
Rumah Beno yang tidak terlalu jauh membuat Radit dan juga Dino tiba disana dengan cepat, keduanya langsung masuk saja walaupun Pak satpam yang berjaga di depan mencegahnya.
"Beno... Beno...keluar kau..!!!. " teriak Radit.Emosinya benar-benar meledak saat ini.
Sementara tuan rumahnya baru saja selesai berolahraga.Dengan geramnya karena merasa terganggu, Beno keluar dari rumahnya dan menemui tamu tak diundang itu.
"Heyyy!!, ngapain Anda teriak-teriak didepan rumah saya??!!. " tanyanya.
"Saya kesini karena ingin membatalkan kontrak penyewaan gedung kamu yang dilakukan oleh istri saya Kaniya.Mana surat kontraknya?!. "Bentak Radit.
"Oh, begitu rupanya. Sudah saya duga!. Tapi gak semudah itu ya Bung!!. "Beno Bersedih" Cih... "
"Apa maksud Anda tidak mudah?!. " Radit maju dan mencengkram kaos olahraga yang dipakai oleh Beno dengan erat dan menatap pria itu dengan tatapan yang bisa menusuk sampai kedalam hati, kalau orang lain yang melihatnya. Tapi tidak dengan Beno, pria yang juga memiliki kekuatan makin itu hanya tersenyum Smirk melihat kebodohan Radit yang sok-sok'an mendatangi rumahnya tanpa persiapan mumpuni.
"Ayo jawab dimana surat kontrak itu!!?. " Bentak Radit kesal karena dari tadi Beno hanya tersenyum meremehkan dirinya.
"Ohoo, tenang Pak Raditya Prawira, tenang Santuy aja Bro!!. " ucapnya sambil menepuk-nepuk pundak Radit, seketika Radit terdiam, seolah terkena hipnotis.
Bahkan Dino yang melihatnya jadi bingung, kemana perginya Emosi Radit yang meledak-ledak tadi.
"Bagaimana, sudah tenang 'kan. Saya akan membatalkan surat kontrak itu dengan satu dua syarat. " ujarnya lagi.
"Apa syaratnya?. " tanya Radit kayak orang bego.
"Gampang,,,,. " lanjut Beno dengan seringai liciknya.
"Yang pertama....Anda harus membayar denda 1 Milyar kepada saya, dan yang kedua saya ingin makan malam berdua saja dengan istri Anda yang cantik itu selama tiga malam berturut-turut. " šš.
"Baik, akan saya turutin. " sahut Radit.
"Tapi Pak Radit.... " Dino ingin mencegah, tapi tidak bisa. Tatapan mengintimidasi dari Beno membuyarkan niatnya.
__ADS_1
Radit juga terlihat seperti cengo dan nurut saja.
Tapi untung nya disaat yang sama Kaniya datang kesana bersama dengan Bella Sahabatnya.
"Saya tidak setuju, itu terlalu berlebihan. Disurat kontrak itu jelas tak ada hal seperti itu!!!." sergah Kaniya.
"Sadar kalau suaminya sudah terkena hipnotis Beno, Kaniya langsung menepuk-nepuk punggung Radit dan meniup wajahnya agar suaminya itu segera sadar.
Melihat hal itu Beno jadi kesal, iya sadar betul kalau kekuatan yang dimiliki Kaniya bukanlah kekuatan yang remeh temeh.Bahkan kekuatan gaib yang ia miliki saja bukanlah tandingannya, hal itu juga lah yang mendorong hatinya untuk memiliki Kaniya sebagai istrinya.Karena dianggap juga ingin memiliki kekuatan yang dimiliki oleh istri Raditya Prawira itu.
" Saya harap Bapak Beno tidak akan memperpanjang masalah ini, setelah menimbang beberapa situasi yang terjadi antara Anda dan juga suami saya, saya ingin membatalkan penyewaan gedung Toko milik Anda itu. Kami akan membayar uang kompensasinya tapi tidak sebanyak yang Anda minta. Gedung itu tidak besar sampai Anda mau meminta uang 1 milyar dari suami saya!!. "tegas Kaniya.
" Hahahha,,, kenapa Kaniya??, kenapa kamu mau kembali lagi bersama pria angkuh ini. Apa kamu lupa? kemaren kamu terkatung-katung tanpa dia peduli bagaimana keadaanmu. Dimana dia saat kamu mau merintis usaha mu sendiri, laki-laki ini hanya datang disaat dia membutuhkan kamu."celoteh Beno.
