Kaniya Si Gadis Desa

Kaniya Si Gadis Desa
Cemburu Buta part.2


__ADS_3

Radit terus berlari dan akhirnya sampai juga di depan istrinya.Kaniya yang melihat Radit dan mendengar seruan para pelayan yang histeris karena Tuan mudanya setengah bugil itu,langsung menoleh dan ikut terpanah.


Bukan pikiran mesum yang ada diotak Kaniya,tapi rasa syukurnya kepada Tuhan karena suaminya kini sudah bisa berlari,bukan lagi hanya berjalan.


"Mas Radit,kamu sudah sembuh,"sambut Kaniya sambil menutupi mulutnya tak percaya.


Radit yang baru sadar setelah mendengar ucapan istrinya itu,seketika melihat kearah kakinya.Betapa terkejutnya ia,ketika sadar hanya mengenakan handuk saja dan sandal teplek rumahan.


Seketika pula Radit melihat sekelilingnya,para pelayan wanita menjadikannya bahan gosipan dan juga tontonan gratis.


"What do you see?back to work!"perintah Radit.Dan para pelayan itu pun segera membubarkan diri.


Bukan hanya pelayan wanita yang menyaksikan hal itu,tapi sedari tadi ternyata para pelayan pria sudah terlebih dahulu menyaksikan Nona mudanya yang sexy, berjalan ditaman sendirian.Tentu saja dengan baju yang banyak menampakkan lekuk tubuh Kaniya yang begitu sexy,maka mereka semua tidak akan melewatkannya begitu saja.


Radit dan Kaniya saling berpandangan,dengan nafas yang masih terengah-engah,Radit mendekat ke arah istrinya itu.


"Kenapa kamu keluar?aku kira kamu hanya keluar kamar saja.Tapi ternyata kamu malah berkeliaran diluar rumah dengan baju kurang bahan seperti ini!!"Radit marah-marah.


Kaniya jadi bengong melihat Radit yang marah membabi buta kepada dirinya.


"Lah,kamu juga sama saja.Malah lebih parah!Bagaimana kalau handukmu itu jatuh,yang ada kamu yang akan memberikan tontonan gratis pada semua orang disini."Kaniya tak mau kalah juga.


"Aku ini laki-laki,sedangkan kamu itu perempuan.Apa pantas jika tubuh kamu dilihat oleh pria lain selain aku, suamimu."Radit makin menjadi.


"Kamu ini egois sekali ya Mas,aku ini masih berpakaian,bukannya bugil.Lagian ini bukan di Indonesia Mas,banyak yang lebih seksi diluaran sana dibandingkan gaun yang aku pakai ini."Kaniya makin ngegas membuat Radit jadi makin naik darah,tanpa berfikir panjang Radit menarik tangan Kaniya untuk mengikutinya ke kamar.

__ADS_1


"Mas Radit,sakit Mas.Lepasin tangan aku,aku bisa jalan sendiri."Kaniya memukul-mukul tangan Radit,tapi Radit malah makin mengeratkan cengkramannya.


Kaniya hanya bisa pasrah,entah kenapa di saat seperti ini kekuatan ghaib nya tidak bekerja.Seandainya saja kekuatannya bisa bekerja,pasti bukan hal sulit untuk melepaskan diri dari Radit yang sedang dikuasai oleh emosinya itu.


Radit seperti tak merasakan lagi sakit dikakinya,Kaniya sesekali melihat kearah Kaki Radit.Diperhatikannya dengan seksama,sepertinya Radit memang sudah bisa berjalan dengan lancar dan normal.Terapi yang ia jalani belakangan ini sudah menampakkan hasilnya dengan baik.


"Mas,Mas Radit kakimu."Kaniya ingin memberi tahu Radit,tapi Radit seolah tidak mendengar apa yang Kaniya ucapkan barusan,mungkin ia masih fokus ingin membawa Kaniya masuk ke dalam kamar.


Setibanya dikamar,Radit yang masih dipenuhi amarah itu melempar tubuh Kaniya keranjang.


"Awww,sakit Mas."Kaniya mengaduh kesakitan.


"Kamu kelihatannya senang sekali ya,kalau tubuhmu ini di tonton oleh para pelayan laki-laki diluar sana.Hah!"Radit meluapkan segala emosinya.


"Tidak Mas,aku tidak bermaksud seperti itu."Kaniya membenarkan posisinya dan ingin menjelaskan kepada Radit.


Meskipun gadis itu terus memberontak,tapi kali ini kekuatan ghoib yang ia miliki pun tak mau bersahabat dengannya.


