Kaniya Si Gadis Desa

Kaniya Si Gadis Desa
Menggila


__ADS_3

Radit memutuskan untuk pulang kerumah orang tuanya sebelum mencari Kaniya kembali.Pesan yang ia kirim ke supir taksi online itu juga belum dibalas sama sekali.


Radit pun mengemasi barang-barangnya yang ada dikamar apartemen,dia pun meminta pak Anto untuk menjemputnya.Satu jam kemudian pak Anto tiba di apartemen itu,Radit pun memintanya untuk membawakan kopernya turun dan menyimpannya dibagasi mobil.


"Maaf den Radit,non Kaniya nya mana?kok ga kelihatan?."tanya pak Anto bingung.


"Aku juga ga tahu pak dimana dia sekarang,mungkin dia pergi karena ga mau buat aku repot."jawab Radit.


Pak Anto jadi bengong dan masih belum paham dengan apa yang dimaksud oleh tuan mudanya itu.


"Kok malah bengong,ayo kita cepat pulang.Karena saya juga mau ambil mobil saya dan secepatnya mencari istri saya."Radit mulai gusar dan ingin buru-buru.


"Begini saja den,gimana kalau aden langsung cari non Kaniya pakai mobil yang saya bawa.Nanti biar saya pulang naik taksi aja,atau kalau ga biar saya aja yang antar den Radit mencari non Kaniya."jawab Pak Anto.


"Tapi saya pengen ketemu mama dulu,saya ga mau mama jadi khawatir."kata Radit.


"Ya terserah aden aja,saya fikir nanti nyonya jadi makin khawatir kalau aden pulang ga sama non Kaniya."kata pak Anto lagi.


"Benar juga,hemmmmm aku jadi bingung nih pak."Radit makin kelihatan cemas.


"Gimana kalau den Radit telepon ibu mertua aden dulu,siapa tahu non Kaniya ada dirumahnya."usul pak Anto.


"Oh iya ya,tapi bisa saja Kaniya ga mau aku tahu kalau dia ada disana.Nanti dia menyuruh ibu mertuaku untuk tidak bilang ke aku kalau dia ada disana."jawab Radit.


"Gini aja den,gimana kalau kita langsung aja kerumah mertuanya den Radit.Saya kan sudah pernah kesana dua kali,saya tahu kok rumahnya dimana."pak Anto briliant.


"Iya,bener juga.Ayo pak cepat antar aku kesana.Aku ga mau kehilangan istriku itu pak,kita harus bisa segera menemukannya."Radit langsung bergegas menuju mobil dan pak Anto pun segera mengikutinya kemobil.Kali ini Radit yang menyetir dan pak Anto jadi kaget melihat tuan mudanya itu sudah bisa jalan dan bisa menyetir mobil sendiri.


"Alhamdulillah sekarang Aden sudah sembuh rupanya."ujar pak Anto turut bahagia.


"Buruan pak,pakai sabuk pengamannya."kata Radit yang secepat kilat mulai melajukan mobilnya.


Pak Anto jadi sedikit ngeri melihat cara Radit menyetir mobil yang terburu-buru.


Radit benar-benar sedang menggila,gila karena cinta๐Ÿ˜


"Maaf den Radit,hati-hati nyetirnya."pak Anto menasehati majikannya itu.


"Tenang aja pak,ga bakal terjadi apa-apa kok."Radit sejenak lupa kalau dia baru saja sembuh dari luka akibat kecelakaan mobil.

__ADS_1


"Aduh den,saya takut loh kalau bakal kecelakaan lagi kayak aden waktu itu."bathin pak Anto.


Namun Pak Anto tidak berani untuk bicara lagi,apalagi tuan mudanya itu lagi dalam mood yang buruk.Bisa-bisa dia dituruni nanti dijalan kalau bawel.๐Ÿš˜


Jarak apartemen dan desa Kaniya yang lumayan jauh,membuat Radit terus bertanya kearah mana,dan kemana lagi sama Pak Anto.Pak Anto hanya bisa menjawab setiap pertanyaan Radit,tuan mudanya itu memang sudah mulai stabil emosinya.


Sekarang mobil mereka sudah tiba di pintu gerbang desanya Kaniya.Hati Radit berdebar-debar,dia pun tidak mengerti kenapa jantungnya itu seakan ingin berlarian.Begitu pula dengan keringat dingin didahinya mulai bercucuran.Seperti orang yang deg deg-an bakal ketemu cintanya,membuatnya gerogi.


Ini kali pertama dia akan menginjakkan kakinya di desanya Kaniya.Mungkin dia juga akan bertemu ibu mertuanya bu Mery,dan bapak tiri istrinya ,pak Edi,juga dengan adik iparnya.


Perlahan mobil itu pun terparkir didepan rumah bu Mery,para tetangga yang memang hobi ngerumpi sedang berkumpul di warung kelontong di seberang rumah Kaniya.


"Wah mobil siapa tuh,suaminya Neng Kaniya kali ya?."ujar salah satu ibu-ibu nyiyir.


