’žπŸ’žπŸ’ž


Semoga aja yang baca pada bekeluarga semua ya.😁😁

__ADS_1


Bersambung bebs q😘


__ADS_2