
Sejak hari itu, Kaniya rutin mengunjungi toko setiap hari sepulang dari kuliah.Kadang kalau ga ada jadwal kelas,dia langsung menuju tokonya dari pagi.
Walau tak ada keinginan untuk menjadi pemilik toko itu,tapi dia melakukannya hanya sebagai bentuk tanggung jawab saja.Apalagi sekarang Pak Hendra masih harus menjaga anaknya dirumah sakit pasca operasi besar yang dialaminya.
Kaniya berusaha semaksimal mungkin untuk membuat toko itu maju dan semakin berkembang.Berbagai terobosan baru pun ia lakukan.Contohnya dengan memasang spanduk baru dan juga mengiklankan toko melalui situs belanja Online.
Kini tokonya juga melayani pembelian dari luar daerah melalui aplikasi belanja online.Beberapa Karyawan baru dibidang pemasaran dan juga admin dipekerjakan.
Toko yang dikelolanya pun mengalami kemajuan pesat,sehingga membuat mama Sherly bangga padanya.
ππππππ
Kaniya yang baru pulang dari toko dikejutkan dengan rumah yang gelap gulita, saking sibuknya akhir-akhir ini dia bahkan tidak ingat hari ini adalah hari spesial baginya.
Tiba-tiba lampu menyala setelah ia melangkahkan kakinya memasuki rumah mertuanya itu.Dan Ta raaaaaa..... πππ
__ADS_1
Radit menyiapkan sebuket bunga matahari yang indah untuknya, ucapan selamat ulang tahun pun mengagetkan Kaniya.Dia baru ingat kalau ini adalah hari ulang tahunnya,Kaniya sampai menangis haru.
Radit berjalan menghampirinya,memberikan buket bunga itu padanya dan mendaratkan kecupan di keningnya dalam dan lama.Pasangan ini terhanyut dalam rasa bahagia yang seakan menerbangkan keduanya ke awan.
Tanpa mereka sadari,Papa,Mama,Rani,dan Bik Sumi juga ikut menyaksikan mereka.
"Ekhemm." Tuan Marco berdehem.
Kaniya dan Radit baru sadar kalau tak hanya mereka berdua yang berada di ruangan itu,keduanya jadi malu sendiri.
" Mama bisa aja.Oh ya Ma,Radit mau bilang makasih sama Mama karena udah pilihin istri yang sebaik dan secantik Kaniya buat Radit."Ujar Radit sambil memeluk Mama nya.
"Sama-sama sayang,Mama cuma berharap kalian akan secepatnya kasih Mama cucu ya. Mama udah pengen nimang cucu,ga usah tunggu sampai rambut Mama jadi putih semua baru kalian mau punya anak,apa kalian tidak kasihan sama Mama kalau udah jompo harus gendong cucu.Yang ada Tulang-tulang Mama dan Papa udah ga kuat lagi, jadi mumpung kami masih kuat sebaiknya kalian berusahalah kabulkan keinginan Mama mu ini." Kaniya jadi ngilu mendengar permintaan Mama mertuanya itu.
"Iya kan Kaniya,kamu juga harus berusaha. Jangan ditunda-tunda nanti keburu Mama Papa udah peyot."Nyonya Sherly memegang pundak Kaniya, dan memeluknya seraya mengucapkan selamat ulang tahun buat menantunya itu.
Kemudian Nyonya Sherly mengeluarkan sebuah kotak perhiasan dari dalam paper bag yang ditaruh nya sofa dan memberikannya pada Kaniya.
__ADS_1
" Ini hadiah ulang tahun dari Mama, ini pertama kalinya kami merayakan ulang tahun menantu kami.Dipakai ya, semoga kamu suka ya sayang. "ucap Nyonya Sherly, Kaniya menaruh buket ditangannya ke meja dan menerima kotak perhiasan itu.
Belum dibuka saja Kaniya sudah yakin kalau isi didalamnya pasti bukan kaleng-kaleng.Setelah dibuka,betapa terkejutnya Kaniya.Ternyata isinya sepasang sarung tangan dan juga sarung kaki bayi yang mungil.Kaniya tersentak,dia tau apa maksud ibu mertuanya itu. Mereka sudah benar-benar ingin menimang cucu,dan itu artinya dia harus hamil dan melahirkan anak Radit.
Kaniya bingung,sebenarnya dia belum ingin hamil. Selama ini diam-diam dia sudah memakai alat kontrasepsi berupa pil KB.Bahkan Radit pun belum tau soal itu.
Terakhir waktu dia merasakan mual secara berkala, dia mengira kalau dia hamil dan diam-diam pergi kerumah sakit dan menemui dokter kandungan, dan ternyata hasilnya negatif dan hanya mag biasa.
Kaniya bernafas lega karena dia belum hamil,dia ingin menikmati masa mudanya, terlebih dahulu.Mendirikan Restoran yang sudah ia rancang dalam angan-angannya. Baru setelah itu dia akan memikirkan soal punya anak.
Kaniya tidak mau kalau nanti punya anak akan menghambat karirnya dan juga kegiatannya di kampus.
Usianya yang masih muda kadang membuatnya memikirkan dirinya sendiri.
"Honey."
Panggilan Radit menyadarkan Kaniya,sedari tadi Kaniya melamun dan memikirkan kata-kata nyonya Sherly yang terngiang-ngiang di telinganya.
__ADS_1