Kaniya Si Gadis Desa

Kaniya Si Gadis Desa
Tak Mau kehilangan 2


__ADS_3

Radit mengacak-acak rambutnya, sepanjang perjalanan menuju kerumah,matanya tak berhenti sesekali melihat ke semua arah siapa tau bisa menemukan Kaniya.Dia tak habis fikir dengan apa yang dilakukan oleh Kaniya, entah kenapa istrinya itu masih menghindari dirinya.Bukankah mereka tadi pagi sudah sepakat akan baikan??


Radit bingung harus bagaimana sekarang, orang suruhannya juga belum mengabari dirinya tentang keberadaan sang istri.Terus bagaimana nanti kalau orang tuanya bertanya dimana Kaniya, bisa-bisa orang tuanya kehilangan respect terhadap istrinya itu.


Radit tidak mau kalau itu semua sampai terjadi,dia tidak akan bisa hidup tanpa Kaniya, sungguh dia tidak mau kehilangan istri yang sangat ia cintai itu.


"HONEY!!!!. " teriaknya sambil menepikan mobilnya disisi jalan.


Tidak terasa air matanya tiba-tiba menetes mengenang Kaniya yang kini tak tahu entah dimana.


Tiba-tiba ponselnya berdering, ada panggilan masuk disana, Radit melihat nama Asisten nya di perkebunan.


["Iya ada apa Pak Arif?!. "]tanya Radit gusar.


["Maaf Pak Radit, ada berita buruk. "]ucap karyawan nya itu.


[" Berita buruk apa maksud kamu?. "]tanya Radit dengan perasaan yang makin gusar.


[" Ada beberapa hektare getah karet lahan kita kecurian Pak.Kerugiannya kalau ditotal-total lumayan besar Pak. "]ujar Pak Arif.


[" Apa??!, kok bisa??!. Bagaimana kerja para keamanan. Kenapa bisa kecolongan begini. Cepat hubungi pihak yang berwajib agar masalah ini bisa diselidiki. "]


Radit mendengkus kesal,api amarah didadanya semakin berkobar. Belum bisa menemukan istrinya, sekarang ditambah lagi perkebunan yang kecurian.Sepertinya masalah datang bertubi-tubi tanpa permisi. lagi.


Kepalanya semakin terasa pusing saat ini,coba kalau ada Kaniya. Mungkin dia bisa berbagi sedikit beban didadanya dengan istrinya itu, tapi keadaannya malah sebaliknya, sekarang istrinya juga membebani fikiran dan hatinya.


Radit melihat ada sebuah masjid didekat ia memarkirkan mobilnya, hatinya menyuruhnya untuk sholat. kebetulan ini sudah lewat waktu ashar.

__ADS_1


Radit melajukan mobilnya kedalam halaman masjid itu, dan ia pun berniat untuk sholat ashar disana.Kebetulan masih ada beberapa jama'ah laki-laki yang baru selesai sholat.


Radit masuk kedalam masjid setelah ia mengambil wudhu.Ia lalu mengerjakan sholat sunnah Tahyatul masjid dan dilanjutkan dengan sholat fardhu Ashar.


Suasana hatinya sedikit tenang sekarang,dia berdzikir dan memanjatkan do'a agar bisa diberikan kemudahan dalam menghadapi cobaan ini.Dan harapan terbesarnya semoga ia bisa segera bersatu kembali dengan Kaniya yang kini menghindari dirinya.


*****


Dirumah kost Kaniya tersenyum ketika menemukan sebuah iklan tentang sebuah kios yang lumayan besar dan lokasinya strategis di pinggir kota, tapi lokasi ini tidak mengarah ke jalan yang menuju ke Desa nya.


Lokasi ini menuju ke kabupaten lain,Maira sangat yakin kalau dia mampu mendirikan sebuah restoran disana.Ya setidaknya ini dengan usaha dan kerja kerasnya sendiri.


Besok dia gak akan kuliah dan akan pergi meninjau lokasi itu dulu,mungkin setelah merasa cocok baru ia akan menghubungi pemilik bangunan yang disewakan itu.


Lokasi ini tidak terlalu jauh dari kost nya. Kurang lebih sama lah jarak kost ke kampus dengan jarak kost ke lokasi itu.Menurut Kaniya ia masih bisa meninjau restoran itu setiap hari kalau dia jadi mendirikan restoran disana.


Kaniya tidur lebih awal karena besok harus bersiap lebih awal.


