Kaniya Si Gadis Desa

Kaniya Si Gadis Desa
Sebuah Foto Bisa Melukai


__ADS_3

"Tring."


Handphone Radit berbunyi,sepertinya ada sebuah pesan di Whatsapp.Radit yang sedang melamunkan Kaniya jadi terkejut,dengan cepat diangkatnya hp nya dan membuka pesan.


Dia berharap ini pesan dari sang istri tercintanya.Benar saja, pesan ini memang berhubungan dengan Kaniya,tapi appaaa ini????


Radit melihat foto Kaniya yang sedang makan malam romantis bersama Stefan dengan bahagianya.Itulah yang nampak difoto,anak buah Stefan benar-benar lihai mengambil Moment saat Kaniya sedang memotong Steak sambil menatap tajam Stefan dengan senyum sinisnya.Seolah-olah Kaniya sangat bahagia berduaan dengan musuh besarnya itu.


Jantung Radit berdegup kencang,emosi yang sama hadir seperti saat dia menyaksikan Kaniya duduk berduaan dengan Stefan ditaman kota London waktu itu.


Bagaikan petir disiang bolong,foto itu sudah menusuk-nusuk hati Radit.Emosinya membludak,dibantingnya apa saja yang berada didekatnya.Meja,kursi dan pajangan dikantor papanya pun tak luput dari amukannya.


Suara gaduh dari ruangan itu mengundang security yang berjaga disana untuk memeriksa keadaan tuan muda mereka.


"Maaf tuan,ada apa?."tanya satpam yang bernama Rio.


"Apa papaku sudah pulang?."


"Tuan besar sudah pulang dari habis magrib tadi tuan muda,beliau berpesan bahwa jangan sampai saya mengganggu istirahat anda disini."Jawab Rio.


"Bisa bikinkan saya kopi,kalau ada bawakan juga cemilan buat saya."ujar Radit.


"Baiklah tuan,saya akan segera buatkan."Rio pergi kedapur dan membuat pesanan anak majikannya itu.


Radit kembali memandangi foto di layar ponselnya,ingin rasanya ia membanting ponsel itu tapi diurungkannya,tatkala posel itu mengeluarkan suara


"Tring."


Radit segera membuka pesan yang masuk.


"Istrimu ada bersamaku,jika kau merindukannya datanglah ke alamat ini."


Radit membuang nafas kesal,ditatapnya sekali lagi foto yang tadi.Sepertinya Kaniya tidak tampak bahagia,semakin dilihat semakin nyata kesedihannya.


"Apa kamu terpaksa dinner dengannya honey?aku pasti akan datang mencarimu honey."Radit segera mengambil kunci mobilnya dan juga jaketnya.

__ADS_1


Rio yang baru akan memberikan kopi dan cemilan pesanannya hanya bisa tertegun didepan pintu karena tuan mudanya itu pergi begitu saja tanpa berkata apa-apa.


"Tuan muda,kopi andaaa."Rio sedikit berteriak.


"Buat kamu saja,aku harus segera kepelabuhan."


"Apa tuan,ke pelabuhan malam-malam begini?."


Tapi Radit tak menggubrisnya,langkahnya begitu cepat.Tak peduli dengan apapun disekelilingnya.


Radit mengirim pesan pada papanya saat ia dalam perjalanan kepelabuhan,hanya do'a yang ia mohonkan pada orang tuanya itu semoga ia bisa membawa serta Kaniya kembali bersamanya.


Radit masih menyetir ditengah perjalanan yang tak mudah,karena begitu banyak truk-truk besar yang beroperasi dimalam hari.Jalanan begitu macet,bunyi Klakson saling berlomba memecah keheningan malam.


Setelah dua jam baru bisa lepas dari kemacetan,Radit kembali melajukan mobilnya dan beberapa jam kemudian dia sampai dipelabuhan.


Bisa-bisanya dia pergi seorang diri untuk menjemput istrinya di alamat yang tertera di pesan itu.Memastikan alamat itu benar atau salah pun Radit tidak sempat memikirkannya,yang ada dikepalanya saat ini adalah Kaniya,Kaniya saja.Bagaimana nantinya kalau ternyata alamat yang dikirim anak buah Stefan itu adalah alamat palsu seperti lagunya ATT.


Dengan mantap hati Radit melanjutkan perjalanannya,kini dia dan mobilnya sudah ada didalam lambung kapal.Radit keluar dari mobilnya,dia melihat ada penjual nasi kotak,dia ingat tadi dia ga sempat makan karena terburu-buru.


