
Kaniya hanya bisa melihat keadaan Rani dari balik pintu,sementara itu Dino datang menghampiri dirinya untuk berpamitan. Karena dia masih harus ke kampus untuk menyelesaikan tugasnya, karena hari ini dia masih punya kelas tambahan.
Mau tak mau Dino harus pergi dan meninggalkan Kaniya seorang diri, karena sekarang dia seper orang asing di keluarga suaminya itu.
kaniya mendengarkan obrolan Radit dan Rani didalam,ia tau kalau suaminya masih sangat menyayangi dirinya, hanya saja sekarang Radit sedang marah saja kepada dirinya.
Baru saja Kaniya berfikir ingin masuk kedalam,Mama mertuanya mengejutkannya dari belakang.
"Kamu kok gak masuk?. " tanya Mama Sherly yang didampingi Papa Marco.Mereka baru saja kembali dari ruangan dokter.
"Eee, Kaniya ba-ru aja mau ma-suk Ma. " jawab Kaniya dengan sedikit gugup.
"Bentar sayang,kata Radit kamu yang pertama kali menemukan keberadaan Rani.Mama ingin kamu menceritakan pada Mama gimana kronologisnya Kamu bisa menemukan Rani, ayo kita bicara di sana dulu. " ajak Sang Mama mertua.
"Baiklah,ayo Ma. " Kaniya pun mempersilakan Mama mertuanya untuk jalan duluan.Sedangkan Papa Marco langsung masuk kedalam menemui anak-anaknya.
Setelah mereka sampai di Bangku panjang yang ada dipojokan rumah sakit itu,Kaniya menunggu Mama mertuanya duduk duluan,baru kemudian ia menyusul duduk juga.
"Gimana sayang, ceritain ke Mama?. " tanya Mama Sherly.
"Jadi... begini Ma. " Kaniya menarik nafas dalam dan menghembuskannya pelan, karena dadanya juga terasa sesak kalau harus bercerita tentang hal yang tidak nyaman ini, ia berusaha menghirup oksigen sebanyak-banyaknya agar bisa bercerita dengan tenang.
"Ayo sayang, ceritakan gimana kamu bisa menemukan Ran?. " Mama Sherly sudah tidak sabar, walaupun dihatinya takut akan hal itu, tapi ia harus tau apakah Rani benar-benar mengenal pria yang sudah menculik dan melecehkan dirinya.
__ADS_1
"Begini Ma,Empat hari yang lalu.Tiba-tiba di kampus Kaniya bertemu dengan Kakak tingkat yang gak lulus-lulus, ia bahkan icon d8 kampus sebagai cowok paling resek dan Paling Bandel.Namanya Marcel. " ujar Kaniya.
"Marcel??!,itu kan nama si pemerkosa itu.Kamu mengenalnya??! . " nada suara sang Mama mertua sudah mulai meninggi.
"Kaniya baru tau hari itu Ma, tapi kami tidak berkenalan, hanya saja dia yang mencari tahu tentang Kaniya." jawab Kaniya jujur.
"Lalu???. "Mama Sherly sudah seperti penyidik saja.
"Lalu disaat Kaniya nungguin Pak Anto yang terlambat jemput, Kaniya diganggu Ma sama cowok resek itu. Dia minta Niya untuk jadi pacarnya."
"Terus kamu mau??!. " tanya Mama Sherly lagi, matanya sudah menatap Kaniya dengan tatapan seperti Elang.
"Tentu Kaniya tolak Ma, Kaniya bahkan memperlihatkan cincin kawin di jari Kaniya padanya dan bilang ke dia kalau Kaniya ini sudah bersuami. " jelas Kaniya.
"Lalu apa yang terjadi, kenapa Rani bisa berakhir sama cowok berengsek itu?!!. " Mama Sherly mulai menerka-nerka hal apa yang terjadi selanjutnya.
"Jadi maksud kamu, Si Marcel itu sebenarnya mengincar kamu begitu!!!. " bentak Mama Sherly.