Namun lain halnya dengan suaminya yang sekarang sedang galau, walaupun sudah bisa sedikit tenang, namun tak dapat dipungkiri hati Radit masih galau karena kembali kehilangan jejak Kaniya.Orang-orang suruhannya pun belum berhasil mendapatkan informasi tentang istrinya itu sampai detik ini.


Berulang kali ia mengecek ponselnya, tapi tak kunjung ada berita apapun dari orang kepercayaannya itu.Radit yang kesal melemparkan ponselnya sembarangan diatas tempat tidur. Kepalanya terasa pusing, dia memijat -mijat ruang diantara kedua alisnya sambil duduk dilanta dan bersandar dipinggiran tempat tidur.


Tiba-tiba ada yang mengetuk pintu kamar Radit,dengan langkah gontai Radit meraih kunci pintu dan memutarnya.Setelah gagangnya diputar nampak sang Papa yang berdiri didepan sana sambil menatap matanya penuh tanya.


"Radit, apa benar istrimu kabur dari rumah dan tak pulang-pulang juga?. " tanya Papa Marco.


Radit hanya bisa tertunduk lesu, dia tak mampu berkata-kata untuk menjawab pertanyaan sang Papa.

__ADS_1


Radit hanya mempersilahkan Papanya Masuk kedalam kamarnya dan ia pun mendudukkan pantatnya di sofa panjang yang ada dikamarnya itu.


Tuan Marco menatap sekeliling kamar putera dan menantunya itu, nampak lengang dan sepi, sesepi hati Radit yang kini sendiri tanpa Kaniya.


"Apa kamu sudah mencari keberadaan istrimu?. " tanya Papa nya.


"Radit sudah menyuruh orang untuk mencari Kaniya Pa, tapi sampai sekarang belum ada kabar apapun. "jawab Radit lesu sambil menunduk.


" Kamu yang sabar ya Dit,Papa juga sudah tau soal masalah diperkebunan kamu.Papa sudah meminta bantuan teman Papa di kepolisian untuk menyelidiki kasus pencurian besar-besaran ini. "ujar Papa Marco.


" Radit gak ngerti Pa, kenapa sekarang rasanya keluarga kita sedang dicoba dengan ujian yang sangat bertubi-tubi. Mulai dari Rani yang mengalami pelecehan, istri Radit yang kabur dari rumah, dan sekarang perkebunan dalam masalah. Radit bingung harus mulai dari mana untuk menyelesaikan semuanya Pa."Radit mengadukan keresahannya pada sang Papa.


"Sabar sayang, anggap saja kita sedang diuji dan kita harus bisa keluar sebagai pemenang dalam ujian ini." Papa Marco menepuk pundak putranya.


"Terimakasih Pa. " jawab Radit sambil menangkup tangan sang Papa yang ada di pundaknya.


"Oh ya Pa, kokoh Papa ada dirumah. Apa Mama masih dirumah sakit?. " tanya Radit.


"Adikmu sekarang sudah boleh pulang Dit. Kami baru aja tiba dirumah setengah jam yang lalu.Papa tau dari Bik Sumi kalau istri kamu udah dari kemaren gak pulang. Sekarang sudah malam,sebaiknya kamu istirahat supaya besok badan kamu lebih sehat dan bisa menyelesaikan masalah ini satu persatu." ujar Tuan Marco yang kembali menasehati puteranya tercinta.


"Iya Pa,maafin Radit yang sudah bikin Papa dan Mama khawatir. " jawab Radit.


"Justru kami yang seharusnya minta maaf sama kamu, terutama Mama yang sudah membuat istri kamu kabur dari rumah.Tapi kamu tenang aja, Papa juga akan suruh orang untuk mencari Kaniya. Semoga saja dia masih ada di Kota ini, dia kan juga masih kuliah. Besok biar Papa yang akan menemuinya dulu dikampus dan membujuknya untuk pulang kerumah. Tidak baik kalau menantu keluarga Prawira tinggal diluaran sana. Kalau orang-orang sampai tau, mau ditaruh dimana muka Papa dan Mama." ujar Papa Marco.


"Maafin Istri Radit juga Pa " ujar Radit yang merasa tidak enak kepada orang tuanya.


"Justru kami yang harus minta maaf Nak,sudah tak usah difikirkan. Tidurlah, semoga besok semuanya akan kembali membaik seperti sediakala. " ucap Tuan Marco.

__ADS_1


Lalu beliau meninggalkan kamar puteranya itu dan menutupkan pintunya.


__ADS_2