"Bisa jadi,coba kita lihat orangnya kayak gimana.Jangan-jangan si Kaniya itu dikota jadi istri simpanan om-om senang."jawab wanita satu lagi.


"Hus!,jangan sembarangan deh kalian ini.Nanti kalau salah sangka bisa jadi gibah loh."ujar ibu yang lain lagi.


"Tapi dari apa yang pernah saya dengar,suaminya Kaniya itu orangnya cacat dan duduk dikursi roda lo,habis kecelakaan gitu katanya."ujar ibu-ibu yang pertama tadi.


"Udah yuk kita lihat aja siapa yang datang,tuh orangnya udah mau keluar dari mobil."ibu-ibu yang menasehati tadi bicara lagi.


Radit memilih untuk menarik nafasnya dalam-dalam agar kegugupannya hilang.Padahal belum genap sehari mereka berpisah,tapi rindunya sudah seperti membawa gunung dipundaknya,dan bom dihatinya.


Pak Anto berinisiatif untuk turun duluan,dan membukakan pintu buat Radit fikirnya.Saat pak Anto turun dari mobil semua ibu-ibu melongok melihatnya,dan merwka dengan kompak saling tatap dan bilang.


"Haaaaaa๐Ÿ˜ฒ๐Ÿ™„,tuuuuaaa."kata mereka kompak.


"Tuuu kan,si Kaniya itu pasti jadi simpanan dikota sana."ibu-ibu hebring kembali bergunjing.


Tak lama kemudian,Radit yang merasa sudah mulai siap untuk bertemu dengan Kaniya memutuskan untuk turun setelah sebelumnya dia mengamati terlebih dahulu rumah mertuanya itu.Selama ia menikah,belum pernah dia ikut Kaniya berkunjung kemari karena kondisinya yang cacat.Dimatanya rumah ini sangat asri,meskipun tak begitu besar namun tampak bersih dan rapi.


Baru saja pak Anto akan membukakan pintu mobil untuknya,Radit sudah turun duluan.Ibu-ibu itu pun jadi melongo,spichles tak tau harus berkata apa melihat ketampanan Radit๐Ÿ˜๐Ÿ˜๐Ÿ˜๐Ÿ˜.



Radit meminta Pak Anto jalan duluan dan mengetuk pintu.Sementara dia sendiri berdiri dibalik tembok yang berada didekat pintu untuk menegejutkan sang istri.


tok tok tok....,

__ADS_1


Belum ada yang membuka pintu,tapi ada yang mengintip dibalik gorden jendela.


"Pak Anto.๐Ÿ˜ฒ."Gumam Kaniya.


"Siapa nak??."tanya bu Mery .


"Supir keluarga mertuaku bu,Pak Anto."jawab Kaniya setengah kaget.Dia ga mau kalau keluarga Radit tahi bahwa dia ada disini.


"Bukakan pintu nak."kata bu Mery.


"Bu,ibu aja yang buka pintu.Tapi jangan bilang kalau aku ada disini ya bu."jawab Kaniya,Kaniya pun berlari kecil kebelakang hendak menyelinap dari pintu samping.


"Loh,nak kok gitu."kata bu Mery yang ga mengerti apa mau putrinya itu.


Radit juga mendengar ada suara Kaniya meskipun samar,dia pun berinisiatif untuk melihat kepintu samping rumah Kaniya yang bebunyi baru dibuka.



Benar saja,dia memergoki istrinya itu hendak kabur dan menghindarinya.Para tetangga yang sedari tadi memang sedang memperhatikan rumah bu Mery jadi penonton adegan itu.


"Honey."panggil Radit dan bergegas lari kearah Kaniya.


"Mas Radit."Kaniya Kaget,ternyata Radit juga datang untuk mencarinya.


"Honey,jangan tinggalkan aku."Radit menarik tangan Kaniya yang hendak pergi dan lari darinya.


"Tapi mas,aku ga mau jadi penyebab kehancuran keluarganya mas.Kalau aku tetap bersama kalian,hidup kalian pasti akan hancur mas,dan aku ga mau kalau sampai itu terjadi."jawab Kaniya.


Pertengkaran mereka kini benar-benar jadi tontonan warga desa yang melintas dan juga ibu-ibu hebring yang memang suka bergosip.


"Ohhhh,itu suaminya Kaniya.guanteng ya??!."ujar ibu-ibu yang tadi mulutnya paling heboh seantero jagad.๐Ÿ˜†๐Ÿ˜†


"Kok bisa ya anak bu Mery dapat suami seganteng dan sekaya itu.Denger-denger dia itu bukan cuma kaya,tapi juga pewaris perkebunan karet dan sawit terbesar di provinsi kita ini loh."jawab ibu satunya lagi.


"Ya ga masalah toh bu,kan nak Kaniya itu orangnya cantik juga,jadi cocok banget kan mereka."ujar ibu-ibu yang dari tadi membela keluarga bu Mery.


๐Ÿ˜๐Ÿ˜๐Ÿ˜๐Ÿ˜


Bagaimana kehebhan selanjutnya,akankah Kaniya mau diajak suaminya pulang kekota???

__ADS_1


__ADS_2