Kaniya tersentak mendengarnya,selama ia menikah dengan Radit,baru kali ini ia dibentak habis-habisan oleh Mama mertuanya.
"Itu artinya semua ini salah kamu Kaniya!!!,kamu mungkin kegenitan di kampus makanya banyak laki-laki yang ingin jadi pacar kamu dan ngejar-ngejar kamu.!?!iya kan!!!!?. " Mama Sherly sepertinya naik pitam.
"Gak Ma, Kaniya berani sumpah ji✌. Dihati Kaniya cuma ada Mas Radit seorang Ma. " jawab Kaniyaaniya lantang.
__ADS_1
Suasananya mendadak panas, diantara Mertua dan menantu itu.
"Saya tidak izinkan kamu mendekati putri saya lagi, semua ini gara-gara kamu!!!! kalau saja kamu yang menerima paket itu.Kalau saja kamu yang menerima paket dan bingkisan itu, Rani tidak akan pernah mengalami kejadian buruk seperti ini!!!. " ujar Mama Sherly sambil menunjuk-nunjuk wajah menanti itu.
Kaniya hanya tertunduk lesu, memang benar ini ada hubungannya dengan dirinya, tapi bukan berarti ini salah dirinya. Ini semua karena kesalah fahaman Rani sendiri, kenapa dia tidak mengecek dulu sebelum pergi. Tapi Kaniya tidak mau membela dirinya, biarkan saja dia dipersalahkan agar Mama mertuanya puas meluapkan emosinya.
Tanpa mereka sadari sekarang mereka berdua sudah menjadi tontonan orang-orang yang ada disana.Karena ternyata suara Mama Sherly sudah membuat seisi rumah sakit khusus nya dilantai itu heboh.
Radit yang mendengar teriakan Mama nya segera keluar dari ruangan Rani.Tadi ia juga menyaksikan bagaimana Mama nya sedang memarahi istrinya didepan semua orang.
Radit tau bagaimana perasaan Kaniya saat ini, ia pun segera menerobos kerumunan orang-orang dan menenangkan sang Mama.Radit memeluk Mama Sherly kedalam dekapannya, Kaniya yang melihat itu hanya bisa menatap Radit dengan tatapan sendu,ia tidak boleh menangis,dia harus tegar dan kuat dalam menghadapi ujian ini.
Disaat suaminya sibuk menenangkan Sang Mama dan meninggalkan dirinya sendirian disana, Kaniya memilih untuk pulang dan mengemasi barang-barangnya seperlunya saja. Ia meninggalkan semua fasilitas yang diberikan oleh keluarga Radit disana,dan hanya membawa keperluan kuliahnya saja.
Sepertinya sudah tidak ada lagi yang akan mempedulikan dirinya dirumah itu.Mama, Papa, Rani dan juga Radit semuanya membenci dirinya.
Mungkin kalau hanya Mama, Papa, dan Rani saja yang mengacuhkan dirinya dia bisa tahan.Akan tetapi sang suami juga ikut-ikutan cuek kepadanya, bahkan tadi ia melihat tatapan penuh amarah dari mata suaminya itu.
Kaniya memilih pergi dari rumah itu tanpa pamitan kepada siapapun.Ia hanya bilang pada Bik Sumi kalau dia akan keluar, tapi tidak bilang mau kemana.
Ponselnya juga ia matikan, hari ini ia mau fokus untuk mencari pekerjaan agar dia bisa menghidupi dirinya sendiri diluaran sana.Untuk sementara dia mau menumpang dirumah Bella Sahabatnya. Tadi sebelum mematikan ponselnya, ia sudah terlebih dahulu menghubungi Bella dan meminta tumpangan sementara.
Bella juga sempat kaget tadi mendengarnya penuturan Kaniya bahwa ia ingin meminta tumpangan untuk beberapa hari sebelum ia menemukan kostan.
__ADS_1
Untungnya sahabatnya itu sangat baik dan mau memberinya tumpangan dirumahnya yang tak begitu besar.
Kaniya naik taksi dan sampailah ia didepan sebuah rumah bergaya limas.