"Apa urusan mu Bung!. " Radit benar-benar geram mendengar ucapan Beno yang sarkastis.
"Tentu menjadi urusan ku!, karena istri Anda itu adalah wanita yang sangat saya cintai." jawab Beno.
"Cukup Pak Beno, Mas Radit. Sudah!!! Saya minta kepada Pak Beno untuk segera mengeluarkan surat kontrak itu dan merobeknya. " Mata Kaniya menatap tajam mata Beno, dan tangannya menggenggam tangan Beno dengan mantra-mantra yang ia lafazkan didalam hati.
Tak lama kemudian, pria itu keluar dengan membawa surat kontrak yang tempo hari Kaniya tandatangani.
Tanpa membuang waktu Kaniya meminta laki-laki itu untuk merobeknya sampai kecil tak berbentuk.Radit dan yang lainnya jadi bingung, kenapa Beno bisa disuruh-suruh oleh Kaniya. Tapi Radit tersadar, kalau istrinya itu mempunyai kekuatan gaib yang bisa mengendalikan hati orang lain, sama seperti Omanya.
Radit juga sadar, kalau sekarang kekuatan yang dimiliki oleh istrinya jauh lebih berkembang, bukan hanya jago berkelahi dan angkat beban berat, tapi Kaniya juga bisa mengendalikan seseorang lewat pikirannya.
"Wahhh." Dino dan Bella hanya bisa terkagum-kagum melihatnya.
"Terimakasih Pak Beno, anda sendiri yang sudah merobeknya. Jadi kami tidak perlu membayar ganti rugi sama sekali. " ujar Kaniya, ia sempat-sempatnya memvideokan aksi Beno saat merobek surat perjanjian itu.
Kini Radit dan Kaniya bisa bernafas lega, mereka berpelukan sambil tersenyum puas.
__ADS_1
"Kamu hebat sekali honey. " puji Radit.
"Ah, Mas Radit bisa aja. " ujar Kaniya.
"Kalau kamu bisa seperti ini, nanti kamu hipnotis aja Mama kalau dia marah-marah sama kamu. " bisik Radit ditelinga istrinya.
"Aku gak mau Mas, itu keterlaluan. Aku ingin Mama bisa menerima aku apa adanya, tanpa kekuatan mistik apapun. " jawab Kaniya dengan wajahnya yang mengsedih.
"Tapi itu akan lebih mudah honey. "
"Tidak Mas, kalau Mama benar masih sayang padaku, pasti beliau akan baik dengan sendirinya Mas, tidak perlu melakukan hal-hal aneh. " ujar Kaniya.
"Kalau begitu, kita segera pergi dari sini... " ajak Radit, juga pada yang lainnya.
"Kita mau kemana Mas?. " tanya Kaniya.
"Kamu tenang aja, aku akan membantu mewujudkan keinginan kamu honey. Orang-orang ku sudah mencarikan tempat usaha yang lebih bagus untuk kamu.Letaknya di pusat wisata kota, dan ini berupa ruko dua lantai yang ukurannya gak kaleng-kaleng. " ujar Radit.
"Kalau gitu terserah Mas Radit aja deh, aku ikut aja. " ujar Kaniya.
"Ayo.. "
*****
Setelah mereka tiba disana, ternyata benar rukonya besar sekali.Radit juga meminta anak buahnya untuk membeli berbagai persiapan tambahan. Dalam satu hari,Ruko itu sudah siap untuk beroperasi.
Mulai dari kursi, meja bahkan dapurnya semuanya disesuaikan dengan perlengkapan yang dibeli pertama kali oleh Kaniya.
"Wah, Mas kok bisa tau selera aku?. " tanya Kaniya, dia speechless dengan perlengkapan yang dipersiapkan oleh suaminya itu.
"Itu karena Mas sangat mengenal kamu honey, maafin aku ya kalau kemaren-kemaren aku khilaf dan malah marah-marah gak jelas, sampai menyakiti hati kamu. Maafkan aku honey, aku benar-benar bodoh karena termakan omongan Rani dan Mama. " ujar Radit.
__ADS_1
"Gak papa Mas, sudah jangan diingat-ingat lagi. Yang penting sekarang kita berdua, eh salah.. bertiga sudah bersama kembali. " ujar Kaniya .
Dengan bahagianya, keduanya berpelukan. Tak peduli tatapan iri dari kedua orang yang sedari tadi ikut dengan mereka dan banyaknya anak buah Radit yang membantu disana.