Radit membeli sekotak nasi dan juga sebotol air mineral dan membawa kedua benda itu kepinggiran kapal,dia makan sambil menatap langit yang penuh bintang.


"Aduh,kenapa aku ga naik pesawat saja tadi?kan lebih cepat.Tapi sudah terlanjur,lagian alamat ini berada jauh diselatan jakarta."gumam Radit.


Kalau begitu tidak salah kalau dia membawa mobil,itu akan lebih memudahkan mobilitasnya.


😎😎😎


Suasana Dinner yang romantis tapi tak selaras dengan kenyataannya.Kaniya mual saat akan memasukkan potongan Steak itu kedalam mulutnya,entah kenapa hari ini bawaannya ingin muntah terus.


Kaniya izin untuk ketoilet,Stefan meminta salah seorang pelayan untuk mengantarkan Kaniya ke toilet.


"Kamu,awasi dia!."perintah Stefan kepada salah satu pengawalnya yang bule.


Pria itu mengangguk dan segera mengikuti Kaniya dari belakang.Kesempatan untuk kabur malam itu pun lewat begitu psaja.

__ADS_1



(ini tampilan Kaniya malam itu guys,cantik banget kan)


Hari berganti,Kaniya sudah bangun dan membersihkan diri.Tadi malam perutnya sangat mual sekali,jadi Stefan memintanya untuk beristirahat lebih cepat.


Badannya terasa tidak enak,Kaniya mencoba untuk makan sup yang disediakan oleh pelayan dimeja yang ada dikamarnya.Barulah perutnya bisa menerima makanan itu,rasanya lebih menyegarkan.


"Apa sudah enakkan?."suara seorang pelayan yang baru saja datang dengan membawa minuman hangat buat Kaniya.


"Lumayan mbak,udah agak mendingan."


"Kalau nona mau,saya bisa memijat badan nona."


"Sepertinya tidak perlu,saya mau menghirup udara segar.Apakah saya boleh keluar untuk bersantai,saya bosan disini."Kaniya mengiba.


"Maaf non,saya ga bisa membiarkan anda keluar dari kamar ini tanpa izin tuan Stefan."


"Baiklah,kau boleh pergi.Aku ingin beristirahat saja lagi kalau begitu."Kaniya sebenarnya hanya berpura-pura,dia tidak benar-benar ingin istirahat.


"Kalau begitu saya permisi nona."pelayan itu pun pergi.


Kaniya segera mengganti pakaiannya dengan celana jeans dan juga Sweater lengan panjang yang memang ada didalam lemari kamar itu.


Mungkin Stefan kembali menyiapkan pakaian baru saat dia terlelap tadi malam.Pasti pelayan itu yang membawanya tanpa sepengetahuan Kaniya lagi.


Kali ini ia sengaja mengganti pakaiannya agar lebih memudahkannya untuk kabur,setelah berganti pakaian Kaniya kembali mengamati ruangan resort yang ia tempati.Hampir tak ada jalan keluar dari tempat ini,tapi dilihat ada satu jendela yang tidak ada tralisnya,jendela ini lebih seperti pintu kaca yang tembus kekolam renang pribadi dimasing-masing kamar VVIP di resort ini.


Kaniya mencoba menggeser pintu kaca itu,benar saja ternyata bisa dibuka.Tanpa fikir panjang Kaniya pun keluar dari sana dengan mengendap-endap.Namun ada tembok tinggi dibelakang kolam renang,bagaimana bisa dia melompati pagar itu.Kelihatannya satu-satu ya akses kekamar ini adalah lewat pintu utama,Kaniya memeriksa sekeliling.Halaman belakang lumayan luas,yups!ada tangga lipat dibelakang tembok.


Dengan senangnya Kaniya mengambil tangga itu dan menegakkannya ditembok.Dinaikinya tangga itu perlahan,tanpa ia sadari kekuatannya muncul saat ia menaiki tangga itu.


Tubuhnya begitu ringan seperti tanpa berat badan,Kaniya sudah berada diatas tembok pagar.Kini masalahnya dia harus turun kesebelahnya,tanpa fikir panjang Kaniya pun terjun.Tapi ternyata itu masih bagian dari resort ini,Kaniya belum sepenuhnya bebas.


😍😍😍😍

__ADS_1


***Bersambung bebs😍


terimakasih yg sudah sudi mamoir,baca,like,dan jangan lupa komennya.😘***


__ADS_2