Kaniya tak kuasa menghalau keganasan Radit yang bertubi-tubi menciumi tubuhnya dari ujung rambut sampai ujung kaki.Kaniya bisa apa?tubuhnya yang kecil melawan tubuh besar dan tegap milik Radit,tentu saja tidaklah mudah.


Radit yang hanya mengenakan handuk yang terlilit di pinggangnya saja,dengan sekali sentak saja membuat tubuhnya polos seperti sang istri.


Impian akan malam pertama yang penuh cinta kini sudah dikubur Kaniya,dan berubah menjadi sore pertama yang penuh amarah membara.Radit tak melepaskan Kaniya sedikitpun,entah karena cinta,atau birahi,atau rasa cemburu yang menguasai jiwa raganya.Kaniya hanya bisa pasrah menyerahkan jiwa raganya kepada pria yang mulai dicintainya itu,walau dengan hati yang terluka.


Air mata menetes di pipinya,mengalir tanpa diperintah.Menyisakan bekas luka,dia hanya bisa memalingkan wajahnya dan meratapi pengalaman pertamanya yang begitu menyakitkan.

__ADS_1


Suami yang dia kira akan memberikannya cinta yang tulus dan lembut,kini malah berubah seperti seekor singa yang kelaparan.


Bekas kiss mark dimana-mana,Kaniya bahkan malu melihat dirinya sendiri.Hilanglah sudah hartanya yang paling berharga,walaupun suaminya sendiri yang merenggutnya,tapi bukan karena cinta melainkan amarah.Hal itulah yang membuat Kaniya menyesali apa yang sudah dilakukan Radit kepadanya.


Kehilangan keperawanan hanya karena hal yang menurutnya sepele sekali,kecemburuan karena pakaian sexy nya.


Radit yang berhasil melampiaskan hawa nafsunya kepada istrinya sendiri,kini terbaring lemas disamping Kaniya,ditutupinya tubuh polos Kaniya itu dengan selimut.Ini benar-benar sore yang panas bagi Radit,panas hati panas juga gairahnya untuk menjamah tubuh yang sudah sah menjadi miliknya sekian lama,namun baru kali ini dia bisa menikmatinya.


Dengan amarah atau pun tidak,bagi Radit percintaan ini dilakukan nya dengan cinta yang sudah memenuhi hati-Nya untuk Kaniya.


Namun tidak bagi Kaniya,meskipun dia juga mencintai Radit,tapi sekalipun ia tak pernah membayangkan kalau pada akhirnya,Radit akan meminta haknya secara paksa seperti tadi.


Kaniya masih memalingkan wajahnya dan mengubah posisinya membelakangi Radit,air mata kepiluan masih menetes dari mata sendunya.Radit yang menyadari akan hal itu kemudian memiringkan tubuhnya kearah Kaniya,dia mencoba melihat keadaan Kaniya. Namun ia tak berani menyentuhnya.Sejenak ia menyadari kalau Kaniya tidak baik-baik saja setelah ia merenggut semua miliknya.


"Apa,,,kau menyesalinya?"tanya Radit dengan sedikit canggung.


Pertanyaan itu tak kunjung mendapatkan jawaban dari orang yang ditanya,Kaniya masih terdiam seribu bahasa.Tangannya terlihat sedang mengusap air matanya,dia juga tidak tahu harus berbuat apa.Haruskah dia bahagia karena sudah bisa menjadi istri Radit seutuhnya?ataukah dia harus kecewa karena harus menyerahkan kesuciannya dengan cara dipaksa?.


Kaniya juga bingung harus menjawab apa,dia pura-pura tak mendengar dan memejamkan matanya tatkala Radit bergeser lebih mendekat kearahnya.Kaniya belum ingin bicara dengan pria itu,dia tidak sanggup menatap mata Radit,dia juga tidak tahu harus bersikap bagaimana terhadap suaminya itu.


Marah,cinta,benci dan mendamba jadi satu dalam benak Kaniya kini.Dia berharap ada seseorang yang akan mendengarkan jeritan hatinya,kalau pada umumnya setiap pasangan yang sedang honeymoon akan merasa bahagia dan semakin mesra setelah memadu kasih,tapi keduanya malah sebaliknya.Kemesraan itu masih ditutupi rasa canggung yang malah kian menjadi.


😍😍😍😍😍😍😍


***Berambung bebs q😘😘

__ADS_1


Yang mampir tolong tinggalkan jejak ya,jangan pelit kasih like,dan juga komen kalau ada saran dan kripik eh salah kritik maksudnya🤣🤣***


__ADS_2